NovelToon NovelToon
Membawa Benih Suami Kontrak

Membawa Benih Suami Kontrak

Status: tamat
Genre:Cerai / Penyesalan Suami / Anak Genius / Selingkuh / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:3.9M
Nilai: 4.8
Nama Author: Irma Kirana

"Seharusnya aku tahu, kalau sejak awal kamu hanya menganggap pernikahan ini hanya pernikahan kontrak tanpa ada rasa didalamnya. Lalu kenapa harus ada benihmu didalam rahimku?"

Indira tidak pernah mengira, bahwa pada suatu hari dia akan mendapatkan lamaran perjodohan, untuk menikah dengan pria yang bernama Juno Bastian. Indira yang memang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama dengan Juno, langsung setuju menikah dengan lelaki itu. Akan tetapi, tidak dengan Juno yang sama sekali tidak memiliki perasaan apapun terhadap Indira. Dia mengubah pernikahan itu menjadi pernikahan kontrak dengan memaksa Indira menandatangani surat persetujuan perceraian untuk dua tahun kemudian.

Dua tahun berlalu, Indira dinyatakan positif hamil dan dia berharap dengan kehamilannya ini, akan membuat Juno urung bercerai dengannya. Namun takdir berkata lain, ketika kehadiran masa lalu Juno yang juga sedang hamil anaknya, sudah mengubah segalanya.

Apa yang akan terjadi pada rumah tangganya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29. Pengakuan Juno

...☘️☘️☘️...

Beberapa menit sebelumnya, Juno datang ke taman hiburan sendiri. Setelah dia memerintahkan asisten dan sekretarisnya untuk mengurus beberapa pekerjaan yang mendesak sebelum ia pulang ke Jakarta.

Juno melihat putranya bersama dengan Dikta, tapi tidak ada Indira di sana. Juno pun mendekati putranya dan tersenyum hangat padanya.

"Hai nak!"

"Papa? Kenapa papa disini?" reaksi yang ditunjukkan oleh Devan berbeda sekali dengan reaksinya kemarin. Devan terkesan dingin dan cuek pada Juno.

"Lah? Kok kamu nanyanya gitu sih. Kita kan udah janji mau main bareng hari ini, tapi kenapa kamu ninggalin papa? Tadi papa ke rumah, kamunya nggak ada!" cetus Juno seraya mengelus kepala putranya. Devan langsung menepis tangan Juno dan menghindarinya.

'Kenapa Devan bersikap berbeda dengan sebelumnya? Apa aku sudah berbuat kesalahan?' tanya Juno dalam hatinya. Sebab, dia dapat merasakan perbedaan sikap Devan kemarin dan hari ini kepadanya.

"Aku nggak mau jalan-jalan sama papa, mending jalan-jalan sama Om dokter sama mama aja!" kata Devan ketus dan jelas, Juno merasa ada yang salah.

"Loh? Kenapa gitu nak? Kan Papa mau jalan-jalan sama Devan, kita belum pernah jalan-jalan bareng."

"Nggak usah deh Pa, mending papah main sama nenek cihil itu!"

"Nenek sihir? Siapa?"

"Nggak tahu! Datang-datang dia langsung marahin Devan sama mama. Nih papa lihat sendiri, pipi sama dagu Devan jadi luka gara-gara nenek sihir itu!" adu anak laki-laki itu seraya menunjukkan pipi dan dagunya yang tergores dan memperlihatkan warna merah.

"Siapa sayang? Siapa yang berani nyakitin Devan sama mama Devan?" tanya Juno dengan emosi, saat mendengar pengaduan dari putranya. Bahwa ada nenek sihir yang mengganggunya dan mengganggu Indira.

"Nggak tahu namanya! Tapi dia jahat, pokoknya nenek sihir!" ketus Devan kesal.

Lantas, Juno pun melihat ke arah Dikta yang tadi diam saja. Dikta yang paham dengan arti lirikan Juno, langsung berbicara.

"Istri anda yang datang."

Deg!

Mendengar kata istri yang dimaksud oleh Dikta, kontan saja kedua mata Juno melebar. 'Istri? Apa maksudnya Sheila?'

"Kemana mama kamu, Sayang?" tanya Juno pada Devan.

"Nggak tahu, tadi kecana!" seru Devan sambil menunjuk ke arah belakang restoran. Karena terakhir kali dia melihat mamanya dan wanita itu pergi ke arah sana.

"Saya titip anak saya," ucap Juno pada Dikta, walaupun sebenarnya dia enggan untuk menitipkan Devan pada pria ini. Pria yang jelas-jelas menunjukkan dia memiliki tujuan lain, berdekatan dengan Indira dan Devan.

"Tanpa anda suruh, saya akan selalu menjaga Devan."

Tadinya Juno ingin membalas ucapan Dikta padanya, tapi dia tahu bahwa ujung-ujungnya mereka akan berdebat. Maka dari itu, Juno pun pergi dari sana untuk menyusul Indira dan Sheila terlebih dahulu.

Tak lama kemudian, Juno sampai dibelakang restoran dan dia melihat sebuah pemandangan yang mencengangkan. Dimana Sheila benar-benar ada di sana dan dia baru saja menampar juga mendorong Indira sampai jatuh.

Wanita lembut yang selama ini ia kenal, bisa melakukan hal sekasar ini. Sungguh, dia tidak menyangka. Tapi, jika dia mengingat-ingat perlakuan Sheila saat emosi kepada Viola, dia jadi berasumsi sendiri bahwa sifat asli Sheila memang tempramental.

"Sheila! Apa-apaan kamu? Kenapa kamu pukul dan dorong Indira? Dan... kenapa juga kamu bisa ada di sini?" ucap Juno setelah dia membantu istri pertamanya untuk berdiri.

"A-aku...kesini karena aku kangen sama kamu, sayang. Makanya aku nyusulin kamu."

"Tapi darimana kamu tahu aku ada disini? Kamu bahkan nemuin Indira dan Devan?" cecar Juno dengan emosi, karena apa yang dikatakan oleh Sheila tidak masuk akal. Bisa-bisanya wanita itu tahu letak persis keberadaannya di sini.

"Terus kenapa kamu nggak bilang sama aku soal wanita kampung ini dan anaknya yang masih hidup? Apa aku bukan istri kamu? Sampai-sampai kamu menyembunyikan hal ini dari aku?" ucap Sheila yang mengalihkan pertanyaan Juno. Tatapannya tak akan menghakimi Juno dan Indira di sana.

"Jangan bicara yang nggak-nggak Shei. Kamu tahu benar, kalau aku berusaha menghubungi kamu selama di sini dan kamu di Bali. Tapi, udah satupun telepon dari aku yang kamu angkat kan? Kamu cuma hubungi aku saat kamu minta uang," kata Juno dengan ketus, tajam, yang tajamnya sampai menghunus ke dalam hati Sheila. Karena memang apa yang dikatakan Juno adalah fakta.

Indira menangkap sesuatu dari percakapan mereka berdua, bahwa intinya, rumah tangga mereka berdua tidak seharmonis saat mereka berselingkuh dulu.

"Aku memang kehabisan uang. Tapi itu bukan intinya sekarang. Kamu harus jelasin sama aku, tentang wanita kampung ini dan anak haramnya itu!"

Baik Indira maupun Juno tersentak kaget mendengar perkataan Sheila yang telah lancang mengatakan, Devan sebagai anak haram. Indira emosi, ingin kali dia memberikan pelajaran pada bibir Sheila. Akan tetapi, dia akan membalas Sheila dengan lembut.

"Astaghfirullah Mbak, tega sekali Mbak mengatakan itu kepada anak saya. Saya tidak masalah kalau mbak menghina saya, tapi tidak dengan menghina anak saya Mbak. Anak saya bukan anak haram," ucap Indira dengan terisak. Matanya terlihat berkaca-kaca, yang membuat Juno merasa bersalah.

"Hey! Diem kamu wanita ular. Barusan kamu bentak bentak aku, narik tangan aku. Sekarang berlagak menangis kamu hah!" sentak Sheila dengan emosi, dia berdecih dan tak percaya kalau Indira jago akting.

"Shei cukup! Devan bukan anak haram. Dia anak aku dan Indira yang masih berada dalam status pernikahan. Jangan pernah kamu berani menghina darah daging aku!" ujar Juno yang ternyata membela Indira dan Devan. Sheila sampai tidak percaya karena Juno yang selalu membelanya, sekarang malah membela Indira dan anaknya.

"Juno, kamu keterlaluan! Gimana bisa kamu membela wanita kampung ini dan anaknya!" ujar Sheila tak terima.

"Apa salah jika aku membela anak aku dan wanita yang masih berstatus sebagai istriku?" pengakuan Juno tentang status pernikahannya dan Indira, membuat Sheila dan Indira tercengang.

'Mas Juno... mengakui aku yang masih istrinya?' batin Indira tak percaya. Jika dulu, dia sama sekali tidak pernah mendapatkan pengakuan dari Juno yang selalu membahas kontrak pernikahan. Tapi sekarang, didepan Sheila, istrinya yang lain...pria itu mengakuinya sebagai istri.

"Sayang! Dia nggak mungkin masih istri kamu! Aku istri kamu satu-satunya dan Viola anak kamu satu-satunya!" teriak Sheila marah, disertai dengan air mata yang mengalir membasahi wajahnya.

Sorot mata Juno menggelap, dia pun berkata tegas. "Kamu harus terima, ini faktanya. Indira masih istri aku, karena aku tidak pernah menceraikan dia dan tidak akan pernah menceraikannya."

Indira melotot ke arah Juno, saat Juno mengatakan TIDAK AKAN PERNAH MENCERAIKAN DIRINYA.

****

1
Bagong
cinta kok selingkuh,,,,,, ngomong Ng sama tembok,,,,,,,,karena ketahuan busuk aja coba g za lupalah sama anak istri,,,,,,,otak sela,,,,,,an
Bagong
jg kembali pada lelaki yg mudah oleng g ada obatnya,,,,,
Ana Akhwat
Paling malas sama perempuan seperti Indira Udah tau cuma istri kontak tapi masih juga berangan angan setinggi langit 🤪
Diana Silaen
kasihan kamu Devan, padahal kamu anak yg baik dan nurut
Diana Silaen
mampus Lo Juno baru tau rasa ,di bohongin seorang jalang
Diana Silaen
anak orang diakui anaknya sendiri di buang dasar Juno bego
Diana Silaen
benar kata kakek nya Juno tolol viola itu bukan anknya juno
Siti Saodah
si Indira ngomong mau gugat cerai tapi,,cuman ngomong doang,,kalo iya mau cerei ,,daptarin dong
Siti Saodah
si Indira gak punya pendirian,,udah di sakiti sebegitu parah nya masih mau bicara sopan sama Mereka,,atau mungkin di hati nya masih cinta sama si Juno,,kalo iya dia adalah wanita Ter bodoh di dunia
Siti Saodah
jangan sampai si Indira balik lagi sama si Juno Thor,,meskipun anak alasan nya
Siti Saodah
heran sama si Indira katanya marah dan benci sama si Reno,,tapi kok masih panggil mas,,murahan banget dasar bego
Siti Saodah
kalo kamu punya harga diri mending kamu pergi aja,,biarin anak bandel itu sama bapak mya,,biar tau rasa nanti di siksa sama ibu tiri nya
Siti Saodah
kok gak ada karna nya untuk orang" yang jahat,,malah mereka hidup bahagia selama lebih dari 5 THN,,enak bener hidup mereka tanpa di hantui rasa bersalah
Siti Saodah
bener" gak ngotak kalo memang si Indira masih berharap sama si juno
Siti Saodah
semoga si Indira di perkosa rame rame sama orang suruhan si sela,,muak aku baca nya,,🙏
Siti Saodah
si Indira ini bego atau gimana,,udah di perlakukan seperti itu masih bilang cinta,, dasar gak punya harga diri
Siti Saodah
harus nya Indira sadar diri,,udah tau gak di anggap tapi masih berharap,,jadi jangan salahkan Juno,,kenapa gak mundur aja dari pada di sakiti terus menerus
Ros Yusmiasih
aku gak dukung....
Tutik Sekawan
Lumayan
Ria Lita
dasar si jonoooooo😁
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!