Namanya Diandra,wanita berusia 27 tahun sudah menikah dengan suaminya yaitu Bagas berusia 30 tahun,dan usia pernikahannya sudah sampai di 4 tahun. Tetapi hingga kini mereka belum dikarunia seorang anak. Diandra dan Bagas bersabar karena mereka percaya semua itu adalah kehendak Tuhan. Tetapi tiba tiba Diandra merasa ada yang berubah dari suaminya terutama sikap Bagas. Diandra mencoba menepis perasaannya itu dan masih berpikir positif pada suaminya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yasmin Al, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Perjalanan Panjang
Malam ini Diandra bermalam di rumah Nina karena Nina dan suaminya yang meminta.
"kamu istirahat aja Di, kamu sama sekali belum istirahat ku rasa" perintah Nina saat selesai merapikan kamar untuk Diandra.
"Iya Nin sebentar lagi" jawab Diandra pelan.
"Mana anak anak?" tanya Diandra kemudian.
"Tadi eyangnya jemput mau ajak mereka jalan jalan" jawab Tomi suami Nina.
"Ohh,,,mereka bermalam di rumah eyangnya?"
"Enggak, nanti diantarkan pulang" jawab Nina.
"Mas,,besok aku antar Diandra ke rumah ibu, gak papa kan aku tinggal kamu dan anak anak?"
"Gak apa apa sayang, bantu saja dulu Diandra sampai dia benar benar aman " jawab Tomi lembut pada Nina.
"Mungkin aku cuman 2 malam aja mas, aku juga kangen sama ibu"
"Iya,, aku titip salam sama ibu, nanti kalau sudah ada waktu luang kita liburan ke rumah ibu" jawab Tomi lagi.
"Di aku sudah pesan tiket kereta, besok pagi kita berangkat" jelas Nina pada Diandra.
"Oke Nin" jawab Diandra singkat.
"Ya udah kamu makan dulu, setelah itu istirahat" pinta Nina kemudian.
Diandra menuruti perintah Nina, karena memang dia sangat lapar, langsung saja dia pergi ke arah belakang untuk mengambil makanan.
Diandra makan dengan lahap selesai makan langsung saja dia menuju kamar ynag sudah disiapkan oleh Nina untuk beristirahat.
🌝 Pagi hari
"Di kamu sudah siap?" tanya Nina yang sudah bersiap bersiap.
"Sudah,, kita berangkat sekarang?"
"Iya, yuk" jawab Nina bergegas.
Mereka berangkat diantar oleh Tomi menuju ke stasiun kereta. Hampir 45 menit perjalanan akhirnya sampai di stasiun.
Setelah berpamitan pada Tomi, mereka masuk untuk segera chek in dan setelah itu menunggu kereta datang.
"Nin aku bener bener terimakasih sama kamu, sampai sejauh ini kamu membantuku" ucap Diandra saat mereka sudah berada di ruang tunggu.
Nina menatap Diandra dan tersenyum.
"Mau berapa kali sih bilang begitu?"
"Aku gak tau lagi gimana cara membalasnya"
"Nahhh ini juga sudah berapa kali kamu ucapin?"
"Tau gak kamu mau nurut sama aku itu aku sudah seneng banget. Dan pada akhirnya kamu mau untuk sementara tinggal di rumah ibu ku itu juga sangat membantu aku, untuk sementara ibu ku bakal punya teman di rumah" jelas Nina kemudian.
"Tapi berapa lama aku bakal ada di sana?"
"Kenapa? Kamu udah berpikir kalau gak akan betah?, aku jamin kamu bakal betah dan bisa jadi kamu gak bakal mau balik lagi ke kota ini"
"Masa iya?" Diandra meledek Nina mencoba mencairkan suasana, karena sampai detik ini Diandra masih dalam keadaan trauma dengan kejadian kemarin. Dan sebenarnya juga sedari tadi dia awas mengamati sekeliling, dia takut tiba tiba ada Bagas mengikutinya.
Nina tersenyum mendengar candaan Diandra.
Akhirnya kereta yang mereka tunggu datang juga, Diandra dan Nina berdiri untuk bersiap naik.
Dan sesaat mereka sudah menemukan tempat duduk, kemudian menaruh barang mereka di atas kabin.
"Lama banget aku gak naik kereta" gumam Nina sambil menikmati suasana di dalam kereta.
"Perjalanan kita lumayan panjang Di, maaf yaa aku cuman bisa beli tiket kereta yang ekonomi, makanya nanti perjalanan kita bakal lama" jelas Nina gak enak hati.
"Astaga Nina,,,apapun itu aku sangat berterima kasih sama kamu" ucap Diandra pelan sambil memegang erat tangan sahabatnya itu.
Sesaat kereta sudah mulai meninggalkan stasiun. Nina dan Diandra berdoa meminta agar perjalanan mereka lancar dan selamat sampai tujuan.
"Di,,Wisnu belum ada kabar lo" tiba tiba Nina membahas soal Wisnu.
Diandra langsung saja menoleh ke arah Nina merasa aneh dengan ucapannya.
"Kamu apaan sih, jangan bilang kamu naksir Wisnu" Diandra malah curiga pada Nina.
Kontan saja Nina membulatkan kedua bola matanya karena gak menyangka Diandra akan curiga padanya.
"Apa kamu bilang, tega teganya ya kamu curiga sama aku?" Nina sedikit geram pada Diandra.
"Ya kamu itu juga kenapa bingung banget sama Wisnu, aku bilangin Tomi entar"
"Heiiiii,,,,jangan sembarangan yaaaa" hardik Nina sambil menyenggol lengan Diandra.
Keduanya tertawa karena obrolan mereka terasa sangat konyol.
"Aku tu mau usahain kamu sama dia lagi" ucap Nina tiba tiba.
"Haahhhhhhh,,," Diandra terperangah sambil menatap Nina aneh.
Nina tertawa pelan demi melihat sahabatnya itu bingung.
"Jangan sembarangan kamu Nin, aku gak mau jadi Sinta juga, masa aku cerai sama Bagas terus aku malah ngerebut suami orang"
"Lohhh kan kita gak tau Wisnu itu sudah punya istri apa belum?"
"Gak mungkin dia belum punya istri" jawab Diandra.
"Belum tentu,,, laki laki itu biasanya kalau sudah cinta bakalan susah move on"
"Sayangnya harusnya aku yang save nomor dia kemarin" Nina tampak menyesali kenapa bukan dia saja yang menyimpan nomor ponsel Wisnu.
"Ninaaaaa,,,jangan jangan memang kamu yang naksir Wisnu deh,,,jangan Nina gak boleh begitu" ledek Diandra sambil terkekeh pelan.
"Ingat anak anakmu dan juga Tomi"
"Hehhhhhhh,,," hardik Nina sambil menatap Diandra penuh rasa kesal.
"Lihat saja,,,aku bakal jadikan kamu sama Wisnu, lihat saja kamu nanti yang akan tergila gila sama Wisnu" ancam Nina geram.
"Aduhhhh itu gak mungkin, aku yakin Wisnu sudah punya istri, jangan berekspetasi terlalu tinggi deh" jawab Diandra.
"Kita lihat aja nanti, kalau sampai Wisnu belum punya istri gimana?" tanya Nina menantang.
"Hhhh,, ya biarin lah,memangnya mau apa?"
"Kan aku sudah bilang, bakal aku jadiin sama sama kamu" jawab Nina pasti.
"Aneh banget kamu Nin, gak bisa banget ya biarin aku jadi janda lama lama, janda yang mau menikmati dulu masa masa sendirinya?"
"Kalau jodohnya sudah datang masa mau ditolak, lagian gak papa kamu cepat menikah lagi, biar ada yang jagain kamu"
"Ahhh sudah,,,males debat sama kamu" Diandra tampak malas meladeni Nina lagi.
Nina tertawa kecil melihat tingkah Diandra.