"Jadi, ini yang membuat sikapmu berubah padaku selama ini?" Ucap Wita lirih. Menahan rasa sakit di hatinya.
"Dengarkan aku dulu! Semua tak seperti yang kamu kira. Ini hanya sebuah kesalahpahaman saja. Aku mencintai kamu." Randy mencoba meyakinkan. Wajahnya terlihat gusar, dia terlihat menyesali perbuatannya.
Tepat di delapan tahun pernikahannya, Wita mengetahui perselingkuhan suaminya dengan mantan kekasih suaminya dulu. Aplikasi rahasia di ponsel suaminya, yang akhirnya membuat Wita tahu. Kalau suaminya bertahun-tahun telah mengkhianati cintanya. Padahal, selama ini dia banyak berkorban untuk Randy. Dia harus menjadi tulang punggung, menggantikan posisi Randy saat tak bekerja. Lukanya begitu dalam.
Bagaimana kisah rumah tangga mereka, setelah Wita mengetahui perselingkuhan suaminya? Akankah Wita memaafkan Randy? Ataukah dia justru memiliki bercerai dari laki-laki pengkhianat itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SyaSyi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29. Hamil atau Sakit?
Jam menunjukkan pukul 22.00. Sella yang saat itu sedang tertidur, mengalami demam. Tubuhnya menggigil. Namun, tubuhnya terasa panas. Randy yang saat itu sedang merokok dan menikmati secangkir kopi, langsung menghampiri Sella.
"Ay, kamu kenapa?" tanyanya. Dia menatap wajah Sella yang begitu pucat. Dia pun akhirnya memegang kening Sella.
"Ya ampun, Ay. Badan kamu panas banget," ucap Randy. Bukannya menjawab. Sella justru menggigil kedinginan.
"Kamu demam? Menggigil ya?" tanya Randy kepada Sella.
"Iya. Dingin banget," jawabnya bergetar.
Melihat kondisi Sella seperti itu, Randy menjadikan tak tega. Dia langsung mencari sapu tangan, dan mengompres kening Sella. Dia juga menutupi tubuh Sella dengan selimut. Randy memegang kaki dan tangan Sella yang terasa dingin.
"Aku buatkan teh hangat ya," kata Randy. Dia langsung membuatkan teh manis hangat untuk Sella. Berharap dapat mengurangi rasa dingin yang Sella rasakan saat itu.
"Ayo, Ay, diminum dulu tehnya! Biar perut kamu terasa hangat," ujar Randy. Dia juga membantu Sella bangkit duduk. Tangan Sella bergetar, memegang gelas itu.
"Aku mau bawa kamu ke dokter bingung. Aku gak punya uang," ungkap Randy.
Ada perasaan kesal di benak Sella, karena dalam keadaan seperti ini. Randy tak sanggup membawa dia ke rumah sakit. Menderita sekali dia. Dulu, saat dia bersama Adrian. Tak pernah sekalipun dia mengalami kesulitan dalam segi ekonomi. Ingin rasanya dia mengumpat kebodohannya, yang lebih memilih Randy.
Tak ingin berdebat. Dia lebih memilih diam, sembari menahan rasa sakit yang dia rasakan saat itu. Sungguh, sakit yang dia rasa luar biasa. Dia merasakan tersiksa sendiri, jika seperti ini. Sella tampak menangis. Membayangkan kematian di depan matanya. Randy justru bersikap cuek padanya. Dia merasa menyesal. Namun, lama kelamaan. Dia pun akhirnya tertidur kembali.
Pukul 02.00 pagi. Randy baru tertidur. Dia sempat menatap Sella, yang saat itu terlelap. Rasa sakit, Sella rasakan kembali. Dia tak habis pikir. Mengapa dia bisa seperti sekarang ini? Apa sebenarnya yang terjadi padanya?
Sella semakin tak tahan. Dia berteriak kesakitan. Dia juga menangis. Hingga Randy yang saat itu sedang terlelap, akhirnya terbangun dari tidurnya.
"Aku sudah gak tahan lagi. Bawa aku ke rumah sakit," pinta Sella pada Randy.
"Tapi, aku gak ada uang. Nanti aku bayarnya gimana?" tanya Randy.
Tiba-tiba saja, dia melihat darah segar mengalir dari selang*kangan Sella.
"Ay, kamu lagi datang bulan? Apa sebenarnya kamu sedang hamil, dan keguguran? Kamu pendarahan. Makanya, perut kamu sakit luar biasa," kata Randy.
"Bawa aku ke rumah sakit sekarang! Jika tidak, nyawaku bisa gak tertolong. Darahku mengalir banyak. Aku sudah tak tahan lagi. Bisa jadi benar apa yang kamu katakan. Kalau aku saat ini sedang hamil. Bisa jadi aku hamil. Tapi, aku tak menyadari. Karena aku sempat berhenti minum pil KB, saat aku dulu masih bersama Adrian. Aku terpaksa menghentikannya, agar aku bisa hamil. Atau juga. Aku hamil anak kamu. Karena kita sempat berhubungan tanpa pengaman. Padahal aku sudah tak minum pil KB."
Tak ingin berpikir yang tak pasti. Akhirnya, Randy membawa Sella ke rumah sakit terdekat, dengan menggunakan taksi online. Sella terpaksa mengeluarkan sisa uang tabungannya, untuk biaya pengobatan. Tak ada pilihan lain. Dia harus mengobati penyakitnya. Dokter melakukan pemeriksaan pada Sella.
"Sebenarnya, saya sakit apa, Dok? Apa benar saat ini saya mengalami keguguran? Sehingga mengalami pendarahan," ucap Sella lesu. Wajahnya juga terlihat lesu.
"Kita lakukan pemeriksaan dulu, untuk mengetahui hasilnya," jawab sang dokter.