Zhu Xuan: Santai, acuh tak acuh terhadap konflik dunia (kecuali jika mengganggu keluarganya), dan sangat memanjakan anaknya (daughter-slave).
Zhu Xuan mendapatkan reward berupa Cincin Jiwa (Soul Rings) berusia jutaan tahun, Tulang Jiwa (Soul Bones) tingkat dewa, dan ramuan langka setiap kali ia menyelesaikan tugas yang berkaitan dengan kesejahteraan putrinya.
Tidak seperti novel aslinya yang penuh ketegangan, novel ini lebih condong ke arah slice-of-life dengan bumbu aksi. Fokusnya adalah bagaimana Zhu Xuan membangun "Dinasti" atau wilayah kekuasaan yang aman dan mewah demi masa depan anaknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ule Lau, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Penyusupan Tiga Raja Bayangan dan Keajaiban di Puncak Bianglala
Malam semakin larut di Lembah Mirakel, namun atmosfer di area selatan justru semakin dipenuhi oleh pendaran cahaya yang magis. Menara Bianglala Nebula Bintang berdiri dengan keagungan transendental yang tiada tanding. Setiap cangkir penumpangnya yang terbuat dari kristal transparan memancarkan pendaran warna ungu dan biru safir yang sangat lembut, berputar dengan kecepatan yang teratur dan senyap seolah-olah sedang menari mengikuti irama detak jantung alam semesta.
Di dalam salah satu kabin kristal yang sedang bergerak naik perlahan, Zhu Ling'er duduk di atas matras bulu domba langit yang sangat empuk. Kedua tangan mungilnya menempel pada dinding kristal transparan, wajah gembilnya mendongak menatap gugusan nebula buatan yang berputar tepat di atas langit-langit kabin. Jepit rambut bunga melati es di kepala kuncir kudanya menyebarkan hawa sejuk yang menenangkan, berbaur sempurna dengan kehangatan pelukan jubah putih ayahnya.
"Ayah, lihat! Di sana ada air mancur yang bisa menembakkan air berbentuk bintang-bintang kecil!" seru Ling'er gembira, kaki mungilnya yang mengenakan sepatu kain pelangi bergoyang-goyang lincah penuh energi.
Zhu Xuan yang duduk tepat di samping putrinya tersenyum dengan ketulusan yang tak terbatas. Tangan kanannya yang kokoh dengan lembut mengusap punggung kecil Ling'er, memastikan kenyamanan mutlak bagi sang putri fana. "Iya, Sayang. Itu adalah Air Mancur Musikal Kosmik. Nanti setelah kita turun dari bianglala, Ayah akan mengajakmu berjalan-jalan melewati labirin bunga menyala di sebelah sana."
"Horeee! Ling'er mau main petak umpet bersama Ayah di dalam labirin bunga!" Ling'er tertawa renyah, sebuah suara yang begitu merdu hingga mampu membersihkan seluruh kepenatan batin fana.
Namun, tepat ketika kabin kristal mereka mencapai titik tertinggi bianglala—sekitar tiga ratus meter di atas permukaan tanah lembah—tiga riak spasial yang sangat pekat dan berbau busuk darah tiba-tiba merobek lapisan pelindung atmosfer luar di batas utara Gunung Es Abadi.
SHUT... SHUT... SHUT...
Tiga sosok bayangan hitam legam dengan tubuh yang diselimuti oleh kabut kematian pekat mendarat di atas lapisan es murni. Mereka adalah Tiga Raja Pengejar Bayangan dari Sekte Dewa Hitam. Sepasang mata mereka memancarkan pendaran warna merah darah yang dipenuhi oleh keserakan dan kegelapan kuno. Di dalam genggaman tangan mereka, masing-masing memegang sebilah belati tulang kutukan yang mampu mengunci aliran kekuatan jiwa dan membekukan meridian master jiwa tingkat Hyper Douluo sekalipun dalam satu goresan.
"Energi kehidupan naga kosmik itu... baunya sangat pekat di arah selatan lembah ini," ucap Raja Bayangan Pertama dengan suara mendesis seperti ular beludak. "Aneh sekali, tempat ini terlihat seperti sebuah planet fana tingkat rendah, tetapi kenapa struktur ruang di sekelilingnya terasa begitu kokoh?"
"Jangan banyak bicara, segera bergerak dan tangkap anak perempuan itu sebelum pengawalnya menyadari kedatangan kita!" Raja Bayangan Kedua menyela, tubuhnya seketika mencair menjadi genangan bayangan hitam yang merayap dengan kecepatan kilat menyusuri lereng gunung es menuju area taman bermain selatan.
Sebagai entitas transendental mutlak yang memegang otoritas penuh atas seluruh garis kausalitas dimensi, kesadaran spiritual Zhu Xuan bahkan sudah mendeteksi pergerakan ketiga semut kegelapan tersebut sejak mereka masih berada di luar atmosfer planet Douluo. Namun, ekspresi wajah tampannya di dalam kabin bianglala tidak berubah sedikit pun; tetap dipenuhi kehangatan seorang ayah super yang sedang memanjakan putrinya.
Berani melangkah masuk ke dalam halaman bermain putriku dengan membawa kabut darah busuk seperti itu? Benar-benar sekelompok makhluk yang tidak tahu cara mengeja kata kematian, batin Zhu Xuan dingin.
Zhu Xuan tidak menggerakkan tubuhnya, juga tidak melepaskan niat membunuh kosmiknya yang masif agar tidak mengejutkan mental kepolosan Ling'er yang sedang asyik menonton bintang. Ia hanya menjentikkan ujung jari telunjuk kiri yang berada di dalam saku jubah putihnya secara vertikal.
DING————
Sebuah riak hukum kausalitas tak terlihat memancar dari ujung jarinya, merambat menembus dinding kabin kristal, melintasi ruang udara lembah, dan langsung mengunci koordinat pergerakan Tiga Raja Pengejar Bayangan di lereng utara.
Seketika itu juga, tanah padang rumput yang sedang diinjak oleh ketiga sosok bayangan hitam tersebut mendadak berubah struktur materinya secara mandiri. Formasi pelindung kosmik lembah membalikkan sirkulasi energinya, memadat menjadi tiga buah lingkaran sihir pengunci dimensi berwarna emas putih murni tepat di bawah kaki mereka.
BOOM! BOOM! BOOM!
"Apa ini?! Kekuatan hukum apa ini?!" Raja Bayangan Pertama berteriak panik saat mendapati seluruh tubuh kabut hitamnya secara paksa ditarik kembali ke wujud padat, dan belati tulang kutukan di tangannya seketika meleleh menjadi abu putih karena tidak mampu menahan panasnya radiasi cahaya suci dari lingkaran sihir tersebut.
Mereka mencoba mengerahkan seluruh energi kegelapan tingkat God-tier milik mereka dari Ranah Asal, namun semakin mereka memberontak, semakin padat pula rantai cahaya emas yang melilit seluruh tubuh, meridian, dan lautan kesadaran jiwa mereka. Dalam hitungan lima detik, sirkulasi kehidupan ketiga Raja Pengejar Bayangan itu dihentikan secara mutlak, dan tubuh mereka secara paksa bertransformasi menjadi tiga buah patung batu abu-abu berbentuk gargoyle penjaga yang kaku dengan ekspresi wajah yang dipenuhi ketakutan suci yang abadi.
WUSH————!
Tiga patung batu baru tersebut kemudian bergeser secara mandiri melintasi ruang, mendarat dengan rapi di sisi kiri dan kanan pintu gerbang kayu masuk Labirin Tanaman Merambat Spiritual di area selatan, bertindak sebagai ornamen hiasan estetis yang baru saja ditambahkan ke dalam taman bermain.
[Ding! Deteksi Penyusupan Faksi Kegelapan: Tiga Raja Pengejar Bayangan dari Sekte Dewa Hitam telah berhasil dinetralisir seutuhnya!]
[Evaluasi Penanganan: Sempurna Tanpa Suara dan Tanpa Mengganggu Ketenangan Putri Anda!]
[Hadiah Utama Dikirimkan: Poin Daddy +18.000 (Status: Infinity).]
[Item Baru Ditambahkan: 'Ornamen Patung Penjaga Labirin' (Kini patung-patung tersebut akan menyerap energi sisa kegelapan untuk diubah menjadi pupuk nutrisi bagi bunga-bunga spiritual lembah).]
Zhu Xuan tersenyum puas melihat notifikasi sistem yang menyala biru transparan di sudut pandangannya. Menyerap sisa energi dewa hitam untuk dijadikan pupuk bunga melati kesukaan putrinya? Pilihan sistem ini benar-benar sangat fungsional dan ramah lingkungan.
"Ayah, kabin kita sudah mau turun ya? Lihat, Air Mancur Musikalnya sekarang kelihatan semakin dekat!"
Suara riang Ling'er membuyarkan fokus Zhu Xuan. Gadis kecil itu membalikkan tubuhnya, menatap ayahnya dengan sepasang mata bulatnya yang jernih dan dipenuhi oleh kepercayaan mutlak yang murni.
Zhu Xuan segera berjongkok di atas matras bulu domba, lalu mengangkat tubuh mungil putrinya ke dalam gendongannya yang kokoh dan penuh kehangatan yang tak terbatas. Ia menyeka sebutir keringat kecil di pelipis Ling'er dengan sapu tangan sutra putih setianya.
"Iya, Sayang. Kabin kita sudah mendarat dengan sempurna. Sekarang, sesuai janji Ayah tadi, mari kita pergi ke Labirin Bunga Menyala untuk bermain petak umpet," ucap Zhu Xuan lembut, mengecup kening putrinya dengan penuh kasih sayang yang mendalam.
"Asyik!!! Ayo Ayah, cepat! Nanti kalau Ling'er sudah sembunyi, Ayah harus menghitung sampai sepuluh dulu baru boleh mencari Ling'er, ya!"
Ling'er memeluk leher Zhu Xuan dengan erat sembari pintu kabin kristal terbuka secara senyap, mengantarkan langkah kaki sang Super Daddy membawa putrinya menuju petualangan malam yang penuh tawa, kebahagiaan sejati, dan kedamaian abadi yang takkan pernah bisa digoyang oleh badai makhluk fana mana pun di seluruh jagat semesta raya seumur hidup mereka.
bukan nya udh di lv 95 segel pedang nya knpa ditambah mlah stuck di 95 ???