NovelToon NovelToon
Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Terjebak Pernikahan Dengan Gus

Status: sedang berlangsung
Genre:Beda Usia / Nikahmuda / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:165.1k
Nilai: 5
Nama Author: Julia And'Marian

Keira tidak pernah menyangka—keputusan sederhana untuk bersembunyi di sebuah rumah kosong justru mengubah seluruh jalan hidupnya. Niatnya hanya menghindar dari masalah yang mengejarnya, mencari tempat aman untuk sesaat. Namun takdir seolah punya rencana lain.
Sebuah kesalahpahaman terjadi.
Dan dalam hitungan waktu yang begitu singkat… Keira terikat dalam pernikahan dengan seorang pria yang bahkan belum pernah ia kenal sebelumnya.
Gus Zayn.
Pria yang datang ke rumah itu bukan untuk mencari masalah—melainkan hanya menjalankan permintaan temannya untuk mensurvei sebuah rumah yang akan dibeli. Ia tak pernah membayangkan, langkahnya hari itu justru menyeretnya ke dalam sebuah ikatan suci yang sama sekali tidak ia rencanakan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Julia And'Marian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 29

Keira langsung menunduk lagi setelah mendengar ucapan Azizah. Dadanya masih terasa penuh sesak meski gadis kecil itu sudah mencoba menenangkannya. “Tapi semua orang bilang dia pantas jadi istrinya Gus Zayn...” suara Keira lirih dan bergetar. “Mereka terlihat cocok banget.”

Azizah menghela napas kecil sambil menggenggam tangan Keira lebih erat. “Mbak...” gadis itu menatapnya pelan. “Kadang yang kelihatan cocok belum tentu jadi takdir.”

Keira tersenyum hambar kecil. “Masalahnya aku nggak cocok sama sekali buat Gus Zayn.”

“Mbak jangan ngomong gitu.”

“Aku nggak ngerti agama seperti dia.” lanjut Keira pelan. “Aku nggak bisa ngaji, nggak pinter, bahkan masak aja masih sering salah.”

Semakin bicara, suara Keira semakin mengecil. “Aku cuma bikin repot kalian semuanya.”

Azizah langsung menggeleng cepat. “Bang Zayn nggak pernah nganggep Mbak kayak gitu.”

Keira terdiam.bTentu saja Azizah tidak tahu bagaimana rasanya berdiri melihat perempuan seperti Ning Afifa tadi.

Anggun.

Tenang.

Berwibawa.

Perempuan yang jelas pantas mendampingi seorang Gus Zayn. Sedangkan dirinya hanya gadis yang sama sekali tidak paham agama.

Air mata Keira kembali jatuh diam-diam. Hatinya jelas tentu sesak luar biasa.

"Ya Tuhan, baru aku merasakan kebahagiaan, tapi kenapa harus merasakan sakit lagi?" Batin Keira menangis. Padahal ia sudah berharap banyak dengan pria itu. Ia bahkan tidak peduli bagaimana mereka di satukan, ia ingin bersama dengan Gus Zayn.

"Mbak, jangan sedih dong..." Azizah sungguh tak tega melihat Kakak iparnya menangis seperti ini.

Dan tepat saat itu, suara rendah itu terdengar dari belakang mereka. "Keira.."

Deg.

Tubuh Keira langsung menegang.

Azizah spontan menoleh lalu buru-buru berdiri. “Bang...”

Gus Zayn berdiri beberapa langkah dari mereka dengan wajah yang sulit dibaca. Tatapannya langsung jatuh pada mata Keira yang sembab.

Dan seketika itu juga, ada sesuatu yang terasa mencengkeram dada pria itu.

“Azizah.” panggilnya pelan.

“I-iya Bang?”

“Tolong tinggalkan kami sebentar.”

Azizah langsung mengangguk cepat. “Iya.”

Gadis itu melirik Keira sebentar penuh rasa iba. "Mbak, Zizah tinggal dulu ya."

Keira menggelengkan kepalanya, ia menahan tangan adik iparnya itu. "Za... jangan pergi.."

"Tapi, mbak..."

"Zaujati kita harus bicara."

Azizah menepuk tangan Keira, sebelum akhirnya pergi meninggalkan taman belakang.

Keira buru-buru menghapus sisa air matanya lalu berdiri pelan tanpa berani menatap Gus Zayn. Keira berdiri dengan kepala tertunduk dalam. Jemarinya gemetar kecil saat sibuk menghapus sisa air mata di pipinya. Namun semakin ia mencoba terlihat tenang, napasnya justru semakin tidak teratur.

Sedangkan Gus Zayn masih berdiri di hadapannya dalam diam. Tatapan pria itu tidak lepas sedikit pun dari wajah Keira yang sembab. Dan entah kenapa... Melihat gadis itu menangis seperti ini membuat dadanya ikut terasa sesak.

“Lihat saya.” ucapnya pelan.

Keira langsung menggeleng kecil. “Saya nggak apa-apa.”

“Kamu menangis, zaujati.”

“Saya cuma kelilipan.”

“Kamu bohong.”

Suasana taman belakang mendadak terasa begitu sunyi. Angin sore berhembus pelan, menggoyangkan dedaunan di sekitar mereka. Namun tidak ada satu pun dari itu yang mampu meredakan sesak di dada Keira.

Ia tertawa kecil hambar sambil menunduk lebih dalam. “Mau saya jawab apa, Gus?” suaranya lirih dan pecah. “Semua orang aja bilang Ning Afifa cocok buat Gus.”

Gus Zayn terdiam.

“Beliau cantik...” lanjut Keira pelan. “Pinter agama, keluarganya baik, ngerti dunia pesantren...” Air matanya jatuh lagi. “Sementara saya bahkan masih diajarin huruf hijaiyah sama Gus.”

Deg.

Kalimat itu menghantam hati Gus Zayn keras sekali. Pria itu melangkah mendekat perlahan.

Namun Keira justru mundur satu langkah. “Jangan dekat-dekat saya dulu...” bisiknya sambil menangis kecil. “Nanti saya makin berharap.”

Langkah Gus Zayn langsung terhenti. Dan untuk pertama kalinya... Pria setenang dirinya terlihat kehilangan kata-kata beberapa detik.

Keira menggigit bibirnya kuat-kuat, berusaha menahan tangis yang semakin pecah. “Ya Tuhan...” tawanya terdengar menyakitkan. “Baru juga saya ngerasain bahagia sedikit.”

Tatapan Gus Zayn perlahan berubah dalam. “Tapi kenapa harus sakit lagi...” lanjut Keira lirih. “Saya kira... saya kira Gus—”

Kalimat itu terputus oleh isaknya sendiri. Keira buru-buru menutup wajahnya malu karena menangis seburuk ini di depan Gus Zayn.

Namun detik berikutnya, Tubuhnya ditarik lembut ke dalam pelukan hangat.

Deg.

Keira langsung membeku.

Lengan Gus Zayn melingkar erat di tubuhnya, seolah takut gadis itu kembali menjauh.

“Cukup.” suara pria itu rendah di atas kepalanya.

Keira menggeleng dalam pelukan itu.

“Tapi Gus udah punya tunangan...”

“Maaf zaujati...”

Jawaban itu langsung membuat Keira terdiam.

Gus Zayn perlahan menjauh sedikit lalu menangkup wajah Keira dengan kedua tangannya. Tatapannya teduh sekali.

“Dengarkan saya baik-baik, Keira.”

Air mata masih mengalir di pipi gadis itu saat menatap pria di hadapannya.

“Saya memang bertunangan dengan Afifa..”

Keira membeku, dadanya kembali sesak luar biasa.

“Dia memang dijodohkan dengan saya.” lanjut Gus Zayn tenang. “Tapi setelah saya menikah, saya sepenuhnya punya kamu.”

“Kenapa...?” suara Keira nyaris seperti bisikan.

Tatapan Gus Zayn melembut luar biasa. “Karena kamu istri saya, sah di hadapan Allah..”

Deg.

Ibu jari pria itu mengusap pelan air mata di pipi Keira.

“Dan sekarang...” suaranya merendah lembut, “hati saya sudah tahu ke mana ia pulang.”

Napas Keira langsung tercekat. Jantungnya berdetak begitu keras sampai rasanya sulit berpikir.

Sedangkan Gus Zayn tetap menatapnya penuh ketenangan.

“Jadi berhenti menangis karena ketakutan yang tidak pernah ada, Zaujati. Dan saya akan segera menjelaskan ini pada keluarga Afifa...”

1
Cah Dangsambuh
yasalaam al kamu nyaman ya tidul sama mas ojol sampe kebawa ngimpi,,,keyra anakmu kwi lho ga mau kasih kesempatan mas ojolnya zizah buat icip icip dikit🤭
Marini Suhendar
Awas Ya Al..pagi" d omelin abi sama umi😄
Cah Dangsambuh
kak mo nanya,,kemarin notif up dari jam 1 siang tapi bolak balik di bukablum ada nah ada bisa ku baca tadi malam trus ini ada notif up lagi lagi lum nongol apa hpku yang lemot atau gimana kak aku ga sabar buka tapi nihil terus,,maaf soalnya aku gaptek banget🙏🙏🙏🙏
Cah Dangsambuh: oke makasih berarti hpku yg tua🤣🤣🙏
total 3 replies
Cah Dangsambuh
al kamu ganggu bibi ya tar malah umi sama abi kamu yang punya malam panjang,atau jangan jangan ini ide abi kamu supaya kamu gangguin bibi🤣🤣🤣
Marini Suhendar
aihh...aku yg senyum "😄😄😄
Cah Dangsambuh
ahirnya oenantian panjang walaupun banyak rintangan takdir allah tetap memilih dan mereka tetap bersatu dalam takdirnya,di jum'at hari yang begitu agung mereka mengikrarkan janji di hadapan allah SWT yuk yang nunggu nunggu beberapa hari kita langsung meluncur kondangan👍👍👍💪💪💪
Cah Dangsambuh
ya allah saking groginya sampe berulang ulang. awas raka besok harus lancar ya🤭🤭👍
Cah Dangsambuh
yuk kita siapin baju yang bagus uang yang banyak buat kondangan ke umi
Cah Dangsambuh
kurang kak,ujug ujug berganti bulan padahal pingin juga tau proses sadar dan pemulihan sampe ke persiapan lamaran tapi yowislah ga papa masih terima kasih mas ojolnya selamat dan menepati janjinya untuk mbanya💪💪💪🙏
𝐈𝐬𝐭𝐲
Alhamdulillah rasanya ikutan dag-dig-dug....
𝐈𝐬𝐭𝐲
semoga ada keajaiban...
dewi
mewek AQ thor bacanya.....
Rio Mario
Alhamdulillah
pdm
baca smp bab ini kok ikut mewek... pdhl blm tau permasalahannya apa. berasa lg motong bawang merah /Cry/
pdm
ohhh cm mimpi toh...
pdm
yukkk ramaikan gaes. jujur ini novel bagus bgt kenapa msh sepi...
pdm
ini ceritanya siang apa malam hari sih. kok ada kupu² dan rembulan. memang ada yah kupu² kluyuran mlm hr? (bkn kupu² mlm loh ya]
Cah Dangsambuh
allahu akbar,lahawla walaquwata illah tiada daya dan upaya selain pertolonganmu ya allah para medis yang sibuk aku ikut tremor,gugup seakan mau napas takut salah napas🙏🙏🙏
Marini Suhendar
Raka berjuanglah...jangan biarkan mereka yg menyayangimu menangisss😭😭😭
Herman Lim
wah jgn mati donk dah tgg bertahun² masa akhir ngenes bgt
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!