Arka adalah Userator biasa yang belum Awakening, ia bekerja sebagai kuli bangunan. Tiba-tiba dinikahkan dengan seorang gadis bernama Sisil untuk melunasi hutang Ibunya.
Siapa sangka setelah menikah—Arka malah Awakening, kekuatannya meningkat.
[Bahagiakan Istrimu untuk mendapatkan banyak keuntungan dan meningkatkan kekuatanmu!]
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ramirisss, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 29 Masa lalu Sisil Part 2
"Untuk sekarang panggil Kak Arka saja. Nanti... kalau kita sudah benar-benar dewasa dan menikah di masa depan, baru kamu boleh memanggilku seperti itu sepuasmu, bagaimana? Adil, kan?"
"Oke, Kak Alka!!!"
Namun... surga kecil itu tidak bertahan lama. Hingga suatu hari, sosoknya mendadak tidak pernah muncul lagi di taman itu. Aku menunggunya di tempat yang sama, di jam yang sama, hari demi hari, minggu demi minggu... namun Kak Arka tidak pernah kembali.
Aku sangat merindukannya. Aku menangis setiap malam, memohon pada Tuhan agar tidak melenyapkannya dari hidupku. Karena bagiku, hanya Kak Arka satu-satunya tempat ternyaman dan pelarian terbaik dari hancurnya kondisi hidupku.
Dan penderitaanku baru saja dimulai. Tidak lama setelah Kak Arka menghilang, Ibu kandungku jatuh sakit parah.
Tapi Ayah... pria bajingan itu sama sekali tidak peduli. Dia membiarkan Ibu menderita tanpa pengobatan, hingga akhirnya Ibu menemui ajalnya di kamar yang dingin.
Saat itu, jiwaku benar-benar hancur. Aku kehilangan orang kedua yang paling kusayangi di dunia ini. Di depan jasad Ibu, aku menangis sepi dan bertanya-tanya pada hidup ini... apakah anak seperti aku ini beneran tidak pantas untuk hidup bahagia?
Keadaan menjadi semakin menjijikkan setelah Ibu meninggal. Ayah tanpa tahu malu langsung membawa wanita lain masuk ke dalam rumah. Dan yang membuatku tertawa adalah... ternyata Ayah sudah lama menikah dengan wanita itu di belakang Ibu. Wanita itu... tidak lain adalah dirimu, Ibu tiriku.
Ternyata, tabiatmu padaku jauh lebih busuk dari yang kukira. Kau memperlakukanku tak ubahnya seorang budak.
Kau terus memerintahku melakukan seluruh pekerjaan rumah tangga yang berat tanpa henti. Dan jika aku melakukan satu kesalahan kecil saja atau terlambat menyapu lantai, kau tidak akan sungkan untuk memukulku dan tidak memberiku makan seharian.
Ayahku sendiri? Dia beneran menutup mata. Dia tidak peduli sedikit pun padaku. Aku bahkan tidak tahu apa alasan menjijikkan yang membuatnya masih mau membawaku tinggal bersamanya. Apakah dia menampungku hanya karena ingin melihatku tersiksa setiap hari?
Waktu terus berjalan, dan aku pun mulai beranjak dewasa. Di tengah neraka dunia itu, aku beruntung karena di sekolah aku berhasil mendapatkan seorang teman yang sangat peduli padaku. Dia adalah Chika. Anak orang kaya raya yang entah kenapa... mau berteman dengan gadis kumuh sepertiku.
Bahkan, seluruh biaya sekolah dan buku-bukuku selama sekolah... semuanya ditanggung oleh kebaikan orang tua Chika. Di dalam hatiku yang paling dalam, aku sungguh bersyukur bahwa di dunia yang kejam ini, masih ada manusia yang peduli padaku.
Demi menyambung hidup dan mencari uang saku sendiri, aku mulai mengambil berbagai pekerjaan sampingan setelah pulang sekolah.
Hal itu membuat rutinitas hidupku menjadi sangat padat dan melelahkan; mulai dari belajar di sekolah, bekerja paruh waktu, hingga mengurus seluruh pekerjaan rumah.
Hingga akhirnya, aku tumbuh semakin dewasa dan berhasil lulus dari bangku sekolah.
Namun takdir kembali mengujiku. Chika, satu-satunya tempatku bersandar di luar rumah, harus pergi meninggalkanku demi melanjutkan pendidikan kuliahnya di Benua Yurope.
Aku memilih untuk langsung bekerja di distrik bawah. Aku sadar diri bahwa aku tidak akan pernah sanggup untuk membayar biaya kuliah.
Lalu, sebuah malapetaka besar datang. Tiba-tiba saja, Ayahku secara sepihak memutuskan untuk menjual tubuh dan kesucianku kepada seorang pria kaya raya paruh baya, yang merupakan teman bisnisnya sekaligus seorang Userator tingkat atas.
Saat mendengar keputusan itu, seluruh darah di tubuhku mendidih. Aku sangat kesal, marah, dan murka! Tapi... aku yang saat itu masihlah seorang gadis lemah, tidak memiliki kekuatan apa pun untuk melawan cengkeraman mereka.
Aku diseret dan dibawa pergi oleh bajingan itu. Dia menatapku dengan pandangan lapar, sangat tertarik pada kecantikan fisikku setelah tubuhku didandani dengan pakaian minim.
Aku dibawa masuk ke dalam sebuah kamar hotel mewah di pusat kota. Otak cerdas dan instingku langsung menjerit sadar bahwa pria tua itu ingin meniduri dan menodai tubuhku malam itu juga.
Saat dia mulai melangkah mendekat untuk menikmati tubuhku, aku mencoba menekan rasa panikku. Aku memutar otak, mencari berbagai macam cara agar bisa kabur dari kamar terkutuk itu.
Pada kesempatan pertama, aku merayu dan menyuruhnya untuk mandi terlebih dahulu agar tubuhnya bersih. Pria tua itu tertawa mesum dan menyetujuinya.
Begitu pintu kamar mandi tertutup, aku langsung bergerak secepat kilat. Rencananya adalah kabur sejauh mungkin sebelum dia keluar.
Namun, begitu aku meraih gagang pintu utama kamar hotel... sial, pintunya telah dikunci rapat.
Dengan kepanikan yang memuncak, aku menggeledah seluruh sudut ruangan, membongkar laci-laci di samping kasur demi mencari anak kunci cadangan atau kartu akses keluar. Namun... aku tidak berhasil menemukan apa pun selain tumpukan barang menjijikkan milik pria itu.
Beberapa menit kemudian, suara pintu kamar mandi terbuka. Pria itu keluar dengan handuk yang melilit pinggangnya, menatapku dengan seringai lapar, bersiap untuk melahapku di atas ranjang.
Aku mencoba untuk tetap tenang. Aku menahan dadanya perlahan, membuat alasan manja bahwa aku juga ingin mandi terlebih dahulu agar suasananya lebih nyaman.
Pria itu tersenyum puas dan menyetujuinya; mungkin di dalam otak bodohnya, dia berpikir bahwa dirinya sedikit lebih toleran terhadapku, dan mengira aku sudah mulai luluh pada pesona kekayaannya.
Aku sengaja memperlama durasi mandiku di dalam shower, memikirkan dengan keras berbagai skenario ekstrem untuk lolos dari situasi maut ini.
Setelah sekian lama, aku akhirnya keluar dari kamar mandi dengan tampilan handuk putih yang terikat erat membungkus tubuhku.
Visual itu tentu saja langsung membuatnya semakin tergoda secara ekstrem. Dia langsung merangsek maju, menyerang dan menerkam tubuhku di atas kasur.
Aku mencoba mengatur napas, bersikap tenang dan membiarkannya mengira bahwa aku akan pasrah menerima takdirku. Ide daruratku selanjutnya adalah menunggu hingga dia lengah, lalu menendang bagian kejantanan miliknya sekuat tenaga menggunakan lututku tepat saat dia berada di batas tertingginya.
Namun, tepat sebelum sentuhan menjijikkannya mengenai kulitku...
Seseorang dari luar kamar mengetuk pintu hotel dengan sangat keras dan brutal. Pria itu mendadak menggeram marah karena merasa aktivitas mesumnya terganggu.
Dengan emosi meluap, dia membuka pintu utama. Dan tanpa pernah ia sadari... sosok yang berdiri di hadapannya dengan wajah murka adalah istri sahnya sendiri, lengkap dengan barisan pengawal keluarga.
Kau tahu kenapa istrinya bisa tiba-tiba datang menebas malam itu?
Sederhana saja. Saat aku sedang panik membongkar laci mencari kunci cadangan tadi, ponsel milik pria itu mendadak berdering di atas meja.
Nama kontak yang menelpon kebetulan adalah istrinya. Tanpa pikir panjang, aku langsung mengangkat panggilan itu dan menjelaskan seluruh kronologi bahwa suaminya sedang menyekap seorang gadis di kamar hotel ini.
Hari itu, aku berhasil selamat dari sebuah malam horor yang membuat jantungku berdetak luar biasa cepat. Di dalam hatiku, aku selalu berdoa dan berharap... bahwa kesucian dan keindahan tubuhku ini hanya boleh diserahkan untuk satu orang di dunia ini... yaitu pria bernama Arka yang pernah menolongku belasan tahun lalu.
Apapun keadaan pahit yang harus kuhadapi, aku bersumpah akan selalu menjaga kesucianku hanya untuknya.
Karena hanya inilah satu-satunya harta paling berharga yang bisa kuberikan secara utuh ke pangkuannya suatu saat nanti.
Akibat insiden malam itu, pria itu langsung diceraikan oleh istrinya dan seluruh hartanya disita, bahkan Ayah kandungku sendiri langsung dipecat secara tidak hormat dari perusahaannya karena dianggap sebagai kaki tangannya.
Hal itu tentu saja membuat Ayahku meledak dalam kemarahan gila. Dia menyeret tubuhku, membawaku ke sebuah distrik terbengkalai yang sepi, lalu memukuliku menggunakan ikat pinggang sepuas hatinya demi melampiaskan ego frustrasinya.
Saat tubuhku dihantam pukulan bertubi-tubi di atas tanah, sebuah kesadaran dingin mendadak melintas di otakku.
Kejadian menjijikkan seperti ini... akan terus-menerus terulang di dalam hidupku jika aku tidak segera mengambil sebuah tindakan untuk memotong sumber masalahnya.
Aku menahan rasa sakitku. Aku membuat Ayahku lengah dengan cara memasang wajah menangis meratap, mengondisikan diriku seolah-olah masihlah seorang gadis lemah tak berdaya yang akan terus menuruti setiap kegilaan keinginannya.
Begitu dia menurunkan kewaspadaannya dan berbalik membelakangiku untuk mengambil sebatang balok kayu...
Aku berhasil menghujamkan sebilah pisau tajam yang sengaja kusembunyikan di balik sakuku tepat ke arah perutnya. Ayah tersentak kaget, namun aku tidak memberinya kesempatan untuk melawan.
Aku menusuknya berulang kali secara membabi buta, menyayat dan menghancurkan tubuh bajingan itu hingga tak berbentuk lagi di atas kubangan darahnya sendiri.
Bersambung...
klo bsa ceritanya jgan terlalu lma ke yg lain
fokus ke arka aja kan dia MC
klo ke yg lain sebisanya agak dipersingkat
gitu aj dan ceritanya bagus kok
semangat buat ceritanya thor
tak kasih kopi 1👍