Daniel Deron Kenzo, Dikenal sebagai sosok pria yang dingin dan juga berparas sangat tampan, Namun dibalik sikap dingin ya itu ada tersimpang masa lalu yang belum bisa Daniel lupakan, Yaitu tentang perselingkuhan Kevin Deron Kenzo (Papah Daniel) dan Yuliana, Yang mengakibatkan Mamah Daniel bunuh diri Vanesa Deron Kenzo.
Sampai suatu hari, Daniel dipertemukan dengan sosok seorang anak perempuan yang sangat ceria dan cantik yaitu Selin Callista Amor di sebuah taman sekolah Daniel.
Namun, Suatu hari setelah pertemuan itu Daniel kecil tidak bertemu lagi dengan Selin kecil, Daniel tampak sangat semakin murung dan merasa sangat kesepian. Hingga Daniel menyuruh anak buahnya mencari Selin sampai kemana pun. Namun hasilnya pun tetap mengecewakan.
Setelah Daniel Dewasa, Daniel pun menjalankan bisnis gelapnya, Yaitu perdagangan senjata api secara ilegal. Namun bukan hanya Daniel saja, Ada begitu banyak juga yang menjalankan bisnis ini, Tetapi tidak sesukses Daniel, Maka dari itu Daniel di tandai sebagai King Mafia yang paling Disegani diantara para Mafia. Dibalik kesuksesan ya itu Daniel memiliki banyak musuh, Salah satunya itu adalah Varon Calsta yang juga seorang Mafia.
Setelah Daniel kecil dan Selin kecil dewasa, Akankah mereka dipertemukan kembali??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yanti sihite, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 29
Sekarang telah menunjukkan pukul 5 sore. Selin tampak sangat kelelahan, Daniel pun langsung menghampiri Selin, "Kamu boleh pulang" Suruh Daniel.
Seketika wajah Selin langsung berbinar, "Benarkah tuan?" Tanyanya.
"Hhmmm" Guman Daniel.
Selin pun langsung bangkit dari atas Sofa itu dengan semangat, Kemudian menyerahkan berkasnya ketangan Daniel yang baru dia kerjakan itu. "Ini tuan" Berikan Selin, "Tapi saya tidak bisa jamin tuan, heheh" Senyum Selin denagn tertawa kecil.
"Hhmm tidak apa-apa, setidaknya kamu sudah berusaha" Balasnya.
"Kalau begitu saya permisi dulu tuan" Tunduk Selin langsung membalikkan badannya. "Mmmm..Tuan tidak pulang?" Tanya Selin perduli.
"Pekerjaan saya masih banyak!" Jawab Daniel langsung menuju meja kerjanya.
"Oohhhh" Angguk Selin, "Saya permisi tuan" Undur Selin langsung keluar dari ruangan Daniel.
.
Sesampainya Selin kontrakannya, Selin tampak tidak bisa tidur, Entah kenapa pikirannya selalu tertuju untuk Daniel. "Apa yang sedang tuan Daniel lakukan ya? Apa dia sudah makan malam? Apa dia sudah Tidur? Atau jangan-jangan tuan Daniel masih dikantor?" Tebak Selin.
"Yaa ampun, bagaimana kalau tuan Daniel masih dikantor? Apa dia akan lembur sampai jam segini!" Sambil memandangi jam yang ada dinding kamarnya itu, yang telah menunjukkan pukul 10.45 malam. Begitulah pertanyaan-pertanyaaan yang ada di otak cantik Selin.
"Aakkhhhh.. dari pada penasaran, lebih baik aku kesana saja, siapa tau tuan Daniel masih di kantor, dan tidur disana lagi, kan kasihan tuan-nya nanti bermimpi buruk lagi". Peduli? ya..ya..Selin memang oranya pedulian. Tapi untuk yang satu ini, Selin sangat berlebihan pedulinya. Tampa berpikir panjang, Selin pun langsung menyambar tak selempangnya dan juga sweternya kemudian Selin langsung keluar dari dalam kontrakan.
15 menit kemudian, Selin pun telah berada di halaman depan perusahaan Kenzo Group. Petugas keamanan pun langsung menghampiri Selin.
"Maaf nona, apa yang bisa membuat nona berada disini? ini telah menunjukkan pukul 11 malam" Tanya si petugas keamanan.
"Hehehe Maaf pak, saya boleh tidak masuk kedalam?"
"Maaf nona, sesuai peraturan perusahaan, tidak diizinkan siapa pun untuk masuk ke dalam perusahaan dijam segini" Larang sipetugas kemanan dengan tegas.
"Saya tidak lama kok pak, hanya sebentar saja" Mohon Selin dengan menggunakan kedua telapak tangannya. "Gini deh pak, Saya janji, saya tidak akan lama, Please yaa pak, saya hanya mengambil barang saya yang ketinggalan di dalam" Ucanya Selin berbohong dengan wajah memelass.
"Maaf nona, saya tidak bisa melanggar peraturaan perusahaan, saya masih mau lama bekerja disini nona, jadi sebaiknya nona pulang saja sekarang, dan silahkan besok saja diambil" Saran sipetugas dengan tegas.
"Yahh gimana ini? Bagaimana pun caranya aku harus bisa masuk kedalam" Pikir Selin sambil menggigit jarinya. dan tiba-tiba saja ponsel Selin berbunyi.
DDDDRRRTTT.... DDDRRRTTT...
Selin pun langsung mengeluarkan ponselnya dari dalam tas. "Ini nomor siapa ya?" Gumam Selin saat melihat nomor tidak dikenal ada di layar ponselnya, tapi Selin tetap mengangkatnya.
"Hallo, ini siapa" Tanya Selin.
"Nona, Ini saya Harsan, maaf saya telah menggangu tidurnya nona Selin". Jawab Harsan dari sebrang sana.
"Oohhh tuan Harsan, tidak apa-apa kok tuan, saya juga belum tidur" Ucap Selin.
"Mmmmm"
"Emang ada apa tuan, nelpon saya di jam segini?".
"Tadi saya nelpon tuan Daniel, tapi ponsel tuan Daniel tidak aktif, jadi saya mau nona Selin yang menyampaikan pesan ini kepada tuan, bahwasanya saya tidak bisa kembali besok pagi, karna akan ada meting penting dari Client petinggi-petinggi perusahaan"
"Baik tuan, saya akan sampaikan pesan tuan"
"Kalau begitu saya tutup dulu telponnya nona, Selamat malam nona".
"Eekkhh...Tuan jangan dimatikan dulu" tahan Selin.
"Kenapa nona?".
"Saya bisa minta tolong enggak tuan?".
"Minta tolong apa nona?".
"Hehehe gini tuan, saya lagi berada di depan perusahaan, tapi petugas keamanan-nya tidak mengijinkan masuk, boleh tidak tuan izinkan saya untuk masuk ke dalam, soalnya ada barang penting yang ketinggalan" Mohon Selin.
"Berikan saja nona ponselnya kepadanya". Selin pun langsung menyerahkan ponselnya kepada si petugas keamana. "Ini pak dari tuan Harsan" Berikan Selin kepada sicurity itu sambil tersenyum
"Hallo tuan" Jawab Sipetugas sopan
"Izinkan saja dia masuk" Perintah Harsan.
"Baik tuan" ucapnya sambil menyerahkan kembali ponsel selin.
"Silahkan masuk nona, tapi jangan lama-lama nona" perintahnya.
"Siap pak, saya tidak akan lama kok" Hormat Selin tersenyum senang dan langsung berjalan ke dalam Loby untuk menaiki lift.
Kini Selin telah berada di lantai ruangan Daniel dengan cahaya lampu yang telah dimatikan sebagian, tampa lama-lama Selin pun langsung berjalan ke arah pintu ruangan Daniel. Namun sebelum dia masuk, lerlebih dahulu mengetuk pintu, siapa tau Daniel masih sibuk dengan berkasnya.
Tok..Tok..Tok.
Tidak ada jawaban, Selin pun langsung membuka pintu ruangan Daniel dengan hati-hati.
Ceklekk. (suara pintu).
Tidak ada orang, hanya berkas-berkaslah yang ada di atas meja kerja Daniel. Tampa berpikir panjang, Selin pun langsung berjalan ke arah rak buku Daniel yang tersusun rapi itu. "Saya yakin, tuan Daniel pasti ada didalam sini" Gumam Selin. Lalu menekan tombol yang ada di belakang buku, dan seketika rak buku itu bergeser secara otomatis.
Selin pun langsung masuk kedalam kamar Daniel, dengan suara langkah kaki pelan-pelan. "Ya ampun, tuan Daniel benar-benar berada disini" gumam-nya berjalan mendekat kearah ranjang Daniel dan mendudukkan bokongnya di pinggir ranjang. Disitu tampaklah Daniel dipenuhi dengan keringat yang bercucuran diwajah tampannya.
"Tuan Daniel pasti bermimpi buruk lagi" batin Selin, langsung mengelap keringan Daniel dengan hati-hati, kemudian mengusap-usap kepalanya dengan penuh kasih sayang dan kehangatan. "Tidurlah tuan, saya akan disini untuk tuan" bisik Selin di telinga Daniel.
Daniel pun Spontan langsung terbangun dari tidurnya. Lalu menatap sendu ke arah Selin yang sedang ketakutan. "Ya Tuhan, kenapa aku harus sampai ketahuan" batinya.
"Tu-tuan Ma-maafkan saya" ucap Selin sudah sangat takut.
Daniel pun langsung menarik tubuh Selin kedalam pelukannya dengan sangat erat, seperti tidak rela kehilangannya. Sedangkan Selin pun sangat terkejut sekali, "OMG, aku tidak sedang bermimpikan? ini nyata kan? ini benar-benar tuan Daniel kan?" itulah pertanyaan yang ada di otak Selin. Bagaimana tidak Selin terkejut!, Ini adalah tuan Daniel Deron Kenzo yang terkenal sangat sombong, angkuh dan juga dingin, tiba-tiba memeluk tubuh Selin yang hanya seorang C.S diperusahaan-nya.
"Tu-tuan,,, Apa yang sedang tuan lakukan? Tanya Selin takut-taku.
"Diamlah, jangan banyak bertanya, aku butuh kamu dan juga pelukan mu" jawab Daniel dengan suara paraunya sambil menyandarkan kepalanya di bahu Selin.
"What? aku tidak salah dengarkan? tuan Daniel baru saja mengatakan sebutan AKU? Ya Tuhan jika ini benar-benar mimpi, sadarkanlah aku dari mimpi ini Tuhan" Doa Selin dalam batin menutup kedua matanya. Siapa tau ini benar-benar Mimpi. Tapi hasilnya pun Nihil saat Selin membuka matanya, Lalu mencubit kuat kedua tangannya, tapi hasilnya pun tetap sama. "Ya ampun ini benar-benar nyata".
10 menit pun berlalu, Selin telah merasa keberatan dan kelelahan menahan tubuh Atletis Daniel. "Tuan-tuan" panggil Selin, Namun tidak ada jawaban dari bibir Daniel. Selin pun langsung melepas pelukannya, lalu menatap wajah Daniel yang telah tertidur pulas itu. "Ternyata tuan sudah tidur!" gumam-nya sambil membaringkan tubuh Daniel kembali dengan hati-hati, agar Daniel tidak terbangun. Selin pun memandangi wajah Damai Daniel dan mendekatkan bibirnya di telinganya, "Selamat tidur tuan, Semoga tuan Daniel mimpi yang indah" Bisik Selin kembali dan langsung keluar dari dalam kamar Daniel.