Season 1
Kisah cinta segitiga antara Celia, Kevin, dan Alex.
Celia : bertemu kembali dengan Kevin, cinta pertamanya, di kantor yang sama. Dia yang dulu biasa saja kini berusaha mendapatkan hati Kevin.
Kevin : meski awalnya mencintai wanita lain, dia akhirnya memilih Celia.
Alex : tipe yang lain di mulut lain di tindakan. Saat kecelakaan merenggut nyawa Celia, dia menerima misi dari dewa untuk mengembalikan roh Celia.
Siapa yang pada akhirnya menjadi cinta sejati Celia?
------------------------------------------------------
Season 2
Kisah cinta dari anak-anak pasangan Season 1
-------------------------------------------------------
Selamat membaca 😊
Baca juga (masih on going)
*Beautiful Sad Days with You
*What's Wrong with Love
*Love in Disguise (hiatus dulu)
*The Dragon Shifter
*Her Second Life
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee.ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Di Malam Hujan 1
Kevin menuntun Sandra keluar dari mobilnya. Kondisi wanita itu belum pulih sepenuhnya tapi memaksa pergi ke makam neneknya. Perjalanan jauh ke pelosok daerah menghabiskan waktu paling tidak satu jam. Untungnya mereka sudah sampai saat hari masih sore.
"Maaf aku merepotkan kakak. Aku rindu sekali pada nenek. Biasanya saat aku sakit, nenek selalu ada merawatku dan membuatkan bubur. Jadi saat kemarin sakit, aku merasa benar-benar sebatang kara dan mengenaskan."
Kevin tidak tega mendengarnya. Dia tahu rasanya. Dia pernah berada di posisi Sandra. Oleh karena itu, dia berusaha menghibur wanita itu. Salah satu caranya dengan mengantar dia ke makam neneknya. Meski lelah karena urusan pekerjaan, Kevin tetap rela mengantar dia bolak balik.
Aku janji ini yang terakhir kalinya, besok hari dinasku yang terakhir di kota ini, aku akan kembali ke pelukan Celiaku tersayang.
Sandra berjongkok di tepi makam sang nenek. Dia memunguti bunga yang sudah layu dan menggantinya dengan yang baru. "Maafkan Sandra, karena baru datang hari ini. Sandra sakit dan tidak ada yang merawat. Biasanya nenek selalu menemani di samping tempat tidur. Membuatkan bubur lalu menyuapi Sandra. Sandra kangen nenek. Mengapa nenek harus pergi meninggalkan Sandra sendirian? Sandra tidak punya siapa-siapa selain nenek."
Kevin meremas bahu Sandra. "Kamu harus tabah, jangan membuat nenekmu sedih di alam sana. Life must go on. Percayalah, waktu lambat laun akan menyembuhkan lukamu."
Sandra menepis tangan Kevin. "Kakak tidak berada di posisiku saat ini. Kakak punya seorang saudara, bahkan harta kekayaan peninggalan mendiang keluarga. Sementara aku tidak memiliki siapapun, aku bahkan tidak punya atap untuk melindungi kepalaku."
Ucapan Sandra memang benar dan langsung menusuk hati pria itu. Dia berdiri lalu beranjak pergi. "Maafkan aku. Aku terbawa emosi. Aku tidak bermaksud melukai kakak."
"Kamu mungkin butuh waktu pribadi dengan nenekmu. Aku tunggu kamu di mobil."
Sandra menatap punggung Kevin yang mulai menjauh. Jadi seperti ini rasanya saat aku meninggalkanmu di rumah sakit. Mengapa rasanya perih sekali?
"Apa yang harus Sandra lakukan, nek? Dia satu-satunya milikku yang tersisa dan dia sudah memilih wanita lain."
Bagaikan mendapat jawaban dari neneknya, petir mulai berbunyi di langit. Awan hitam tebal merayap cepat menuju area pemakaman. Tampaknya hujan lebat akan segera turun. Sandra ingat setelah pemakaman juga turun hujan lebat. Dia dan rombongan pelayat terpaksa menepi ke rumah warga terdekat dan minta ijin menginap karena kondisi jalan yang tidak bisa dilalui.
Aku tahu apa yang harus kulakukan. Aku tidak akan berakhir sebatang kara jika ini kulakukan.
Dia membuka pintu mobil dan mengajak Kevin pulang. Belum sampai lima menit perjalanan, tetesan air menyerbu dengan ganas.
Kevin masih bisa melaju meski harus ekstra hati-hati dan merayap pelan. "Apa jalanan di depan kita bisa longsor?"
Sandra menatap tepian hutan di sebelah kirinya. Jika mereka masuk ke hutan maka mereka akan tersesat. Hujan dan kegelapan akan memperburuk kondisi sampai mereka terpaksa harus berhenti. Saat mereka berhenti hanya Tuhan yang akan tahu apa yang akan terjadi di antara mereka.
"Kurasa kita harus mencari alternatif jalan lain. Aku khawatir jalan di depan kita longsor."
Sandra menunjuk arah hutan. "Aku pernah lewat sana sekali. Tapi tidak terlalu ingat jalannya. Yang pasti, jalannya lebih stabil."
Kevin tidak berpikir dua kali dan memasuki hutan. Dia tidak tahu kalau dirinya sedang menuju ke lubang iblis.
pertama...bahkan kl boleh jujur q tidak pernah merasakan yg jantung berdebar,dag dig dug dll.ygdinarasikan org sdg jatuh cinta dintiap novel yg kubaca..ini yg kubaca mendramarisir apa q yg tdk beruntung😂😂😂😂