NovelToon NovelToon
Kakak Angkat I Love You

Kakak Angkat I Love You

Status: tamat
Genre:Diam-Diam Cinta / Percintaan Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:58.3k
Nilai: 5
Nama Author: Tri Ani

Siena yang jatuh cinta pada kakak angkatnya! waw...., kok bisa?
Bisa dong! Bagaimana tidak, Vino seorang pria mapan, ganteng nggak ketulungan, bikin para gadis siap mengantri untuk jadi pacarnya meskipun dia sudah punya seorang pacar tentunya. lalu bagaimana nasib Siena Ya? apa dia akan dapatkan cinta Vino, sang kakak angkat?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menemuinya

Vino akhirnya memutuskan menemui ibu Keisa di rumah sakit. Hujan gerimis membasahi kota sore itu ketika Vino memarkir mobilnya di halaman rumah sakit. Hatinya terasa berat, tangannya dingin dan gemetar ketika dia memasuki gedung itu. Vino merasa jantungnya berdegup kencang saat ia berjalan menyusuri koridor rumah sakit yang sunyi. Langkahnya yang ragu menandakan betapa berat langkahnya untuk bertemu dengan ibu Keisa, seorang yang belum pernah ia temui sebelumnya.

Setelah beberapa menit berjalan, ia menemukan kamar yang ditunjukkan oleh Keisa. Pintu kamar itu setengah terbuka, dan dari dalamnya terdengar suara lembut seseorang. Vino mengetuk pintu perlahan dan membuka lebih lebar.

Di dalam, ia melihat seorang wanita paruh baya yang terbaring di ranjang rumah sakit, wajahnya terlihat lemah namun tersenyum ketika melihat Vino masuk.

"Vino?" suara wanita itu terdengar lembut namun penuh harap. Tangan wanita itu penuh dengan selang infus. Raut wajahnya tampak lelah namun ada semburat ketabahan yang terpancar dari matanya yang sayu. Vino menarik napas dalam, mengumpulkan keberanian, dan dengan suara yang sedikit bergetar ia memulai pembicaraan.

Vino menghela napas, melangkahkan kaki mendekati ranjang. "Ibu," suaranya lirih dan parau, nyaris tidak terdengar, penuh dengan kegelisahan. Ibu Keisa membuka matanya, mengarahkan pandangan yang kabur ke arah Vino. Senyum pahit terukir di wajahnya saat dia mencoba mengangkat tangannya, sebuah isyarat penyambutan.

"Vino, anakku," suara Ibu Keisa serak, namun hangat. "Terima kasih sudah datang."

Vino mengangguk pelan, merasa seluruh emosinya bercampur aduk. "Ya, ini saya," jawabnya, mendekati ranjang dengan hati-hati.

Wanita itu menatap Vino dengan mata berkaca-kaca. "Maafkan aku, Vino," katanya, suaranya bergetar. "Aku ingin menjelaskan semuanya..."

Vino hanya diam, menunggu penjelasan yang selama ini ia nanti-nantikan. Wanita itu pun menjelaskan jika waktu itu ia tidak punya pilihan, ia tidak punya cukup biaya untuk membesarkan dua anak kecil sendiri, ia pun menerima tawaran seorang pria kaya untuk menikah, tapi tidak di sangka pria itu tidak mau menerima vino kecil, vino pun berdecak kesal karena keputusan wanita yang tengah melahirkannya itu, Vino mendengarkan dengan perasaan campur aduk. Wanita itu melanjutkan dengan air mata yang berlinang.

Vino menatap wanita yang baru saja mengungkapkan rahasia lama tersebut, tubuhnya kaku di kursi yang ia duduki. Raut wajahnya tidak berubah, namun matanya menunjukkan pergolakan emosi yang ia rasakan. Wanita itu, ibunya, menghapus air mata dengan ujung jarinya, suaranya serak saat melanjutkan ceritanya.

"Ibu tidak punya pilihan lain, Nak," ucapnya, suaranya bergetar. "Ibu harus memikirkan masa depan kalian berdua, dan saat itu, ibu pikir itu adalah keputusan terbaik."

Vino menghela napas, tangannya mencengkeram erat lututnya. Dia mencoba memahami, tapi ada bagian dari hatinya yang terasa tercabik. Rasa kecewa dan pengkhianatan mendera pikirannya, namun juga ada sedikit pengertian yang mulai tumbuh.

"Jadi, ibu tinggalkan aku... demi uang?" tanyanya, suaranya hampir tidak terdengar.

"Ibu sangat menyesal, Vino," wanita itu menjawab, tangannya terulur ingin menyentuh tangan Vino tapi dia menariknya kembali. "Ibu berharap bisa memutar waktu dan membuat keputusan yang berbeda."

Vino menatap lurus ke depan, mencoba meredam emosi yang kacau. Dia ingin marah, ingin menyalahkan, tapi di sudut hatinya, dia tahu ibunya juga adalah korban dari keadaan. Keduanya terperangkap dalam keheningan, hanya terdengar isak tangis halus yang sesekali pecah dari wanita itu.

"Aku tahu itu keputusan yang salah," katanya dengan suara gemetar. "Tapi saat itu, aku merasa terdesak dan tidak punya pilihan lain. Aku berpikir, setidaknya kamu akan mendapatkan perawatan yang baik di panti asuhan daripada hidup dalam kemiskinan bersamaku."

Vino mengepalkan tangannya, mencoba menahan amarah yang mendidih dalam dirinya. "Kamu meninggalkanku begitu saja, tidak pernah kembali, tidak pernah mencariku. Bagaimana aku bisa memaafkan itu?"

Wanita itu menangis tersedu-sedu. "Aku tidak pernah berhenti memikirkanmu, Vino. Setiap hari aku merasa bersalah. Tapi aku takut. Takut bahwa kamu akan membenciku, bahwa kamu akan lebih baik tanpa aku."

Vino menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya. "Kenapa sekarang? Kenapa setelah semua ini baru kamu ingin menemuiku?"

Wanita itu mengusap air matanya dan berusaha tersenyum meski penuh kesedihan. "Karena aku sakit parah, dan aku tidak tahu berapa lama lagi waktu yang kumiliki. Aku ingin memperbaiki kesalahan ini, meski hanya sedikit, sebelum terlambat. Aku ingin kamu tahu bahwa aku menyesal, dan aku sangat mencintaimu."

Vino terdiam, hatinya berkecamuk antara marah dan haru. Keputusan untuk memaafkan atau tidak adalah miliknya, dan dia tahu itu tidak akan mudah.

Vino menatap wanita itu dengan campuran perasaan. "Apa yang kamu inginkan dariku?" tanya Vino dingin.

"Jaga Keisa untukku." ucap sang ibu membuat Vino terdiam.

"Aku tahu ibu terlalu lancang meminta ini darimu," wanita itu berkata dengan suara lemah. "Tapi Keisa adalah adikmu. Dia tidak punya siapa-siapa lagi selain ibu. Aku ingin memastikan dia dirawat dengan baik setelah aku pergi."

"Ckkk, apa ibu juga memikirkan hal itu saat meninggalkan aku dulu!?" tanya Vino yang masih diliputi dengan kemarahan.

"Ibu minta maaf, karena hal itu. kamu boleh membenci ibu tapi jangan benci Keisa. Ia tidak tahu apa-apa."

Vino menatap wanita itu dengan dingin. "Aku akan merawat Keisa," katanya pelan namun tegas. "Tapi ini bukan karena permintaanmu, dia sahabat Siena, dia akan terluka jika melihat sahabatnya kesusahan." ucap Vino beralasan, ia tidak mau sampai harga dirinya terluka.

Wanita itu tersenyum lemah, air mata kembali mengalir di pipinya. "Terima kasih, Vino. Aku tahu ini sulit, tapi kamu adalah orang yang baik. Keisa beruntung memiliki kakak sepertimu."

Bersambung

Happy reading

1
Novika Riyanti
ini tidak untuk ditiru ya gays...😁😁
bahaya loh klw mengeluarkan racun dengan cara di hisab..bisa bisa berpindah racun nya lewat mulut...👍😁
sekedar info 🙏😁
Novika Riyanti
Hay kak tri😘👋
Reni Anjarwani
tau2 cpt bgt end
🌷💚SITI.R💚🌷
ternyata sdh end ya...di sangka smp vino punya anak gitu
🍒WINA🍒
Vino dan siena melepaskan rindu selama 10bulan tidak bertemu dan vino memeluk siena dan mencium siena perpisahan selama 2bulan,,,,
Syarat yg diberikan papa wijaya jika vino lolos dr ujian diberikan papa wijaya akan segera menikahi siena...
🍒WINA🍒
Tidak hrs menunggu satu tahun vino dan siena tdk sengaja dipertemukan walaupun tuan wijaya melarang vino dan siena bertemu akan tetapi berjodoh bertemu tdk sengaja....
🌷💚SITI.R💚🌷
menanti waktu 2bln memang akan terasa lama ya sen smg kalian secepatnya di pertemuan dengan indah pernikahan kalian yg penuh perjuangan..
Reni Anjarwani
doubel up thor
🌷💚SITI.R💚🌷
ternyata memang klu jodoh ga kmn bukti restoran vino ambil masakan dr seina..smg kalian cpt nikah..
Reni Anjarwani
doubel up thor
🌷💚SITI.R💚🌷
smg di pesta nanti bisa kamu ktmu vino ya seina dan menjadi keberuntungan buat kamu
🍒WINA🍒
Makin sukses vino dan smg tantangan yg diberikan tuan wijaya tercapai dan secepatnya menikah dgn siena,,,,
Vino tipe tidak menyerah pekerja keras pasti tantangan yg diberikan tuan wijaya terwujud,,,
Reni Anjarwani
doubel up thor
🌷💚SITI.R💚🌷
selamat ya vino...smg apa yg menjadi tujuan kamu benar² tercapai dengan baik..tdk ada halangan apa² lg untuk mempersunting seina dan tuan wijaya tdk berkelit lg jg membuat syarat lg jg tdk mempersulit..
🍒WINA🍒
semangat2 vino pasti ada jalannya niat yg tulus pasti akan terwujud bs buka usaha sendiri jgn menyerah berdoa terus berusaha rezeki gak akan lari kemana dan
Tantangan yg diberikan tuan wijaya bs mewujudkannya tetep semangat siena sll mendukungmu....
🌷💚SITI.R💚🌷
berat jg ya buat dapetin seina
🌷💚SITI.R💚🌷
semangat trs vino
🌷💚SITI.R💚🌷
semangaat vino smg kamu bisa bangkit dan sukses selalu dalam usaha kamu smg di permudah dlm meminang seina
🍒WINA🍒
Vino akan berjuang sekuat tenaga agar tantangan dr papa wijaya dlm waktu setahun bs terwujud vino punya usaha sendiri.....
Reni Anjarwani
doubel up
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!