Dita dan Mas Ryan tidak sengaja bertemu hingga timbul benih-benih cinta diantara mereka. Ternyata mas Ryan sudah memiliki istri. Akankah kisah mereka berakhir indah, atau malah hancur karena terhalang status pernikahan Mas Ryan?
18+
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Amelia.R, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 29
Tiba-tiba ia dikagetkan dengan suara pintu yang dibuka oleh seseorang. Ternyata Mas Ryan yang datang dengan masih menggunakan kemeja kerja. Diliriknya jam dinding yang menunjukkan pukul 22.00, mungkin Mas Ryan baru selesai lembur dan baru pulang.
Disambutnya Mas Ryan kearah pintu, Mas Ryan pun memeluknya dengan mesra.
Diliriknya Mas Ryan yang menyeret sebuah koper kecil dan merangkulnya menuju kamar.
Dita pun duduk di pinggir tempat tidur dan bertanya, "Mas, ini koper apa?".
Mas Ryan pun duduk samping Dita dan menjawab sambil membelai lembut rambut Dita, "Ini koper yang berisi baju-bajuku, nanti kamu susun di lemari ya".
Dita yang masih keheranan pun terdiam sejenak kemudian tersenyum sambil mengangguk.
"Aku sengaja membawa baju-baju ke sini, supaya aku bisa lebih sering menginap disini, supaya kamu tidak kesepian", ucap Mas Ryan sambil merangkul pundak Dita.
Tak disangka air mata Dita jatuh, ia tak kuasa menahan perasaannya. Mas Ryan seolah tahu isi hatinya yang memang sering merasa kesepian dan selalu ingin Mas Ryan berada di sisinya.
"Sayang, kamu kenapa nangis?", tanya Mas Ryan heran.
Air mata Dita semakin mengalir deras, ia pun menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya.
Mas Ryan mendekap Dita di dadanya sambil menenangkannya. "Kamu kenapa?", tanyanya sekali lagi.
"Aku bahagia Mas, kamu bisa sering di sini sama aku", ucap nya terbata-bata.
"Ternyata apa yang aku takutkan tidak terjadi", lanjutnya.
"Memangnya apa yang kamu takutkan?", tanya Mas Ryan.
Ditapun terdiam penuh keraguan, namun ia merasa saat ini ia harus menyampaikannya pada Mas Ryan.
"Istri kamu sudah menemuiku Mas", ucapnya pelan.
Mas Ryan terkejut karena istrinya tidak bilang apapun,"Terus?", tanya Mas Ryan penuh penasaran.
"Ia menemuiku di parkiran sehabis kita makan malam waktu itu", jawab Dita.
Mas Ryan terlihat semakin serius menyimak ucapan Dita.
Air mata pun kembali jatuh di pipi Dita mengingat kejadian saat itu. "Dia bilang, bagaimana pun aku menjadi simpanan kamu, ia tetap istri sah kamu karena kamu belum menceraikannya. Kamu tetap pulang kerumah kalian walaupun di luar kamu bermesraan denganku", ucapnya sambil sedikit terisak karena hatinya yang nyeri mengingat ucapan istri Mas Ryan saat itu.
"Aku ini bermesraan dengan suami orang, ia mengasihaniku karena mau mempunyai hubungan yang tidak jelas dengan kamu yang masih berstatus suaminya, dan ia juga bilang bisa saja kamu mencampakkanku seperti mantan-mantan pacar kamu yang lain, Aku takut Mas kamu benar-benar mencampakkan aku dengan semua yag telah kita lakukan, aku takut kesepian disini karena kamu pulang kerumah kalian, aku takut hubungan kamu dengan istri kamu menjadi kembali seperti dulu kemudian tinggallah aku sendiri yang menderita menahan perasaan", lanjut Dita yang semakin terisak dan refleks melepaskan tangan Mas Ryan yang menggenggam tangannya.
Mas Ryan pun tak bisa menahan air matanya. Ia sangat sedih dan terpukul melihat Dita yang dipenuhi rasa ketakutan. Ia juga merasa bersalah atas istrinya yang berkata menyakiti hati Dita. "Maafkan aku, maafkan aku", ucapnya sambil berusaha memeluk Dita.
Mereka berdua berpelukan sambil menangis. Ternyata tidak mudah menyatukan cinta mereka. Mas Ryan semakin menyadari bahwa ia harus segera mencari jalan keluar agar ia dan Dita bisa segera bersatu.
Di peluknya Dita dengan erat, di belainya pipi wanita itu. Ia pun meminta maaf atas apa yang telah dikatakan istrinya, ia tidak menyangka istrinya akan berkata seperti itu karena selama ini istrinya tidak pernah mencampuri urusannya. Ia juga meminta maaf karena membiarkan Dita larut dalam ketakutannya sebab ia belum juga bisa memberi kepastian pada hubungan mereka. Mas Ryan berjanji akan segera menemui orang tuanya dan menjelaskan apa yang telah terjadi dalam rumah tangganya. Sehingga ia bisa segera bercerai dan menikahi Dita.
Dita lega karena telah mencurahkan semua yang ia simpan dalam hati. Kini ia senang karena Mas Ryan akan sering pulang ke apartemen.
Mereka pun terlelap sambil berpelukan, menguatkan satu sama lain agar terus berjuang untuk hubungan mereka.
Hubungan mereka terasa seperti mencari ujung dari benang yang kusut, harus perlahan di telusuri, di tarik dengan lembut agar tidak membuatnya semakin kusut. Tidak mudah memang, tapi sepertinya mereka tidak punya pilihan lain jika ingin benar-benar bersatu.
Pagi harinya, ketika Dita sedang memasak. Terdengar Mas Ryan sedang menelepon di balkon apartemen mereka, sepertinya menelepon ibunya, karena Dita mendengar Mas Ryan memanggil orang yang di teleponnya itu dengan sebutan Mama.
Tak lama kemudian Mas Ryan masuk dan mendekati Dita kemudian berkata, "Aku sepertinya tidak jadi pergi menemui orang tuaku, karena mereka akan datang ke sini bulan depan, semoga rencana ku bisa berjalan dengan lancar".
Omongan Mas Ryan di sambut Dita dengan senyum sumringah, kemudian di peluknya lelaki itu dengan hangat.
bakal ketemu ini sama Ryan ...
istrinya Mr.lee pasti cerita sama suaminya terus suaminya cerita sama Ryan .
bakal ketemu rekan bisnis Ryan dong , apalagi istri rekan bisnis Ryan seorang dokter ... otw ketemu mereka.
Ryan juga salah , mentang - mentang gak ada larangan dari Dita makin tancap gas aja pantang kendor klo ketemu .
dan intinya berawal dari kesalahan Wina .
enak bener Wina sudah bekas orang lain bertahun-tahun berharap suaminya mau kembali ...
ini Wina mengadu duluan ...
perselingkuhan Wina gak ada buktinya , kurang pintar si Ryan... seharusnya punya bukti yang kuat. .bukan hanya bukti dirinya sendiri yang selingkuh dengan kehamilan Dita ...
makannya Dita , cukup di celup sekali aja pas di Singapura , jadi gak hamil begini . kasihan kan bayinya ... apalagi mulut mertua Wina setajam silet
adikmu itu sudah besar bukan anak bayi ... jadi biarkan aja dia dirumah sendirian....🤦🏻♀️
bukan calon pelakor , karena Dita sama pacarnya belum menikah.
ku kira tadi langsung ke dokter obgyn eh ternyata bukan , kenapa dokter nya tadi ada alat USG jg .
paling Wina ngadu yang nggak-nggak nantinya...
kalau cowok main celup tempat lain cukup najis lah ya , tapi lebih najis perempuan yang menjadi tempat celupan ...
itu pun paling Wina di tinggalin
paling orang tua Ryan datang karena bininya ngadu duluan ....