NovelToon NovelToon
Madu Pilihan Ibu

Madu Pilihan Ibu

Status: tamat
Genre:Poligami / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:205.9k
Nilai: 5
Nama Author: AniitaLee_

Tahun pertama pernikahanku bersama mas Abim kehidupan kami sangat harmonis dan bahagia, manakala diriku sudah mengandung buah hati dari cinta kita.
Tapi siapa sangka, tahun kedua pernikahanku di landa badai yang amat dasyat saat aku melahirkan seorang putri cantik yang justru di benci oleh ibu mertuaku yang menginginkan seorang penerus berjenis kelamin laki-laki.

Siapa sangka, diam-diam suamiku telah menikah dengan mantan sahabatnya. Yang merupakan wanita pilihan ibunya. Dan ibu mertuaku memintaku untuk menerima pernikahan kedua suamiku dan madunya itu.

Apakah yang harus aku lakukan? Bertahan atau melepaskannya? Ikuti kisahku..

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AniitaLee_, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sisi Lain

“Mas Abim! Ku mohon jangan ceraikan aku, beri aku waktu mas untuk menikmati kebersamaan kita yang sebentar ini mas!” ungkap Jenita sambil menangis tersedu-sedu.

Kedua tangannya mencengkram erat lengan Abim yang hendak pergi meninggalkan wanita berparas kebulean itu.

Siang ini Abim sengaja menemui Jenita untuk mengatakan, bahwa Abim ingin menceraikan Istri keduanya itu. Semalaman Abim sudah memikirkan, bahwa ia ingin membangun rumah tangga yang utuh bersama Inara. Hubungan dengan Jenita adalah sebuah kesalahan, Abim tak ingin semakin larut semakin dalam.

Bahkan jika ibunya tidak merestui hubungan mereka, Abim akan siap meninggalkan semua yang ia miliki sekarang demi hidup bersama Inara dan juga putrinya.

“Maksudmu apa Jen?”

“Aku sakit mas, aku sedang sekarat. Apa kamu tega membiarkan aku mati tanpa kebahagiaan?” Jenita menangis tersedu-sedu menjelaskan beban hidupnya.

“Sakit apa sampai buatmu bisa mati Jeni?” tanya Abim dengan nada melunak.

Jenita pun menyerahkan selembar surat hasil laboraturium rumah sakit kepada Abim. Reflek Abim membungkam mulutnya sendiri sambil menggeleng-geleng pelan seakan tidak percaya dengan apa yang ia baca.

“Apa tidak ada ruang sedikit pun di hatimu untukku mas? Kita sudah sering bersama, melewati waktu dan musim. Apa tidak cukup kesetiaan yang ku berikan untukmu? Bahkan aku rela jadi yang ke dua asal bisa berada di dekatmu sebelum ajal itu datang.”

“Jen, bukannya begitu.”

“Aku tahu aku ini hanya perusak, tapi di sini aku lebih mengenalmu lebih dari siapa pun. Maaf atas lukamu di masa lalu, dan aku kembali untuk menebus semua kesalahanku di masa lalu. Aku tahu, kamu juga mencintaiku kan mas Abim. Hanya sekarang pemilik raga dan hatimu saat ini adalah Inara. Aku rela berbagi dengan Inara, asal mas tidak menceraikan aku. Aku rela mas asal bersamamu sebelum mati!”

Tangis Jenita pun pecah seketika usai mengutarakan kesediaannya untuk di jadikan yang kedua oleh Abim asal suami sirinya itu tidak menceraikannya.

“Jenita, jangan bilang seperti itu.” Abim pun menghampiri Jenita dan memeluk erat istri keduanya itu.

“Biarkan saja mas, sudah sekarang mas pulang saja ke Inara. Biarkan aku sendiri di sini, aku bisa mengurus diriku sendiri. Aku juga tidak mau merepotkan ibu, karena ibu pasti panik kalau tahu aku sakit.”

“Tidak! Aku akan tetap di sini menemani dan merawatmu.”

Mata Jenita pun berbinar senang saat mendengar penuturan Abim barusan.

“Beneran mas? Iklas kan?”

“Beneran aku iklas, tapi Jen badanmu panas sekali?”

“Sudah ku bilang kan aku sakit mas.”

Jenita pun membuka blouse yang ia kenakan tepat di hadapan Abim. Dan pemandangan indah itu tak luput dari mata lelaki itu. Rupanya Jenita tak mengenakan apa pun di balik blousenya tadi.

“Ma ..mau apa kamu Jen?” tanya Abim gugup.

“Mengurangi panas mas, katanya kalau panas harus di buka kan bajunya.”

Abim pun memilih berdehem untuk menetralisir rasa gugupnya karena di suguhkan dengan pemandangan yang begitu menggoda. Sebelah tangannya mencoba memperbaiki celananya yang tampak sedikit menggelembung.

“Mas tolong ambilkan air hangat sama handuk kompres,” pinta Jenita memelas. Wajah wanita itu memang sedikit agak pucat.

Tanpa menyahuti, Abim pun berlari ke dapur ibunya untuk mencari barang yang di minta oleh istri keduanya itu. Setelah dapat, Abim langsung memakaikannya ke tubuh Jenita sesuai arahan wanita itu.

“Mas tolong lapin badanku ya mas, rasanya panas.”

“Baik.”

Bagai kerbau yang di cocok hidungnya, Abim begitu menurut apa yang Jenita bilang. Abim dengan telaten mengelap tubuh Jenita dengan dengan lap air hangat itu hampir ke seluruh tubuh wanitanya. Sedang Jenita nampak memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang Abim berikan.

Perlahan gairah Abim terbangun melihat Jenita yang menggeliat-geliatkan tubuh di hadapannya. Belum sesuatu yang menggantung bebas dan berpuncak pink itu minta di sentuh. Karena tidak tahan lagi Abim segera menerkam milik Jenita dengan rakus.

“Ah..pelan-pelan mas ngecupnya.”

Seolah mengabaikan pesan Jenita, Abim malah semakin kuat mengecup squisy milik Jenita dan meninggalkan tanda kepemilikan di sana.

Seolah tak ingin kalah dari Abim, Jenita pun berinisiatif memainkan milik Abim yang masih terbungkus kain dan mengeluarkannya.

“Kita saling muasin ya mas.”

Seolah mengerti apa yang Jenita katakan, Abim langsung mengganti posisi mereka. Kini Jenita berada di atas tubuh Abim terlihat asyik dengan mainannya begitu pula dengan Abim yang masih menyapu bersih area basah milik istri keduanya itu.

Setelah puas, Abim meminta Jenita mengubah gaya seperti yang selama ini mereka lakukan. Jenita dengan manja pun bergaya sambil menggoda Abim dengan desahan-desahan manjanya.

“Ahk..mas Abim!”

“Jen, ini yang aku suka! seret!”

Abim mulai memasuki Jenita dengan sekali hentak karena Jenita sudah sangat basah. Bunyi peraduan memenuhi kamar Abim yang tadinya juga di gunakan sebagai kamarnya bersama Inara.

“Jen, tubuhmu selalu membuatku menggila Jen, ah!”

Jenita semakin bergerak lincah di atas tubuh Abim sambil membusungkan dada sintalnya. Jenita merasa bangga bisa memuaskan hasrat Abim yang mungkin tidak bisa pria itu lakukan bersama istri pertamanya. Jenita sangat bisa merasakan itu.Terbukti mereka bisa melakukan hal itu berjam-jam tanpa jeda.

Kini gantian Abim memimpin permainan, mengeksplor wanita sexy itu semakin dalam hingga menciptakan desahan kenikmatan yang hakiki.

“Terus mas, terus. Mas Abim hebat!”

Abim semakin semangat menggempur Jenita habis-habisan. Peluh keduanya pun berjatuhan dan menjadi satu. Hingga saat keduanya hampir mencapai puncak kenikmatan yang hakiki sebuah suara sukses melunturkan gairah keduanya.

“Mas Abim! Jenita!”

Gerakan Abim di atas tubuh Jenita terhenti saat mendengar suara yang sangat ia kenal menegurnya.

“In...Inara?!”

Gairah Abim seketika surut, jantung Abim pun seperti berhenti berdetak, wajahnya pun memucat. Inilah hal yang paling Abim takuti jika tengah berhadapan dengan Inara di saat dirinya dalam keadaan memalukan seperti saat ini.

Sambil berlinangan air mata Inara tetap berusaha berkata dengan tenang. Bahkan sesekali tersenyum sambil geleng-geleng kepala ke arah pasangan mesum itu. Inikah yang namanya sahabatan? Ternyata sahabatan bisa main kuda-kudain di atas kasur. Batin Inara tertawa getir menyaksikan hal menyakitkan itu.

Namun sebisa mungkin Inara mengontrol amarahnya. Karena saat ini, ia tengah membawa bayi dalam gendongannya. Inara tak ingin bayinya itu mendengar perdebatan kedua orang tuanya.

“Tuntaskan dulu urusan kalian, setelah itu kita bicarakan hal memalukan ini secara dingin!”

“Ina....tunggu mas Inara, ini tidak seperti yang kamu lihat. Mas bisa jelasin semua ini Inara!” bujuk Abim sambil memakai pakaiannya dengan cepat untuk mengejar Inara yang lebih dulu turun ke lantai marah.

Inara hanya menatap sekilas dengan tatapan dingin tak seperti Inara sebelumnya. Tatapan wanita yang terluka namun tetap berusaha kuat. Sedangkan Abim hanya bisa meneguk salivanya berulang kali. Di atas kasur Jenita pun tersenyum smrik melihat kedatangan Inara.

Bersambung...

1
Erna Lubis
good jub
Nur Lela
luar biasa
Lee: Terima kasih sdah brkenan mampir di novel saya ya kak 🤗
total 1 replies
Yenisia Afila
sepertinya kerjaan papahnya bela
Ruzita Ismail
Luar biasa
Lee: Terima kasih banyak sdh brkenan mampir di kisah Inara ya kak 😍
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Happy Ending
Selamat buat Inara dan Indra pny anak kembar dan jelita
Atmita Gajiwi
/Determined//Kiss//Rose/
Lee: Terima kasih bnyak utk 🌟 limanya kak...sehat selalu serta lncar rezekinya...😘😍
Jika brkenan mau ampir jg di novel otor yg baru ya kak ..🤗
total 1 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Selamat inara udh hamil anak Indra
DinDut itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Wah Inara keren bs membunuh mereka yg telah membuat hidup nya seperti itu
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Ternyata Abian dan pak karno dalang di balik semuanya
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Pasti krj Abian tuh
Inara hrs mengusut sampai tuntas
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Buk Retno aja yg meninggal Indra jgn
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Jujur Ry takut novel sad ending kyk Gaby Kk bust
efridaw995@gmail.com
kapan bahagia nya Inara Thor masa mo di tinggal selama sama Indra
klo indra tidak selamat malas lanjut baca nya
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
aduh duh konflik blm selesai juga ya Kk
DinDut Itu pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Akhirnya Indra dan Inara unboxing juga
Buk Retno bnr2 pembuat masalah nih
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY: Iya Kk usahakan tamat biar fokus nulis novel baru
total 2 replies
🌻⃝⃟𝓜֟፝•ᴿʸ MENTARY
Pasti Bian yg bawa buk Retno sampai kesana
DinDut Itu Pacarku ngasih iklan
Lee: Makasih banyak ya Ry, maaf blum smpet mampir lg dkaryamu Ry.. 🙏
total 1 replies
Aerik_chan
support sistem dari suami dan keluarga sangat dibutuhkam
Aerik_chan
woylah sahabat macam apa itu, tidur seranjang...ini lagi praktek biologi apa???
Omah Tien
lasada suka gangu lg asik kalau mau kita bisa cari ko
Omah Tien
lasada bikin pusi
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!