NovelToon NovelToon
Dragon Warrior Pair

Dragon Warrior Pair

Status: tamat
Genre:Action / Fantasi / Petualangan / Kebangkitan pecundang / Iblis / Ruang Bawah Tanah dan Naga / Ahli Bela Diri Kuno / Mengubah Takdir / Budidaya dan Peningkatan / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:4.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Pena Bulu Merah

Dilarang Spam Promo!!!

Kagutsuchi Nagato [TAMAT]
Dragon Warrior Pair
Sweet Dragon
The Dawn [Kagutsuchi Nagato S2]
Legenda Takdir Ilahi

Dengan Takdir Ilahi di pundak ku.
Aku membasmi iblis dan menantang empat penjuru penguasa dunia.
Dengan membawa harapan dari lima diri seseorang, aku mendaki dan menggapai puncak dunia persilatan.
Takdir, cinta dan masa depanku.
Aku yang akan menentukannya.
Dengan dua pedang yang membara layaknya api, dan mengguncang bumi.
Aku akan memenuhi keinginannya.
Akan ku ukir sebuah kisah legenda bersamanya.
Kisah tentang pasangan pendekar naga!
Kisah lainnya sebelum aku dan lima kebanggaanku menantang dunia atas. Tempat Para Dewa!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pena Bulu Merah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

DWP 29 : Terungkap Identitas Pemilik Penginapan Pondok Kelapa

Jing Yang membasuh tubuhnya dengan handuk putih yang disediakan di kamar penginapan. Kemudian memakai kembali pakaian barunya.

“Permisi Tuan Muda...” Ketukan pintu kamar penginapan terdengar. Jing Yang segera membukanya dan melihat dua pelayan penginapan datang membawa makanan.

“Tuan Muda, silahkan dinikmati hidangan ini. Semoga masakan penginapan kami, sesuai dengan selera Tuan...” Kedua pelayan itu membungkuk dan menuangkan air putih ke dalam gelas.

Jing Yang memejamkan matanya tiga detik karena merasa seperti dilayani dengan baik. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dia berdoa terlebih dahulu sebelum menyantap hidangan yang ada didepannya.

Roh Sang Hitam mengamati Jing Yang dari atas dan tersenyum penuh makna karena Jing Yang terlihat mulai tenang.

Selesai menyantap makan malam. Jing Yang duduk di dekat jendela dan melirik sedikit kedua pelayan yang sedang keluar dari kamarnya.

“Guru, besok aku ingin menuju Kekaisaran Qing. Aku ingin mencari keberadaan Yueyue. Setelah aku menemukannya, kami berdua akan mencari keberadaan Nenek...” Jing Yang berkata pada Roh Sang Hitam. Terlihat dia telah membulatkan tekadnya.

“Kau sudah mulai tenang. Menurutku, aku ingin kau menemukan manusia yang bisa kau sebut sebagai Guru terlebih dahulu. Kita akan mencarinya sambil melakukan perjalanan.” Roh Sang Hitam terbang rendah dan mendekati Jing Yang.

“Jangan bersedih. Yakinlah jika kedua orang yang paling berharga dihidupmu itu baik-baik saja.” Roh Sang Hitam mengelus rambut Jing Yang.

Jing Yang tersenyum tipis dan memejamkan matanya. Telinganya bergoyang karena mendengar keributan di lantai bawah. Roh Sang Hitam membisikkan sesuatu pada Jing Yang.

“Delapan orang datang ke kamarku?” Jing Yang menaikan alisnya dan menatap pintu kamar penginapan yang tak lama di dobrak dengan paksa.

“Mana Hewan Buas yang menyerang Tuan Muda Chang Xuan?!” Teriak Pria berbadan kekar, sambil menatap Jing Yang.

“Itu dia! Anak itu!” Pria yang melempar dua gelas pada Jing Yang menunjuk-nunjuk sambil tersenyum menyeringai.

“Anak kecil ini?” Pria berbadan kekar menghampiri Jing Yang dan hendak mencekik leher Jing Yang namun tangan kanannya ditahan. Jing Yang memutar tubuhnya dan membanting pria berbadan kekar tersebut.

“Argh!” Pria berbadan kekar meringis kesakitan dan merapatkan giginya karena tangannya hampir patah.

“Aku berlebihan...” Jing Yang melepas kunciannya dan menatap sinis pria berbadan kekar tersebut.

“Keluar!” Jing Yang berteriak. Suaranya seperti petir yang menyambar delapan orang yang sedang mengganggunya.

“Keluar... keluar...” Pria berbadan kekar berlari dan meninggalkan ketujuh orang yang masih mematung dan berkeringat dingin menatap Jing Yang.

“Kalian masih ingin mencari masalah denganku, hah?!” Jing Yang melepaskan aura tubuhnya dan memukul udara namun pukulan auranya itu membuat ketujuh orang itu terpental menabrak dinding penginapan.

“Saat ini aku dalam suasana yang buruk. Jangan menggangguku!” Jing Yang menatap dingin ketujuh orang yang lari terbirit-birit meninggalkan kamar penginapan.

Perlahan Jing Yang membaringkan tubuhnya di ranjang dan mencoba untuk tidur. Saat ini dia tidak bisa tenang karena terlalu mengkhawatirkan Xue Bingyue. Malam yang panjang tidak membuat matanya memejam. Kepalanya menari-nari tidak bisa diam. Rasa letih dan amarah menyatu menjadi sebuah beban yang dipenuhi rasa kekhawatiran.

___

Keesokan harinya selesai sarapan pagi. Jing Yang memberi uang kepada pelayan untuk memperbaiki pintu penginapan yang rusak.

“Tuan Muda. Kami tidak berhak menerima uang ini. Kalau boleh, sebenarnya kami ingin Tuan Muda membantu kota kami...” Perempuan yang tadi malam tidak dilihat oleh Jing Yang berkata padanya.

“Bukankah kota pelabuhan ini damai dan aman-aman saja. Bahkan aku lihat banyak orang yang tertawa, tidak menunjukkan kesedihan...” Jing Yang menatap penduduk yang berjalan melewati depan Penginapan Pondok Kelapa.

“Sebenarnya...” Perempuan itu menceritakan kegelapan yang ada di Kota Xuedong semenjak Lin Song menjadi Ketua Pulau Salju Rembulan.

Satu tahun setelah Jing Yang berada di Tebing Dimensi Hitam. Pulau Salju Rembulan mengalami pergejolakan hebat. Menurut pemilik penginapan yang bernama Ning Mi. Walikota Kota Xuedong sebelumnya membantu pendekar perempuan dari Pulau Salju Rembulan melarikan diri. Salah satu lawan politiknya, memberitahu pada Lin Song beserta antek-anteknya.

Malam itu juga Walikota Kota Xuedong diancam oleh Lin Song. Kemudian Kota Xuedong menjadi tempat yang damai namun hanya dilihat dari luarnya saja. Karena ada larangan agar tidak berwajah murung atau sedih ketika berada di luar rumah.

Ning Mi memberitahu Jing Yang jika Walikota Kota Xuedong sebelumnya mengetahui nama sekte besar dan salah satu orang paling berpengaruh di Kekaisaran Jiang yang membantu Lin Song menguasai Pulau Salju Rembulan.

Mendengar itu tentu Jing Yang tertarik untuk membantunya. Namum masalah politik seperti ini dia tidak bisa selesaikan sendirian. Ini adalah masalah orang dewasa.

“Tuan Muda, sebenarnya aku adalah anak Walikota Shen Liu, Walikota Kota Xuedong sebelumnya...” Ning Mi memberitahu identitasnya yang sebenarnya pada Jing Yang dengan bisikan suaranya yang lembut. Kemudian tangan Ning Mi menarik Jing Yang masuk ke dalam sebuah kamar pribadinya.

Puluhan pelayan penginapan membungkuk dan melihat Ning Mi ingin menjamu Jing Yang sebaik-baiknya.

“Jadi namamu...” Setelah Ning Mi menutup pintu. Jing Yang berkata pelan sambil melihat Ning Mi yang duduk di tepi ranjang.

“Namaku yang sebenarnya adalah Shen Mi. Salah satu anggota keluarga Bangsawan Shen. Ibuku dan adikku disandera. Sehingga ayahku harus berpura-pura tetap menjadi Walikota Kota Xuedong. Walau sebenarnya yang berkuasa adalah Chang Feng. Kumohon, Tuan Muda, antarkan surat ini pada kediaman Bangsawan Shen. Mereka pasti akan mengetahui ini!” Shen Mi menunduk pada Jing Yang dan menangis. Jing Yang tidak tega melihat perempuan manis menangis dan tersiksa karena ulah Lin Song.

“Aku akan membantumu. Lagipula ada hal yang ingin kutanyakan pada Chang Feng.” Jing Yang memegang rambut Shen Mi dan mengelusnya, “Berdirilah. Aku akan membantumu, mulai sekarang jangan panggil aku Tuan Muda.”

Shen Mi menatap wajah Jing Yang sangat dekat. Kedua tangan Jing Yang memegang pundak Shen Mi.

“Namaku Jing Yang. Jadi jangan memanggilku Tuan Muda. Dan rahasiakan identitasku ini dari siapapun.” Jing Yang tersenyum tipis dan berdiri kembali.

“Salam kenal Jing Yang. Aku juga ingin kau menjaga rahasia identitasku ini...” Shen Mi menyeka air matanya sebelum menceritakan pada Jing Yang tentang kejadian kemarin malam.

Dua pelayan sengaja bersikap tidak ramah kepada Jing Yang karena mereka berdua tidak ingin Jing Yang terluka. Kebetulan saat Jing Yang membuka pintu masuk Penginapan Pondok Kelapa disana ada anak dari Chang Feng yang tak lain adalah Chang Xuan.

Jing Yang mengerti garis besarnya. Dia menerima surat dari Shen Mi dan melihat perempuan berparas manis itu mengambil sebuah peta.

“Ini adalah rute tercepat menuju Kota Shendong. Tuan Muda, maaf, Jing Yang, kau hanya harus melewati Kota Cunfei. Mungkin perjalanan ini akan sulit untuk kau lalui. Kumohon tolong aku. Akan kuberikan seluruh harta penginapan ini padamu, bahkan nyawaku ini!” Shen Mi kembali menundukkan kepalanya. Namun kali ini Jing Yang menahannya, sehingga Shen Mi hanya membungkuk.

“Kebetulan juga aku mempunyai urusan dengan orang yang bernama Chang Feng. Jadi jangan menundukkan kepalamu padaku, kita berdua telah berteman. Aku akan bergegas, semoga penyamaranmu tidak terbongkar.” Jing Yang menatap Shen Mi cukup lama sebelum membuka pintu ruang pribadi milik Shen Mi.

“Jing Yang, bawalah ini!” Setengah berteriak, Shen Mi mengulurkan tangannya, dari telapak tangannya terlihat sebuah kartu yang terbuat dari bahan perak. Di sampingnya terdapat ukiran emas dengan tulisan “Shen” dalam huruf besar.

“Ini...” Jing Yang menerimanya dan menatapnya sekitar sepuluh detik sebelum menaruhnya di saku.

“Jika kau bertemu dengan Kakekku yang bernama Shen An. Beritahu dia jika Mi‘er butuh bantuan!” Shen Mi menggenggam celananya sangat erat. Terlihat jika Shen Mi telah lama menderita.

“Shen Mi. Kemungkinan ini masalah yang lebih besar. Mendiang ibuku memiliki dua kakak. Aku memiliki firasat buruk pada kedua orang itu. Hanya saja aku tidak ingin menaruh curiga kepada mereka...” Jing Yang berkata lirih dan tersenyum tipis ketika melihat raut wajah Shen Mi yang terkejut.

“Jing Yang, apa kau...” Shen Mi tidak melanjutkan perkataannya dan menatap Jing Yang yang telah berjalan. Shen Mi hanya bisa berdoa yang terbaik untuk Jing Yang.

“Kota Cunfei...” Jing Yang memakai tudung hitam dan tersenyum tipis ketika sampai di luar penginapan.

Shen Mi dan pelayan penginapan membungkuk kepada Jing Yang, sambil melambaikan tangan, Shen Mi berharap Jing Yang dapat menolongnya karena dia tidak punya orang yang dapat dimintai pertolongan.

Jing Yang berjalan keluar Kota Xuedong. Setelah melihat-lihat dengan jelas, ternyata Pulau Salju Rembulan adalah tempat yang sangat indah dan kaya akan sumber alam. Hati Jing Yang serasa sesak karena tidak dapat melihat Xue Bingyue.

“Yueyue, Nenek, tunggu aku...” Jing Yang menatap Pulau Salju Rembulan dari pinggiran pantai Kota Xuedong.

Penduduk di Kota Xuedong terlihat bahagia. Namun jika dilihat dengan seksama, Jing Yang baru menyadari senyum palsu yang ditunjukkan penduduk kota.

“Benar-benar suasana yang basi...” Jing Yang menggumam pelan dan melewati dua penjaga yang menjaga gerbang kota.

“Berhenti! Jangan pikir kau dapat keluar kota ini dengan aman!” Salah satu penjaga melepaskan aura pembunuh kepada Jing Yang.

1
Ari Anto
I like
teguh andriyanto
mantab, chapter 224 masih 13 tahun, bisa sampe chapter 1500 ketika dia nikah dong...
teguh andriyanto
ini MC nya namanya diganti aja jadi Vijay, polisi India, yang datangnya selalu telat.
teguh andriyanto
bisa teleportasi kah? tau2 nyegat? kepok tengab /CoolGuy/
teguh andriyanto
belibet
teguh andriyanto
manusia serakah
teguh andriyanto
serah lu aja Thor, gue cm baca...
teguh andriyanto
keluarin aura terus, meningkat terus... lol
Shaiya_Eet
Aku terharuuuuuuuu /Cry/
Shaiya_Eet
Xue Rong, Xue Que...kita liat siapa diantara kalian yang duluan jatuh cinta sama Jing Yang /Tongue/
Shaiya_Eet
aduhhhh author tega, ga kasian apa ya ke Jing Yang, pas Yangyang ketemu, ehhhhh Yueyue nya ga kenal /Tongue/
Shaiya_Eet
Hayoooo Jing Yang Yueyue dan Ye Xiaoya, dua2nya adalah masa depan mu
Shaiya_Eet
ahhh mereka belum tau itu bukan cincin sembarangan /Grin/
Shaiya_Eet
Ketika ada narasi sosok anak perempuan yang imut, aku auto membayangkan sosok Ziyan.
Shaiya_Eet
/Facepalm//Facepalm//Facepalm/ Lingling bagus kamu luar biasa, memang begitulah caranya biar kesan pertama takkan terlupakan.
Shaiya_Eet
Saudari Ye Xiaoya dan Jing Yang
Shaiya_Eet
tumbuh dewasa dikit itu dah mulai tumbuh....
Shaiya_Eet
dan saat Jing Yang menanyakan kitab yang dua lagi, ku auto baca ulang, lah kok jadi enam. untung sang roh hitam mewakili ku /Tongue/
Shaiya_Eet
Hah...Lin Song kau telah mendidik anakmu menjadi tak punya hati, tunggu waktunya bagimu karena berkat campur tangan author kaupun akan mati ditangan anakmu sendiri.
Shaiya_Eet
Anak2 yang luar biasa hebat.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!