NovelToon NovelToon
My Sweet Enemy

My Sweet Enemy

Status: tamat
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / One Night Stand / Playboy / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:58k
Nilai: 5
Nama Author: Rey

"Apa yang terjadi dengan kamu dan cucuku adalah hal yang tidak bisa dianggap sepele. Kalian berdua harus segera menikah."

"Tapi, Nek. aku tidak mau menikah dengan cucu nenek yang playboy itu."

"Bagaimana jika kamu hamil anak dari cucuku karena kejadian malam itu?"

Lana tidak bisa berkata apa-apa. Kejadian satu malam yang terjadi antara dirinya dan Noah membuat dua orang yang saling membenci itu harus hidup dalam satu ikatan pernikahan.

Lana yang sangat membenci Noah karena sepak terjang Noah yang seorang playboy selama ini. Pun dengan Noah yang menganggap Lana bukan gadis yang benar karena pernah melihat Lana menerima uang dari pria paruh baya.

Pernikahan yang seharusnya adalah hal yang bahagia bagi pasangan kekasih, tapi tidak bagi mereka.

Bagaimana mereka akan menjalaninya? Dan apakah mereka akan menemukan arti sesungguhnya dari suatu hal yang sakral, yaitu pernikahan?

Selamat membaca dan semoga jatuh cinta sama ceritaku.

IG : rinitri_87

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rey, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu Musuh Lama

Lana dan Bruno tampak mendelik saat melihat Noah yang duduk di atas motornya sembari menyesap rokoknya ada di depan rumah Lana.

"Noah untuk apa ke sini?" gerutu Lana lirih.

"Itu Noah, 'Kan? Untuk apa dia ke rumahmu?" tanya Bruno heran.

Lana yang baru turun dari mobil Bruno dengan cepat didatangi oleh Noah. "Lana, ayo ikut aku." Tangan Noah pun dengan cepat menggandeng tangan Lana dan membawa Lana berjalan ke arah motor Noah.

"Noah, tunggu!" teriak Bruno dan dia pun berlari untuk menghalangi jalan Noah.

"Minggir! Kamu jangan menghalangi jalanku!" seru ketus karena Bruno sudah ada di depan Noah.

"Kamu ada urusan apa sama Lana? Jangan memaksa dia seperti itu!" Bruno tampak marah melihat Noah menggandeng tangan Lana.

"Memangnya kenapa kalau aku menggandeng tangan Lana? Kamu bukan kekasihnya! Jadi, kamu jangan ikut campur!" seru Noah tak mau kalah.

"Aku memang bukan kekasihnya, tapi kamu juga bukan kekasih Lana. Jadi, jangan menggandeng seenaknya!" Bruno terlihat sedang menantang Noah.

Lana memang bukan kekasih Noah, tapi Lana itu istri Noah. Andai Bruno mengetahui hal itu.

Lana yang melihat perdebatan kedua lelaki di depannya itu menjadi takut. Takut jika Noah dan Bruno akan berkelahi. Ini sudah malam dan ini di kampung tempat tinggal Lana yang padat penduduk.

"Kalian berdua jangan membuat keributan di sini. Bagaimana kalau sampai tetanggaku mendengarnya? Aku bisa diusir." Lana mencoba membuat keadaan lebih tenang.

"Lana, aku mau kamu membantuku mengerjakan esaiku? Makannya kamu ikut aku ke rumahku sebentar." Noah seolah memberinya isyarat lewat matanya.

"Esai? Bukannya tugas itu sudah selesai?" Lana menggerutu pelan.

"Apa kamu tidak bisa meminta bantuan orang lain? Kamu kaya raya, dan kamu bisa membayar seorang guru les untuk mengajarimu," tandas Bruno kesal.

"Terserah aku mau meminta bantuan siapa! Lana mahasiswi yang pandai dan aku yakin tugasmu akan mendapatkan nilai yang baik. Lana, kita pergi sekarang." Noah menarik tangan Lana.

"Jangan mau ikut dengannya, Lana." Bruno mencoba menarik tangan Lana.

Noah langsung memberikan sekali lagi isyarat dari matanya, seolah Noah sedang mengancam Lana lewat tatapan matanya.

"Bruno, sebaiknya kamu pulang saja karena aku mau membantu Noah mengerjakan tugasnya. Bagaimanapun juga, Noah adalah cucu dari majikan di mana bibiku bekerja. Aku tidak mau membuat bibiku nanti terkena masalah." Lana mencoba mencari alasan yang tepat.

"Ayo, Lana!" Noah menggandeng tangan Lana sampai mereka sekarang berada di atas motor.

Bruno hanya bisa terdiam di tempatnya melihat Noah membawa pergi Lana.

"Brengsek! Awas kamu, Noah. Aku tidak akan membiarkan kamu mengambil Lana dariku, dengan cara apapun, aku akan menjadikan Lana menjadi milikku." Tangan Bruno mengepal erat.

Lana yang dibonceng oleh Noah tampak menunjukkan wajah kesalnya. "Pegangan, Lana!" seru Noah karena tangan Lana malah bersidekap.

"Tidak mau!" jawab Lana ketus. Lana itu kesal karena Noah bisa-bisanya menjemputnya di rumahnya. Lana takut jika pernikahan mereka diketahui orang lain, apalagi Bruno tadi ada di sana.

Tiba-tiba Noah menghentikan motornya sampai terdengar suara decitan antara ban motor dan tanah.

"Aduh!" Kepala Lana seketika membentur pada punggung Noah. "Noah! Kamu gila, ya?" Lana pun memukul punggung Noah.

"Makannya pegangan! Susah sekali diberitahu!" Tangan Lana menarik kedua tangan Lana untuk melingkarkan pada pinggangnya.

Lana pun menurut saja dari pada nanti dia dibuat terpental dari motor sama Noah.

Di sepanjang perjalanan, Lana hanya terdiam sembari memeluk pinggang Noah. Noah di dalam helm besarnya menunjukan senyum miringnya.

Beberapa menit kemudian, motor Noah memasuki halaman rumahnya. Dia pun menyuruh Lana segera turun dari motornya. Lana turun, tapi Noah malah kembali pergi dengan motornya.

"Apa coba maksudnya si Noah itu? Dia membawaku pulang, tapi dia malah pergi!" Lana menghentakkan kakinya kesal.

Noah ternyata pergi ke club malam seperti biasanya untuk minum-minum. Entah apa yang sudah membuat hatinya kesal.

"Baby!" seru seorang gadis yang tiba-tiba memeluk Noah dari belakang.

"Hei! Lepaskan!" Noah dengan cepat melepaskan pelukan tangan gadis itu. "Rose? Kenapa kamu ada di sini!" Noah melihat kaget pada gadis yang ada di depannya.

"Aku sedang menghadiri pesta ulang tahun kekasihnya Roy dan aku senang sekali bertemu sama kamu, Sayang. Aku kangen sama kamu." Sekali lagi gadis itu memeluk Noah.

"Lepas, Ros! Aku mau pulang saja kalau begitu." Noah melepaskan pelukan gadis pemilik mata biru itu.

"Noah, kenapa kamu selalu menghindariku? Aku kangen sama kamu. Kamu tau, aku ingin sekali kita bisa seperti dulu." Gadis bernama Ros itu ingin memeluk Noah sekali lagi, tapi dengan cepat ditahan oleh tangan Noah. "Sayang," ucap Ros heran.

"Aku sudah memiliki seorang kekasih yang aku cintai. Aku akan menikah dengannya," terang Noah yang terpaksa berbohong karena dia tidak ingin berurusan dengan Rose lagi.

"Tidak mungkin! Kamu pasti berbohong sama aku, Noah. Sayang, Roy tidak akan mengganggu kita lagi. Aku masih mencintaimu, Noah." Sekali lagi gadis itu memaksa, bahkan ingin mencium Noah.

"Hentikan, Ros!" Noah yang reflek malah mendorong gadis itu.

Kakak Rose yang ada di sana pun akhirnya melihat kejadian itu. Dia segera berlari ke arah Noah dan Rose. "Ada apa, Rose?" tanya pria bernama Roy.

"Tidak apa-apa, Roy. Ini bukan urusan kamu." Rose mencoba mendorong Kakaknya.

Roy melihat pada Noah yang berdiri di sana. Pun dengan Noah yang menatap Roy tajam. "Si brengsek ini lagi yang sudah membuat kamu menangis!"

Roy seketika melayangkan tinjunya, tapi Noah dengan cepat dapat menangkis pukulan Roy. Akhirnya terjadilah baku hantam di antara mereka berdua. Teman-teman Roy yang ada di sana pun ikut mengeroyok Noah.

Para penjaga club malam yang melihat hal itu akhirnya melerai mereka semua.

"Noah, kamu tidak apa-apa, 'kan?" tanya Rose yang terlihat khawatir pada Noah.

"Aku sama sekali tidak mau berurusan denganmu lagi!" Noah berseru marah pada Rose.

Noah keluar dari club malam itu dengan wajah memar. Dia memacu motornya menuju ke rumahnya.

Noah membuka pintu kamarnya dan dia melihat Lana sedang tidur dengan nyenyak.

"Brengsek! Aku sudah mencoba menghindar dari keluarga gila itu, tapi kenapa malah bertemu dengan mereka?" Noah menjatuhkan tubuhnya bersandar pada sofa.

"Noah? Kamu baru pulang?" Lana tiba-tiba terbangun karena mendengar suara Noah.

"Aku minta maaf sudah membuatmu terbangun. Tidur lagi, sana!" seru Noah malah kesal pada Lana.

Lana menyikap selimutnya dan beranjak dari tempat tidur. "Kamu kenapa, Noah? Apa kamu habis berkelahi? Em! Bau minuman." Lana seketika menutup hidungnya karena mencium aroma minuman dari tubuh Noah.

"Sudah, kamu tidur sana! Argh!" Noah melepas jaket dan kaos oblongnya dengan wajah merintih kesakitan.

"Kamu kenapa selalu membuat masalah sih, Noah?" Lana berjalan pergi dari sana.

1
Nur Adam
lnjut
Rey: lanjut di novel dengan judul Cinta Yang Terlupakan, Kak.

aku sudah up..Terima kasih
total 1 replies
Defi
lihat judulnya ngeri - ngeri sedap thor, semoga Noah gak amnesia kasihan Lana
Defi: semangat othor, masih mantapin hati ini
total 4 replies
Defi
semangat othor
Defi
nah kan Nick itu Arsen berarti dia sudah tahu tentang Noah yang adik beda Ibu
Aya Hadad
Ok 👌 ditunggu selalu 👍😘😘🙏
sella surya amanda
next
Hanisah Nisa
lanjut
Defi
siapa itu yang menabrak Noah, Disya kah 😱.. semangat othor
Nur Adam
lnjut
sella surya amanda
lanjut
riyani
noah...🫢
𝕊𝕚𝕥𝕚 𝕄𝕒𝕣𝕚𝕪𝕒𝕥𝕦𝕟
haduch
Defi
Haha.. Sasa agresif ya Nang.. Syukurlah kalian bisa berjodoh ikut Noah dan Lana
Defi
Disya ini sungguh mengerikan 🫣😡
Defi: siluman thor bukan lagi hantu #eh 😂
total 2 replies
Defi
Noah tahu aja dan memberi kesempatan kepada Paman Arya untuk bisa melindungi Tante April 😂
Rey: Biar paman Arya dapet jodoh. Kasihan dia
total 1 replies
Hanisah Nisa
biarlah...lama jumpa dengan...Nick....last sudah kan ...Nick ..di sana....lagi pun Nick adalah lelaki yg baik ....kesian juga dia ....
Rey: iya, Nick pria yang baik. Hanya saja nasib cintanya yang gak baik
total 1 replies
Nur Adam
lnjjt
sella surya amanda
lanjut
Nur Adam
lnjut
Defi
Lana pergi mencari kebenaran untuk dirimu Noah. semoga saja Mama Disya mau bekerja sama dengan Lana agar Disya dan Ayah tirinya sadar perbuatan mereka merugikan orang lain
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!