NovelToon NovelToon
Jalur Baru

Jalur Baru

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Hantu
Popularitas:643
Nilai: 5
Nama Author: David Purnama

Karena jalan yang lama sudah tidak bisa digunakan. Maka dibuatlah jalan yang baru. Sebuah jalur baru untuk para pemudik yang selalu rindu ingin pulang ke kampung halaman.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon David Purnama, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam Penuh Misteri

Rumah penginapan milik keluarga Marco yang sudah dibuka.

Perlahan dan pasti mulai dikunjungi para wisatawan lokal.

Dari satu dua tamu berubah menjadi belasan kamar yang dipesan terutama di akhir pekan dan hari libur.

Turis asing pun juga mulai berminat dengan suguhan dan pelayanan rumah penginapan yang berkonsep sederhana dan hangat ini.

"Ayah dari mana?",

"Ayah habis jalan-jalan ke kota",

"Ini ayah bawakan oleh-oleh buat Marco",

"Untuk ibu mana?",

"Untuk ibu nanti malam saja",

"Tadi di kota ayah sudah makan sate kuda sembrani dua puluh tusuk",

"Ayah bisa saja",

"Tapi susu kudanya habis Bu",

"Kalau susu buat ayah yang paling cocok ya susu ibu ini",

Ibu Marco membuka bingkisan yang dibawa dari kota.

Sedangkan ayah membuka bingkisan milik ibu.

"Kenapa buku yah?",

"Supaya kamu bisa membacakannya kepada anak kita sebelum dia mau tidur",

"Jangan lagi kamu ceritakan karangan takhayul zaman dulu yang katanya katanya",

"Ini lihat Bu",

"Buku kumpulan kisah para nabi dan rasul",

"Kenapa juga ayah belikan buku judul kumpulan kisah para nabi dan rasul?",

"Eh..., ibu belum tahu ya?",

"Semua cerita dongeng yang ada dari dulu...... sampai sekarang ini, terinspirasi oleh kisah nyata para utusan Allah",

"Kisah para nabi dan rasul",

"Itu terjadi dimana-mana, di seluruh belahan dunia",

"Asalkan ibu tahu saja",

"Kisah para super hero yang memiliki kesaktian bermacam-macam itu, terinspirasi dari mukjizat-mukjizat yang hanya dimiliki oleh para nabi dan rasul",

Hari ini Marco kecil genap berusia satu tahun.

Akhir-akhir ini Marco selalu terbangun di jam-jam malam dan sulit untuk tidur lagi.

Biasanya nenek Marco yang mampu menidurkan kembali cucu pertamanya itu ketika sedang rewel di malam hari.

Semenjak rumah penginapan ini beroperasi Marco jadi kerap menangis.

Terlebih saat tamunya banyak.

Sebaliknya para pengunjung rumah penginapan itu banjir senyum dan tawa.

Orang-orang yang bermalam di tempat ini selalu senang dan riang gembira.

Mereka selalu pulang dengan membawa kepuasan.

Dan benar prediksi ayah dan ibu Marco.

Tanaman langka yang ditanam di halaman depan rumah penginapan menjadi pemikat, daya tarik tersendiri bagi para tamu.

"Darimana pohon langka ini berasal?",

"Apakah diimpor dari luar angkasa?",

"Berapa harganya biar aku beli?",

"Dimana aku bisa mendapatkan tanaman pohon secantik ini?",

Para pengunjung sungguh-sungguh terpikat dan ingin memiliki.

Tapi pohon langka yang menawan hati itu tentu saja tidak akan pernah dijual belikan.

Sudah menjadi semacam penglaris.

Kalau saja ayah Marco tahu dimana dan bagaimana cara mendapatkannya lagi.

Pasti seluruh halaman rumah penginapan ini sudah banyak ditanam pohon ajaib yang serupa.

Pohon yang diambil dari dalam hutan belantara ini sangat ekslusif.

Pada suatu malam

Satu-satunya yang menghambat tamu untuk datang ke rumah penginapan ini adalah ketika musim hujan atau pun sedang tidak ada waktu untuk liburan dan bepergian.

Sama seperti malam yang sepi pengunjung di akhir pekan ini.

Biasanya masih ada satu atau dua pasangan yang datang sekedar ingin melakukan kegiatan maksiat yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.

Tapi malam hari ini kamar-kamar semuanya benar-benar kosong melompong.

Ayah Marco sedang mengurus pembukuan di meja resepsionis.

Kebetulan hari ini yang bertugas jaga malam meminta izin untuk tidak berangkat karena ada keperluan bersama pacar nonton pasar malam.

"Ayah belum tidur?",

"Ah, ibu membuatku kaget saja",

Ibu Marco keluar dari dalam kamar untuk melihat suaminya yang sedang lembur.

"Sebentar lagi aku akan selesai",

"Ibu tidur saja dulu",

Ibu Marco hendak kembali ke kamar.

Kakinya terhenti ketika melihat seseorang berada di luar sana.

Di depan pintu kayu yang memiliki banyak kaca.

"Ada tamu yah",

Ayah dan ibu Marco saling pandang.

Kenapa tamu itu tidak masuk?

Pintunya masih bertuliskan kata open.

Namun semakin dilihat-lihat.

Seseorang yang berada di balik pintu itu.

Menakutkan.

Seorang perempuan yang memakai setelan kebaya putih.

Lengkap dengan sanggul yang memiliki tusuk konde emas.

Wajah perempuan berkulit cokelat itu tersenyum mengerikan.

Matanya mendelik.

"Siapa itu yah?",

"Sudah kamu masuk kamar saja Bu",

"Biar ayah yang urus",

"Jangan-jangan dia itu orang gila",

Belum sempat ibu Marco kembali ke kamar tidur.

Sosok perempuan yang datang lewat tengah malam itu masuk ke dalam rumah penginapan.

Tanpa membuka pintu.

Lekuk tubuhnya yang aduhai menembus kayu dan kaca pintu.

Ayah dan ibu Marco tidak mampu berkata-kata.

Mereka ketakutan dan terancam.

Sosok yang menyeramkan itu berkata dengan penuh amarah.

"MALING!",

"POHON ITU MILIKKU!",

Keesokan paginya rumah penginapan digegerkan dengan penemuan jenazah ayah dan ibu Marco yang sudah tergeletak tak bernyawa.

Suami istri pemilik rumah penginapan ini terbujur kaku di lantai selamat datang.

Kuping mereka mengeluarkan darah yang sudah berwarna hitam kental.

Pohon yang dianggap langka itu adalah sebuah pohon gaib yang tumbuh hanya di alam yang lain saja.

Tidak untuk ditanam di alam manusia.

Di hari yang sama dengan kematian tidak wajar pendiri rumah penginapan ini.

Pohon terlarang itu sudah tidak ada lagi di halaman depan rumah penginapan.

Pergi menghilang tanpa pamit dengan membawa tumbal dua orang serakah yang mau memiliki segalanya yang bukan haknya.

Sejak hari itu Marco resmi menjadi seorang anak yatim piatu.

Marco kecil tumbuh dipangkuan sang nenek dan juga keluarga paman dari garis keturunan ibu yang membantu mengurus usaha rumah penginapan.

Waktu Marco berusia lima tahun

Marco tengah bermain di halaman rumah yang sepi.

Tiba-tiba Marco menangis kejer.

Nenek pun datang menghampiri.

"Ada apa?",

"Kenapa pagi-pagi sudah menangis?",

"Anak lanang jangan banyak menangis",

"Itu Nek",

Nenek pun terkejut melihat apa yang ada di seberang jalan raya sana.

Seekor anjing hitam.

"Apakah anjing itu tadi menyakiti mu?",

"Anjing itu menubruk ku Nek",

Marco mengadu.

"Ayo kita masuk ke dalam",

Nenek menggandeng tangan Marco menuntunnya masuk ke dalam rumah yang aman.

Sesudah peristiwa kemunculan sosok anjing hitam itu.

Marco selalu dalam pengawasan sang nenek.

Sampai pada akhirnya ketika Marco berulang tahun yang keenam.

"Yang tadi itu siapa Nek?",

"Itu saudara nenek",

"Kita mau pergi kemana Nek?",

Marco dan neneknya meninggalkan kampung halaman.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!