NovelToon NovelToon
Cinta Yang Tertukar

Cinta Yang Tertukar

Status: tamat
Genre:Anak Kembar / Diam-Diam Cinta / Tamat
Popularitas:60.2k
Nilai: 5
Nama Author: Nety purbasari

Dara dan Gadis adalah saudara kembar identik yang terpisah sejak kecil, Nasib mereka sangat berbeda. Dara tumbuh dikeluarga yang sederhana sedangkan Gadis, ia tumbuh dikeluarga yang bergelimang harta. Gadis mempunyai calon suami bernama Valen Bramanta dan Dara, Ia hanya mempunyai teman Azka. laki laki yang sering membuatnya kesal. Suatu hari tanpa sengaja Dara bertemu dengan Gadis mereka kemudian bertukar posisi. Dara menjadi Gadis dan Gadis menjadi Dara, Bagaimanakah kisah percintaan mereka? Akankah mereka bertukar pasangan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nety purbasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersesat

Dara tidak mengerti, kenapa Valen salah mengenali dirinya? Apa sebelum pergi Valen tidak bertemu dengan Gadis? Suami macam apa Valen? ia bahkan tidak bisa membedakan istrinya dengan orang lain.

Meskipun Dara adalah saudara kembar Valen, tapi tetap saja Dara adalah orang lain bukan istrinya sendiri.

"Aku tahu, kamu pura pura jadi Dara karena kamu tidak mau pergi menemaniku keperkebunan. Benar begitu,?" Tanya Valen, ia seakan akan menyalahkan Dara.

"Keperkebunan?" Dara mengulangi ucapan Valen.

"Iyaa..Semalam aku sudah bilang kita akan pergi keperkebunan bersama karyawan dan teman teman satu kantorku, tapi pagi ini kamu menghilang dan kamu mengirim pesan untukku, kamu bilang kamu mau kerumah papa." Valen menjelaskan panjang lebar.

"Aku...." Walaupun Valen tidak percaya padanya, Dara tetap tidak ingin berpura pura menjadi Gadis. Ia bersikeras mengatakan pada Valen kalau dirinya adalah Dara, tidak perduli Valen percaya atau tidak.

"Diperkebunan itu pemandangannya indah, udaranya juga sejuk. Kamu pasti senang pergi kesana. Gadis, please...ikut aku keperkebunan." Bujuk Valen dengan suara yang lembut, suara yang mampu menggetarkan hati Dara.

"Baiklah." Dara akhirnya luluh karena bujukan Valen.

Maaf Gadis, lagi lagi aku harus menyamar jadi dirimu. Bukan salahku jika suamimu salah mengenali aku, Bukan salahku juga jika suamimu tidak percaya kalau aku ini Dara. Lagi pula, kapan lagi? aku bisa pergi keperkebunan berduaan dengan Valen.

Batin Dara, ia sama sekali tidak merasa bersalah.

Valen sangat senang karena Dara mau ikut dengannya, tidak sia sia ia membohongi Dara dengan berpura pura salah mengenali orang.

Valen menjalankan mobilnya, Senyum manis yang tidak lepas dari bibirnya. Valen menggunakan mobil pribadi untuk pergi keperkebunan yang berada diluar kota, jaraknya lumayan jauh.

Valen tidak ikut bis yang sediakan perusahaan untuk dirinya dan juga karyawan diperusahaannnya.

Valen tahu akan banyak situasi yang tidak mengenakan jika ia ikut bis yang disediakan perusahan, entah itu para wanita yang berusaha mencari perhatiannya atau perlakukan istimewa yang ia dapat sampai sampai membuatnya risih.

Perjalanan masih panjang, Valen melirik Dara yang tampak melihat keluar jendela. Wanita itu terlihat menikmati pemandangan alam diluar sana.

"Sayang..."

Panggilan Sayang Valen membuat Dara bahagia hatinya berbunga bunga, tapi ia segera menepis rasa itu karena ia sadar Valen mengira dirinya adalah Gadis dan kata kata sayang itu juga ditunjukan Valen untuk Gadis bukan untuk dirinya.

"Ada apa?" Dara menoleh kesamping.

"Tidak ada apa apa, aku cuma mau bilang. Aku sayang banget sama kamu." Ucap Valen sambil memegang tangan Dara.

Dara buru buru menarik tangannya yang dipegang Valen. Seperti biasa jantungnya berdetak kencang saat ia berada diposisi yang terlalu dekat dengan Valen, terlebih lagi Valen mengucapkan kata kata manis yang begitu indah terdengar ditelinga.

Dara memegangi dadanya, ia menarik nafas lalu menghembuskannya berlahan lahan.

"Sayang, kamu kenapa? Kamu sakit?" Melihat Dara memegangi dadanya, Valen jadi merasa khawatir.

"Aku tidak apa apa." Dara menjadi gugup, ia langsung menurunkan tangannya yang semula memegangi dadanya sendiri.

"Kamu jangan ngomong terus, fokus menyetir saja." Sambung Dara dengan jantung yang masih berdebar.

"IYA SAYANG.." Valen sengaja mengoda Dara, Valen tahu Dara jadi gugup dan salah tingkah usai ia memanggilnya dengan sebutan sayang.

"Aku mau tidur." Dara memejamkan matanya, ia mencoba tidur meskipun sebenarnya ia sama sekali tidak mengantuk.

Lebih baik ia berusaha untuk tidur dari pada ia mendengarkan ocehan Valen yang membuat hatinya bergetar, Baru beberapa menit saja Dara sudah tertidur.

Valen menghentikan mobilnya, ditatapnya Dara yang sedang terlelap tidur.

"Dara, aku tidak tahu. Kenapa takdir mempertemukan kita? Jika kita tidak bisa bersama."

Valen membelai rambut Dara, dengan penuh kasih sayang. Valen mendekatkan wajahnya pada wajah Dara. Ia ingin mencium bibir Dara, tapi mendadak Dara membuka matanya. Valen buru buru menjauhkan wajahnya agar menjauh dari wajah Dara.

"Apa kita sudah sampai?" Tanya Dara dengan muka yang terlihat masih mengantuk.

Valen tidak menjawab, Dalam hati ia bersyukur karena ia belum sempat mencium Dara, Seandainya ia sudah melakukannya. Dara pasti marah marah, perempuan itu pasti menganggap Valen adalah laki laki playboy yang jahat. Sudah punya istri, tapi masih saja menyentuh perempuan lain.

Valen kembali menjalankan mobilnya tanpa mengeluarkan satu patah katapun, kelihatannya ia kesal karena Dara terbangun dari tidurnya.

🍀

🍀🍀

🍀🍀🍀

Dara dan Valen akhirnya sampai diperkebunan, bis yang membawa karyawan perusahaaan Valen pun sudah sampai.

Valen membukakan pintu mobil untuk Dara, ia mengulurkan tangannya. Dara meraih tangan Valen lalu keluar dari mobil itu, Sontak saja para karyawan Valen yang baru turun dari bis langsung memandang kearah Dara

Mereka memandang sambil berbisik bisik, sebagian mengatakan Dara cantik dan tampak serasi dengan Valen. Sebagian lagi mengatakan Dara tidak pantas untuk Valen.

Bisik bisik itu membuat Valen sedikit kesal, ia tidak suka karyawan karyawannnya membicarakan Dara.

Dengan senyum yang mengembang dibibirnya Valen memperkenalkan Dara pada karyawan karyawannya, ia melakukannya agar mereka berhenti membicarakan Dara.

Dara merasa tidak enak, Bagaimanapun ia bukanlah istri Valen. ia seakan seperti seorang penipu yang sedang membohongi orang.

lagi pula, kenapa juga Valen harus memperkenalkan ia pada karyawan karyawannya. Valen seolah bangga dan bahagia mempunyai istri seperti Gadis.

Dara canggung dan serba salah sendiri, tapi Valen seolah tak bisa membaca pikiran Dara. Pria itu malah asik ngobrol sambil menggenggam tangan Dara.

Dara mulai jengah, mendengarkan Valen menyapa dan bicara dengan karyawannya. menyadari hal itu Valen menyudahi obrolannya yang tidak penting dan terkesan banyak basa basi itu.

Valen mengajak Dara berkeliling perkebunan, karyawan karyawan Valen juga ikut pergi. Dara sangat bahagia menikmati pemandangan alam dan udara sejuk.

Valen masih setia menggandeng tangan Dara, perkebunan itu sangat luas mereka jalan jalan sampai lupa waktu bahkan mereka terpisah dari rombongan karyawan perusahaan Valen.Valen tersenyum senang dalam hati ia bersyukur karena bisa berduaan saja dengan Dara.

Tiba tiba langit mendung, hujan turun deras. Suara petir menyambar nyambar. Dara dan Valen segera berlari meninggalkan tempat itu, namun sialnya mereka berdua malah salah jalan.

Dara dan Valen berlari kearah menuju hutan, Dara dan Valen berteduh disebuah rumah tua yang sepertinya sudah tidak berpenghuni.

"Sayang, sepertinya malam ini kita tidak bisa pulang." Ucapan Valen membuat Dara takut saja.

"Apa??" Wajah Dara terlihat takut.

"Kamu lihat sendiri hujannya deras, jalanannya juga gelap." Valen sengaja menakut nakuti Dara, agar Dara bertambah takut lalu mendekat padanya.

"Valen, sepertinya kita salah jalan." Dara melihat kekanan dan kekiri, ia melihat tempat itu seperti dipinggir hutan. Suasanya sepi dan mencekam.

"Iya kamu benar, seharusnya tadi kita belok kanan bukan belok kiri." Valen mengutuki kebodohannya, bagaimana bisa ia salah jalan. Mungkin karena panik jadi ia asal lari tanpa memperhatikan jalanan.

Suara petir kembali terdengar. Dara mendekati Valen, saking takutnya tanpa Dara sadari ia memeluk Valen dari samping.

"Aku takut, kita tersesat." Dara seperti ingin menangis.

Dara yang biasanya tomboi serta pemberani mendadak jadi penakut dan cengeng.

"Jangan takut, ada aku." Valen merasa senang karena Dara memeluknya. Sungguh aneh ia sedang tersesat. bukannya sedih atau cemas. Valen justru senang bisa berduaan saja dengan Dara.

Valen kemudian mengajak Dara masuk kedalam rumah tua tempat mereka berteduh. semula Dara menolak, tapi karena tidak mau ditinggal Valen sendiri. Dara pun mengikuti langkah kaki Valen.

Rumah itu terlihat kotor, mungkin karena sudah lama rumah itu ditinggalkan oleh pemiliknya.

"Valen, yakin kita menunggu disini?" Dara memegangi lengan Valen, Dara tidak ingin jauh jauh dari Valen.

"Terpaksa, kita tidur disini." Sikap Valen yang pasrah dan tidak mau berusaha membuat Dara kesal.

"Aku tidak mau, aku mau lari saja sampai bertemu jalan yang benar." Dara tidak ingin bermalam dirumah tua itu. Dalam keadaan seperti itu, bisa bisanya Valen berpikir untuk tidur. Dara yakin, ia tidak akan bisa tidur dirumah tua itu.

.'Gadis, jangan nekat kamu. Diluar hujan, gelap." Bentak Valen.

"Aku tidak perduli." Dara ingin pergi dari tempat itu, tapi dengan gerakan cepat Valen memeluk Dara dari belakang sehingga Dara tidak bisa lari dan berbuat apa apa.

1
Dian Denelle
Buat novel baru lagi dong
Dastan khalifa
bikin cerita baru lagi dong
Aman Wijaya
mantul Thor lanjut updatenya
Nety Purbasari: Udah tamat 😊 Makasih ya udah baca novel aku 💕
total 1 replies
Dastan khalifa
udah tamat ya
Wulan
Luar biasa
Alenaya faraza
lanjut thor
Lastri diah
udah lama engga up date
Jelita
kapan up lagi, buruan lanjut dong
Lastri diah
bersambung lagi 😌 Nunggu up nya lama
Dian Denelle
kapan up date lagi
Dastan khalifa
Author up nya seminggu sekali klamaan
Anto D Cotto
lanjut, crazy up thor..
Nety Purbasari: Makasih udah baca novel aku 😊
total 3 replies
Anto D Cotto
menarik
Dastan khalifa
buruan up lagi
Nenk putry
bodoamat
Nety Purbasari: Makasih udah baca novel aku 😀
total 1 replies
Jelita
Azka ngeselin
Nanda
kalau up 1 bab pasti 2 Minggu lagi baru up lagi
Nety Purbasari: Aku udah up date lagi, kelamaan ya 😊
total 1 replies
Dastan khalifa
jangan lama lama up nya
Nanda
suda lama aku nunggu up-nya tapi blm keluar juga
Nety Purbasari: Aku udah up date lagi 😊
total 1 replies
Lastri diah
lagi asik baca bersambung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!