NovelToon NovelToon
Mengejar Cinta Mantan Istriku

Mengejar Cinta Mantan Istriku

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Cintamanis / Patahhati / CEO / Berbaikan / Cerai / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Dijodohkan Orang Tua / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Gadisti

Amelia menikah dengan seorang laki-laki yang di cintainya, namun laki-laki tersebut justru sangat membencinya, setiap hari Amelia selalu di perlakukan kasar, bahkan ia sering di tuduh sebagai pembunuh kekasih suaminya.

Adrian Aditama laki-laki tampan yang tak lain adalah suami Amelia, ia sangat membenci gadis itu, dan ia selalu menyalahkan Amelia sebagai pembunuh kekasihnya.

Bagaimana kisah mereka? simak terus ceritanya, jangan lupa tinggalkan komentar kalian di bawah, dan berikan dukungan kalian ya dengan cara vote sebanyak_banyaknya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gadisti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Surat Cerai

Happy Reading.

Hari sudah malam, Adrian masih tetap berada di tempatnya, semenjak tadi sore Adrian sama sekali tidak meninggalkan Amelia, bahkan ia belum makan apa_apa sedari pagi.

Anggara Aditama kini sudah berada di Indonesia, setelah mendengar kabar bahwa menantunya kecelakaan, Anggara pun langsung menyuruh asistennya untuk membatalkan jadwalnya di luar negeri.

Anggara langsung menuju rumah sakit tempat dimana Amelia di rawat, di sepanjang perjalanan ia terus memikirkan menantunya tersebut, apalagi setelah mendengar bahwa menantunya koma, sungguh membuatnya sangat khawatir.

***

Waktu menunjukkan pukul 20.35 malam, Anggara yang sudah tiba di rumah sakit pun langsung menuju ruangan menantunya, sementara Laras masih membujuk Adrian untuk makan.

"Adrian makanlah dulu, nanti kamu sakit."

"Tidak mah, Adrian tidak lapar."

"Jangan keras kepala, cepetan makan, kalau kamu sakit, siapa yang mau jagain Amelia?"

"Tapi mah, Adrian tidak lapar."

"Sudah biarkan saja mah, biar dia sakit sekalian." Ujar pak Anggara yang sudah masuk ke dalam ruangan Amelia.

"Papa jangan bicara seperti itu pah, bagaimana pun juga Adrian anak kita."

"Dia memang anak kita, tetapi dia suami yang sudah tega menyiksa istrinya sendiri." Geram pak Anggara yang sudah mendengar kabar tentang rumah tangga anaknya.

"Pah ini memang salahku, aku sangat menyesal." Adrian mulai berbicara sambil menundukkan kepalanya.

"Adrian kamu tau kenapa papa dan mama memintamu untuk menikah dan memintamu untuk menjaga dan memperlakukan Amelia dengan baik?"

Adrian hanya menggelengkan kepalanya, ia tidak tau apapun tentang hal itu, yang ia tau waktu, Amelia memang sengaja merencanakan semuanya, sehingga Amelia bisa menikah dengan dirinya.

"Karena papa Amelia sudah menyelamatkan papa dari kecelakaan, dia mengorbankan nyawanya untuk papa, apa kamu tau, Amelia tidak punya siapapun disini, dia sebatang kara, makannya dari itu, mama dan papa menikahkan kalian berdua, apa kamu mengerti sekarang."

Setelah mendengar penjelasan papanya, seketika rasa bersalah kembali bertambah, dari awal dia sudah salah, salah mengira bahwa Amelia adalah perempuan licik, Amelia adalah perempuan bermuka dua, Amelia adalah perempuan jahat, Amelia adalah perempuan murahan, Amelia adalah perempuan jalang, semua kata_kata kasar itu sudah ia lontarkan kepada istrinya yang pada saat itu memang tidak tau apa_apa.

Adrian merutuki kebodohannya, bodoh karena tidak mempercayai ucapan Amelia, bodoh karena sudah menyia_nyiakan Amelia, bodoh karena sudah memperlakukan Amelia dengan buruk, bodoh karena dia sudah membuat Amelia menderita dan akhirnya rasa cinta Amelia pun menghilang tergantikan dengan rasa benci dan rasa sakit yang sudah mendarah daging di hati Amelia.

Adrian menatap papa dan juga mama nya, kemudian ia berkata dengan nada suara yang begitu rendah.

"Kenapa papa tidak bilang sejak awal, kenapa papa menyembunyikan kebenarannya, kenapa pah, mah?"

"Bahkan jika kami memberitahukan mu, kamu akan tetap memperlakukan Amelia dengan buruk, apa kamu tidak ingat bahwa kamu selalu menuduh Amelia sebagai pembunuh kekasihmu?"

Adrian terdiam, memang benar apa yang di ucapkan papanya, dulu dia sangat membenci Amelia, karena dia selalu menyalahkan Amelia atas kematian kekasihnya, meskipun papa dan mamanya memberitahukan kebenarannya, Adrian tidak akan pernah memperlakukan Amelia dengan baik.

"Papa benar, dulu aku selalu menuduh Amelia sebagai pembunuh, bahkan aku tidak pernah mempercayai setiap ucapannya." Ujar Adrian dengan raut waja yang terlihat menyesal.

"Sudahlah, lebih baik kamu makan, semua ini sudah terjadi, waktu tidak bisa di putar kembali." Mama Laras menyudahi pembicaraannya, ia tidak ingin membuat anaknya semakin merasa bersalah.

"Adrian tidak lapar mah."

"Makanlah Adrian, kasian mama mu." Ujar pak Anggara sambil mendekati menantunya yang terbaring tak berdaya, sementara Adrian terpaksa makan karena tidak tega melihat mama nya.

"Amelia segeralah sadar, papa dan mama sudah memutuskan untuk membebaskan mu nak, meskipun Adrian sudah menyadari kesalahannya, tetapi kami takut suatu saat nanti, dia memperlakukanmu dengan kasar, dan membuatmu kembali menderita." Gumam pak Anggara sambil membelai lembut pucuk kepala menantunya.

***

Setelah Adrian selesai makan, Adrian pun meminta kedua orang tuanya untuk pulang.

"Mah, pah, kalian pulanglah ini sudah malam, biar Adrian saja yang menunggu Amelia."

"Baiklah nak, besok pagi mama akan datang kembali, kamu istirahatlah."

"Iya mah."

"Jaga Amelia dengan baik, kalau terjadi sesuatu segera hubungi kami."

"Iya pah, kalian hati_hati di jalan."

"Iya sayang, kami pamit ya."

Setelah itu orang tua Adrian pun pergi meninggalkan rumah sakit, sementara Adrian masih setia menunggu istri yang kini sangat di cintainya.

"Amel, aku harap kamu sudah bisa membuka matamu sayang." Ujar Adrian dengan nada lembutnya, kemudian ia mengecup kening Amelia sangat lama, lalu ia mengusap pucuk kepala Amelia.

***

Di dalam mobil, Laras dan Anggara tengah membicarakan masalah perceraian anaknya, Anggara terlihat ragu dengan keputusan yang di buat oleh Laras.

"Mah, apa mama sudah yakin akan memisahkan mereka berdua? Papa lihat Adrian begitu menyesali perbuatannya."

"Pah, mama tidak ingin mengulang kesalahannya kembali, mama takut suatu saat nanti, Adrian kembali memperlakukan Amelia dengan kasar."

"Tapi mah, setiap orang bisa berubah kapan saja, begitu pun juga dengan anak kita."

"Pah, apa papa ingin melihat Amelia bahagia? Mama tau setiap orang bisa berubah kapan saja, justru karena itulah mama sangat takut, jika Adrian kembali seperti dulu lagi, papa tau wataknya Adrian seperti apa."

"Iya papa tau, tapi apa kita tidak keterlaluan mah, Adrian saat ini sangat menyesali perbuatannya, dan dia bahkan tidak mau makan kalau tidak kita paksa, papa sangat tidak tega untuk memisahkan mereka berdua."

"Ini yang terbaik untuk mereka pah, Amelia sudah meminta bantuan mama dulu, ia ingin bercerai dengan Adrian, tapi mama meminta kesempatan satu bulan untuk Adrian, jika Adrian masih tetap memperlakukan Amelia dengan buruk maka mama akan membuat mereka berpisah dan memberikan kebebasan terhadap Amelia sehingga Amelia bisa mencari kebahagiaannya sendiri."

Mama Laras menarik nafasnya dengan dalam kemudian membuangnya secara perlahan, lalu ia melanjutkan kembali ucapannya.

"Dan ternyata selama satu bulan ini, sifat Adrian sama sekali tidak berubah, sifatnya malah semakin bertambah, apalagi Adrian sampai membawa perempuan lain tinggal di apartemennya bersama Amelia, papa bisa bayangkan, bagaimana Amelia menderitanya? Bagaimana Amelia harus menahan rasa sakit yang sudah Adrian torehkan di dalam hatinya? Lihat sekarang pah, kalau bukan gara_gara anak kita yang egois, mungkin Amelia akan baik_baik saja."

Pak Anggara hanya bisa diam mendengar perkataan istrinya tersebut, memang semua ini gara_gara anaknya yang terlalu egois.

"Besok kita suruh Adrian menandatangi surat cerai nya." Laras kembali berucap.

"Bagaimana dengan Amelia? Dia sedang koma, bagaimana caranya dia menanda tangani surat cerai itu?"

"Papa tidak perlu khawatir, mama sudah urus semuanya."

"Yasudahlah, kalau memang takdir mereka harus berpisah, papa hanya bisa pasrah, papa harap Amelia bisa mendapatkan kebahagiaannya."

***

Apartemen Vino.

"Van lo udah siapin semua yang gw minta kemarin?"

"Sudah siap semuanya Vin, tapi apa lo yakin akan membawa Amelia pergi keluar negeri?"

"Sangat yakin, gw tidak ingin Amelia menderita lebih lama lagi, dan gw akan membuat Amelia bahagia hidup bersama gw." Ujar Vino dengan yakin.

"Tapi apa tidak masalah?"

"Maksud lu?"

"Suami Amelia anak dari pemilik Aditama Group, bagaimana kalau mereka menghentikan kerja samanya dengan kita?"

"Gw udah ketemu sama nyokapnya, dan dia sudah setuju, bagaimana pun juga, Adrian tidak tau, kalau gw akan membawa Amel pergi, jadi tidak akan ada masalah."

"Serah lo dah, gw cuma khawatir aja."

"Lo tenang aja, gak perlu khawatir ok."

"Hmm ok lah, kalau gitu gw pamit dulu." Ujar Ivan

"Ok."

Setelah itu, Ivan pun pergi melangkahkan kakinya keluar, sementara Vino mengukir senyuman di bibirnya.

"Sayang, mari kita mulai lagi dari awal, aku bersumpah, aku tidak akan membiarkan siapapun untuk menyakitimu lagi, aku akan menjaga mu dengan baik sampai aku mati." Gumam Vino sambil menatap poto Amelia yang berada di apartemennya.

Setelah itu, Vino pun memutar sebuah lagu, lagu dari band ternama di Indonesia yang mampu membuat dirinya meneteskan air matanya, ketika ia mengingat gadis yang di cintai nya tengah koma saat ini.

Ku akan menjaga mu, di bangun dan tidurmu, di semua mimpi dan nyata mu.

Ku akan menjaga mu, tuk hidup dan mati ku, tak ingin_tak ingin kau pergi.

Setelah mendengarkan lagu tersebut, Vino pun langsung kembali ke kamarnya, sebenarnya, ia sangat ingin menemani Amelia di rumah sakit, tetapi, ia tidak bisa pergi ke sana, karena Adrian pasti berada di sana menemani Amelia.

***

Pagi telah tiba, jarum jam menunjukkan pukul 06.05, Adrian sudah bangun dari tidurnya, ia sangat berharap, ketika ia terbangun Amelia sudah membuka kedua bola matanya, tetapi ternyata harapannya tidak terkabulkan, jangankan membuka kedua bola matanya, jarinya pun tidak bergerak sama sekali.

"Sayang, kenapa kamu belum juga sadar? Apakah kamu sengaja menghukum ku seperti ini, ayolah sayang, buka matamu." Ujar Adrian sambil menatap wajah pucat Amelia.

"Adrian kamu pulanglah, biar mama saja yang menjaga Amelia." Ujar Laras setelah ia tiba di hadapan anaknya.

"Mah, ini masih pagi, kenapa mama datang pagi_pagi sekali?"

"Sayang, mama semalam di telpon oleh dokter yang menangani istrimu, dokter bilang mama harus datang pagi_pagi, karena dia ingin memberikan berkas tentang kesehatan Amelia kepadamu, kamu tanda tangani dulu ini." Ujar Laras sambil menyodorkan sebuah berkas yang berada di tangannya.

"Oh begitu, kenapa dokter itu tidak memanggil Adrian ya.?" Adrian berucap sambil menanda tangani berkas yang di berikan oleh mamanya, tanpa membacanya terlebih dahulu.

"Mungkin dokternya tidak ingin mengganggumu nak, sudahlah, lebih baik kamu pulang sayang, jangan lupa kamu harus sarapan ya."

"Kalau begitu Adrian pamit dulu ya mah, titip Amelia."

"Iya sayang, kamu hati_hati ya."

"Iya mah." Setelah itu Adrian pun mencium kening Amelia dengan lembut, kemudian ia berkata." Sayang aku pulang dulu ya, cepatlah sadar."

Setelah itu Adrian pun melangkahkan kakinya keluar, ia sebenarnya sangat enggan untuk meninggalkan Amelia, tetapi ia juga tidak bisa meninggalkan pekerjaan nya yang banyak.

Sementara itu, Laras menatap kepergian anaknya dengan rasa bersalah karena sudah membohongi anaknya tersebut, karena berkas yang di berikan kepada Adrian, adalah berkas yang berisikan surat perceraiannya dengan Amelia.

"Maafkan mama sayang, mungkin ini adalah jalan terbaik untuk kalian berdua." Gumam Laras dengan pelan.

Laras berjalan mendekati menantunya yang terlihat sangat pucat, tetapi kecantikannya masih jelas terlihat, Laras mengusap lembut pucuk kepala Amelia, air matanya jatuh ketika ia harus melepaskan Amelia pergi.

"Sayang, mama sudah melaksanakan permintaanmu nak, mama harap setelah kamu pergi, kamu bisa mendapatkan kebahagiaanmu." Ujar Laras dengan pelan, kemudian ia mencium kening menantunya, untuk yang terakhir kalinya.

Setelah itu, Laras pun langsung menghubungi Vino, karena hari ini Vino akan membawa Amelia pergi keluar negeri untuk menjalani pengobatan dan menjalani hidupnya yang baru.

***

Vino sudah bersiap_siap untuk pergi ke rumah sakit, semua keperluan dan juga tiket pesawat pun sudah Ivan siapkan, rencananya, hari ini ia akan membawa Amelia keluar negeri untuk menjalani pengobatan dan juga memulai kembali hidup barunya.

"Van, urusan kantor gw serahin ke lo ok."

"Ok lo tenang aja Vin."

"Yasudah ayo kita berangkat ke rumah sakit, setelah itu, lo anterin gw ke bandara, baru lo berangkat ke kantor."

"Iya gw tau, semoga kalian bahagia di sana."

"Thanks Van."

Setelah itu mereka pun pergi ke rumah sakit, semua rencana Vino berjalan sesuai dengan yang ia inginkan, dan Adrian pun sama sekali tidak mengetahui bahwa Vino akan membawa Amelia pergi dari kehidupannya.

Bersambung.

1
ayu cantik
suka
Jumiah
ardian sfh membuat amellia menderita .
buat ap kembali sma ardian...
Jumiah
amel sma arga padahal punya ms lalu yg manis ,masa kecil nya ko gk dilanjut kan
kan lebih seru...
Jumiah
mellllll sdh di selingkuhi masih mau balikan...jd gereget aq...
Mesri Sihaloho
judulnya juga sudah mengejar cinta mantan,,ia wajarlah salah satu pria yg mencintai Amel harus pergi selamanya .selamat jalan vino cinte pertam amel
Mesri Sihaloho
aku merasa Amelia itu bodoh sudah disiksa tetap aja mau tinggal sama Adrian,,pergi jauh kenapa masa GK ada kepikiran kenapa setiap pergi Adrian tau..ah pusing thor jangan kelamaan buat si Amelia bodoh
Mesri Sihaloho
ameli kabur ngapa?sakit thor hati ini
Mesri Sihaloho
jangan jadi wanita lemah dong Amelia,,harus bisa melawan jangan karena cinta kamu jadi bodoh seperti kata adrian
Mesri Sihaloho
jangan lama thor Adrian menyiiksa Amelia,,
Jumiah
amellia ingat janjimu ucapan mu ..
jangan sampai kmu balikan lg sma sikeparat mantan suami ...
Fitri Yani
Adrian ngeri psikopat
Fitri Yani
rasain lu Adrian
Fitri Yani
Adrian ini berkepribadian ganda sepertinya, mengerikan
Jumiah: klo ardian berkeperibadian ganda ,
gk punya pendirian ...
gk bisa di jd kan teman hidup..
mengerikan ...
total 1 replies
Fitri Yani
pergi gblk, ihhhh sebel aku lama2 darah tinggi baca novel ini 😭😭😭😭
Fitri Yani
gwoblooookkk banget sih Amelia, ngapain juga masih cinta hadeh, gregetan aku sm karakter Amelia😡😡😡
Jumiah: amelia harga dri mu ..kmu sendiri yg bisa menjagax ...
jd berenti merendahkan dri mu ..
jangan jd orang bodoh ...
pertahan kan cinta yg gk berarti bagi suami mu...
total 1 replies
Komang Diani
Luar biasa
Epijaya
jadikan mrk suami iatri
falea sezi
akhirnya cerai jg
Ninik Ningsih
aduh Amel bodoh atau befo...gregetbbangetb
Ninik Ningsih
kenapa gak pergi jauh amelia
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!