NovelToon NovelToon
Bibit Penggoda

Bibit Penggoda

Status: sedang berlangsung
Genre:Cintapertama
Popularitas:8.9k
Nilai: 5
Nama Author: Zahma

"Aku Eve, akan ku pastikan kamu ada di genggamanku, Kak"
.
.
.

Bagaimana kisah Revalina Diharjo mengejar cinta Sahabat Kakaknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zahma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kamu suka Arya?

Malam hari selepas makan malam, Eve dijemput oleh Kak Dimas. Eve tidak banyak bicara, hanya mengatakan hal seperlunya. Koper besarnya pun sudah dibawa secara mandiri ke lantai satu.

Mata gadis itu masih bengkak, karena selepas menangis tadi, dia jatuh tertidur. Papa yang baru melihat puterinya di sore hari, ingin menanyakan perihal kondisi Eve, namun Papa mendapat kode kedipan mata dari Mama. Alhasil, Papa tidak jadi bertanya.

Eve memeluk Papa dan Mamanya, sebelum akhirnya memasuki mobil Kak Dimas dalam diam. Dimas yang tidak tahu apa - apa, saling adu pandang dengan kedua orang tuanya. Namun Kakak sulung itu tidak mendapatkan jawaban apapun.

"Pakai sabuk pengamannya, Ev.. ". Kata Dimas kepada adiknya, yang diliriknya sedang menatap keluar jendela.

Tanpa mengatakan apapun, Eve langsung memasang sabuk pengaman.

'Baiklaahh '. Dimas hanya bisa mengelus dadanya. Setelahnya dia segera membawa mobil meninggalkan kediaman orang tuanya.

Sesekali dia melirik ke arah adiknya, yang tidak ada suara sama sekali.

"Mau mampir dulu ke Wixue? Barangkali kamu mau eskrim.. Kemarin Kak Hawa makan es krim di sana, katanya enak.. ".

Yang diajak berbicara tidak merespon, wajahnya masih menghadap ke jendela. Dimas bisa melihat pantulan wajah adiknya yang terlihat keruh.

Pada akhirnya, Dimas membawa adik bungsunya ke Wixue seperti tawarannya tadi. Begitu sampai di halaman parkir, Dimas memutuskan turun. Namun baru dirinya meraih handle pintu, Adik bungsunya itu bereaksi.

"Kenapa bawa Aku ke sini kak?!!! ". Eve berteriak ke Kakaknya. Menatap ke dalam mata Kakaknya dengan amarah. Walaupun Eve berteriak dan menunjukkan ekspresi marah, namun Dimas melihat air mata mulai berjatuhan dari kelopak mata sang adik.

Dimas yang tidak tahu apapun, dibuat bingung oleh tingkah adiknya. Hingga dia melihat ke arah yang ditatap adiknya di depan sana.

'Arya dan Dewi?'.

Dimas hanya bisa menghela napasnya. Baiklah, Dia kini tahu alasannya. Tetapi mengapa harus begitu reaksi adiknya?

Karena suara Eve semakin menjadi, Dimas akhirnya memutar balik mobilnya, tidak jadi mampir ke Wixue.

"Ada masalah itu cerita, jangan hanya marah, apalagi melampiaskannya ke orang lain yang tidak tahu apa - apa ! ".

Karena tidak tahan dengan adiknya yang tidak mau berhenti menangis, akhirnya Dimas menghentikan mobilnya di pinggir jalan. Dia menepikan mobilnya dekat dengan sebuah taman. Padahal tinggal berjalan sepuluh menit lagi agar sampai di rumah, namun Dimas merasa perlu meluruskan sesuatu.

"Cerita ke Kakak, ada apa dengan kamu? ".

Dimas berusaha melembutkan suaranya, setelah tadi dia berkata dengan nada sedikit lebih tinggi. Tangannya mengusap puncak kepala adiknya. Gadis itu masih saja mengeluarkan tangisan.

"Kalian.. nggak akan paham sama perasaanku.. kalian orang dewasa... nggak paham ! ".

Eve menjawab dengan terbata. Setelah beberapa menit dia tidak merespon.

"Bagaimana kami orang dewasa bisa paham, kalau kamu tidak bercerita, Ev? ".

Dimas menarik dan menghembuskan nafasnya perlahan. Mencoba bersabar.

"Aku suka ke Kak Arya. Aku cinta sama Dia. Aku mau dia jadi Milikku Kak !! Tapi dia ninggalin Aku sekarang !". Eve menoleh ke Kakaknya yang sejak tadi dia tahu pasti sedang menatapnya.

Dimas terdiam. Matanya menatap ke dalam mata adiknya, yang sesaat lalu membuat pengakuan. Alisnya mengernyit.

"Kamu suka ke Arya? ". Ujar Dimas lebih ke arah heran. Dan merasa aneh?

Dia pikir adiknya hanya ngefans. Dia sampai membuli Arya tempo hari, setuju dengan ucapan Arkana, bahwa Arya hanya kegeeran. Namun apa Adiknya bilang tadi?

Mencintai dan ingin memiliki? Ya ampuuunn.. Astaga... Adikku yang masih bau kencur, menyukai Sahabatku? Lelaki beristri? Astagaa !!

Dimas geleng - geleng kepala. Tidak habis pikir. Speechless.

"Apakah itu juga alasan kenapa matamu bengkak tadi? ". Tanya Dimas memastikan kebingungan yang sempat dia rasakan saat menjemput Eve di rumah.

Adiknya tidak menjawab. Fix berarti memang benar !.

Dimas kembali menggelengkan kepalanya. Tidak habis pikir.

Dimas mengambil ponsel di saku celana, kemudian Dia mendial sebuah kontak di hapenya. Tidak butuh waktu lama, panggilan sudah dijawab.

"Besok ketemu di cafe tempat biasa. Lo ada di kota ini kan?... Hmm.. Ada yang mau gua pastikan ke elo ..". Ucap dimas tanpa basa basi.

Setelahnya, Dimas mematikan hape. Kakak sulung itu melirik adiknya, yang kembali menghadap ke jendela mobil. Namun suara tangisnya sudah berhenti. Ini tentang adiknya, Dimas tidak bisa jika harus diam.

Dia pikir selama ini, semua berjalan normal. Dia tau adiknya ngefans ke Arya, karena tampak jelas kelakuan adiknya itu jika sedang ada Arya. Dia pikir hanya seperti itu saja.

Dia mempercayai Arya, karena Dia guru di tempat adiknya bersekolah. Dia bahkan menitipkan Eve ke Arya, agar adiknya itu jangan sampai salah pergaulan di sekolah. Mengingat walaupun adiknya tidak tertebak, namun dia sangat polos.

Akan tetapi, jika adiknya sampai seperti ini, dia jadi sangsi, Apa yang sebenarnya sudah sahabatnya itu lakukan ke adiknya. Namun dia berharap, pikiran liarnya tentang perlakuan Arya ke adiknya tidaklah benar.

Semoga ... Batin Dimas.

.

.

.

Stay tune guys !! 😍

1
Protocetus
kapan lanjut lagi
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
Zahmaa: siappp
total 2 replies
Protocetus
kapan up lagi /Grievance/
Zahmaa: siap kakak /Smile/
total 3 replies
Protocetus
up thor
Protocetus
waduh seneng sama abg 😂
Protocetus
kunjungin ya thor novelku Bola Kok dalam Saku
Zahmaa: okeee
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!