NovelToon NovelToon
Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Rajawali Sakti Dari Pesisir Selatan

Status: tamat
Genre:Ilmu Kanuragan / Identitas Tersembunyi / Epik Petualangan / Tamat
Popularitas:47.2k
Nilai: 5
Nama Author: Ebez

Jenar Karana harus mengejar para pembunuh yang telah mencelakai guru nya, Resi Mpu Tagwas dan membawa lari Mustika Naga Api milik Padepokan Pesisir Selatan. Menurut Resi Mpu Tidu, di kotak kayu yang menjadi tempat Mustika Naga Api ini tersimpan mengenai rahasia tentang dirinya.



Berbekal sepasang pedang pemberian eyang gurunya Maharesi Siwanata yang disebut sebagai Pedang Taring Naga dan Pedang Awan Merah serta ilmu kanuragan yang tinggi, Jenar Karana memburu gerombolan pembunuh itu yang konon katanya berasal dari Kerajaan Pajajaran.



Berhasilkah Jenar Karana melakukan tugasnya untuk merebut kembali Mustika Naga Api yang juga menyimpan rahasia jati diri nya? Temukan jawabannya dalam kisah RAJAWALI SAKTI DARI PESISIR SELATAN, tetap di Noveltoon kesayangan kita semua.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ebez, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Gara-gara Wanita ( bagian 3 )

Jenar Karana menganggukkan kepala dan mereka berdua lekas bergerak ke arah sisi timur Pertapaan Linggapura.

Sesampainya disana, Mpu Wiramapati sedang bertarung sengit melawan dua pendekar tua. Tanpa menunggu lagi, Jenar Karana menjejak tanah dengan keras melesat cepat ke arah Ki Wayung Si Pendekar Kepala Besi dari Gunung Kijang seraya mengayunkan Pedang Taring Naga nya.

Shhrrreeeeeeettttttt...

Kemunculan Jenar Karana dari arah samping kiri membuat Ki Wayung terkejut dan segera menarik senjata nya yang berupa tombak bermata tiga ( trisula) untuk menahan serangan tiba-tiba ini.

Thhrraaaannnggg...!!!!

Ki Wayung Si Pendekar Kepala Besi segera melompat mundur begitu juga Nyai Kaniraras. Tangan Ki Wayung terasa panas memegang gagang senjata trisula nya. Jelas lawannya yang masih muda memiliki kekuatan yang tidak bisa diremehkan.

Pun juga dengan Jenar Karana dan Mpu Wiramapati yang kini berdiri berjajar.

"Kau baik-baik saja Resi? ", tanya Jenar Karana tanpa menoleh ke arah lelaki paruh baya itu.

" Dua tokoh sesat ini benar-benar merepotkan tapi mereka berdua belum bisa menumbangkan ku, Jenar.. ", jawab Mpu Wiramapati seraya mengusap peluh di pelipis kirinya.

" Resi mengenal mereka? ", lanjut Jenar Karana.

Belum sempat Resi Wiramapati menjawab, Ki Wayung lebih dulu menyahuti omongan sang murid Padepokan Pesisir Selatan.

" Siapa yang tidak kenal kami di wilayah Paguhan sini, Bocah Busuk?!!

Aku Si Pendekar Kepala Besi Gunung Kijang. Ini Nyai Kaniraras Si Pendekar Lengan Seribu. Kau bocah bau yang baru turun gunung ya? Pengetahuan mu dangkal sekali ", ejek Ki Wayung sambil mengusap kepala plontos nya.

" Aku tak peduli dengan gelar kalian atau nama besar yang kalian sandang.

Berani mengganggu ketenangan Pertapaan Linggapura, malam ini bersiaplah untuk menderita!", ancam Jenar Karana yang langsung membuat Nyai Kaniraras dan Ki Wayung meradang.

"Bocah Busuk..!!!

Jangan kira karena sudah berhasil menangkis satu serangan ku, kau bisa sombong. Malam ini akan ku pastikan nyawa mu berakhir di ujung trisula ku!!! ", teriak Ki Wayung sambil memutar senjata andalannya. Tapi Nyai Karana menghadang nya dengan mengangkat tangan kiri nya ke depan Ki Wayung si Pendekar Kepala Besi Gunung Kijang.

" Bocah bau kencur ini bagian ku, Wayung...

Aku ingin menjajal sejauh mana kemampuan beladiri yang dia miliki.... "

"Aku tidak keberatan, Nyai... ", jawab Ki Wayung kemudian.

" Tapi pastikan si bocah kemarin sore ini menderita biar dia tahu apa akibatnya jika berani menantang kita.."

Nyai Kaniraras mengangguk paham sebelum memutar pedang di tangannya.

"Bocah bau busuk!!

Biar ku jajal sejauh mana kemampuan berpedang mu??! Aku ingin tahu Ilmu Pedang Lengan Seribu ku atau ilmu pedang yang kau andalkan.. "

Setelah menggembor sedemikian rupa, Nyai Kaniraras melesat cepat ke arah Jenar Karana seraya menyabetkan pedang nya. Sang murid Padepokan Pesisir Selatan itu pun segera menyambutnya dengan tangkisan Pedang Taring Naga nya.

Shhrrreeeeeeettttttt...

Thhrraaaannnggg.....!!!!!

Berbeda dengan lawan yang pernah di hadapi oleh Jenar Karana sebelumnya, Nyai Kaniraras benar-benar pendekar tangguh. Gerakan nya cepat dan mengincar titik titik mematikan di tubuh sang murid Padepokan Pesisir Selatan ini hingga membuat Jenar Karana harus lebih hati-hati dan sigap menghadapi perempuan paruh baya berkemben hitam itu.

Melihat Nyai Kaniraras sudah beraksi lagi dengan ilmu pedang nya, Ki Wayung segera memutar senjata trisula nya dan kembali menerjang ke arah Mpu Wiramapati. Keduanya langsung memamerkan ilmu beladiri yang dimiliki.

Sepuluh jurus kemudian....

Thhrraaaannnggg thhrraaaannnggg!

BLLAAAAARRRRRR!!!!

Nyai Kaniraras tersurut mundur beberapa tombak ke belakang usai beradu telapak tangan kiri dengan Jenar Karana. Tangannya terasa ngilu yang membuktikan bahwa tenaga dalam yang dimiliki oleh pemuda berbadan tegap yang menjadi lawannya ini setingkat lebih tinggi dari nya. Tetapi sebagai pendekar yang telah malang melintang di dunia persilatan, pantang baginya untuk mengakui keunggulan lawan begitu saja.

"Bocah bau kencur!!

Aku akui kau hebat juga bisa bertahan menghadapi ku lebih dari 5 jurus. Sebutkan siapa guru mu? Biar nanti abu mayat mu ku kirim kepada nya", teriak Nyai Kaniraras sembari mengumpulkan tenaga dalam nya pada kedua lengan nya.

"Aku cuma seorang murid Padepokan Pesisir Selatan, Resi Mpu Tidu adalah guru ku. Jangan banyak bicara, perempuan tua..

Ayo kita lanjutkan permainan ini! ", tantang Jenar Karana yang sudah bisa mengukur setinggi mana kekuatan yang dimiliki oleh Nyai Kaniraras.

Omongan ini langsung membuat Nyai Kaniraras panas. Dia langsung mencabut satu pedang nya lagi yang membuat nya memegang dua senjata.

" Bocah keparat!!!

Tadinya aku masih mau membuat tubuh mu utuh hanya dengan membunuh mu saja. Tapi rupanya kau ingin mati menjadi beberapa bagian. Hari ini akan ku cincang tubuh mu menjadi makanan anjing!!! "

Nyai Kaniraras menggerakkan lengan kanan dan kiri nya, yang membuat lengan nya bertambah banyak hingga mirip manusia berlengan seribu. Segera setelah itu, Nyai Kaniraras pun segera melesat maju ke hadapan Jenar Karana sambil mengayunkan pedang nya.

Shhrrreeeeeeettttt...!

Shhrrreeeeeeettttt..!!

Berbeda dengan sebelum nya, kini Jenar Karana harus menghadapi ratusan pedang yang datang dari setiap serangan Nyai Kaniraras. Sangat sulit membedakan mana pedang asli maupun pedang ilusi yang membuat Jenar Karana harus bekerja lebih keras untuk bertahan.

Satu pedang berhasil dihindari, pedang lain menyusul di belakang. Benar-benar merepotkan. Hingga akhirnya..

Shhrrreeeeeeettttt..

Aaaaauuuuuggggghhhhh!!!!

Jenar Karana menjerit tertahan saat pedang Nyai Kaniraras berhasil menggoreng lengan kiri nya. Meskipun tidak terlalu dalam, tetapi dari luka itu darah segar langsung mengucur keluar. Tak punya pilihan lain, Jenar Karana dengan cepat menusukkan Pedang Taring Naga nya ke tanah dan melemparkan bongkahan tanah nya ke arah Nyai Kaniraras sementara ia segera melompat menjauh.

Serangan ini tentu saja mengganggu pola serangan Nyai Kaniraras meskipun perempuan tua itu dengan cepat menghancurkan bongkahan tanah itu menggunakan pedang nya.

"Hihihihihihi...

Bocah keparat, kau sudah terluka. Sebentar lagi, bagian tubuh mu yang lain akan merasakan sakit yang sama. Bersiaplah untuk mampusss..!!! ", tawa Nyai Kaniraras terdengar nyaring.

Melihat lawannya sudah mengeluarkan jurus pamungkas nya, Jenar Karana pun mau tidak mu mencabut pedang yang selama ini jarang ia gunakan, Pedang Awan Merah.

Begitu Pedang Awan Merah dicabut dari sarungnya, tiba tiba muncul kabut merah yang segera menyebar ke sekeliling tempat itu. Hal ini membuat Nyai Kaniraras kaget bukan main.

"I-ini kabut merah Pedang Awan Merah..??!!

Bocah busuk, apa hubungan mu dengan si tua Maharesi Siwanata hah?!!! "

"Beliau juga salah satu guru ku, nenek tua..

Saatnya aku membalas perlakuan mu pada ku..!! ", seru Jenar Karana sembari menjejakkan kakinya ke tanah kuat-kuat. Tubuhnya melesat cepat seperti anak panah ke arah Nyai Kaniraras.

Shhrrreeeeeeettttt...

Thhrraaaaaaaaannnggggg!!!

Nyai Kaniraras berhasil menangkis serangan cepat Jenar Karana. Tapi serangan berikutnya datang dari tangan kiri Jenar Karana tak kalah cepatnya.

Whhhuuuuuuuutttttt....

Dengan pedang di tangan kiri dia berhasil lagi menangkis serangan susulan Jenar Karana. Pertarungan menggunakan dua pedang antara mereka pun segera terjadi.

Semakin lama kabut merah yang diciptakan oleh Pedang Awan Merah semakin tebal dan ini mulai merepotkan Nyai Kaniraras. Jenar Karana memanfaatkan kabut ini untuk menyerang dan bersembunyi hingga Nyai Kaniraras semakin kelabakan.

Dan akhirnya, Nyai Kaniraras yang baru menangkis serangan Jenar Karana tak menyadari bahwa serangan ini hanya pancingan saja. Dia terlalu terlalu banyak melangkah maju dan saat itulah Jenar Karana muncul tiba-tiba dari samping kanan yang secepat kilat menusukkan Pedang Awan Merah ke pinggang perempuan tua ini.

Jlleeeeeeebbbbbb...

AAAAAARRRRRRRGGGGGHHH!!!

Nyai Kaniraras menjerit kesakitan sambil terhuyung-huyung mundur memegangi perutnya yang terluka.

Ki Wayung yang menyaksikan hal ini langsung melesat cepat ke arah Jenar Karana sambil menghantamkan tapak tangan kiri nya ke arah sang murid Padepokan Pesisir Selatan.

Whhuuuuummmmmmm!!!

Gelombang cahaya hijau kebiruan langsung menderu ke arah Jenar Karana dari samping kanan. Mpu Wiramapati yang terkejut dengan perubahan gerakan musuhnya dengan cepat bergerak ke samping Jenar Karana sambil menghantamkan kedua tapak tangan nya yang menciptakan perisai cahaya berwarna kuning keemasan.

BLLAAAAAAMMMMMMM!!!!!

Ledakan dahsyat terdengar saat gelombang cahaya hijau kebiruan dari Ki Wayung menghantam perisai cahaya kuning keemasan milik Mpu Wiramapati. Gelombang kejut besar menyebar ke segala arah dan asap serta debu langsung beterbangan di udara, menghalangi pandangan mata semua orang.

Saat itulah sayup-sayup terdengar suara Ki Wayung di kejauhan.

"Bocah busuk!

Hari ini kau selamat tapi ingatlah kita pasti akan bertemu lagi. Saat itu tiba, itu adalah hari kematian mu... "

Begitu debu yang beterbangan mereda, Ki Wayung sudah tidak ada lagi di tempat itu. Pun juga dengan Nyai Kaniraras. Rupa-rupanya mereka berdua kabur saat ledakan dahsyat itu terjadi.

Mpu Wiramapati segera mendekati Jenar Karana dan bertanya,

"Kau baik-baik saja, Jenar? "

1
Kurniawan Sudrajat
mantap produk kang ebez...ga da yg gagal
carat28
Hai kak, boleh follback saya? Saya mau kirim inbox terkait penawaran kepenulisan. Terima kasih
Tamburelo
Kang Ebez dah nerbitin karya baru, jangan sampai karya lama ditinggal ya. Seperti yg sudah". 🙏
Bayu Gunung
sudah THE END rupanya...😔😔😔
Idrus Salam
Coba bercerita dulu tentang seorang ahli beladiri atau Jawara, yang terlibat dalam alur kejamnya dunia Mafia demi menyelesaikan misi petualangannya.
Amit: tamat thor
total 1 replies
Rafly Rafly
we..la..falaaah 😄
Bayu Gunung
Seta Keling dalam drama radio Brama Kumbara🤣🤣🤣🤣🤣
Bayu Gunung
ternyata sudah TAMAT ceritanya😔😔😔
Windy Veriyanti
ada apa dengan Noveltoon ini...😔
Mujib
/Good//Good//Good//Good//Good/
Mujib
/Pray//Pray//Pray//Pray//Pray/
Mujib
/Rose//Rose//Rose//Rose//Rose/
Mujib
/Wilt//Wilt//Wilt//Wilt//Wilt/
Mujib
/Sun//Sun//Sun//Sun//Sun/
Mujib
/Heart//Heart//Heart//Heart//Heart/
Mujib
/Drool//Drool//Drool//Drool//Drool/
Mujib
/Angry//Angry//Angry//Angry//Angry/
Mujib
/CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy//CoolGuy/
Mujib
/Casual//Casual//Casual//Casual//Casual/
Mujib
/Frown//Frown//Frown//Frown//Frown/
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!