Follow IG @autumn_autumn94
Prisa Azalea anak kuliah semester akhir harus melakukan hal yang tak masuk akal dan terjebak dengan pernikahan kontrak bersama pria asing demi uang agar bisa menyelesaikan kuliahnya.
"Baiklah Alea, ini cuma setahun lo pasti bisa," batin Azalea, saat berada di depan penghulu.
Mau tau kelanjutan kisahnya ikuti terus keseruan cerita, "Nikah Kontrak Dengan Pria Asing"
happy reading semoga ada yang suka dengan karya ini.😊😊
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon diya widiya, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Gagal Move On
Azalea pov
Hari ini, sebetulnya aku tak terlalu terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Nino. Aku pun telah menduga bahwa aku hamil pasalnya aku juga sudah telat hampir 2 minggu.
Apalagi kami melakukan pada waktu masa suburku ditambah kelalaianku saat itu aku pun semakin yakin akan hal itu. Dan yang semakin mendukung adalah kondisiku akhir-akhir ini seprti wanita ngidam pada umumnya.
Siang ini Nino kembali lagi, dia membawakanku beberapa makanan dan juga buah-buahan ditambah sebuket bunga tulip warna merah. Entahlah apakah ini bawaan bayi atau apa, ketika kucium aroma tulip rasa mualku menjadi-jadi. Terpaksa ku suruh Nino menjauhkannya dari hadapanku.
Sungguh merepotkan sekali rasanya, aku jadi merasa tak enak kepada Nino.
''Apa sudah baikan Al ?'' Nino memijit tengkuk Alea, sebetulnya Alea juga merasa kurang nyaman. pasalnya ia memuntahkan semua isi perutnya yang dimakanya tadi bersama Bi Nul dengan susah payah.
Alea hanya menganggukkan kepalanya karena ia benar-benar merasa lemah. sekarang hanya ada Nino saja disana karena Bi Nul ada urusan yang harus diselesaikanya.
''Al ayo lah aku akan menemanimu periksa ke Obgyn jangan membantah jika kamu terus-terusan seperti ini. Kamu sama sekali tak menyayangi anakmu.''
Deg. kata-kata Nino membuat hatinya terasa sakit, pasalnya ia sebagai seorang ibu tak memikirkan keadaan janinnya, justru Nino selalu menasehati Alea selayaknya seorang suami siaga saja.
''Baiklah kalo kamu terus memaksa.'' Alea merasa kalah telak dengan perkataan Nino.
Dengan senyum penuh dan mengembang Nino membawa Alea menuju ke ruangan spesialis Obgyn, menggunakan kursi roda karena keadaan Alea yang lemah saat ini.
Nino membantu Alea untuk naik ke bed perawatan, agar memudahkan sang dokter memeriksanya.
Saat sang dokter menaikkan baju Alea ketika hendak menaruh gel, Nino langsung membalikkan wajahnya agar tak melihat bagian tubuh Alea.
Tatapan kagum terpancar dari wajah Alea dan juga Nino, melihat dua bulatan yang masih belum ada bentuknya. Menandakan bahwa bayi Alea adalah bayi kembar, senyum bahagia terpancar di wajah pucat Alea.
''Bisa dilihat pak, janinnya dalam keadaan baik jika bisa tolong sedikit mengurangi hubungan suami istrinya untuk sementara. karena melihat keadaan istri bapak yang lemah itu hanya akan sedikit membahayakan janinnya nanti.''
''Maaf Do-'' belum sempat Alea menjelaskan bahwa Nino bukan suaminya tapi Nino memotong ucapan Alea.
''Baik dok saya akan menjaganya dengan baik dan apa saja yang haris saya lakukan kedepanya, Maaf istri saya memang sedikit pemalu?'' kata Nino sambil tersenyum dan mengedipkan matanya kelada Alea agar tak menganggu nya dalam berbicara.
''Karna keluhan si ibu banyak, saya juga akan meresepkan obat dan beberapa vitamin. jangan lupa pola makannya dijaga ya pak.'' kata sang dokter memberikan wejangan seolah-olah Nino adalah suami Alea.
Setelah keluar dari ruangan sang dokter Alea mencubit lengan Nino.
''Kamu apaam sih No, bisa-bisanya kamu berbohong kayak gitu?''
''Emang kamu mau bilang apa sama dokternya huh ? si bapak bayi kabur nggak bertanggung jawab. dokter mah mana peduli Al.'' kata Nino dengan santai.
''Terserah kamu saja lah aku memang selalu kalah kalo berdebat sama kamu.''
''Oh iya Al kalo kamu pengen sesuatu jangan sungkan bilang sama aku ya, aku gak mau liat anak kamu ileran nanti . metang-mentang bapaknya nggak ada kamu nggak memperhatikan anak kamu.'' kata Nino penuh perhatian.
''Iya-iya.'' kata Alea ia bahkan tak bisa membantah kata-kata Nino.
Haruskah dia bersyukur dengan kehadiran Nino saat ini, ataukah ia harus merasa sedih mengingat tentang Gio. kenapa kepala Alea masih saja tak lepas dari Gio dan Gio.
''Bodoh kamu Al,Bahkan orang yang kamu dambakan saat ini belum tentu mendambakanmu juga.'' batin Alea sedikit kesal mengingat Gio yang pergi menghilang tanpa mengabarinya sampai saat ini.
***
Sore harinya Alea sudah diperbolehkan untuk pulang. Nino dengan telaten mengurus administrasi Alea dan mengurus kepulangan Alea ke rumah.
''Makasih ya No kamu baik banget sama aku.''
''Iya Al jangan sungkan ya aku bahkan rela jadi ayah dari si kembar, dengan senang hati malah.'' kata Nino dengan senyum manisnya.
''Jangan bahas itu lagi No, kalo nggak kamu nggak usah dateng lagi kesini.'' kata Alea sedikit mengancam.
''Iya-iya, aku janji gak bahas itu lagi. aku tunggu sampe kamu siap.'' kata Nino masih penuh harap.
''Kamu nggak mampir dulu ?''
''Nggak usah lah Al, aku masih ada urusan. besok aku kesini lagi ya, ingat kalo pengen sesuatu aku siap 24 jam okey.''
''Iya, makasih pokoknya.'' kata Alea.
''Ya udah aku pergi Assalamualaikum.'' kata Nino pergi menaiki motornya.
''Waalaikumsalam hati-hati.'' Nino hanya mengangguk.
Setelah kepergian Nino, tak berapa lama datanglah seorang tamu menggunakan setelan jas rapi.
''Selamat malam, dengan ibu Prisa Azalea?'' kata pria ith yang muncul dari belakang ketika Alea hendak memasuki rumahnya.
''Iya saya sendiri pak, ada yang bisa saya bantu.''
''Saya Ferdi pengacara yang di utus oleh Pak Giofanni Al Fatteh.''
Deg,
''Ada apa ya pak Ferdi?''
''Bisakah saya masuk bu, masalahnya sedikit penting.''
''Oh iya pak silahkan.'' Alea mempersilahkan sang pengacara tersebut duduk dan memberikanya minuman.
''Begini bu mengenai perjanjian pra Nikah,yang sempat ibu sepakati dulu bersama pak Gio.''
''Iya.''
''Silahkan ibu tanda tanga disini, ini adalah semua aset yang sudah dijanjikan Pak Gio kepada Ibu Azalea, silahkan ditanda tangani bu.'' kata Ferdi.
Alea membaca isi dari surat tersebut, kali ini Gio tak main-main dengan ucapanya rumah dan isinya mobil dan uang 1 milyar untuk dirinya.
''Pak,bisakah saya mendonasikan setengah uang saya untuk saudara saya di palestina.'' kata Alea dengan matab.
''Anda yakin Bu?''
''Tentu pak.'' kata Alea mantab sambil tersenyum.
''Sungguh mulia hati anda Bu.'' kata Ferdi, ia juga mengagumi sosok Alea selain cantik ia juga dermawan.
Setelah selesai dengan urusanya Ferdi berpamitan untuk pulang dan Alea kembali ke kamarnya.
''Selamat malam Gio begitu banyak orang baik disekelilingku. apakah kamu sudah puas dengan apa yang kamu buat kepadaku saat ini huh? trimakasih untuk hati yang telah kau sakiti, kedatanganmu hanya menambah luka bagiku. Merusak susunan hati ku dan menghancurkan semua yang ada di dalam hatiku. Sesungguhnya aku sudah tak ingin memikirkan luka itu. sepertinya sudah cukup kemarin engkau mempermainkan hatiku. Banyak tangis yang ku buang hanya untukmu. walaupun masih terngiang dengan semuanya, namun bekas luka yang kau goreskan begitu perih dan ingin segera ku tutup luka itu. dan bodohnya diriku yang sampai sekarang masih memikirkanmu. Aku harap cukul diriku saja yang kau lukai jangan ada wanita lain yang merasakan penderitaan sepertiku. Trimalasih walaupun engkau pergi aku tak akan kesepian lagi kau meninggalkan benih yang akan ku rawat dengan sepenuh hatiku.'' kata Alea di dalam hatinya.
Harapanya kini adalah anak-anaknya membesarkanya dengan sepenuh cinta.
/////
tbc.
jangan lupa like dan votenya ya biar author tambah semangat nulis buat kalian.
jangan lupa bahagia hari ini💜
aku prnh bca pas di link fb. ini sdh ada apknya, jd cri2 lg. bru ktmu. 🤣🤭