NovelToon NovelToon
Pernikahan Paksa Sang Mafia

Pernikahan Paksa Sang Mafia

Status: tamat
Genre:Mafia / Nikah Kontrak / Tamat
Popularitas:2.9k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

Bos mafia yang konon kejam dan tanpa ampun ternyata bisa memiliki sisi lembut dan perhatian. Atau, protagonis wanita selalu dianiaya oleh bos mafia, namun dalam perlawanannya ia secara bertahap dihargai, dan akhirnya meraih kebebasan serta cinta sejati. Bagaimana rasanya dipaksa menggantikan kakak atau adiknya untuk menikahi bos mafia yang ditakuti? Cerita seperti apa yang akan terjalin dalam prosesnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Keabadian di Atas Kanvas

Salju pertama di musim dingin turun menyelimuti kota New York, mengubah hiruk-pikuk Manhattan menjadi hamparan putih yang sunyi sekaligus megah. Malam itu, di depan gedung

Barrett Grand Gallery

yang baru di wilayah Brooklyn, jajaran mobil mewah dan limosin hitam berjejer panjang di sepanjang jalan. Ratusan lampu kilat dari para jurnalis papan atas memecah kegelapan malam, bersaing dengan kilau lampu kristal raksasa yang terpancar dari dalam dinding kaca galeri.

Ini adalah malam pameran musim dingin bertajuk "The Rebirth of Light", sebuah pameran seni paling eksklusif tahun ini yang dikuratori secara pribadi oleh Elena Barrett. Namun, bagi para elit pantai timur, malam ini bukan sekadar tentang apresiasi seni. Ini adalah malam perayaan atas dominasi mutlak kekaisaran Barrett yang kini telah sepenuhnya bersih dari jalur ilegal, bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi legal terbesar di New York berkat restrukturisasi administrasi yang dipimpin oleh sang Ratusan Baru.

Di dalam ruang transit privat yang hangat oleh perapian listrik, Elena berdiri menatap keluar jendela besar. Malam ini, dia tampak luar biasa menakjubkan. Dia mengenakan gaun malam berbahan sutra premium berwarna merah muda fuschia gelap warna kebanggaannya yang melambangkan kelembutan sekaligus kekuatan yang tak tergoyahkan.

Gaun itu memiliki potongan kerah sabrina yang anggun, mengekspos leher jenjang dan bahunya yang halus. Di jari manis tangan kanannya, berlian merah muda *The Rose of Atlantic* berkilau mewah di bawah sinaran lampu ruangan, memantulkan pendaran cahaya yang memukau.

Rambut panjangnya ditata sanggul modern yang rapi, menyisakan beberapa helai lembut yang membingkai wajah cantiknya. Tidak ada lagi sisa ketakutan atau trauma masa lalu di sepasang mata abu-abu kecokelatannya; yang ada hanyalah ketenangan, harga diri, dan keanggunan seorang wanita yang telah memenangkan takdirnya sendiri.

*Klik.*

Pintu terbuka dengan perlahan, dan Nicholas Barrett melangkah masuk. Pria itu tampak luar biasa tampan dan gagah dalam balutan tuksedo hitam tiga potong buatan penjahit terbaik di Milan. Kemeja putihnya terpasang rapi dengan kancing manset platina berlambang elang Barrett.

Bekas luka di bahu kanannya kini sepenuhnya tersembunyi di balik jas mahalnya, namun aura dominasi, kematangan, dan kekuatan absolut seorang bos tertinggi tetap terpancar dari setiap langkah kakinya.

Nicholas menghentikan langkahnya sejenak, sepasang mata abu-abunya menyipit penuh gairah dan kekaguman yang teramat masif saat menatap Elena. Pria itu berjalan mendekat, langkah kakinya bergaung pelan di atas lantai marmer hitam, sebelum akhirnya berhenti tepat di belakang Elena dan melingkarkan lengan kirinya yang kekar di pinggang kecil istrinya dari belakang.

"Kau selalu tahu bagaimana cara membuat suamimu melupakan seluruh dunia di luar sana, Elena," bisik Nicholas dengan suara berat, rendah, dan serak yang bergetar tepat di pelipis istrinya.

Dia menghirup dalam-dalam aroma manis buah yang selalu memabukkannya, lalu memberikan kecupan lama yang hangat di sana. "Warna merah muda ini... kau terlihat seperti mawar yang mekar paling indah di tengah dinginnya badai salju New York."

Elena tersenyum tulus, menyandarkan punggungnya dengan nyaman pada dada bidang Nicholas yang kokoh dan selalu memberikan rasa aman mutlak baginya. Dia menaikkan tangan kanannya, menyentuh rahang tegas Nicholas dengan lembut.

"Semua ini tidak akan pernah ada tanpa pria yang memilih untuk menahan tangannya malam itu di kediaman Vance," ucap Elena dengan nada suara yang lembut penuh emosi cinta yang mendalam. "Pria yang memberiku kesempatan untuk menunjukkan siapa diriku yang sebenarnya."

Nicholas memutar tubuh Elena di dalam pelukannya hingga mereka saling berhadapan. Dia menangkup pipi halus Elena dengan tangan kanannya yang besar dan kasar, menatap dalam-dalam ke mata istrinya dengan binar kepemilikan yang murni dan penuh pengabdian.

"Aku tidak memilihmu karena kasihan, Elena," gumam Nicholas, suaranya sarat akan penekanan yang dalam. "Takdir yang membawamu masuk ke dalam rumahku karena duniaku yang kelam membutuhkan cahayamu untuk bisa tetap hidup. Menikahimu adalah satu-satunya keputusan paling suci yang pernah kubuat dalam hidupku yang penuh dosa ini."

Nicholas menundukkan kepalanya, mengunci bibir Elena dalam sebuah ciuman yang mendalam, lambat, dan penuh dengan gairah cinta yang telah matang oleh waktu. Tautan bibir mereka sore itu berjalan begitu intim, sebuah janji tanpa kata bahwa tidak ada satu pun badai atau bayangan di masa depan yang akan pernah bisa memisahkan mereka lagi.

---

Ketika waktu menunjukkan pukul delapan malam, Nicholas menuntun Elena turun melewati tangga melingkar utama menuju aula pameran utama yang telah dipenuhi oleh ratusan tamu kehormatan, termasuk para senator, walikota, dan pengusaha Wall Street. Begitu pasangan penguasa itu muncul, seluruh ruangan seketika hening penuh rasa hormat yang setinggi-tingginya.

Christian dan Thomas berdiri di dekat panggung utama dengan senyuman tegas yang penuh kebanggaan melihat Nyonya besar mereka berjalan dengan keanggunan yang tiada tanding.

Namun, kejutan utama malam itu baru dimulai ketika Elena menuntun Nicholas menuju dinding tengah galeri yang masih ditutupi oleh kain beludru hitam raksasa. Ini adalah mahakarya utama pameran musim dingin yang sengaja dirahasiakan Elena dari siapa pun, termasuk dari Nicholas sendiri selama tiga bulan terakhir.

"Nicholas, ini adalah hadiahku untukmu, untuk masa depan kita," bisik Elena manis, lalu memberikan isyarat tangan pada Christian.

Christian menarik tali pengikat, dan kain beludru hitam itu jatuh perlahan ke atas lantai, mengekspos sebuah lukisan minyak berukuran raksasa di atas kanvas premium. Ratusan tamu di dalam ruangan seketika menahan napas mereka penuh kekaguman yang luar biasa.

Di dalam lukisan itu, tergambar siluet seorang pria berambut hitam dengan mata abu-abu yang tajam namun menatap lembut ke arah seorang wanita yang mengenakan gaun merah muda di sampingnya.

Mereka berdua berdiri di atas benteng batu sebuah pondok, dengan latar belakang hamparan samudra Atlantik yang luas di bawah taburan bintang malam yang berkilau indah. Warna-warna yang digunakan Elena begitu hidup, memadukan kegelapan malam yang pekat dengan cahaya keemasan bulan yang melambangkan kelahiran kembali kehidupan mereka.

Di sudut kanan bawah kanvas, tertera tanda tangan indah dengan tulisan Elena Barrett "The Sanctuary of the Substitute".

Nicholas terpaku di tempatnya berdiri, matanya menatap lukisan itu tanpa berkedip. Untuk pertama kalinya dalam hidupnya yang keras dan dingin, ada sesuatu yang menyentuh bagian terdalam jiwanya hingga membuat dadanya bergemuruh penuh keharuan yang masif. Pria itu memutar kepalanya, menatap Elena yang sedang menatapnya dengan mata yang berkaca-kaca oleh kebahagiaan.

Nicholas tidak memedulikan ratusan pasang mata yang sedang memperhatikan mereka. Dia langsung menarik pinggang Elena posesif, membawa tubuh kecil istrinya masuk ke dalam pelukan eratnya di depan seluruh elit New York.

"Ini adalah mahakarya terbaik yang pernah ada di dunia ini, Elena," bisik Nicholas dengan suara yang bergetar menahan emosi cinta yang luar biasa di puncak kepala istrinya.

Elena membalas pelukan suaminya dengan erat, meremas bahu kokoh Nicholas dengan kebahagiaan yang sempurna. "Sandiwara pengantin pengganti itu telah berakhir lama sekali, Nicholas. Ini adalah kenyataan kita. Kisah kita yang sesungguhnya."

Di bawah kilauan lampu kristal Manhattan, di hadapan seluruh dunia yang kini bertekuk luth di bawah kaki mereka, kisah sang pengantin pengganti yang dulunya dianggap sebagai tumbal penderitaan telah mencapai akhir yang paling sempurna.

Di dalam pelukan sang penguasa kegelapan pantai timur, Elena tidak lagi menjadi bayangan bagi siapa pun dia adalah cahaya abadi, Ratu sejati yang akan memimpin kekaisaran Barrett menuju keabadian masa depan yang penuh dengan cinta, kedamaian, dan kebahagiaan yang hakiki.

---

**TAMAT**

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!