anak remaja laki laki yang kehidupannya dibilang tak normal, jika anak seusianya akan merasakan bahagia sedih kecewa atau luka dan lainnya, namun dia malah tak merasakan apapun pada dirinya, kadang dia bertanya pada dirinya sendiri 'kenapa aku tak bisa hidup seperti mereka', hingga ia mengalami kecelakaan dan hidup ditubuh orang lain lebih tepatnya didunia novel, dia yang tak dapat merasakan apapun mendapat sebuah teman untuk pertama kalinya, yaitu sebuah sistem yang akan membantunya hidup didunia novel tersebut, akankah dia mendapatkan hidup yang dia inginkan
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
kepulangan dua kakak tanaka
disebuah apartemen dikawasan elit seorang remaja laki2 tampan tengah bersantai di balkon kamarnya yang ada dilantai atas, menikmati angin sore yang entah seperti apa rasanya yang dirinya tidak tau
Tin..tin..
Remaja itu mengalihkan perhatiannya ke bawah lebih tepatnya didepan apartemennya tampak seorang lelaki tampan nan gagah sedang melambaikan tangan kearahnya
remaja yang berada dibalkon yang tak lain adalah tanaka itu kini kembali memusatkan perhatiannya pada pemandangan yang tadi dilihatnya, mengabaikan lelaki yang didepan apartemen tanaka yang tak lain adalah leo itu kini merenggut kecewa
"haah~kapan aku bisa akrab sama kamu dek" batin leo meringis,
akrab? Tanaka saja selalu datar dan terlihat acuh bila berbicara, ia malah mengharap kan akrab dengan tanaka yang jelas2 berbeda dengan yang dulu, yang selalu mencari perhatiannya meski berujung makian namun tetap memperlihatkan senyum tulus yang tersirat kepedihan didalamnya
"tanaka!!!" teriak leo memanggil tanaka yang tampak sibuk melihat pemandangan lain
Tanaka yang mendengar namanya dipanggil pun menundukkan kepalanya yang dimana kini terlihat leo kembali melambaikan tangannya seolah meminta tanaka turun dan menghampirinya
Tanaka dengan santai berjalan keluar dari kamarnya untuk menemui leo, dan kini tanaka berdiri tepat didepan leo dengan tatapan datarnya yang biasa
Tapi fokus tanaka ada pada warna hijau diatas kepala leo
"apa itu zero?"
"oh..mungkin keahlian baru telah aktif tuan"
"keahlian apa?"
"tuan bisa mendeteksi orang2 disekitar tuan, apakah mereka jahat atau baik, dan saat ini kemampuan tuan hanya sebatas mengetahui mereka baik atau jahat, dan jika nanti nilai naik semakin tinggi, maka kemampuan tuan akan meningkat dan warna diatas kepala mereka yang tuan lihat akan berubah2 sesuai mood, jika hijau dia baik, jika hijau merah itu artinya dia kadang bisa baik dan bisa jahat, jika warna nya merah dia jahat, dan jika warna nya merah hitam maka dia sangat jahat, dan jika warna nya hitam penuh maka tuan harus segera menghindari orang itu, karna orang itu sangat berbahaya"
Leo mengernyit saat melihat tanaka menatap keatas rambutnya, leo meraba rambutnya dan tak menemukan apapun
leo melambaikan tangannya didepan wajah tanaka
"tanaka..!" seru leo yang kini dibalas tatapan datar dari tanaka
"ada apa kamu kemari?" tanya tanaka
Leo berdehem "ayah suruh jemput kamu buat pulang kemansion" ujar leo hati hati
"untuk apa?" tanya tanaka datar
"kak ficezo sama kak fiexo mau pulang kemansion dan katanya sampai nanti malam" ucap leo
"aku tidak bisa" ucap tanaka
"kenapa?" tanya leo kecewa
"aku bukan keluarga kalian" ujar tanaka datar
Leo mengepalkan tangannya tampak menahan emosi sekaligus sesak didalam hatinya
"bahkan sampai saat ini, kamu masih tidak mau menganggap kami keluarga dek" batin leo sedih
"kamu keluarga kami tanaka, apa kamu masih tidak memaafkan kami?" ucap leo
"aku sudah memaafkan kalian, tapi aku memang bukan keluarga kalian..jadi aku tidak ada urusan dengan keluarga kalian"
Leo kembali mengepalkan tangannya
"bisakah kamu pulang, sebentar saja" ucap leo dengan nada memohon
"tidak, dan sekarang kamu bisa pulang"
Tanaka berbalik dan hendak melangkah namun tubuhnya oleng saat leo menarik tangannya hingga tanaka menabrak dada bidang leo
Tanaka menarik tangannya hingga cekalan tangan leo terlepas "ada apa?" tanya tanaka datar
"pulang ya, sebentar saja...setelah menyambut mereka berdua kamu bisa pulang" ucap leo dengan tatapan memohonnya
Tanaka hanya menatap datar leo "baik, aku datang...tapi aku tidak pulang sekarang, aku akan datang nanti malam saja"
Setelah mengucapkan itu tanaka segera pergi dari hadapan leo dan kembali masuk keapartemennya
Leo menghela napas lega, meski tanaka tak ikut pulang sekarang tapi setidaknya tanaka hadir untuk menjemput dua kakaknya, pikir leo
Malam pun tiba dan tanaka bersiap berangkat menuju mansion veroze
Beberapa menit berlalu dan tanaka sampai dideoan mansion veroze, tanaka memarkirkan motornya lalu ia turun dan melepas helmnya, kemudian tanaka berjalan menuju pintu utama mansion
Tanaka membukanya lalu masuk dan dengan santai menuju sofa ruang tamu dan duduk disana tanpa mempedulikan orang disekitarnya
Keluarga veroze menatap tanaka senang karna anak itu akhirnya mau pulang kemansion meski sebentar
Diruang tamu saat ini antonio dan desyfa yang duduk disofa berdua, alex elaine leo dan tanaka, di sofa panjang lainnya ada zaga fandi kelvino ardian dan ferasya
Mereka semua menatap tanaka yang kini hanya sibuk memainkan hpnya
Tak berselang lama terdengar klakson mobil pertanda mereka telah datang
keluarga veroze berdiri lalu berjalan menuju pintu utama untuk menyambut mereka, kecuali tanaka yang tidak beranjak sedikitpun dari tempat duduknya
Keluarga veroze kembali keruang tamu disertai dengan senyum bahagia mereka
tiga orang duduk disofa tersisa sambil tersenyum bahagia lalu tatapan mereka jatuh pada remaja laki2 yang sibuk dengan hpnya
"ekhm...tanaka" seru leo mengalihkan perhatian tanaka yang kini langsung mendongak kearah leo dengan tatapan datarnya
"ada apa?" tanya tanaka
"kakakmu sudah datang, kamu harus menyapa mereka" bukan leo tapi elaine yang menyahut dengan nada lembut
Tanaka mengedarkan pandangannya kearah lain dan tatapannya jatuh pada tiga orang yang duduk disofa panjang
Tapi fokus tanaka ada pada seorang gadis yang tampak cantik anggun namun terdapat tatapan tulus dimatanya
Tanaka terus menatap gadis itu karna ia tampak familiar dengan gadis itu
"dia mirip dengan gadis itu" batin tanaka
"oh..selamat datang" ucap tanaka lalu kembali menatap hp ditangannya
Dua orang tampak mengepalkan tangannya melihat ke acuhan yang tanaka tampilkan
Ficezo dan fiexo kakak sulung dan kakak ketiga tanaka tampak menahan emosi melihat itu, mereka tidak suka melihat ketidak pedulian yang tanaka perlihatkan
"tanaka" seru leo
"ada apa?" tanya tanaka sambil menatap leo
"kamu ingat perempuan disamping kak ezo?" ujar leo dengan nada bertanya
Tanaka menggeleng yang membuat perempuan disamping ficezo tersentak kaget dan tatapan menyendu
"dia selina ayana, teman mu se waktu kecil" ucap leo
Tanaka menatap leo dan dengan mantap tanaka menggelengkan kepalanya
Keluarga veroze menghela napas sedangkan gadis bernama selina ayana itu semakin menatap tanaka sendu
"baiklah karna tidak ada urusan lagi, aku pulang" ujar tanaka lalu berdiri dari tempat duduknya
"tanaka!" seru elaine
Tanaka berbalik "ada apa?" tanyanya
"kamu belum makan kan, kita makan malam bersama ya.." ucap elaine berharap
"tidak, aku tadi sudah masak dan akan memakannya setelah pulang dari sini, jadi aku akan pulang sekarang" setelah itu tanaka benar2 pergi dari mansion
Selepas kepergian tanaka, suasana di ruang tamu menjadi hening, ada perasaan tidak suka dihati mereka semua
selina menatap pintu utama mansion dengan sendu "kamu sungguh tidak ingat padaku avi" batin selina sedih
namun mencoba tersenyum
Keluarga veroze tidak bisa berbuat apa2 saat melihat selina yang tampak menahan tangis
selina adalah anak dari sahabat alex dan elaine yang meninggal, kemudian selina dirawat dan hidup di mansion veroze
Dan Selina adalah teman masa kecil tanaka, sewaktu tanaka dibenci dan dijauhi oleh semua keluarganya tapi selina malah datang dan mendekati tanaka
Selina terus mendatangi tanaka meski ditolak, hingga tanaka mulai menerima selina sebagai teman, dan setiap harinya selalu bermain bersama dan kadang selina lah yang mengobati luka tanaka yang didapat sehabis disiksa oleh keluarganya
keluarga veroze yang tidak suka selina dekat dengan tanaka, melarang selina untuk bertemu tapi selina diam2 mencari tanaka, dan itu diketahui oleh keluarga veroze, dan berakhir tanaka yang dipukuli
keluarga veroze yang kesal pun lantas memisahkan mereka berdua, antonio dan desyfa membawa selina ikut ke landon, dan sejak itu tanaka dan selina tidak pernah bertemu
dan sekarang tampaknya keluarga veroze semakin menyesal, karna perbuatan mereka dulu, kini selina bahkan tak diingat sedikitpun oleh tanaka