NovelToon NovelToon
TRANSMIGRASI MAFIA CANTIK

TRANSMIGRASI MAFIA CANTIK

Status: sedang berlangsung
Genre:Kelahiran kembali menjadi kuat / Keluarga & Kasih Sayang / Persahabatan / Crazy Rich/Konglomerat / Romansa / CEO Amnesia
Popularitas:32.2k
Nilai: 5
Nama Author: Risma Reyna

Xarena yang seorang anggota tingkat 1 di sebuah kelompok mafia harus terbunuh karna ledakan sebuah bom saat melakukan misi,namun bukannya meninggal,Xarena justru bertransmigrasi ke tubuh gadis yang memiliki nama dan wajah yang sangat mirip dengannya
" siapa sebenarnya gadis yang tubuhnya kini aku tempati..."
" kemana dia.... "
" dan kenapa wajah dan nama kita hampir sama..."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Risma Reyna, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Menjelang waktu makan siang,Rani dan Xarena tengah sibuk di dapur untuk menyiapkan beberapa masakan andalan mereka,sedangkan Daniel dan Aditya tengah asyik berbincang tentang bisnis dan keluarga mereka di ruang tengah mansion.

Sungguh siapapun yang melihat pasti akan percaya jika ada yang bilang kalau Daniel adalah calon menantu keluarga Bagaskara,tapi kenyataannya posisi Daniel disini tidak lebih dari seorang anak sahabat dekat aditya yang tengah di undang untuk menghadiri makan siang keluarga dari sahabat papanya.

Ini pertama kalinya Rani dan Xarena memasak bersama,bagi Rani ini cukup mengejutkan,karna siapa yang menyangka kalau putrinya yang dulu super manja kini tengah membantunya menyiapkan segala bahan masakan,mencuci,memotong sayuran bahkan tahu bumbu-bumbu apa saja yang ia perlukan,

Namun bagi Xarena sendiri,kegiatan memasak bukanlah hal yang asing baginya,mengingat ia dulu sering memasak saat harus menjalankan misi di luar kota atau bahkan di luar negri,namun kali ini Xarena tak hanya ingin membantu sang mama,diam-diam gadis itu berusaha mengubah imagenya di depan kedua orang tuanya untuk memuluskan tujuannya yaitu mengambil alih kepemimpinan pabrik yang ada di kota B.

" mama baru tau,ternyata anak mama pintar memasak rupanya " goda Rani pada putri semata wayangnya itu.

" mungkin selama ini aku yang terlalu menjaga jarak dari papa dan mama " ucap Xarena bijak.

" sudahlah nak,yang penting sekarang kita bisa berkumpul lagi dalam keadaan yang bahkan jauh lebih baik dari sebelumnya " hibur wanita paruh baya itu.

" bagaimana keadaan pabrik sekarang mah.." tanya Xarena memulai inti obrolannya dengan Rani.

" sebenarnya mama dan papa sudah menyerah dengan keadaan pabrik itu ,tapi kami tidak tega kalau harus menutup pabrik,kau tau bukan,kalau itu terjadi, pasti ada banyak karyawan yang harus di rumahkan " keluh Rani.

" lalu kenapa papa tidak mempertahankan semuanya ma..? Kenapa harus ada sebagian yang di rumahkan..?"

" mereka yang kami PHK itu semuanya karyawan yang bermasalah nak,lagipula kami memberi mereka pesangon ynag cukup besar meskipun sebagian besar dari mereka bukan pegawai tetap,entah mungkin pada dasarnya sifat manusia itu tidak pernah cukup,karna itu mereka melakukan demo dengan dalih protes karna keputusan papamu merumahkan mereka,tapi saat kami mencoba bermediasi dengan salah satu wakil dari mereka,mereka malah menuntut tambahan uang pesangon yang menurut mama angkanya sudah tidak masuk akal meskipun sebenarnya mama dan papa masih sangat sanggup memenuhinya " ucap Rani panjang lebar.

" dengan kata lain, keuangan papa dan mama sama sekali tidak terpengaruh walaupun pabrik itu harus tutup dan mama papa harus memberi uang pesangon pada seluruh karyawan disana kan...?" tanya Xarena memastikan.

" busa dibilang begitu "

Senyum menyungging di bibir Xarena ketika mendengar jawaban dari Rani,ia berpikir mungkin ini waktu yang tepat untuk menyampaikan niatnya

" mmmm,manurut mama,bagaimana kalau aku mengambil alih pabrik itu,maksudku aku ingin belajar cara mengelola bisnis yang baik,bukankah cepat atau lambat aku juga akan terjun ke dunia kerja" ucap Xarena ragu-ragu.

Xarena harap-harap cemas dalam hatinya,apalagi saat ini Rani hanya diam membelakanginya tanpa mengucap satu katapun,hanya suara dari ketukan pisau dan telenan yang terdengar,membuat jantung Xarena semakin berdebar tak karuan berharap ia mendapat jawaban yang tidak mengecewakan.

" ma...mama nggak setuju ya..?" tanya Xarena dengan suara sehalus mungkin apalagi saat ini ia mulai mendengar suara isakan kecil dari sang mama.

Sudah hampir 5 menit berlalu,namun sang mama masih belum menunjukan tanda-tanda akan menjawab,membuat Xarena yang tadinya berharap kini mulai pasrah dengan apapun hasil yang ia dapat nanti.

" baiklah kalau mama tidak mengijinkan,aku tidak apa-apa,tapi tolong jangan menangis lagi " bujuk Xarena tanpa tahu apa sebenarnya penyebab tangisan Rani.

Tanpa di duga,Rani tiba-tiba meletakkan begitu saja pisau yang saat ini di pegangnya,lalu segera wanita itu bersujud ke lantai.

" terimakasih tuhaaan..alhamdulillah akhirnya anakku punya minat juga pada urusan perusahaan " ucap Rani yang masih belum bisa menghentikan tangis harunya.

" ma...mama ngapain " tanya Xarena seraya membantu Rani untuk kembali berdiri.

" sujud syukurlah,mama nggak nyangka doa-doa mama selama ini akhirnya di kabulkan oleh tuhan " jawab Rani.

" tapi kita kan non muslim mah " ucap Xarena keheranan melihat tingkah absurd sang mama.

" oh...maaf mama lupa karna saking senangnya " sahut Rani yang baru menyadari tingkah anehnya sendiri.

Tidak beda jauh dengan apa yang di lakukan Xarena,saat ini Daniel juga tengah gencar membicarakan soal masa depan pabrik bersama dengan Aditya,dapat dilihat dari expresi wajah Daniel betapa antusiasnya pria tersebut merekomendasikan Xarena untuk bisa mengambil alih untuk sementara kepemimpinan di pabrik tersebut.

" apa menurutmu Xarena mau...jujur aku sama sekali tidak keberatan bahkan kalaupun pabrik itu harus dinyatakan bangkrut sekalipun " ucap Aditya yang merasa ragu jika putrinya punya minat dengan urusan perusahaan dan sebagainya.

" tentu saja mau om..bahkan dia secara khusus meminta saya untuk menjadi mentornya " jawab Daniel.

" benarkah...apa dia benar-benar mengatakan itu padamu..?,apa kau tidak salah dengar....?" tanya Aditya secara beruntun.

" kalau om tidak percaya,om bisa langsung menanyakannya sendiri pada Xarena " ucap Daniel dengan raut wajah yang begitu meyakinkan.

Hingga sampai pada saat makan siang di hidangkan,ke empat orang itupun kini tengah berkumpul di meja makan,sekilas Aditya melihat ada bekas tangisan di wajah sang istri,namun alih-alih terlihat sedih,Rani justru terlihat bahagia dan tak henti-hentinya wanita itu mengumbar senyum di wajahnya.

" mama habis nangis...? " tanya Aditya pada istrinya.

" emang kelihatan ya pa..? " ucap Rani yang malah balik bertanya pada Aditya.

Aditya hanya mengangguk pelan pada sang istri,sambil sesekali melirik ke arah anak gadisnya yang saat ini justru tengah sibuk dengan makanannya.

" tapi papa tenang aja,ini bukan tangisan sedih,iya kan sayang "

Xarena sedikit tersentak kala Rani memberi isyarat padanya untuk mengungkapkan apa yang menyebabkan sang mama menangis,namun segera setelah itu,gadis itu mengambil nafas dalam-dalam lalu

" sebenarnya,mama menangis gara-gara aku bilang ke mama kalau aku ingin belajar mengelola pabrik yang ada di kota B pah,menurut pendapat papa gimana..." ucap Xarena sentengah ragu-ragu.

Aditya diam seribu bahasa,rasa terkejutnya membuat lelaki tersebut membeku sesaat lalu segera berlari memeluk sang istri dan menangis haru berdua.

" akhirnya anak kita di beri hidayah ya ma.." ucap lelaki paruh baya itu.

Sementara itu,Daniel yang juga ikut bahagia melihat suasana hangat tersebut, bergerak tanpa sadar hendak memeluk Xarena,namun

" eh..ngapain kamu " cegah Aditya.

" maaf om,saya sedikit terbawa suasana " ucap Daniel salah tingkah.

" kamu mau di peluk,yaudah sini peluk tante "

" eh...nggak ...nggak,ini istri saya,enak aja main peluk-peluk " protes Aditya.

Akhirnya semua yang ada di meja makan itu tertawa bersama melihat kelakuan bucin Aditya pada istrinya itu.

Entah kenapa tiba-tiba saja terbersit sebuah keinginan di hati Rani untuk menjadikan Daniel calon menantunya,mungkin itu karna ia melihat Xarena yang bisa tertawa lepas seperti sekarang hanya saat bersama dengan Daniel,berbeda dengan saat Xarena bersama Leon yang setiap pertemuannya selalu berakhir dengan pertengkaran.

1
Dede Mila
kirain novel langsung abis ternyata novel up...
Dede Mila
emang sih ya kalo udah cinta ya jadi buta😂😂😂😂😂💃💃💃💃💃
Dede Mila
yaaah kasihan banget Pamella
Noul
ceritanya bagus thor, ada lucu2nya juga..
Dania
semangat tor
Murni Dewita
👣
r.v❤️🇰🇷
hish dasar mokondo s leon parasit😴
kriwil
si kain kafan itu umur berapa kok mau ikutan daftar ke unifersitas dimana queen mau kuliah
kriwil
anak an mafia tapi mudah di kadalin sama si kadaleon ,mafia cap micin apa mafia cap gorengan
kriwil
padahal ular demitnya di masion kolor ijo tapi bilang nya lebih aman
kriwil
apa xarena anak aditya yang ilang di culik mungkin kakak si Queen makanya bisa menerobos jiwanya ke queen
kriwil
makanen sana sampai habis leonelia mokondo daniella🤣
kriwil
kasus satu aja blm kelar udah sibuk di gabung gabungkan kisini kesana
kriwil
bisu dong si pamela
kriwil
orang kaya ini kenpa pada goblok melihara ular 🤣
kriwil
bapak emak nya kqueen aja yang goblok masak percaya sama kacung nya ketimbang anak nya
Reka Cantika
lanjutkan Thor lagi
kriwil
munta tuh atmnya ke enakan si leon miskin🤣
kriwil
otaknya queen mungkin udah musnah makanya ga ada ingatan buat xarena
kriwil
lagian bapak nya si queen kan orang kaya raya masa iya sampai anak nya mati ga tau kejahatan leon kerjaanya ngaoain aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!