NovelToon NovelToon
JANGAN AMBIL ANAK KU

JANGAN AMBIL ANAK KU

Status: tamat
Genre:KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Poligami / Obsesi / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh / Konflik etika / Tamat
Popularitas:65.1k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Asyifa yang lugu dan polos, menjadi korban permainan kotor dari sepasang suami istri.

Pernikahan Asyifa dengan Randa, ternyata hanyalah bagian dari rencana busuk Randa dan Nikita untuk segera mendapatkan keturunan.

Setelah Asyifa melahirkan anaknya, Asyifa shock ketika Nikita datang tiba-tiba membuka jati dirinya sebagai istri pertama Randa dan berniat untuk merebut Safina anaknya.

Asyifa berjuang keras mempertahankan anaknya Safina. Segala cara yang dilakukan Nikita, selalu bisa ia gagalkan.

Namun suatu hari, Randa yang sudah dilanda cemburu buta karena melihat Asyifa bersama pria lain, berhasil kabur membawa Safina anaknya dari tangan Asyifa.

Bagaimanakah kisah selanjutnya? Apakah Asyifa dan Safina bisa bertemu kembali?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Asyifa terdiam berdiri diambang pintu rumah yang dulu pernah ia tempati bersama Randa. Setelah hampir sebulan lebih mengalami berbagai kejadian yang tidak menyenangkan, nasib buruk malah membawanya kembali kerumah itu.

Sorot matanya tampak kuyu tak bercahaya tatkala memandangi setiap jengkal sudut rumah yang telah dia hapal sedari dulu. Rumah itu terlihat kusam dan kotor karena kosong tak berpenghuni semenjak kepergiannya. Ada banyak debu yang menempel di perabotan rumah dan juga lantai rumah.

Beban pekerjaan membersihkan rumah terasa memberatkan kepalanya yang sudah mumet dengan berbagai masalah hidupnya.

"Hhh..." Asyifa menghembuskan nafas panjang dan berjalan gontai menuju kamarnya untuk menaruh barang yang ia bawa.

Perlahan, dia menaruh Safina yang tertidur pulas di gendongannya ke atas ranjang yang ia rasa juga kotor penuh debu.

Sorot matanya kemudian tertumpu pada daun pintu kamar yang dulu sempat roboh karena ulah Wahyu. Pintu kamar itu sudah kembali utuh seperti semula. Tak disangka, Randa cukup sigap memperbaiki pintu rumah yang rusak.

"Apa kau tidak lapar?" Randa mendadak muncul diambang pintu mengejutkan Asyifa.

Suaminya itu tampak menenteng bungkusan nasi yang baru saja ia beli di warteg tak jauh dari rumah.

"Keluarlah untuk makan. Aku sudah sangat lapar." Perintah Randa sebelum meninggalkan Asyifa kembali sendirian didalam kamar.

Asyifa memegangi perutnya yang memang sudah menahan lapar sedari tadi. Diapun melangkah dengan hati-hati meninggalkan Safina yang tertidur nyenyak.

Di ruang makan, dia melihat Randa telah duduk menikmati makanannya tanpa menunggu kedatangannya untuk makan bersama. Tanpa bicara sepatah katapun, Asyifa mengambil satu bungkusan nasi yang ada diatas meja makan. Perlahan, Asyifa menyuapkan nasi ke mulutnya sambil memandangi Randa yang tampak makan dengan lahap.

"Penampilanmu tambah berubah semenjak pergi dari rumah ini." Celetuk Randa sembari melirik Asyifa dengan pandangan sinis.

Asyifa menelan makanan yang di mulutnya dengan susah payah. Selera makannya hilang seketika. Kata-kata Randa seakan sengaja menyindir dirinya.

"Apa maksud mas?" tanya Asyifa setelah meminum beberapa teguk air putih agar tidak tersedak.

Randa berdecih mengurai senyuman sinis di bibirnya.

"Cih! Saat ini dandanan mu terlihat menor seakan kau sengaja untuk menarik perhatian banyak pria." Ejek Randa mencibirkan bibirnya.

Batin Asyifa seketika bergelora, darahnya memanas. Semenjak pertemuannya kembali dengan Randa, dia telah bertekad untuk melawan ucapan Randa yang suka menyakiti hatinya.

"Apa kau sengaja mengajak aku ribut mas?" tanya Asyifa dengan nada sarkas.

Sorot matanya menatap tajam pada Randa dengan raut wajah yang tampak tegang menahan amarah.

Randa hanya melemparkan senyum penuh ejekan. Bagi dirinya, kemarahan Asyifa tak berarti apa-apa. Randa yakin, Asyifa takkan mampu berbuat nekat untuk melawan setiap kata yang ia ucapkan.

"Dasar wanita murahan! Orang miskin seperti dirimu harusnya tahu diri. Jika aku tidak menikah denganmu, kau bukanlah siapa-siapa Asyifa. Kau cuma gadis kampung yang tolol dan dungu!" Randa menudingkan telunjuknya tepat ke jidat Asyifa dan mendorongnya dengan kasar.

Prak...!

Suara gebrakan keras diatas meja makan membuat Randa tercengang.

Asyifa terlihat berdiri dari duduknya dengan tangan terkepal. Perempuan cantik itu menantang mata suaminya dengan penuh kilatan kemarahan. Dia tak sanggup lagi selalu dihina dan direndahkan oleh Randa.

"Cukup mas Randa! Aku sudah puas mendengar penghinaanmu atas diriku dan keluargaku. Jika kau tak suka punya istri kampung, tolol dan dungu seperti aku, silahkan ceraikan aku! Aku sudah siap kehilangan dirimu." Ucap Asyifa dengan nada tegas.

Dada Randa bergetar hebat. Reaksi Asyifa tidak terlihat main-main. Dia tampak sungguh-sungguh dengan perkataannya.

Sejenak suasana hening saat Randa tak mampu menggerakkan bibirnya untuk berkata-kata. Dia masih kaget dengan reaksi Asyifa yang sungguh di luar dugaannya. Biasanya, perempuan itu hanya diam dan menangis. Tapi kali ini, Asyifa justru melawan dan mengancamnya dengan kata cerai.

Randa tak terima mendapat balasan yang menyakitkan dari Asyifa. Perempuan itu, tak pantas melawannya.

"Asyifa...,!" hardik Randa dengan nada keras yang panjang bercampur geram memanggil nama Asyifa.

Rahangnya terkatup rapat dan tegang menahan amarah menatap Asyifa garang. Emosinya mulai tak terkendalikan.

Brak...!

Kursi kayu yang sedari tadi ia duduki, menjadi sasaran kemarahannya. Randa pun membanting kursi itu hingga patah membuat Asyifa bergidik ngeri melihat kelakuan suaminya yang menggila.

"Cerai katamu? Kau mau cerai hah!? Sampai matipun aku takkan menceraikanmu, Asyifa! Kau akan ku buat hidup tersiksa selamanya!" teriak Randa berapi-api.

Asyifa terpaku diam memandang suaminya yang mengamuk dihadapannya.

"Ingat Asyifa...,! Kau takkan bisa pergi dariku! Safina adalah darah dagingku! Jangan coba-coba membawanya kabur dari rumah ini! Selama dirumah ini, ikuti segala perintahku! Jangan macam-macam Asyifa, jika kau masih mau bertemu dengan Safina. Mengerti!?" ancam Randa dengan mata mendelik membesar kearah Asyifa.

Asyifa mencoba tegar dan menghilangkan ketakutan yang datang menghampirinya. Kedua matanya tampak berkaca-kaca menantang Randa dengan segenap keberaniannya yang ada.

"Aku tidak takut dengan ancamanmu Mas, jika kau masih mau hidup bersamaku lagi, perlakukan aku dan Safina dengan baik. Jika tidak, kau pasti akan menyesal!" jawab Asyifa balik mengancam.

"Kau...!" Randa menahan geramnya mendengar jawaban Asyifa yang justru tak ada rasa takut.

Tanpa menunggu tindakan Randa lebih lanjut, Asyifa yang sudah kehilangan selera makan sedari tadi, segera pergi meninggalkan Randa sendirian diruang makan dengan cepat. Rasa lapar yang ia rasakan, lenyap begitu saja. Melihat Randa saja, sudah membuat dirinya muak. Di dalam lubuk hatinya, kebencian pada Randa semakin membesar.

"Aku tahu apa yang kau inginkan Asyifa, kau ingin hidup bersama mantan kekasihmu itu. Takkan kubiarkan semua itu terjadi Asyifa. Aku takkan menceraikanmu meskipun kau menangis darah!" Randa mengukir senyuman sinis dibibirnya.

Walau bagaimanapun dia sudah bertekad untuk membuat Asyifa hidup menderita. Randa yang egois dan tak punya perasaan, tak peduli dengan kebahagiaan Asyifa dan Safina. Dia hanya memikirkan dirinya sendiri dan hanya peduli dengan kebahagiaan dirinya sendiri. Meskipun orang yang ia sayangi hidup sengsara dan teraniaya, hatinya dipenuhi kebusukan dan niat jahat.

Sorot matanya tak sengaja menatap kearah bungkusan nasi yang belum sempat dihabiskan oleh Asyifa. Tak ada rasa iba yang timbul dihatinya. Padahal, Asyifa belum makan dan sebagai ibu yang menyusui, dia butuh makan yang banyak agar ASI-nya lancar.

Namun, Randa seolah tak peduli dengan semua itu. Dia hanya membiarkan nasi itu terbentang begitu saja dan meninggalkan meja makan dengan perasaan gusar.

"Dasar perempuan sombong! Sudah syukur di kasih makan. Dia pikir gampang, jadi ibu pencari nafkah sambil mengasuh anak. Orang miskin, tak bisa apa-apa, sok minta cerai segala. Emang kalau jadi janda beranak satu mau kerja apa? Palingan jadi penjaja cinta sana sini, gonta ganti pria tiap malam." Gerutu Randa menghina Asyifa tanpa henti di sepanjang jalan menuju keluar rumah.

Raut wajah kesal terukir jelas diwajahnya tatkala dia menghempaskan pintu rumah sebelum keluar. Dia malas berdebat lagi dengan Asyifa yang sifatnya telah berubah jauh. Asyifa telah berani membantah dan melawannya.

"Mas..., mana Asyifa dan Safina?"

Amarah yang belum hilang, membuat Randa kian meradang tatkala mendapati sosok perempuan yang baru saja datang setengah berlari sambil berteriak menuju rumahnya.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
👋
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Gak mungkin bisa memilih, karena dia mau ke dua nya🤣🤣
☠ ❤️⃟Wᵃfᴀsᴛɪᴀʀᴀᵃʸᵘᵈᶦᵃѕ⍣⃝✰ˢ⍣⃟ₛ
Mana ada seorang ibu yang mau menyerahkan darah daging nya untuk di asuh orang lain. Emang gampang ya mengandung dan melahirkan, kalo mau anak mah bikin aja sendiri🤣🤣
Oma yeni*🦋: ya ampyuun kamu beneran baca ya say 🤭✌️ makasih sygku, cintaku, kamu udah mampir baca /Kiss//Rose/
total 1 replies
Mr.Arez-Jr
lanjut karya baru 😍
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Asyifa astagfirullah deh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
Halo kak👋
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
semangat terus kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
maaf bru mampir lagi kak🤗
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
gara2 lukisan itu hampir aja ketahuan Asyifa
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
smoga ga ktemu
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
syifa harus hati-hati nih
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
bapak2 hdeh
PURPLEDEE ( ig: _deepurple )
niki lgi banyak pikiran
🌺Bunga_Ros⁹⁷
Oma @Afriyeni Official maaf baru sempat mampir lagi..😊😊🙏🏻🙏🏻🙏🏻
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Jika ada alvino, dia pasti berseru bukan muhrim/Grin//Joyful/
Oma yeni*🦋: kalau ada Alvino, novelnya jadi seru 🙃
total 1 replies
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa tuan arif yang gerak cepat /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Rasanya aaaa sekali mendengar dan melihat assyifa
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Astaga, kenapa harus di permalukan sih /Facepalm/
☠️⃝ MULIANA ѕ⍣⃝✰
Kenapa sih, demen banget ngosip. Nanya langsung aja sama Assyifa
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!