Di sebuah kota kecil ada seorang anak gadis cantik yang masih berusia 18 tahun di paksa untuk menerima perjodohan dini ini.
nama nya adalah Meli, gadis cantik yang baru saja lulus, tekat nya yang ingin melanjutkan perguruan tinggi nya terhalang karena permintaan ibu tirinya yang memaksa nya untuk menikah muda dengan seorang pria dewasa.
bagaimana kelanjutan nya yuk mampir di karya author.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon deby cahya Karmila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
pertengkaran
"Di rumah sakit mana?, ayo kita jenguk dia sekarang juga,"ucap Aldo.
Ketiga nya mengangguk,
...----------------...
"Meli, apa masih ada yang sakit,"ucap nyonya Winda.
"Engak ada kok Bu, meli hanya ingin pulang,"lirih nya.
"Untuk beberapa hari kedepan, kamu di sini dulu yah, kamu masih sakit, jadi harus dalam pengawasan dokter,"ucap nyonya Winda.
Ceklet.
Pintu pun terbuka dan masuk lah Kevin.
Pria itu berjalan mendekati brangkar meli.
Meli yang melihat nya masuk langsung membaringkan tubuh nya.
"Ibu, apa aku bisa bicara berdua dengan meli,"lirih Kevin.
Nyonya Winda mengangguk dan segera keluar dari ruangan itu.
Setelah ibu nya keluar, Kevin mendekati meli.
"Meli, maaf kan aku, mari kita mulai semuanya dari Awal, beri aku satu kali kesempatan lagi untuk memperbaiki hubungan kita,"lirih Kevin.
"Aku tau kesalahan ku tidak bisa di maaf kan, tapi aku akan menebus semua kesalahan ku itu hingga aku mati,"lirih Kevin.
"Meli, ku mohon bicara lah padaku,"
Ceklet.
Pintu kembali terbuka dan masuk lah Aldo dan teman teman nya.
"Meli,"ucap Stella.
Meli membuka mata nya dan menoleh ke arah pintu.
"Meli, loh baik baik aja kan,"ucap Stella.
Meli memeluk tubuh Stella dan menangis' di dalam pelukan sahabat nya itu.
"Meli, ada apa?, apa ada yang menyakiti mu,"ucap Aldo.
"Kamu jangan menangis lagi yah, aku akan melindungi mu, kalau perlu kita pindah dari negara ini,"ucap Aldo lagi.
Kevin yang mendengar ucapan Aldo seketika mendidih.
Dia dengan cepat bangkit dari duduk nya dan menarik kerah baju Aldo
"Apa maksud loh ngomong kek gitu ke meli,"ucap Kevin.
"Eh kak, kak. Kamu salah paham, kamu jangan marah dulu yah,"ucap Stella.
"Dia adalah kekasih meli, mungkin dia hanya khawatir dengan keadaan meli,"ucap Stella lagi, yang memang belum tau apa apa.
"Kekasih,"ucap Kevin menatap tajam ke arah meli dan Aldo.
"Berani sekali kau mendekati istri ku,"ucap Kevin.
Bugh
Bughh
Arrrrrghh..
Suara keributan itu terdengar hingga di luar
Nyonya Winda dan tuan Gunawan yang mendengar nya segera masuk.
"Kevin apa yang kamu lakukan,"ucap nyonya Winda.
"Aku ingin menghabiskan bocah ingusan ini ibu, dia telah berani mendekati istri ku,"ucap Kevin.
"Berhenti,"ucap meli.
Meli segera turun dari tempat tidur nya dan melerai kedua nya.
Tapi siapa sangka perkelahian kedua nya tak bisa di hentikan sehingga membuat meli terlempar dan membuat kepala nya terbentur di besi brangkar nya.
"Meli,"teriak Aldo.
"Tapi dengan cepat Kevin mendorong nya dan menggendong tubuh meli.
"Ibu panggil dokter,"teriak Kevin.
Nyonya Winda mengangguk dan segera keluar memanggil dokter.
tak berselang lama dokter pun masuk.
"Apa yang terjadi, apa yang terjadi pada pasien,"ucap dokter itu.
"Dokter, cepat periksa putri ku, gara gara kedua pria bodoh ini, putri ku sampai terluka.
"Ayah, ini bukan salah ku, dia yang sudah berani mendekati istri ku,"ucap Kevin.
"Tapi kau yang lebih dulu memukul ku,"ucap Aldo tak mau kalah.
"Diam"bentak nyonya Winda.
"Anak muda, Lebih baik kamu pergi, dan mulai sekarang jangan dekati meli lagi. dia sudah bersuami,"ucap nyonya Winda.
"Hahah Tante tidak usah berbohong deh, aku tau meli belum menikah,"ucap Aldo yakin.
Antiretroviral (ARV) berfungsi menurunkan jumlah virus hingga tidak terdeteksi, sehingga virus "tidur" dan tidak berkembang biak.