" KARENA MANUSIA SELALU MENGINGINKAN YANG TERBAIK TAPI LUPA MENJADI BAIK DAN BERBUAT BAIK"
Mengisahkan Perjalanan hijrah seorang gadis bernama Gendis.
Masa lalu yang penuh dosa pun membuat Gendis mengalami trauma.
Iqbal seorang pria yang baik namun salah pergaulan menjadikan Iqbal sebagai pribadi yang keras, playboy dan liar.
Mereka dipertemukan pada saat mereka sama sama tidak baik dan bertobat untuk berhijrah.
Perjuangan menuju Jannah yang selalu diimpikan pun harus dilalui dengan kisah yang Tragis, Miris dan Derai Air Mata.
Berhijrah itu mudah tapi untuk Istiqomah itu sulit.
GENDIS.... IQBAL .... JADIKAN SEMUA KISAHMU MENJADI PELAJARAN YANG BERHARGA.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Humairah_bidadarisurga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
JANJI YANG KAU INGKARI
SELAMAT MEMBACA
💚💚💚💚💚
"Assalamualaikum nenek, ayah.." ucap ketiga anak Iqbal serempak.
"Waalaikumsalam, anak ayah sudah pulang, yang ini jagoan ayah, gimana tadi di sekolah?" ucap Iqbal dengan lembut.
"Alhamdulillah seperti biasa ayah, Nadia mendapatkan nilai 100. Ayah senang kan? Kata ayah kalo Nadia pintar, boleh pilih mau sekolah dimana saja. Nadia mau di Pondok ayah, boleh ayah?" ucap Nadia polos.
"Masya Allah, anak ayah beneran mau di Pondok, ayah pasti akan turuti Nadia." ucap Iqbal semangat, sambil mengecup kening anak sulungnya itu.
"Kalau Nissa mau kayak Ibu, pintar memasak dan membuat kue, jadi bisa buka toko kue, gimana ayah? nanti hasilnya Nissa kasih semuanya untuk ayah dan ibu." ucap Nissa dengan senyum manisnya.
"Boleh, tapi harus bisa mengaji dulu, jangan sampai hal hal dunia itu membuatmu menjadi lupa diri. Kalau AL kamu mau jadi apa sayang?" ucap ayah sambil memangku anak bungsunya itu.
"Al ingin seperti Valentino Rossi ayah, bawa motor gede, menang terus lagi." ucap AL dengan polosnya, membuat sang ayah tertawa dan ingat masa lalunya.
"Ayah punya cerita, mau dengerin gak? kalau mau dengerin sekarang ganti baju dulu terus makan siang, nenek sudah masak ayam goreng kesukaan kalian" ucap Iqbal.
"Siap bos!" ucap ketiganya serempak.
Begitulah keseharian Iqbal, mengurus ketiga anaknya, mengajar ngaji di mushola, dan berjualan.
FLASHBACK OFF
"Bal, siapkan fisik loe hari ini, gue gak mau tau loe harus menang dan loe mesti ikut itu balapan." ucap rekan Iqbal.
"Sorry bro gue gak bisa, gue udah janji sama cewek gue buat berhenti balapan, loe ngerti gue donk." ucap Iqbal mulai emosi.
"Ini jadwal udah dari dua bulan yang lalu, pas loe menang tanding sama anak Kramat, loe mau ngancurin team loe sendiri. SEXY AUTO SPEED... terkenal Jokinya yang ganteng, keren, tak terkalahkan IQBAL, karir loe lagi bagus, lagu naik daun sekarang malah melekpek loe gara gara cewek. Apa sih bagusnya Gendis, Cantik kagak, sexy kagak, bahenol juga kagak. Kena pelet loe!!! Loe itu jadi anak motor mau dapet cewek yang kayak gimana tuh gampang. Semua cewek juga rela loe tidurin. Pokoknya gue gak mau tahu, loe mesti tanding malam ini. Tuh motornya udah gue siapin khusus buat loe. Jangan sampe loe kecewakan bang Juned, bukan soal duit tapi harga diri anak SEXY bisa jatuh bro." ucap Hendra panjang lebar.
"Gue takut ndra, gue udah janji sama Gendis, dan gue hari ini gak yakin. Ganti aja deh sama Aris dia juga kan hebat." ucap Iqbal memohon.
"Anak Kramat maunya loe yang turun bukan Aris. Ini balapan terakhir loe, gue janji jadwal loe gue kosongin sementara gue ganti Aris. Tapi malam ini harus loe yang maju." ucap Hendra meyakinkan.
"Tapi gue gak yakin ndra, sumpah deh. Perasaan gue gak enak." ucap Iqbal.
"Udah deh gue tunggu di jalan xx jam 9 malam. Loe gak dateng, bang Juned turun tangan ngabisin loe." ucap Hendra sambil berlalu pergi meninggalkan base camp.
Iqbal pun bangkit berdiri dan membawa cepat motornya untuk menjemput Gendis dikantornya.
"Hai sayang, udah lama nunggunya? maaf ya telat, tadi habis nganter barang dulu. Senyum donk sama Abang?" ucap Iqbal merajuk.
"Iya udah ayo pulang, lagi gak mood nih." ucap Gendis ketus.
"Beli makan dulu ya, itu dedeknya diperut kasian dari pagi kan belum makan. Itu anak jangan jadi sasaran kekesalanmu donk, kalau mau marah sama bapaknya aja." ucap Iqbal sambil menjawil dagu Gendis.
"Mau pulang apa mau berdebat, kalau mau ngajak ribut aku naik angkot aja." ucap Gendis kasar.
"Iya ya gak sayang, naik ke motor, pegangan babang Iqbal ya." ucap Iqbal sambil terkekeh sendiri menyadari kekonyolannya.
Perjalanan sekitar lima belas menit pun terasa cepat. Motor pun sudah masuk ke halaman teras Gendis.
Gendis pun segera turun dan masuk ke dalam rumah. Dari kemarin kepalanya mengeluh pusing dan nyeri.
"Kok malah tiduran sih, kok kamu pucat gitu, kamu sakit? kita ke dokter yuk Gendis." ucap Iqbal perhatian.
"Aku pusing Iqbal." ucap Gendis sambil memejamkan matanya dan memijit pelan kepalanya.
"Aku beli makan dulu ya Gendis." ucap Iqbal terburu buru.
Iqbal pun dengan cepat keluar kontrakan untuk membeli makanan.
"Sayang ini makan dulu, aku suapin ya." ucap Iqbal.
Gendis pun hanya menurut, dan nenhabiskan makanan tersebut. Hari ini mood Gendis benar benar buruk. Perasaanya tak karuan seperti sesuatu akan terjadi.
"Kok perasaanku gak enak ya bal." ucap Gendis lirih.
"Kamu istirahat saja aku tungguin disini, gak usah mikir yang aneh aneh." ucap Iqbal tegas.
Gendis pun tertidur pulas setelah rasa pusingnya sedikit hilang. Waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore. Gendis belum juga terbangun dari tidurnya. Iqbal pun mulai gelisah, karena waktu sudah semakin sore, Iqbal harus tes motor dulu, tes race. Diciumnya pipi Gendis dan Iqbal meninggalkannya sendiri. Maafkan aku Gendis, ini yang terakhir, dan aku mengingkarinya.
"Gendis, aku pergi dulu ya sayang, setelah selesai aku langsung pulang sayang." ucap Iqbal dengan tulus.
Sorak Sorai penonton memanggil nama Iqbal.
IQBAL....
IQBAL...
IQBAL...
Joki motor handal yang selalu memenangkan pertandingan. Hari ini pun sama, jadwal balapan liar di jalan xx.
"Bal, ambil start posisi kedua. Loe harus fokus menang oke." ucap Hendra datar.
"Ini gerimis ndra, ban gue jangan yang hard ganti yang soft." ucap Iqbal.
"Udah gue atur loe tinggal gas aja. Udah sana tuh nama loe udah dipanggil." ucap hendra. pelan.
*ready.........
3....... 2........ 1.......... go*.......
Balapan pun dimulai, posisi Iqbal sudah didepan memimpin. Tinggal beberapa meter menuju garis finish, tiba tiba motor Iqbal tergelincir dan kemudian hilang kendali dan menabrak pembatas jalan. Dengan kecepatan tinggi motor Iqbal pun oleng menyerempet trotoar kemudian menabrak pagar pembatas jalan.
Duuuuuarrrrrrrrr sreeeeeeeetttttttt.......
Bug
bug
Semua penoton histeris berteriak nama Iqbal. Sebelum terjatuh Iqbal sudah merasakan keanehan pada bannya, hingga kecelakaan itu terjadi.
Motor Iqbal sudah tidak berbentuk. Kedua bannya pun terlepas dari motornya. Tubuh Iqbal pun sudah tergeletak tidak berdaya dan penuh luka dan darah. Iqbal tidak sadarkan diri, sebelum kecelakaan terjadi Iqbal sempat meneriakkan nama Gendis. Kondisi Iqbal pun kritis.
Ambulance pun datang tepat pada waktunya membawa Iqbal menuju rumah sakit.
Disaat yang bersamaan, Gendis pun terbangun dari tidurnya. Mimpi buruk membangunkan Gendis dengan berteriak IQBAL......... Keringat dingin sudah membasahi tubuhnya, entah mimpi apa hingga Gendis berteriak kencang.
Nafas Gendis pun memburu cepat. Pikirannya tertuju pada Iqbal yang sudah tidak ada di kamarnya.
Iqbal kamu dimana....
+++++++++++++++++++
TERIMA KASIH SUDAH MELIPIR BACA
JAZAKALLAH KHAIRAN
💚💚💚💚💚
subhanalloh.....
wanita surga " Sayyidah Fatima Az-Zahra "
❤️❤️❤️
NEXT
bisa mampir lagi
apa kabar ?
alhamdulillah baru sempat mampir lagi 😊😊🤗🤗
mohon dukungan
My lovely Gea
Istriku dokter Cintaku