NovelToon NovelToon
MANHATTAN QUEEN

MANHATTAN QUEEN

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:82.1k
Nilai: 4.6
Nama Author: SRIYANTI 150317

*HARAP BIJAK*
Tulisan ini mengandung konten dewasa dan dikhususkan untuk yang sudah berusia 18+

Chloe adalah wanita yang dianugerahi dengan tubuh sempurna, hidup berkecukupan dan dikejar banyak lelaki. Setiap orang yang melihatnya sekilas akan menginginkan hidup sepertinya. Namun, tidak dengan dengannya. Apakah yang terjadi pada Chloe?

Mengampuni adalah satu kata yang mudah diucapkan namun sulit bahkan hampir mustahil Chloe lakukan. Masa lalu mengikatnya seperti tali dan mengikutinya layaknya bayangan.

Bagaimana Chloe bangkit dari masa lalu? Akankah ia berhasil melaluinya? Atau justru semakin tenggelam dan larut didalamnya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SRIYANTI 150317, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Dilema

Axcel sedang berbincang-bincang dengan Mrs. Rachel di suatu ruangan.

“Pater Axcel, bagaimana menurut Pater terkait kegiatan anak-anak panti yang kita bicarakan sebelumnya?”

“Saya ada ide, Bu. Bagaimana jika kita membawa anak-anak untuk mengunjungi pabrik makanan? Hal ini bertujuan untuk mengedukasi anak terkait hidup sehat.”

“Wahhh, saya setuju sekali Pater. Akan tetapi, mungkin hal itu butuh waktu mengingat kita seharusnya mempersiapkan proposal dan sebagainya.”

“Saya sudah mengurus semuanya, Bu. Tinggal menunggu konfirmasi pihak perusahaan.”

“Terimakasih banyak, Pater. Saya sungguh terbantu atas pelayanan Pater.”

“Sudah menjadi tugas saya, Bu.”

“Bagaimana jika Pater mengajak Chloe juga untuk berpartisipasi? Sepertinya Chloe senang sekali ikut andil dalam kegiatan anak-anak panti. Terlihat bagaimana dia datang berkunjung dan meminta kontak Pater.” (Sambil tersenyum bangga)

“Wahh, begitu ya Bu. Saya akan menghubungi Chloe segera, Bu. Bu Rachel, sepertinya saya harus izin untuk kembali ke kantor. Ada pekerjaan yang harus saya lanjutkan.”

“Baik kalau begitu, Pater. Terimakasih untuk waktunya.”

“Sama-sama, Bu. Saya permisi.”

“Silahkan Pater.”

...****************...

Chloe terlihat melakukan yoga di apartemen miliknya. Ia ingin tetap merawat tubuhnya dan rileksasi. Terdengar HP nya berdering dan ia segera mengecek. Ternyata pesan dari Axcel.

“Chloe, hari minggu depan akan ada kegiatan anak panti mengunjungi pabrik makanan. Apa kau ingin bergabung?”

Chloe mengingat kembali jadwalnya dan memang hari minggu Chloe bebas memilih kerja atau tidak sekalipun mama-San meneleponnya. Itulah mama-San yang memberi kelonggaran pada pekerjanya untuk memiliki 1 hari untuk tak bekerja.

“Hmmm, baiklah kalau begitu” jawab Chloe menjawab pesan Axcel.

“Terimakasih Chloe untuk konfirmasinya.”

POV Chloe

“Sampai sekarang aku tak habis pikir dengan pilihan nya menjadi Pastor. Apa yang membuatnya bisa se-komitmen itu? Lagipula, bukankah akan menyenangkan baginya untuk hidup seperti orang pada umumnya? Hidupnya sangat membosankan sekali. Aishhhh.”

...****************...

Di sisi lain, ada Bella dan Sam yang sedang memadu kasih di sebuah taman. Mereka merebahkan tubuh di rerumputan yang hijau. Memandang indahnya dunia dengan cara yang mereka sukai.

“Sam?”

“Iya?” (Memalingkan wajahnya ke arah Bella)

“Mengapa kau begitu dingin padaku sebelumnya?”

“Hmm, kenapa kau bertanya seperti itu?”

“Dulu aku merasa kau sedikit tak menyukaiku.”

“Hahahaha, tidak seperti itu. Begitulah cinta, Bella. Kadang kau akan menunjukkannya dengan terang-terangan atau justru sebaliknya. Bahkan kau tahu, cinta bisa mengubah mu 180 derajat. Aku hanya malu dan tak tahu harus bersikap apa didepanmu makanya aku terlihat dingin. Jika ada dirimu, pikiranku seolah berhenti bekerja. Aku sangat mencintaimu.” (Menatap Bella dengan penuh cinta)

“Apa aku segitu menawannya?” (Menatap Sam balik)

“Mungkin.” (Sambil tertawa)

“Aishhh, kau ini. Aku memang menawan,” ucap Bella sambil mencubit lengan Sam.

“Bella. Aku ingin mengatakan sesuatu padamu.”

“Apa?”

“Bolehkah kau berhenti dari pekerjaanmu yang sekarang?”

DEG. Hati Bella seolah tertohok dengan pertanyaan Sam. Dia tak tahu harus berbuat apa.

“Aku ingin pulang Sam.”

Bella bergegas bangkit dan membawa tasnya. Hal inilah yang paling Bella takutkan terjadi dalam hubungannya dengan Sam. Ia akan diperhadapkan pada keharusan ini cepat atau lambat.

“Hei, apa aku salah berbicara?” ucap Sam sambil berusaha menarik tangan Bella.

“Sam, tak semudah yang kau pikirkan.”

Bella mengatakannya dengan suara yang mulai parau dan mata yang kini berkaca-kaca.

“Jika tak semudah itu maka tolong jelaskan, Bella.”

“Kau tahu kan aku adalah tulang punggung keluarga. Sebelum aku bekerja seperti yang sekarang, kehidupan kami sangat kekurangan. Aku sudah banting tulang sana sini untuk mencari penghidupan namun tak cukup untuk kami. Jika aku berhenti bekerja, bagaimana dengan kehidupan ibu dan Max? Aku tak mau mereka hidup menderita. Mereka adalah sumber kebahagiaanku.”

Bella menjelaskannya dengan mencucurkan air mata di hadapan Sam. Sedari dulu Bella juga ingin berhenti namun keadaan memaksanya untuk tetap melanjutkan.

“Aku mengerti akan hal itu. Aku akan berusaha untuk menghidupimu. Kuliahku sebentar lagi selesai dan aku akan mencari pekerjaan yang layak untuk kita.”

“Sam, kau juga punya kehidupan yang harus kau penuhi dan aku tak mau menggantungkan hidup padamu.”

“Benar, Bell. Tapi aku tak bisa melihatmu bekerja seperti ini.”

“A...aku tahu kau malu.”

“Bukan begitu, Bella. Aku menerimamu apa adanya namun dalam satu hubungan harus saling membangun satu sama lain. Lagipula, lelaki mana yang tahan melihat wanitanya dengan pria lain? Aku tak bisa lagi menahan hatiku untuk tidak cemburu ataupun marah. Aku sudah menahannya cukup lama.”

“Inilah yang aku takutkan untuk menjalin hubungan serius dengan seorang pria. Pada akhirnya akan seperti ini. Aku juga tak mau terjebak dalam pekerjaan ini. Tapi aku juga tak punya pilihan lain, Sam. Lebih baik kita tak melanjutkan hubungan kita daripada kita semakin terluka. Kau pantas untuk mendapatkan wanita yang jauh lebih baik Sam.”

Sam terlihat emosi dengan pernyataan Bella. Dia tak mau impiannya yang bertahun-tahun lamanya seketika kandas. Dia sangat mencintai Bella bagaimanapun keadaannya. Namun, cinta juga akan membawa perubahan yang baik untuk pasangan. Setidaknya itulah prinsip yang selama ini ia pegang.

1
Erni Fitriana
nyimak..like..to u
Indah Nihayati
aku mampir thor
Indah Nihayati
mantul thor
Jans🍒
lanjut thor, di tunggu kunjungan nya
Jans🍒
wow hottt🥰🔥
Ella
Thor kapan up nyaa
Mom's Kayla
ditunggu lanjutan nya Thor 🤗😘
Mom's Kayla
Sam...
Mom's Kayla
semangat selalu Thor🤗🤗
Puan Harahap
hadir kk
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
Puan Harahap
hadir kk thor
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
Puan Harahap
hadir kk
SALAM DAN MAMPIR YA
KE ⚘⚘MENIKAHI PRIA URAKAN⚘⚘
yuk saling soppour
RN
mampir boom like
saling dukung sukses bersama kk
feedback nya ya kk🙏
RN
sampai sini dulu kk feedback ku maaf telat banget baru mampir lagi 🙏🙏
Radin Zakiyah Musbich
aq mampir ❤️❤️❤️

jgn lupa mampir di novelku juga berjudul:

"My Annoying Wife" 🍃🍃🍃

kisah cewe bar bar yang jatuh cinta sama cowok polos 🍊🍊🍊

ku tunggu like and comment nya ya 🙏🙏☺️
🌻Ruby Kejora
hai...q mampir bawa like

like karya q ya
cinta rasa covid-19
the Thunder's love
Nikkonikkoni...
Aku bacanya nyicil yah. semangat and jangan lupa feedback yah
Nikkonikkoni...
uwwah, next semangat
Nikkonikkoni...
like like
Nikkonikkoni...
mwuehee aku mampir hehe. semangat and jangan lupa feedback yah.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!