Tujuh tahun.
Cukup lama untuk sebuah pernikahan.... tapi tidak sedikitpun cukup untuk membuat Noah Luca Tyga mencintai istrinya.
Evelyn Yarvi.
Wanita cantik yang ia nikahi karena sebuah perjodohan. Istri yang selalu ada, tapi tak pernah di anggap.
Pernikahan mereka dikaruniai seorang putri cantik. Namun, putri itu lahir bukan dari cinta, melainkan dari bayi tabung. Karena bagi Noah, menyentuh Evelyn sama saja dengan mengkhianati hatinya yang masih terperangkap pada masa lalu.
Baginya, Evelyn hanya wanita yang menikahinya demi harta.
Setiap hari, Evelyn berjuang. Berjuang mendapatkan secercah perhatian dari suaminya yang bahkan tak sudi meliriknya.
Sampai kapan ia harus bertahan?
Haruskah ia menyerah dan pergi.... atau terus berjuang demi cinta yang mungkin tak akan pernah ia miliki?
Dan bagaimana jika mantan kekasih Noah kembali, siap menghancurkan sisa-sisa rumah tangga yang sejak awal sudah retak?
Mampukan Evelyn bertahan... atau justru ia pergi?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kasmawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Culik
Tiga hari telah berlalu, tapi keberadaan Evelyn masih belum ditemukan. Seakan wanita itu hilang ditelan bumi.
Noah duduk di kursi kebesarannya sambil menatap ke arah jendela besar yang menghadap langsung ke ibu kota Jakarta.
Asisten Arlo datang dengan sebuah iPad di tangannya. "Apa kamu sudah menemukan di mana keberadaannya, Arlo?" tanya Noah tanpa melihat ke arah asistennya itu.
Asisten Arlo menghela napas panjang. "Maaf, Tuan... Untuk saat ini orang suruhan saya masih berusaha mencari keberadaan Nyonya..." jawab Asisten Arlo.
"Aku bodoh ya, Arlo... Aku mengabaikannya selama tujuh tahun ini... Dan setelah dia benar-benar pergi, aku sangat merasa kehilangan," ucap Noah dengan suaranya yang terdengar lirih.
Asisten Arlo hanya diam saja. Ia tidak menanggapi ucapan tuannya itu, karena memang benar yang dikatakan Noah. Pria itu memang sangat bodoh, mengabaikan seorang wanita secantik dan sebaik Evelyn.
"Hmm... Maaf, Tuan. Saya ingin memberi tahu Anda, jam satu siang nanti ada persidangan di kantor pengadilan agama tentang perceraian Anda dan Nyonya," jelas Asisten Arlo.
"Batalkan. Aku tidak ingin bercerai dengannya. Hubungi pengacara pribadiku untuk mengurus semuanya," ucap Noah.
"Ba... Baik, Tuan," ucap Asisten Arlo yang hanya bisa menuruti apa yang dikatakan tuannya itu. Lalu, Asisten Arlo melangkah pergi dari ruangan tuannya.
Noah menghela napas kasar, hingga pintu ruangannya kembali terbuka. Tapi kali ini pintu ruangan itu terbuka dengan kasar.
_Brak!_
Noah memejamkan matanya dan memutar kursinya menghadap ke depan. Pria itu kembali membuka matanya dengan perlahan.
Seketika ekspresi wajahnya berubah saat ia melihat Nyonya Zerlinda yang kini sedang berdiri di hadapannya dengan menatapnya tajam.
"O... Oma," ucap Noah sambil beranjak berdiri.
"Duduklah," ucap Nyonya Zerlinda sambil melangkah ke arah cucunya itu.
Noah kembali duduk di kursinya, hingga kini Nyonya Zerlinda juga duduk di hadapannya dengan menatapnya tajam.
"Apa benar Evelyn pergi?" tanya Nyonya Zerlinda.
Noah terdiam. Ia tidak tahu apa yang harus ia katakan kepada Omanya saat ini. "Jawab... Apa Evelyn pergi?" tanya Nyonya Zerlinda lagi, dan kali ini suara wanita tua itu terdengar tegas.
Noah menunduk. "Maafkan aku, Oma," ucap Noah.
Brak!
Nyonya Zerlinda memukul meja dengan kuat. Tatapannya semakin tajam menatap cucu laki-lakinya itu.
"Kenapa kamu tidak memberi tahu Oma? Kenapa kamu malah diam seperti ini? Kamu dan Bible sama saja... Kalian merahasiakan ini dari Oma... Dan jika Oma tidak mendengar percakapan Bible dan temannya, maka Oma tidak akan mengetahui ini," ucap Nyonya Zerlinda dengan marah.
Noah menghela napas panjang. Ia kembali menatap wajah keriput Omanya itu.
"Oma sangat yakin pasti karena wanita itu, kan? ... Noah... Harus dengan kata apa lagi Oma jelaskan kepadamu... Jika Brianna itu tidak sebaik yang kamu pikirkan... Dan kamu lihat sekarang, kan? Evelyn pergi, karena mungkin dia sudah tidak kuat lagi melihat suaminya bersama dengan wanita lain..." ucap Nyonya Zerlinda dengan air mata yang menetes di pipi keriputnya.
"Oma tidak ingin tahu... Kamu harus mencari Evelyn dan membawa dia pulang. Dan Oma tidak ingin melihat kamu mendekati wanita itu lagi... Wanita itu sangat buruk, Noah," ucap Nyonya Zerlinda lagi.
Dengan perlahan Nyonya Zerlinda beranjak berdiri dan ingin melangkah pergi dari sana. Tapi Noah dengan cepat melangkah ke arah Omanya itu dan memeluk Nyonya Zerlinda dari belakang.
"Oma... Maafkan aku... Maafkan aku yang tidak pernah mendengarkan apa yang Oma katakan. Aku menyesal, Oma... Maafkan aku," ucap Noah dengan mata pria itu yang terlihat memerah, menahan air matanya.
Nyonya Zerlinda masih menangis dengan berdiri mematung di depan pintu. Perlahan tangan keriputnya terangkat dan melepaskan pelukan Noah dari pinggangnya. "Oma kecewa kepadamu, Noah... Kamu rela melepaskan berlian yang berharga demi sebuah batu kerikil," ucap Nyonya Zerlinda dengan pelan.
"Jangan pernah muncul di hadapan Oma sebelum kamu membawa Evelyn kembali," ucap Nyonya Zerlinda tanpa menoleh ke arah cucu laki-lakinya itu. Wanita tua itu sangat kecewa dengan apa yang sedang terjadi di dalam keluarga cucunya saat ini, dan masalah ini disebabkan oleh Noah sendiri sehingga Evelyn memilih pergi.
Nyonya Zerlinda melangkah pergi dengan menangis. Langkah wanita tua itu terlihat lemah sehingga pengawal yang datang bersamanya harus membantunya berjalan.
Nyonya Zerlinda sangat menyayangi Evelyn. Pada saat ia mendengar kabar jika Evelyn pergi, wanita tua itu sangat syok dan segera datang ke perusahaan Noah untuk bertemu langsung dengan cucu laki-lakinya itu.
Noah mengusap wajahnya dengan kasar seraya ia duduk di sofa yang ada di dalam ruangannya. "Oma adalah orang tua satu-satunya yang saat ini aku punya, dan aku tidak ingin melihat Oma sakit hanya karena masalahku ini. Bagaimana pun caranya aku harus mencari keberadaan Evelyn dan membawanya kembali, dan aku akan memperbaiki semuanya," gumam Noah.
Pintu ruangannya kembali terbuka, dan kali ini Bible melangkah masuk dengan matanya yang terlihat sembab. Gadis remaja itu melangkah ke arah abangnya dan berdiri di hadapan Noah.
"Bang..." ucap Bible.
"Hmm... Ada apa?" tanya Noah sambil mengangkat kepalanya seraya menatap adiknya itu.
Noah sedikit mengerutkan kening saat melihat mata Bible yang sembab. "Ada apa? Kenapa matamu sembab seperti itu?" tanya Noah dengan tatapan seriusnya.
"Bang... Hiks... Hiks... Hiks..." ucap Bible. Gadis remaja itu tidak menjawab pertanyaan abangnya, tapi Bible menangis.
Noah dibuat kaget. Perlahan ia beranjak berdiri dan menghampiri Bible. "Ada apa? Apa Oma memarahimu karena kamu tidak memberi tahu jika Evelyn pergi?" tanya Noah.
Bible menggelengkan kepalanya.
"Lalu apa? Katakan?" tanya Noah lagi.
"Hiks... Hiks... Hiks... Maafkan aku, Bang... Sky... Skylar... Hiks... Hiks..." ucap Bible sambil masih menangis.
Noah seketika perasaannya menjadi tidak baik-baik saja saat mendengar nama putrinya itu. "Sky... Dia kenapa?" tanya Noah dengan suara serak.
"Hiks... Hiks... Sky diculik," jawab Bible.
Noah sangat syok mendengarnya hingga pria itu memundurkan langkahnya ke belakang. "Diculik," gumam Noah, suaranya nyaris tak terdengar.
Bible menganggukkan kepalanya. "Hiks... Hiks... Hiks... Maafkan aku, Bang... Maafkan aku. Ini semua salahku... Aku sedikit terlambat menjemputnya... Hiks... Hiks..." ucap Bible menyalahkan dirinya sendiri.
Noah menggelengkan kepalanya. "ARLO!" teriak Noah hingga suaranya terdengar sampai ke ruangan Asisten Arlo.
Sedangkan kedua teman Bible yang berdiri di depan ruangan Noah kaget mendengar suara teriakan pria itu.
Gempi langsung merangkul lengan Zella seraya gadis remaja itu berbisik " Abangnya Bible menyeramkan juga ya , untung saja aku tidak mempunyai Abang "
" Uuuusssstttt.... Diamlah ini urusan keluarga orang , kita sebagai teman baik Bible hanya menemaninya dan terus memberikannya dukungan " balas Zella
.
.
.
Jangan lupa dukungannya ya guys 😊🥰🤗🙏🥰.
nyesellll g ada gunanya noah...
mantan adalah maut....
sukurin.... salah siapa mmberi ruang untuk mntan merusak rumah tanggamu...
untuk ap km mnyesali noah... andai km tak tau kbusukn sabrina... km pasti kmbali dgnnya....
skrg km kalang kabut mncari evelyn.... yg hnya km jdikn pelarian saat km tau siapa jalang yg sll km berikan kebebasan keluar masuk rumahmu...
tK ada perempuan yg sanggup brtahan saat khadirannya sll di abaikan suami jga anknya....
selamat khilangan perempuan cantik... baik & tulus yg slm ini km sia" kn noah...
bntr lgi km bkl gelojotan.... saat evelyn bneran prgi jauh...
dan itu real... bukan trik sprti yg sll km tuduhkn untuk evelyn...
ap kah pelakor idamanmu akn ttp brtahan di smpingmu saat km jatuh...
baru juga hidup tenang Noah and family ,,
semoga aj dy kabur ny ke kebun binatang ,, tempat asal ny ,, jgn sampe dy ngeganggu Evelyn ma ank2 ny lgi ,, 😒😒😒😒😒😒
awaaas aj yx kak ,, 😒😒😒😒😒😒/Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly//Sly/
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣