Kemandirian Nayanika Gentari Addhitama mulai terkikis karena seorang lelaki yang 10 tahun lebih tua darinya, Erza Naradipta. Pesona lelaki yang dipanggil paman itu tak terbantahkan. Demi sebuah benih suka yang tumbuh menjadi cinta membuat Nika rela menjadi sosok lain, manja dan centil hanya untuk memikat lelaki yang bertugas menjaganya selama kuliah di luar negeri.
Akankah cinta Nayanika terbalaskan? Ataukah Erza hanya menganggapnya sebagai keponakan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fieThaa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29. Berpower
Dari awal suara diputar mata Allana dan kedua orang tuanya sudah membola. Begitu juga dengan wanita jahannam yang berada di kerumunan tamu undangan.
"Dipta ... itu bukan suara Tante," ucap ibu asuh Allana dengan suara bergetar. Wajahnya penuh ketakutan.
"I-itu AI, Dipta," lanjut Allana dengan wajah paniknya.
Tangan yang hendak disentuh oleh Allana diangkat Untuk kedua kalinya di depan umum. Ezra menolak sentuhan sang calon tunangan. Wajah Ezra begitu datar mendengar pembelaan dari dua perempuan.
"Baiklah--"
Dan rekaman suara berganti dengan hidupnya layar besar. Di mana ada video dua orang wanita tengah berbincang sama percuma dengan rekaman suara tadi.
"Perempuan itu siapa? Kok bisa-bisanya bilang seperti itu sama Allana."
Cibiran dilayangkan oleh para tamu undangan. Wanita yang ada di video itupun mulai memutar tubuh. Berniat untuk pergi dari sana. Sayangnya, lampu sudah menyorot ke arah wanita tersebut hingga semua mata tertuju padanya.
"Bukan! Bukan saya!" elaknya penuh ketakutan.
Kembali tamu undangan berbisik-bisik riuh. Sengaja, Ezra melakukan itu agar wanita jalank itu kena mental. Terbukti, wajahnya sudah panik setengah mati. Namun, sang tua Bangka datang melindungi wanita tersebut.
"Ezra Naradip--"
Belum selesai memanggil nama lengkap lelaki yang sedari tadi tanpa ekspresi, mata pria itu melebar bukan main ketika melihat apa yang ditunjukkan di layar. Hasil tes DNA antara Allana dan wanita yang dibela si tua Bangka 99,99% positif anak kandung.
"I-itu rekayasa!" sangkal wanita selingkuhan ayah Ezra.
Kembali bukti hasil tes DNA ditayangkan. Hasilnya sama dari 5 rumah sakit yang berbeda. Tubuh wanita itupun mulai terhuyung ke belakangan. Ditambah ditatap nyalang oleh Narayaza..
Sayangnya, pria paruh baya itu tak terpancing oleh bukti yang dibeberkan sang putra. Dia malah tersenyum tipis dan menganggap remeh lelaki muda yang masih menjadi pemeran utama..
"Trik murahan kamu itu enggak akan buat saya takut" ucapnya dengan sangat sombong.
"Kamu hanya anak bau kencur yang tak memiliki kekuatan apa-apa." Kembali kesombongan Narayaza tunjukkan.
Ezra hanya tersenyum tipis. Diraihnya ponsel yang ada di saku jas dan mulai menghubungi seseorang. Lalu, menatap ke arah pria tua Bangka dengan sangat tajam.
"Kita buktikan," tantang Ezra tanpa raut takut.
Tak sampai lima menit, asisten Narayaza masuk ke tempat acara dan menghampiri pria paruh baya. Membisikkan sesuatu yang membuat mata pria itu hampir terlepas dari tempatnya.
"Penarikan saham secara masal?" Asisten itu mengangguk.
Dan gambar yang ada di layar mulai berganti. Menunjukkan berita media online yang tengah menjadi trending di dunia perbisnisan. Nara Grup mulai diambang kehancuran. Semua tamu terkejut bukan main melihat berita yang ditayangkan. Narayaza sudah menatap Ezra yang sudah memasukkan kedua tangannya ke dalam celana.
"Anda atau saya yang tak memiliki power?" ejeknya dengan wajah super duper tengil.
"Kamu--" Pria paruh baya itu sudah tak bisa berkata lagi.
Ponsel mulai dikeluarkan, menghubungi investor terbesar Nara Grup selama lima tahun terakhir. Ezra yang merasakan ponselnya bergetar tersenyum sangat tipis melihat nama yang tertera di sana. Segera dijawab panggilan itu dan sengaja di-loudspeaker.
"Mr. Azre, Anda di mana sekarang? Saya mau ketemu."
"Di jarak lima meter di depan mata Anda."
Narayaza dibuat syok dengan apa yang dia dengar. Lelaki yang berdiri tak jauh darinya sudah mengangkat ponsel dan menunjukkan layar ponsel ke arahnya.
"Sudahkah Anda melihat saya?"
Tubuh Narayaza membeku ketika mendengar kalimat yang investor besar itu katakan. Jarinya sudah menunjuk ke arah Ezra yang kini sudah melipat kedua tangannya.
"Mr. Azre itu kamu?" Ezra pun mengangguk.
Bukan hanya Narayaza yang terkejut mengetahui fakta yang baru saja terungkap. Para tamu undangan kembali mendapat kejutan dari seorang Ezra Naradipta.
"Bagaimana? Siapa yang lebih berpower?"
"Kamu ... Dasar anak durhaka!!" tuduh Narayaza dengan penuh emosi.
"Anak tak tahu diuntung! Mentang-mentang sukses semena-mena terhadap ayah sendiri." Narayaza mulai memutar balikkan fakta. Agar semua orang merasa iba kepadanya.
Hanya decihan yang keluar dari bibir Ezra. Kakinya mulai melangkah maju menghampiri pria tua Bangka yang mulai menuduhnya. Dan sebuah video yang mengerikan mulai menjadi tontonan.
Jeritan dari pria penuh kebengisan terdengar. Bahkan, anak lelaki kecil meminta ampun tak didengar. Terus dihujani pukulan yang sangat amat menyakitkan. Ezra sendiri memilih untuk menutup mata. Tak ingin melihatnya.
"Pria itu kan Tuan Narayaza."
"Video editan! Jangan percaya!" Narayaza kembali mengelak.
Axel yang sedari tadi menjadi penonton mulai geram dengan video kali ini. Dia ingin menghampiri ayah kandung Ezra, tapi dilarang oleh pengawal yang berjaga.
"Dia itu anak durhaka! Tak bisa bersaing dengan Nara grup akhirnya menggunakan cara kotor seperti ini."
Ezra masih tenang. Masih menyikapi ucapan pria tua Bangka itu dengan senyuman. Hingga suara seorang wanita terdengar sangat jelas dan mengalihkan atensi semua yang ada di sana.
"KAMU YANG SELALU MENGGUNAKAN CARA KOTOR, NARAYAZA!"
Mata pria paruh baya membola. Rautnya mulai pucat pasu. Jarinya sudah menunjuk ke arah wanita yang sudah tak muda digandeng oleh seorang lelaki yang tingginya sama seperti Ezra. Serta wajahnya hampir mirip.
"Ka-kalian--"
"Kenapa? Kaget liat istri dan anaknya masih hidup." Endanara, yang tak lain adalah kakak Ezra sudah berkata.
Tubuh Narayaza mulai terhuyung ke belakang. Dia seperti mengalami ilusi. Pasalnya, dia sendiri yang ikut hadir di pemakaman Elika yang meninggal karena kanker. Serta pihak rumah sakit jiwa menyatakan jika Endanara meninggal dunia bunuh diri seminggu setalah ibundanya dinyatakan meninggal.
Pada nyatanya, semua adalah rencana Ezra. Dia memindahkan dua orang yang sangat dia sayang ke luar negeri untuk menjalani pengobatan. Bahkan dokter terbaik dikerahkan. Sehingga dia terpaksa membuat rencana gila agar membuat musuh tertawa bahagia.
"Dua korban Anda akan bersedia jadi saksi. Bersiaplah mati di jeruji besi." Barulah Ezra membuka suara cukup panjang.
Pihak keamanan pun datang dan menangkap Narayaza beserta komplotannya, termasuk Allana. Namun, selingkuhan Narayaza terus berteriak jika dia tak salah.
Ezra yang sudah muak menghampiri wanita itu. Dicengkeramnya pipi ibu kandung Allana dengan sangat keras.
"Tidak bersalah? Lalu, siapa yang menyuruh perawat menyuntikkan obat berbahaya ke dalam cairan infusan mama saya?" Wajah sang wanita penggoda pun mulai pucat.
"JAWABB!!!!" teriak Ezra begitu kencang.
Tak bisa menjawab lah wanita itu. Dadanya masih turun naik dimuakkan dengan Allana yang sudah bersujud di kakinya. Memohon untuk tidak memenjarakannya.
"Dipta, aku tengah hamil. Apa kamu tega?".
"KENAPA TIDAK?"
Jleb!
Allana pikir Ezra benar mencintainya. Pada nyatanya dia hanya dijadikan sarana untuk membalaskan semua dendamnya terhadap ayah dan wanita perusak rumah tangga orang.
Setelah semua pelaku dibawa ke kantor polisi Ezra pun membuang napas penuh kelegaan. Memeluk ibu dan kakaknya bergantian.
"Ma, Kak, maaf ... harus menunggu lebih dari 20 tahun untuk aku bisa membalaskan segala kesedihan serta kesakitan kalian."
Sang mama menggeleng dan mengusap wajah sang putra bungsu dengan penuh cinta.
"Tak ada waktu yang terlambat untuk menghukum mereka yang bersalah."
...**** BERSAMBUNG ****...
Boleh minta komennya?