NovelToon NovelToon
Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Cinta Dalam Pernikahan Kontrak

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Contest
Popularitas:1.1M
Nilai: 5
Nama Author: umi whiby

ini menceritakan tentang kisah radiska dan Arvin yang terjerat oleh pernikahan kontrak.

namun siapa sangka cinta itu tumbuh dalam pernikahan kontrak mereka.😊😊

warning!!
cerita ini mengandung adegan dewasa!! mohon bijak dalam membaca ya guys

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon umi whiby, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Halusinasi

“Tuan muda Arvin,” panggil satpam penjaga rumah sakit.

“cepat bantu aku, istri ku pingsan.” Ucap Arvin membuka pintu dimana Adis dan bunda berada.

Bapak satpam langsung berlari memanggil perawat dan dokter untuk menangani menantu pemilik rumah sakit ini. Orang-orang sibuk berduyun duyun berlari membantu Arvin, semuanya ikut panik.

“letakan disini tuan,” pinta perawat tersebut.

Arvin meletakkan tubuh lemah Ara diatas tempat pembaringan. Semua ikut serta membantu mendorong brankar yang di tiduri oleh Adis. Ada sekitar lima perawat dan dua dokter.

“Tuan dan nyonya mohon tunggu diluar saja.”

Arvin langsung menarik ibu mertuanya yang ingin masuk kedalam. “Bunda biarkan mereka menangani Adis secepat nya.”

Bunda menangis melihat anak gadisnya sedang ditangani oleh beberapa perawat dan dokter, ia mengintip dari celah-celah kaca pintu.

“arvin, bunda takut! Bunda takut Adis kenapa-kenapa.” Lirih bunda dengan deraian air matanya.

“kita berdoa saja Bun, semoga Adis baik-baik saja.” Arvin langsung merangkul pundak ibu mertuanya membawa wanita paruh baya itu duduk.

Tak lama Arvin mendengar suara orang yang sedang berlari.

“Mommy,” gumam Arvin tak percaya, mommy nya datang malam-malam ke rumah sakit. Dari mana kedua orangtuanya tau batin Arvin.

“Vin, gimana keadaan Adis? Dia baik-baik sajakan?” tanya mommy yang juga ikut panik.

“masih ditangani mom, bersabarlah.”

Arvin menatap wajah Daddy nya yang juga terlihat khawatir, meski nampak seperti orang yang tak perduli.

Tak lama dokter keluar dengan peluh yang membasahi keningnya. Semua menghambur menghampiri dokter.

“Bagaimana dok? Anak saya baik-baik saja kan?”

“Bagaimana dok istri saya sudah siuman?”

Dokter menatap kedua orang itu lalu menghela nafasnya panjang. “bisa kita bicara diruangan saya?” Tanya dokter.

“Pergilah, Daddy dan mom yang akan menjaga Adis disini.”

“Baiklah, terimakasih dad.”

Aevin dan bunda langsung berjalan mengikuti dokter. Bunda harap-harap cemas takut terjadi sesuatu dengan putrinya.

“duduklah nyonya, tuan muda.” Dokter mempersilahkan duduk.

“Saya ingin menjelaskan beberapa hal penting menyangkut pasien. Nona muda mengalami penurunan imun tubuh yang sangat drastis, sepertinya dia kelelahan.” Ucap dokter membuka beberapa file.

“disini saya menemukan beberapa kasus tentang keadaan nona muda, apa nona muda pernah mengalami kecelakaan?” tanya dokter pada dua orang yang ada didepannya.

Sebenarnya bunda enggan untuk menjawab, apalagi ada Arvin disebelahnya. Namun keadaan tak memungkinkan, ia terpaksa mengatakan nya.

“pernah dok, saat berusia 7 tahun.”

Deg, entah mengapa hati Arvin seperti mendengar sesuatu yang membuat dadanya berdegup kencang. Arvin mencoba membuang semua pikiran-pikiran yang melayang dikepalanya.

“apa ada beberapa perobatan yang belum selesai?” tanya dokter lagi.

“Iya dok,” lirih ibu.

Dokter menghela nafasnya berat, lalu kembali menatap semua kertas ditangannya.

“dia bekerja terlalu lelah, tolong jangan membuat nya terlalu lelah. Saya sarankan nona muda  istirahat total di rumah. Dan saya akan konsultasi dengan dokter yang sudah menandatangani nona muda.”

Ibu mengangguk setuju, sedangkan Arvin masih diam tak mengerti.

“Baiklah dok, kalau begitu saya akan menemui anak saya dulu.” Ucap ibu membawa Arvin keluar.

“bunda,” panggil Arvin dari belakang tubuh mertuanya.

“Iya nak?”

“Apa yang terjadi dengan Adis dulu?”

Bunda terdiam ragu untuk mengatakan nya. Belum saatnya, batin bunda dalam hati.

“kecelakaan nak, Adis pernah kecelakaan.”

“mengapa bisa Bun? Sepertinya bunda menutupi sesuatu.” Ujar Arvin melihat bunda yang gelisah.

“Bukan nak, ini murni kecelakaan biasa, Adis tak sengaja bermain ditepi jalan,”

Arvin menghela nafasnya berat, “yasudahlah bun, kalau begitu kita lihat Adis.”

Bunda menghela nafasnya lega.

“bunda..” lirih Adis lemah memenaggil bundanya.

“Kak, kamu sudah siuman! Mana yang sakit nak?” bunda menggenggam tangan Adis dan mengelus rambut anaknya.

Mommy terbaru melihat interaksi anak dan ibu tersebut. Mommy langsung memberikan tatapan tajam pada anaknya yang masih saja berdiri didepan pintu.

“Dada Adis sakit Bun, Adis mau minum.”

Mommy langsung membantu mengambilkan minum, sementara bunda langsung mengusap dada anaknya.

Adis kembali tertidur karena pengaruh obat yang masih menguasai tubuhnya.

“Mommy, Daddy pulanglah! Kalaian lebih baik istirahat dirumah.” Ujar Arvin, lalu menatap bunda. “ bunda juga beristirahat lah, biar Arvin yang jaga disini.”

Bunda ingin menolak, tapi mau bagaimana lagi kasihan juga dengan dua putra nya dirumah.

“Tapi nak, bunda..” perkataan bunda terhenti.

“Tenanglah bunda, aku akan jaga istriku disini. Besok bunda bisa datang dan membawakan makanan untuk Adis.”

Akhirnya bunda setuju, benar kata Arvin besok ia harus kesini membawa makanan kesukaan Adis ketika sedang sakit.

“baiklah nak, bunda pulang.”

“Asistenku akan mengantar bunda pulang. Besok sudah ada supir yang akan menjemput bunda.”

Arvin sengaja menyediakan supir, tadi ia sudah meminta Juna mencari supir untuk ibu mertuanya agar lebih mudah dan nyaman.

***

Setelah semuanya pulang, kini tinggalah Arvin yang sedang menatap wajah Adis. Arvin menggenggam tangan kecil itu dan meletakkannya dipimpinnya. Entah apa yang dirasakan oleh Arvin, pria itu hanya diam melihat wajah pucat istrinya. Lama ia mengamati wajah sendu Adis Samapi mata gadis itu kembali bergerak dan akhirnya terbuka.

“Bunda.” Lirih Adis memanggil ibunya.

Arvin melakukan apa yang dilakukan bunda pada adis tadi, ia mengusap rambut Adis dengan lembut.

“Bunda sudah pulang, kasian dia lelah.”

Mata Adis nampak mulai berair siap menjatuhkan buliran air mata. Padahal ketika ia sedang sakit maka bunda adalah obat yang paling mujarab. Ketika sakit Adis memang akan suka berhalusinasi yang tidak-tidak, makanannya ia akan menangis ketakutan.

“Jangan menangis, aku menemani mu disini.”

Arvin bangkit lalu membuka sepatu nya, pria itu naik ketempat pembaringan yang sempit itu. Arvin meletakkan kepala Adis diatas lengan sebelah kirinya lalu memeluk tubuh kecil Adis kedalam dekapannya.

Adis tak menolak, memang selalu nya seperti ini. Bunda akan melakukan hal yang sama dan memeluknya dengan erat.  Entah mengapa disaat sakit seperti ini, Adis selalu dihantui rasa takut yang berlebihan. Ia merasa dirinya dalam bahaya dan mengingat sesuatu yang pernah ia lupakan.

“Apa tuan lihat seseorang dibelakang ku?” tanya Adis gemetaran, ia menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya.

Arvin mengerutkan keningnya, mana ada orang disana batinnya. “Tidak ada, kau Cuma berhalusinasi. Tidurlah!”

Arvin menepuk-nepuk pundak Adis lembut, sudah berapa jam Adis masih bergumam tak menentu. Entah apa yang ia katakan, sepertinya wanita itu sedang mengigau.

“bunda,” panggil Adis masih merasa kurang nyaman, ia lebih nyaman dengan ibunya yang sudah biasa memeluk nya. Namun Arvin berusaha agar gadis itu kembali tidur.

“Orang itu masih melihat ku tuan,”

“Tidak ada siapapun, Cuma kita berdua disini.”

Adis menoleh menghadap pintu, jelas ia melihat ada orang disana. Arvin kembali menarik kepala Adis agar mengandal kearah nya.

“Tidurlah, besok pagi bunda datang. Kalau kau tidak tidur, aku tidak akan kasi izin bunda datang kesini.” Ancam Arvin.

Berhasil, gadis itu nurut dan langsung memejamkan matanya dan tertidur sampai pagi.

 

1
Sumar Sutinah
haadeuh alvin apa msh punya muka istri dn mertuanya sengsata sedangkan dia mengurus wanita lain, heran sm mertua adis knp diem" aja g ngebantu menantu katanya sayang, kno kelakuan anaknya yg aneh g d selidiki sm ayah c alvin
Sumar Sutinah
bagus thor aku aka karyamu 👍❤️💪
November
lanjut
Reni Anjarwani
lanjut thor
Yati Yati
kpn yp nya thor
si ciprut
angel sama bpaknya bersekutu... pura2 doang memanfaatkn
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
betul2 parah sakit jiwa itu nenek
Nuraini Ibrahim
hummm
seruh deh
Nuraini Ibrahim
makin seruh deh
Nuraini Ibrahim
huummmm
Nuraini Ibrahim
yeee udah mulai jatuh cinta rupanya
Nuraini Ibrahim
sekurangnya claudia nga sombong jadi adis jadi punya teman
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar nene pikun
Nuraini Ibrahim
malu2 tapi mau dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
dasar tidak peka dia
Nuraini Ibrahim
lanjut
Nuraini Ibrahim
huummmm
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!