Sean Aldev arlots. cowok yang di cap nakal Di sekolah. terpaksa menerima perjodohan dengan Agatha Evelyn. sang ketos di sekolahnya. Agatha sering menghukum Sean karena kenakalannya.
namun ia tak pernah menyangka bahwa ia akan di jodohkan dengan cowok yang sering dihukum olehnya.
pernikahan siswa sma pun dilakukan secara rahasia. banyak cobaan Dan badai yang menghadang pernikahan Dini kedua orang tersebut.
apakah mereka mampu bertahan tanpa bercerai?
novel by IZANANTEROS
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DnieY_ls, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
part 29
Setelah membuka acara kini semua murid berkumpul mengelilingi api unggun. Mereka mengadakan acara bakar bakar.
Semua asik membakar makanan masing masing, ada yang membawa marshmello ada juga yang membawa jagung untuk di bakar. Mereka saling membantu satu sama lain.
"Bu saya gak kebagian jagung bu". Teriak salah satu siswa.
"Saya juga bu!"
"Saya juga!"
Bu Rika mendekat lalu mulai menghitung siapa saja yang belum terbagi makanan.
"Lima orang? Ada lagi yang belum kebagian?".
Tiba tiba rian mengacungkan tangannya ke atas. " saya juga belum kebagian lho bu". Ujar rian.
"Yang benar kamu?" bu Rika memastikan. Dia menatap curiga pada satu anak didiknya yang lumayan bandel itu.
"Iya bu, astaga. Ibu gak percayaan banget sama saya, mentang mentang saya sering bohong". Ujar rian.
"Ya lagian tampang kamu kayak pembohong sih, jadi ibu ragu". Jujur bu Rika membuat rian cemberut.
"Ada lagi?"
"Saya juga belum kebagian bu".
Sean dan Jonathan mengangkat tangannya berbarengan. Mereka belum kebagian jagung juga, baru marshmello nya saja.
"Segitu? Gak ada lagi?"
Mereka kompak menggeleng. Bu Rika lalu berlalu dari sana untuk membawa jagung buat yang belum kebagian. Dia pun mengambil delapan buah dan membagikannya satu satu.
Agatha sibuk dengan bakaran nya. Gadis itu membulak balik jagung yang di pegangnya. Setelah di rasa matang dia pun mengangkatnya dan membiarkannya dingin sembari menunggu jagung milik temannya matang. Supaya di makan bersamaan.
"Anjing! Jagung gue gosong cok". Rian menjerit. Mengagetkan semua orang yang tengah sibuk itu. Kompak mereka menoleh pada asal suara dan tawa keras pun terdengar.
Mereka menertawakan jagung yang tengah di pegang rian, warna nya hitam pekat tidak ada kuning kuningnya sedikit pun. Sontak mereka tertawa melihat nya.
"Anjir. Lo bakar nya gimana sih? Sampe mirip muka lo gitu, hebat".cibir Sean mengejek.
"Bangsat lo!"
Rian mendelik, lalu menatap lesu pada jagung yang masih di pegang nya. Dia pun melihat ke samping di mana jonat yang dengan sombongnya memakan jagung bak slow motion.
Dengan cekatan dia menyerobot jagung itu dan membelahnya tanpa izin. Membuat jonat sontak mengumpat kesal.
"Akh bangsat! Balikin anjir" pekik jonat keras.
Rian mengacungkan jari tengahnya lalu berpindah duduk ke samping siswa paling ujung. Takut tiba tiba di serobot oleh temannya.
Setelah acara bakar bakar mereka melanjutkan menatap bintang bersama. Malam ini begitu terang dari malam biasanya, banyak bintang yang bertaburan.
Di bawah kibaran bintang di langit seluruh warga camping saling bercerita. Mereka berbagi cerita satu sama lain dari yang konyol sampai yang horor.
"Nih gue juga punya cerita". Seluduk jonat tiba tiba.
"Apa ceritanya?"
"Jadi ini kejadian waktu gue balik dari bioskop setelah nonton film azab kubur."
"Tapi kok lo gak tobat tobat setelah nonton film azab?" celetuk seorang siswi.
"Lagi proses. Udah lo diem jangan banyak tanya dulu". Sewot jonat.
Siswi tadi mendengus, namun tak urung untuk mendengar cerita lanjutan jonat.
"Terus gimana?"
"Sampe mana tadi?" tanya jonat lupa dengan cerita nya.
"Sampe balik dari bioskop".
Jonat mengangguk. "nah waktu di perjalanan nih gue kebelet bener, gak bisa di tahan. Sebenarnya gue nonton gak sendiri bareng dua temen gue". Lanjut jonat melirik Sean dan rian.
"Tapi mereka pulang duluan, kita juga gak searah. Nah karena Udah gak tahan banget gue berhenti tuh di wc umum dekat kebun terlantar kalau gak salah".
"Nah pas gue masuk tiba tiba gue merinding, sampe bulu kuduk gue berdiri semua anjing. Kayak ada yang ikut gitu, gue buru buru lah tuh selesain."
"Tapi pas gue buka pintu lalu keluar, di situ gue boleh dan-"
"DARR!"
"Anjing!"
"Astaga!"
"Monyet!"
Umpatan demi umpatan terdengar saat rian tiba tiba berteriak. Mereka sontak mengelus dadanya terkejut, sedang pokus pokus nya mendengar cerita malah di kagetkan.
"Hahaha anying serius amat. Lo pada percaya sama cerita dia?" tanya rian menghentikan tawanya.
"Kaget anjay. Lo mau bikin orang jantungan hah?!" murka seorang siswi.
"Kalau gak jantungan lo mati dong". Balas rian.
"Iya rian lo bikin orang kaget aja." cibir siswa lain nya.
Rian mendengus kesal. Merasa jika mereka terlalu di bawa suasana. "Gitu aja baper". Gumamnya.
"Sudah anak anak besok di lanjut lagi ceritanya. Sekarang kalian tidur supaya besok tidak kesiangan."
Perintah pak reka membubarkan seluruh perkumpulan di sana. Mereka masuk ke tenda masing masing untuk beristirahat, mempersiapkan tenaga untuk acara besok.
jadi kalau kalian tanya kenapa di ulang, itu murni keteledoranku ya, mianhe guysss. love you all