NovelToon NovelToon
Safira [Sugar Baby]

Safira [Sugar Baby]

Status: sedang berlangsung
Genre:Teman lama bertemu kembali / Teen / Selingkuh
Popularitas:24.9k
Nilai: 5
Nama Author: putrijawa

SPIN OFF Ayah Untuk Safira

Dihadapkan dengan kenyataan bahwa status dirinya merupakan anak rahasia, membuat Safira harus extra hati - hati untuk bersikap dengan seorang pria. Belum lagi sikap sang ayah yang seolah enggan menganggap keberadaannya. Semakin membuat Safira membenci sosok ayah biologisnya.
Beruntung Safira masih memiliki sosok laki - laki yang bisa ia jadikan sosok panutan. Laki - laki yang nantinya akan menjadi role mode nya untuk mencari tambatan hati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon putrijawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapture 29.

Safira terus menundukkan kepalanya seraya meminta maaf. Matanya sudah berembun dengan bibir yang bergetar menahan tangis yang siap pecah. Ia meraih ponsel milik orang yang ditabraknya dan langsung menyerahkan benda pipih itu tanpa berniat menatap si pemilik.

"Safira..."

Gadis itu baru mendongakkan kepalanya saat telinganya menangkap suara yang sangat familier baginya.

"Kamu kenapa ?" tanya Kaivan panik saat melihat Safira yang menahan tangis.

Safira langsung menubruk tubuh pria dihadapannya. Menumpahkan segala amarah dan rasa kecewanya pada dada bidang Chef tampan itu.

Untuk sejenak Kaivan tampak termenung. Lalu detik berikutnya, tangan pria itu mulai bergerak mengusap punggung Safira.

"Gak papa, Fi. Aku disini. Nangis aja sampek kamu puas kalo itu yang bikin hati kamu lega. Aku bakal tetep disini nemeni kamu." ucap pria itu masih setia mengusap lembut punggung gadis dalam pelukannya.

Safira terus menangis tanpa kata. Tubuhnya bergetar hebat dengan suara tangis yang terdengar pilu.

'Apa yang laki - laki perbuat sama kamu, Fi ? Kenapa kamu sampek sesedih ini ?'' tanya Kaivan membatin.

Tadi sewaktu Kaivan selesai bertemu dengan salah satu manager di Kafe tersebut, tanpa sengaja ia melihat Safira tengah berdebat dengan Arya. Meski ia tak mendengar apa yang mereka bicarakan. Namun Kaivan dapat menebak jika pria itu telah menyakiti hati Safira.

'Kenapa hatiku sesakit ini saat melihat kamu sedih, Fi ?' ucap Kaivan dalam hati.

Chef tampan itu semakin mengeratkan pelukannya. Tak bisa dipungkiri jika saat ini dadanya terasa sesak mendengar suara tangis Safira.

Perlahan Safira mulai mengurai pelukannya. Wajahnya masih tertunduk. Bahunya masih tampak berguncang dengan suara isak tangis yang belum juga surut.

"Aku anter pulang, ya ?" ajak Kaivan sambil menuntun gadis itu menuju mobilnya.

Tangan Chef tampan itu menggandeng erat tangan mungil Safira seolah takut jika gadis itu akan hilang dari sisinya. Ia bahkan memasangkan seatbelt pada Safira. Barulah setelahnya ia menuju kursi kemudi dan melajukan kendaraannya.

Kaivan melirik sekilas pada Safira yang masih menundukkan kepalanya. "Mau ke suatu tempat dulu ?" tanyanya berhasil mengalihkan atensi gadis tersebut.

"Kemana ?" tanya Safira dengan suara paraunya.

'Ya, Tuhan. Seberapa besar rasa sakit hatinya sampai dia harus mengeluarkan air mata itu ?' pekik Kaivan membatin.

Chef tampan itu memaksakan senyumannya. "Ke taman mungkin. Duduk sambil makan eskrim."

"Pengen makan kembang gula." sahut Safira membuat Chef tampan itu mengulas senyum simpul.

Tangan Kaivan terulur mengusap pipi Safira yang masih basah karena sisa tangisnya. "Jangan nangis lagi, ya. Aku gak suka liat kamu nangis, Fi." ucapnya membuat Safira mengangguk patuh.

Chef tampan itu mulai memfokuskan pandangan ke jalanan agar mereka cepat sampai tujuan.

Safira menatap ponselnya yang bergetar. Senyum kecut terbit diwajah gadis itu saat melihat sebuah pesan masuk dari Bima.

[Bima : Fia. Perasaan aku gak enak dari tadi. Gak tau kenapa. Tapi aku harap gak terjadi sesuatu sama kamu. Kamu oke 'kan ?]

Sejenak Safira memandangi pesan yang dikirim oleh pria yang dekat dengannya sejak beberapa tahun belakangan ini. Ia mengatur nafas terlebih dahulu baru mengetikkan balasan itu pria tersebut.

[Safira : Kamu selalu tau aku, Bim. Hati aku lagi sakit banget. Tapi belum bisa cerita.]

Safira kembali menghela nafasnya pelan. Dadanya kembali sakit saat mengingat kalimat yang dilontarkan sang ayah. Gadis itu kembali melihat ponselnya yang bergetar.

[Bima : Gak pa-pa, Fi. Take your time. Nanti kalo udah waktunya aku siap jadi pendengar yang baik untuk cerita kamu. Jangan sedih, ya , cantikku.]

Safira hanya tersenyum hambar. Ia sama sekali tak berniat membalasnya. Gadis cantik itu memilih memejamkan mata yang terasa begitu berat untuk dibuka.

***

Kaivan memandangi wajah lelap Safira. Sudah satu jam lebih gadis cantik itu tertidur. Bahkan saat Chef tampan itu berusaha membangunkannya, gadis itu hanya bergumam dan semakin menyamankan posisi tidurnya.

Chef tampan itu membuka jaketnya untuk menutupi tubuh mungil Safira. Ia juga telah mengatur posisi kursi lebih rendah agar gadis itu nyaman dengan posisi tidurnya. Di kursi belakang juga sudah terisi beberapa kembang gula dengan berbagai bentuk dan warna.

"Lebih baik gue kabari Pak Rendy aja. Mungkin yang dibutuhkan Fia saat ini memang istirahat." gumam Chef tampan itu sambil meraih ponselnya dalam saku.

Jarinya langsung mencari nama pemilik Resto tempatnya bekerja dan mendialnya. Cukup lama nada sambungan terdengar hingga sebuah suara disana menyapanya.

[Selamat sore, Chef.]

"Selamat sore, Pak Rendy. Maaf karena saya harus menghubungi anda di waktu seperti ini." ucap Kaivan sungkan.

[Ah, tidak masalah, Chef. Kebetulan saya juga lagi senggang. Ngomong - ngomong ada keperluan apa sampai Chef menghubungi saya.]

Kaivan berdehem pelan. "Begini, Pak Rendy. Saat ini saya sedang bersama Nona Safira. Tadi saya tidak sengaja bertemu dia di daerah hotel Paradise Night. Sepertinya saat ini suasana hatinya sedang tak baik. Dia tad--"

[Apa sekarang Safira tertidur ?]

Pertanyaan yang terlontar dari pengacara ternama itu membuat kening Kaivan mengerut heran.

"I-iya, Pak." sahut Chef tampan itu ragu. Dari tempatnya Kaivan dapat mendengar helaan nafas berat keluar dari mulut Randy.

[Saya akan kirimkan alamat rumah saya. Saya minta tolong agar Chef mau mengantarkan putri saya pulang. Nanti akan saya sampaikan pada istri saya tentang keadaan Safira.]

"Baik, Pak Rendy. Saya akan antarkan nona Safira pulang." sahut Kaivan.

Chef tampan itu mengakhiri panggilannya. Ia menatap lagi gadis cantik yang masih betah dengan tidurnya.

"Apa kamu selalu begini, Fi setiap kali punya masalah ?" gumam Chef tampan itu memandang lekat wajah ayu Safira.

Kaivan melihat ponselnya saat mendengar suara notifikasi dari pesan masuk. Setelahnya pria tampan itu langsung melajukan mobilnya menuju kediaman keluarga Safira.

Dua puluh menit setelahnya, mobil yang dikendarai Kaivan sampai di pelataran rumah orang tua Safira. Petugas yang berjaga di dekat pintu gerbang langsung membiarkan mobil itu masuk setelah pria tampan itu menyebutkan namanya.

Kaivan keluar lebih dulu. Di depannya sudah ada wanita berkerudung dengan gamis cantik melekat ditubuhnya tengah menyambut kedatangannya.

"Assalamualaikum, Bu Risa." ucap Kaivan pada Risa.

"Waalaikumsalam, Chef." sahut Risa seraya tersenyum. Lalu pandangan wanita itu beralih ke dalam rumah. "Zein..."

Pria yang dipanggil oleh Risa pun keluar. Ia menatap pemuda yang tampak berdiri di depan kakaknya. "Kenapa, Kak ?"

"Tolong angkat Fira ke kamar."

Mendengar ucapan sang Kakak membuat pria itu sedikit bingung. Namun saat ia melihat pemuda dihadapannya membuka pintu mobil, barulah Zein paham maksud kakaknya.

"Dia kenapa ?" tanya Zein pada pemuda itu.

"Mungkin kelelahan." sahut Kaivan canggung.

Zein langsung mengangkat tubuh keponakannya dan langsung membawanya masuk.

"Mari masuk, Chef."

"Em, maaf Bu Risa. Saya masih ada urusan lain yang harus saya selesaikan." tolak Kaivan halus.

"Kalo gitu terima kasih, Chef karena sudah menemani dan mengantar putri saya. Hati - hati di jalan." ucap Risa memaklumi

"Sama - sama, Bu Risa. Saya permisi dulu." pamit Chef tampan itu.

Risa masuk ke rumahnya setelah memastikan mobil yang dikendarai Kaivan melewati gerbang rumahnya. Pikirannya sedikit terusik dengan keadaan putri semata wayangnya.

"Arya. Apa yang kamu lakukan pada Safira ?" gumam Risa.

1
SarSari_
wuaaahh udah cntik, pinter, lulusan termuda...yg dapetin hatinya safira yakin deh bruntung bngt
cimownim
Safira ketemu siapaa???
MARDONI
Cerita tentang Safira yang harus menghadapi kenyataan sebagai anak rahasia dan sikap ayahnya yang tidak mengakui keberadaannya sungguh menyentuh hati. Namun, adanya sosok laki-laki yang bisa jadi panutan dan role modelnya membuat cerita terasa penuh harapan. Semangat terus untuk karya ini, penasaran banget dengan kelanjutan perjuangan dan pencarian tambatan hati Safira! ✨
MARDONI
Lucu banget melihat Safira yang biasanya santai sampai berdandan khusus buat Bima. Reaksi Rendy juga khas banget sebagai papa yang protektif 😂 Tapi bagian paling manis jelas saat mereka sudah duduk di restoran. Bima yang terus menggoda Safira, Safira yang balik meledek Bima, sampai akhirnya mereka saling menggenggam tangan… suasananya benar-benar romantis dan bikin senyum sendiri.
꧁☆ ⃟⃟Lybu•°Achaa♡ hiatus
Kalo aku jadi Safira kayaknya ngga bakal sekuat itu dehh ngadepin semua cobaan yg dia alami.Masih punya ayah tapi orang itu gaada.Kalo aku sih udah milih buat pasrahh aja ngga kaya dia yg masih kuat.
putrijawa: Safira kuat karna bundanya juga kuat😁
total 1 replies
Hunk
Di keluarga barunya pun ayah nya dah punya anak. Sedih banget.
Hunk
Ibu adalah yg terbaik
MARDONI
hati Safira kelihatan banget nggak nyaman tiap ketemu Arsena 😭 padahal Mamih sama Papih Arsena baik banget. Tapi pas Kaivan datang bawa iga bakar terus Safira langsung senyum cerah itu kerasa beda banget suasananya. Arsena yang ngeliatin dari jauh sambil cemburu tuh bikin deg-degan juga 🥹
putrijawa: takut ada perang ya?
total 1 replies
Izmie kim💜
dua kemungkinan sih cowok lebih banyak pertimbangan kalau di tolak dia takut hubungan yang dulu baik malah akan jadi gak enak aja
Izmie kim💜: nah gitu makanya laki-laki kalau suka sama temen selalu mikir mikir dan nahan dulu kalau mau nembak 🤭
total 2 replies
Izmie kim💜
heh safira anak kandungnya bukan kaya kamu woy
putrijawa: sabar pemirsah
total 1 replies
cimownim
jarang banget dapet papah Sambung sebaik itu😍
SarSari_
lah Adit nih gak update apa gimna sih 😂
putrijawa: gak ada yg tau tentang kemampuan Safira😁
total 1 replies
Indira Mr
Anak nya aku udah gede.. 😂😂😂
putrijawa: halo tante.. anaknya ganteng yaa 🤭
total 1 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Susah yaa jadi anak yg gak bisa marah2 ke org tua😔 padahal kelakuan mereka kadang di luar nurul🤦
putrijawa: bener. apalagi punya sifat gak enakan😔
total 2 replies
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Ayah tukang boong nih
Rensᴛ⑅⃝ˢ🐈
Selamat ulangtahun ya Safira 🍰
putrijawa: walaupun sudah lewat, tapi trima kasih 🤭
total 1 replies
LOL #555
hah , itu bukan ayah sambung nya kan ?🧐
MARDONI
Safira kelihatan ceria banget di dapur sama Chef Kaivan, apalagi pas dia antusias banget soal masakan. Terus bagian Bima yang chat sambil bercanda soal “calon CEO” itu bikin senyum sendiri. Tapi kalimat terakhir yang tiba-tiba ada orang bilang “takdir ingin mempersatukan kita” itu bikin deg-degan banget 😭
SarSari_
betul , Safira mah cewek mahal...
Izmie kim💜
takut juga ya ngadepin laki-laki kaya gitu setau aku makin di tolak makin gencar mending kita jaga jarak perlahan aja
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!