NovelToon NovelToon
To Be Protagonis

To Be Protagonis

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Trauma masa lalu / Cintamanis / Romansa Fantasi
Popularitas:101k
Nilai: 5
Nama Author: Iin permata

Vivian yang kembali mengulang waktu begitu bahagia, serasa mendapatkan durian runtuh.
"Aku akan menjauh, bahkan takkan menampakkan diriku lagi dihadapanmu Alexander Smith" Ucap vivian penuh tekad
Tapi bagaimana jika takdir malah mendekatkannya dengan pria yang ingin dijauhinya itu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin permata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Vivian kini tengah berada di dapur cafenya, dia bingung harus membuat apa, karena ini adalah antaran makan siang terakhirnya , hari ini genap 92 hari Vivian menjalani kontrak kerjasama yang mengharuskannya mengantarkan makan siang untuk Alex, Vivian bahkan menambahkan bonus dua hari biar Alex tidak komplain ada bulan yang sampai tanggal tigapuluh satu.

"Setelah hari ini, aku tidak perlu mengantar makan siang dan bertemu dengan Alex lagi, jadi aku akan membuat makan siang yang special untuknya" Ucap Vivian riang mulai mengumpulkan bahan-bahan.

"Bos , ada telpon, katanya namanya Malvin, katanya anda mengenalnya, dan ingin berbicara dengan anda" Ucap Silvi mengabarkan Bosnya Vivian.

"Malvin? Kok dia tidak menelpon saja ke handphoneku ya?" Ucap Vivian heran "Baiklah aku akan menerima teleponnya, kamu teruskan saja lagi pekerjaanmu"

"Hallo"

"Hallo, Vivian syukurlah suaramu terdengar baik-baik saja" Mendengar suaranya, Vivian meyakini itu adalah suara Malvin

"Kenapa Malvin seperti malah mengkhawatirkanku dan kenapa dia menelpon nomor cafeku , bukannya dia punya nomor handphoneku " Pikir Vivian bingung.

"Kak Malvin aneh deh, Vivian baik-baik saja, justru yang mau kutanya adalah Samanta , apa dia sudah sembuh?"

"Setahuku dari Asistenku mengabarkan bahwa anakku baik-baik saja di rumah, tidak sakit apapun?" Ucap Malvin dengan nada bingung menjawab pertanyaan Vivian "Aku baru siuman setelah hampir dua hari tak sadarkan diri, makanya aku menelponmu, menanyakan keadaanmu, syukurlah kau baik-baik saja"

"Apa? Apa kak Malvin sakit?" Ucap Vivian cemas "Kak Malvin di rawat di rumah sakit mana, aku akan kesana"

Setelah mengetahui Malvin di rawat di rumah sakit mana, Vivian segera pergi untuk menjenguknya, sesampai di ruangan Malvin , Vivian terlihat shock melihat keadaannya, tangannya diperban, wajahnya penuh lebam di mana-mana.

"Kak Malvin apa yang terjadi?" Tanya Vivian penasaran.

"Waktu itu di pesta , aku hendak menghampirimu yang telah selesai menari dengan Tuan Alexander, tetapi asistennya menghampiriku mengatakan ingin mengajak kerjasama dengan perusahaanku, jadi kami berpindah keluar ruangan biar lebih nyaman" Ucap Malvin sambil menerawang.

"Setelah selesai membahas urusan bisnis, Tuan Simone masuk terlebih dahulu, dan ketika aku hendak masuk ada seseorang yang memukulku dari belakang hingga membuatku pingsan, Sebelum aku pingsan , aku sempat merasakan beberapa pukulan dan berakhir jadi seperti ini. Sungguh aneh ? Rasa-rasanya aku tak memiliki musuh selama ini?" Ucapnya bingung

"Tunggu, apa ini ulah kak Alex tapi kenapa?" Tanya Vivian bingung dalam hati .

" Kak Malvin, aku sempat menelponmu di pesta, karena Kak Malvin tak terlihat di pesta saat itu, tapi Kak Malvin malah mengirimiku pesan chat yang mengatakan Kalau Kak Malvin pulang duluan karena Samanta mendadak sakit?" Ucap Vivian memperlihatkan pesan chat yang tersimpan di handphone Vivian, Malvin tampak terkejut membacanya.

"Vivian , aku bersumpah bukan aku yang menulis pesan ini" Ucap Malvin sungguh-sungguh , Vivian melihat kejujuran di sana "Aku bahkan tidak melihat handphoneku lagi hingga saat ini, aku segera menghubungimu ketika aku telah sadar, karena mengkhawatirkanmu"

Vivian sangat shock mendengarnya dan tanpa sadar menjatuhkan handphonenya.

"Jadi ini benar-benar ulah Alex, siapa lagi yang bisa menggerakkan Tuan Simone kalau bukan dia, tapi kenapa, Malvinkan bukan musuhnya, tidak mungkin juga Alex itu menyukaiku" Batin Vivian, menyangkal pikiran anehnya, berusaha mencerna apa yang terjadi, menatap wajah Malvin yang dipenuhi lebam , dan perban yang membalut tangannya, ada perasaan iba di hatinya, perlahan Vivian meneteskan air mata.

"Hei jangan menangis, aku sudah baik saja sekarang, hanya lebam diwajah, dan retak di tulang rusuk dan tanganku saja, aku akan segera membaik" Ucap Malvin berusaha menghibur, tapi bukannya membaik membuat Vivian menangis semakin kencang.

"Maafkan aku Kak Malvin " Ucap Vivian menangis terisak memeluknya dengan erat " Ini semua salahku, hiks"

***

Sementara itu di tempat lain , Alex yang sejak kejadian di restauran Seafood menjadi semakin posesif kepada Vivian, sering memantaunya lewat Cctv yang diretasnya, dan mengirim orang untuk terus membuntuti dan melaporkan semua yang dilakukan Vivian, seperti saat ini Alex mendapatkan foto-foto Vivian yang memeluk Malvin di rumah sakit, melihat hal itu Alex membanting handphonenya sampai hancur tak berbentuk, wajah Alex terlihat menakutkan sekali saat marah seperti ini, dia sangat tidak suka melihat Vivian memeluk pria lain.

Habis menjenguk Malvin, kini Vivian telah sampai di depan gedung maxim untuk mengantarkan makan siang, tapi dia tak langsung naik ke atas, dia menunggu Nabil mengantarkan makan siang, Vivian tak sempat membuatnya karena harus pergi menjenguk Malvin, sebenarnya Vivian masih kesal mengetahui ulah Alex pada Malvin, tapi karena hari ini hari terakhir mengantarkan makanan, suka tidak suka Vivian harus melakukannya, yang jadi misteri kenapa Alex melakukan itu?.

Di dalam mobil yang tidak jauh dari Vivian berdiri, ada Alex yang memperhatikan Vivian yang menerima bekal makan siang untuk Alex yang diantar dari cafenya.

"Sial, dia bahkan tidak membuatkan bekal untukku, karena asyik bertemu dan berpelukan dengan pria lain" Gigi Alex bergemeletuk menahan marah, rasanya Alex ingin menghajar orang saat ini.

Melihat Vivian yang telah menaiki lift, Alex keluar dari dalam mobil, masuk ke dalam gedung, aura kemarahan terlihat mendominasi wajahnya.

Sesampai Vivian di ruangan Alex , hanya ada Sasha di sana memainkan handphonenya, Vivian berusaha tidak menghiraukan semua ucapannya yang sangat menyakitkan, Vivian berusaha bersabar karena ini hari terakhirnya.

"Dasar wanita tidak tahu malu, kegatelan, sukanya menggoda pacar orang" Oceh Sasha mulutnya terus merepet dari tadi, tanpa jeda.Vivian hanya diam saja, terus menata makan siang yang dibawa ke atas meja.

"Hei, kamu budek ya, dari tadi diam mulu, mulutmu bisu" Ucap Sasha mendekat, dia semakin marah karena omongannya seperti tidak di dengarkan.

"Begitu sudah hasil didikan orang yang tidak punya ibu, membiarkan anaknya berprilaku buruk seperti itu, ayahmu pasti hanya sibuk mencari uang , membiarkan anaknya jadi pelakor, Curiga Ayahmu yang menyuruhmu menggoda Alex biar bisa menguasai hartanya, dasar kalian orang-orang rendahan"

"Plaak" bunyi tamparan Vivian ke Sasha bersamaan dengan pintu yang di buka.

Alex yang melihat Sasha di tampar , menampar balik Vivian "Plaak" bahkan sampai mengeluarkan darah di sudut bibirnya.

"Berani sekali kau menampar pacarku" Ucap Alex murka, karena Alex tidak pernah sekalipun memukul Sasha, sekesal apapun.

Mendengar hal itu Vivian yang sudah tersulut emosinya malah terkekeh dan mengangkat kepalanya, membuat Sasha dan Alex heran.

"Seharusnya sebelum menamparku, kau tanyakan dulu kepadaku kenapa aku sampai menamparnya?" Ucap Vivian memperbaiki rambutnya yang berantakan dan menyeka darah di sudut bibirnya, Alex dapat melihat ada kekecewaan di mata Vivian untuknya , dan entah kenapa itu membuat Alex merasa sedikit takut untuk pertama kalinya ,penyesalan mulai menghampirinya karena telah menampar Vivian "Ah, sudahlah mari kita lupakan semua ini, karena toh ini hari terakhir aku mengantar makanan" Mendengarkan hal itu , Alex menautkan alisnya bingung.

"Kontrak mengantarkan makanan kita berakhir hari ini Tuan Alex" Ucap Vivian tegas menjelaskan, membuat Alex tampak terkejut mendengarnya, karena dia tidak pernah menghitungnya. "Jadi nona Sasha kau tidak perlu takut aku akan mengambil kekasihmu, karena kami tidak akan pernah bertemu lagi, baiklah makanan sudah aku sajikan, kalau begitu aku akan pergi, senang berbisnis dengan anda Tuan Alex. Oh iya seharusnya anda jangan terlalu percaya dengan pacar anda ini"

Sasha terlihat terkejut mendengar ucapan terakhir Vivian "Jangan-jangan dia tau aku berselingkuh dengan Ricardo" Pikirnya kalut dan pamit pada Alex dengan alasan ingin berbelanja.

Sepeninggal Vivian dan Sasha. Alex masih tak bergeming berdiri di tempatnya, hingga tak lama Simone masuk keruangannya.

"Simone, cepat berikan padaku berkas kerja sama dengan perusahaan Ayah Vivian sekarang" Ucap Alex frustasi memikirkan Vivian yang tak lagi mengantarkan makan siang untuknya, apalagi Alex telah menamparnya, sepertinya akan sulit baginya untuk bisa sering bertemu dengannya lagi setelah ini.

1
nacho
okkkk
Umi Kulsum
baru baca novel toon lagi, nemu cerita yg seru... semangat thorrr.💪
baca aja
thorr up dong🥲... ini masih menunggu😊😅😅. Sehat selalu Thor semangat up nya, dilancarkan rezekinya dan sehat selalu. up ya Thor disini saya masih menanti kelanjutan ceritanya atau ada info apakah kasih tahu 😏😄. salam kangen, salam sayang, salam rindu, dan salam.. salam banyak-banyak😁😁
baca aja
Tuhan dalam doaku ini aku meminta engkau jaga selalu kesehatan dan kelancaran rejeki autor ini. Jika ada kesusahan yang sedang dihadapinya engkau lancarkan Tuhan. Tuhan ketuk lah pintu hati autor ini agar ia up Tuhan. Amin 🙏



authooor.. up lah😭 banyak yang masih menantikan kelanjutan ceritanya. tetap semangat, jangan digantung ceritanya. lebih dari setahun aku menanti update dari mu. hingga saat ini aku masih menanti. rela komen panjang dan sekaligus berdoa untuk mu . up ya aku masih menanti😊😊
Marsya Adelia putri
uppp thooor
Marsya Adelia putri
thor up lah
Evi Yana
gmn kbar up nya thor.. dah kangeeen nich ma jlan critanya
baca aja
kenapa gak up..
nuke
najisss alex
Asna
Luar biasa
Asna
Lumayan
Queen AL
bagus kalau alex juga mengulang waktu
single is the best for me🎶🎶
Thor up ya
Evi Yana
dah tamatkah ?
Rara2109
buah katapi, bukan kecapi... lain jua mangga kasturi... tapi... asam kasturi.
Ayu Nick
lumayan, tapi coba kalau karakter ceweknya bisa d buat lebih tangguh, dan karakter prianya yg notabenenya orang luar negri, dingin, kejam, tapi semuanya tidak d tonjolkan, jd, karakternya mcm biasa aja, gregetnya gk dapat gitu
Evi Yana
kok lama bgeeeet gk up thor
Cty Badria
knp g up thor
Evi Yana
kok lama up nya thor ?
Evi Yana
ayok up lg donk thor.. seru nich
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!