NovelToon NovelToon
Hubungan Rahasia

Hubungan Rahasia

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Angst / Pelakor jahat / Suami Tak Berguna / KDRT (Kekerasan dalam rumah tangga) / Konflik etika / Tamat
Popularitas:54.9k
Nilai: 5
Nama Author: Afriyeni Official

Dinikahi Roylando yang hobi bermain judi dan berselingkuh, membuat hidup Tara penuh dengan penderitaan.

Tara terpaksa berjuang sendiri untuk menafkahi anak nya dan menghidupi keutuhan rumah tangga nya.

Dibalik kegelapan hidup Roylando ternyata masih banyak rahasia yang ia sembunyikan dari Tara.

Perlahan rahasia itu pun terungkap bersama kehadiran seorang pria misterius yang mengaku sebagai pengagum rahasia Tara.

Kehadiran pria itu dalam hidup Tara, mampu membangkit kan semangat hidup Tara yang nyaris putus asa.

Tara pun berhasil menguak seluruh tabir rahasia keluarga Roylando yang selama ini di tutupi.

Siapakah sebenar nya pria misterius itu? Bagaimana ia bisa tahu semua hal tentang Tara? Apa hubungan Roylando dengan pria itu?

Bagaimana cerita hidup Tara yang penuh tantangan dan dipenuhi intrik kejahatan dari seorang perempuan jahat bernama Karla dan seorang pria jahat bernama Dika?
Apakah Tara bisa selamat dari rencana pembunuhan yang di rangkai mereka berdua?

Cuss Baca....

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afriyeni Official, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pengakuan Dokter Adrian.

Flash back...!!!

Malam itu di ruangan Dokter Adrian.

Roy duduk diatas sofa tanpa sanggup mengangkat kepalanya. Sesekali ia masih meringis menahan perih bibirnya yang terkena pukulan Arya.

Dokter Adrian menatap putranya dengan sinar mata terlihat garang.

"Papa tak habis pikir, apa yang ada di otakmu. Apa kamu tak bisa mengontrol emosimu sedikit saja? Apa yang akan terjadi jika kamu menampar Tara? Kamu bisa kehilangan Tara dan Sania. Apa kamu terlalu bodoh? Tara bisa menggugat cerai denganmu dan mengambil hak asuh Sania!" bentak Dokter Adrian.

"Jangan lupa Roy, sebagian harta Papa sudah di wasiatkan untuk Sania. Kamu dan Marvel cuma berhak sepertiga dari hartaku. Sepertiga lagi untuk Arya. Dan selagi Papa hidup, wasiat itu bisa saja Papa ganti kapan pun Papa mau dan akan Papa berikan pada siapapun termasuk Tara!" nada bicara Dokter Adrian terdengar mengancam Roy.

Roy terhenyak dari duduknya saat mendengar ucapan Papanya. Ia tak menyangka, Dokter Adrian akan menyertakan Arya dalam hak waris kekayaan Papanya.

"Papa, Arya dia tak berhak atas harta Papa. Dia cuma anak angkat Papa!" jerit Roy tak terima.

"Diam! Selama ini Papa cukup sabar melihat kelakuanmu yang suka merendahkan Arya. Apa kamu pikir Papa tidak tahu, apa yang sering kamu perbuat padanya?" Dokter Adrian seketika naik pitam mendengar bantahan putranya.

"Papa harap kamu lebih dewasa dalam segala hal Roy. Kamu bukan lagi anak kecil. Kamu sudah menjadi seorang Bapak dari dua orang anak!" ujar Dokter Adrian.

Roy tak menjawab. Nafasnya terasa sesak menahan emosi saat Papanya membela Arya.

"Ingat, jangan sampai kamu menyakiti Tara sekali lagi! Jika itu terjadi Papa benar-benar akan mencabut hak warismu!" Dokter Adrian mengancam Roy lagi.

"Mengenai Arya, ada yang harus ku jelaskan padamu." Tiba-tiba mimik wajah Dokter Adrian seketika berubah muram.

Roy memandang Papanya dengan penasaran.

"Apa kamu tahu? Kenapa Mamamu meninggal?" Dokter Adrian menatap Roy sendu.

Wajah Roy seketika berubah sedih. Seraut wajah cantik dan ayu milik Mamanya samar-samar hadir di pelupuk mata Roy.

Sayangnya, Roy tak punya ingatan sama sekali tentang sosok Mamanya. Karna sejak berumur setahun lebih, Roy cuma di asuh oleh Mbok Sri dan baby sister. Yang Roy dengar, Mamanya sudah meninggal saat Roy berumur satu setengah tahun.

"Bukankah Papa bilang, Mama meninggal karna sakit?" ujar Roy dengan perasaan berkecamuk di dadanya.

Roy tak kuasa menahan kesedihan bila Papanya mengungkit perempuan yang tak pernah ia lihat sosoknya itu. Selama ini Roy cuma bisa lihat fotonya di album foto yang selalu tersimpan rapi di meja kerja papanya.

Tak banyak foto yang tersimpan di album itu. Cuma beberapa foto yang sudah terlihat usang. Papanya tak pernah memajang foto mama Roy sama sekali. Entah kenapa, Roy tak pernah bertanya.

"Sekarang dengarkan lah baik-baik ceritaku tentang Mamamu, agar kamu tak salah paham!"

Dokter Adrian kemudian duduk di hadapan Roy dan mulai bercerita.

"Mamamu memang sakit. Papa tak pernah tahu, kalau Mamamu menderita penyakit kronis. Saat itu Papa masih terlalu muda, seusiamu. Papa terlalu posesif. Mamamu sangat cantik, hingga Papa sering cemburu padanya." Dokter Adrian menarik nafas sejenak lalu kembali bercerita.

"Malam itu, Papa pulang larut malam dan melihat mamamu pulang di antar seorang pria. Papa tak mau mendengar penjelasan Mamamu sama sekali. Papa terlalu cemburu dan emosi. Papa lalu mengusir Mamamu pergi dari rumah." Ucapnya sedih.

Raut penyesalan dan perasaan bersalah tersirat di wajah Dokter Adrian.

"Setelah Mama pergi, Papa menyuruh Tomo untuk mencari pria yang mengantar Mamamu itu. Pria itu berhasil ditemukan Tomo setelah 2 Minggu kepergian Mamamu. Pria itu ternyata bukan siapa-siapa, Ia cuma menolong Mamamu yang waktu itu pingsan di jalanan sewaktu pulang dari pusat pertokoan."

"Bertahun-tahun aku dan Tomo mencari keberadaan Mamamu. Hingga suatu hari, aku bertemu Arya di sebuah panti asuhan. Wajahnya begitu mirip mendiang Mamamu. Saat Aku bertanya tentang orang tua Arya. Pihak panti asuhan membohongi ku kalau Arya mereka temukan di dalam sebuah mesjid. Entah mengapa hatiku begitu tertarik padanya, dan membawa Arya menjadikannya sebagai saudara angkatmu."

Dahi Roy langsung berkerut heran mendengar cerita Papanya. Namun Roy berusaha tenang mencoba menyimak kelanjutan cerita Papanya.

"Aku tak pernah putus asa mencari Mamamu. Meski umurku tak lagi muda. Aku masih berharap Mamamu masih hidup dan bisa berkumpul bersamanya lagi." Dokter Adrian melanjutkan ceritanya.

Wajahnya terlihat semakin murung dan kusam.

"Di hari pernikahanmu dan Tara, Arya kabur dari rumah. Aku pergi mencarinya ke panti asuhan tempat ia dulu di besarkan. Lalu pihak panti asuhan memberiku sebuah foto perempuan. Katanya itu foto ibu kandung Arya."

Bulir-bulir airmata mulai berjatuhan di wajah tua Dokter Adrian. Suaranya mulai terdengar serak.

"Perempuan itu katanya di usir suaminya dalam keadaan hamil muda dan menderita penyakit kronis. Perempuan itu meminta pihak panti asuhan untuk menutupi identitasnya hingga Arya dewasa. Lima bulan setelah melahirkan Arya, perempuan itu meninggal di panti asuhan. Dan apakah kamu tahu siapa perempuan itu?"

Dokter Adrian memandang putranya dengan wajah sedih dan nestapa.

Lidah Roy terasa kelu. Dia seakan tak mampu untuk berkata.

"Itu, itu tak mungkin!" ujar Roy ter bata-bata. Roy seolah tak percaya.

"itu tak mungkin. Papa bohong, Papa bohong kan? Mamaku sudah meninggal waktu aku kecil. Arya bukan adikku, bukan. Dia bukan adikku!" jerit Roy keras.

Roy tak bisa menerima kebenaran cerita Dokter Adrian.

Dokter Adrian menarik nafas berat dan menyusut airmata yang mengalir di pipi keriputnya perlahan. Lalu Dokter Adrian berjalan menuju meja kerjanya mengambil sebuah berkas dan meletakkannya di hadapan Roy.

"Papa sudah melakukan tes DNA Arya secara diam-diam tanpa sepengetahuannya. Kamu tak bisa mengingkari kalau Arya adalah adik kandungmu!" ucap Dokter Adrian dengan suara lantang.

Roy menatap berkas di hadapannya lalu membacanya dengan seksama. Roy jadi uring-uringan. Jakunnya naik turun menahan rasa yang berkecamuk di dadanya. Pikirannya jadi kacau balau.

"Aku tak percaya! Papa pasti memanipulasi tes DNA Arya. Agar aku tak bisa menuntut apa-apa dari Arya!" Roy meragukan tes DNA yang berada di tangannya. Dan menaruh berkas itu dengan kesal.

"Terserah, kamu percaya atau tidak! Papa lelah bicara denganmu!" bentak Dokter Adrian marah.

Sejenak Roy terdiam membisu.

Suasana diantara mereka terlihat sama-sama panas. Setelah sekian lama, amarah Papanya sedikit mereda, Roy kembali bertanya.

"Apa Arya tahu, kalau ia anak kandung Papa?" nada Roy terdengar mulai melunak.

"Papa masih belum siap untuk bicara jujur pada Arya. Papa harap kamu merahasiakannya dari Arya untuk sementara waktu." Ujar Dokter Adrian sambil memijit kepalanya yang terasa berat.

"Ya sudah lah, sudah hampir pagi. Papa lebih baik istirahat saja. Tak usah memikirkan masalah Roy dan Arya. Biar Roy besok minta maaf sama Arya. Roy mau ke kamar dulu. Roy mau tidur." Mendadak Roy bicara layaknya pria dewasa.

Dokter Adrian tertegun menatap wajah putranya itu.

"Roy pamit dulu." Ucap Roy lagi seraya beranjak pergi keluar kamar diiringi pandangan mata Dokter Adrian yang memandangi punggungnya dengan perasaan lega.

Dikamar Roy.

Roy menatap sebuah foto yang sudah terlihat lusuh yang berada di genggamannya dengan perasaan remuk redam. Sosok perempuan cantik dan ayu terlihat tersenyum manis di foto itu.

Perlahan Roy membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Sembari menatap foto itu dengan perasaan sedih. Butir-butir sebening kristal jatuh perlahan membasahi pipinya. Roy membelai foto itu dengan lembut.

"Mama, mengapa mama meninggalkan Roy? Roy kangen Mama. Roy rindu sama Mama."

Tak kuasa, Roy akhirnya menangis pilu. Sambil memeluk foto Mamanya erat.

Rasanya ia belum percaya jika Arya adalah adik kandungnya. Roy meragukannya, jangan-jangan ini hanya siasat Papanya agar Roy tak lagi bermusuhan dengan Arya.

Untuk saat ini, Roy terpaksa mengikuti keinginan Papanya agar ia tidak tersingkirkan dari wasiat Papanya. Roy tak rela jika harta Papanya jatuh ke tangan siapapun.

Suatu saat nanti hak waris dan Sania dan Marvel pasti bisa ia kuasai. Namun jika Papanya melibatkan Arya dan Tara masalahnya akan lebih rumit lagi. Belum lagi Om Tomo, adik papanya itu pasti juga tak'kan tinggal diam.

Jika Tara masuk daftar wasiat Papanya, Roy harus merebut hati Tara dulu agar rumah tangganya tetap bertahan. Hingga suatu saat nanti setelah ia mendapatkan semuanya, Roy akan menyingkirkan semua duri yang menjadi penghalang dirinya untuk menjadi milyader.

.

.

.

BERSAMBUNG

1
🪅D@ B®♓⛎♏
kasihan amat lu arya
🪅D@ B®♓⛎♏
iya tahu kamu Arya, tapi Arya mana /Facepalm/
🪅D@ B®♓⛎♏
mungkin aja Tara
✿^ MOj∀K❍ ^✿⁠
sudah ku duga
Mari_Mar
buset langsung di gas, kalau itu aku langsung kabur🤣
Mari_Mar
mulutmu Roy, pengennku remes, uda mabok, jual cincin kawin, emang nggak ada otak kang jumbok(judimabok) 🤧
Oma yeni*🦋: makasih udah mampir ya 🤭
total 1 replies
🪅D@ B®♓⛎♏
aku belum bisa move on dari novel ini thor, pengen baca lagi dan lagi
🪅D@ B®♓⛎♏
hajar brooo,,, Uber sampai dapet
🪅D@ B®♓⛎♏
lihat tuh Roy, bini lu di godain cwok lain. tau rasa lu kaan?
🪅D@ B®♓⛎♏
jangan pasrah, kamu harus berjuang. semangat tara
🪅D@ B®♓⛎♏
sial karena kamu nikah sama orang kyk gitu tara
🪅D@ B®♓⛎♏
coba aja, ku tampar balik nih /Panic/
🪅D@ B®♓⛎♏
kalau enggak gimana? Lo malah bikin bini Lo menderita
🪅D@ B®♓⛎♏
kasihan istri mu woyy... kakinya terluka tuh
🪅D@ B®♓⛎♏
heleehh.. bohong pasti tuh
🪅D@ B®♓⛎♏
tega sekali si Roy, cincin nikah di minta lagi /Panic/
mommy Fadillah
cerita bagus Bun😇 nyicil dikit🤭
Oma yeni*🦋: makasih udah mampir moms,, moga suka 🤗
total 1 replies
Almeera
Kereennnnnn banget
Oma yeni*🦋: makasih syg aku 🥰😘
total 1 replies
iqbal nasution
mantapp
Protocetus
jika berkenan mampir ya ke novelku Frontier
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!