NovelToon NovelToon
Suami Setengah SAH

Suami Setengah SAH

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen / Komedi
Popularitas:576.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: sweetyy

Veynana Anggraeni Wardana, siswi kelas XI SMA sejahtera. gadis manis manja, biang onar, dan hoby bolos sekaligus telat🤣🤣🤣

Justin Ervando Bramasta, siswa kelas XII SMA sejahtera. cowok tampan, tinggi, dan memiliki gen bule. Yang memiliki jiwa otoriter sebagai panglima perang namun memiliki otak yang cerdas yang tak pernah tergeser dari singgasana peringkat satu.

mereka di satukan dalam pernikahan sah secara agama. Namun di kenal oleh teman2nya sebagai kakak adik bersaudara jauh.🤣ribet banget yak!!

mari kita lihat bagaimana perjalanan cinta setengah sahh ini. cuzzz😘😘

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon sweetyy, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29 Kehebohan Randi

Setelah sampai dirumah besar Ervan, mereka masuk secara bersamaan. “Honey,, akhirnya lo pulang juga. Kita khawatir banget sama lo. Lo ngga papa kan?” Sambutan dramatis dari Erna yang langsung memeluk sahabatnya itu.

“Drama lageee drama lageee.” Sahut Randi yang di balas pelototan oleh ketiga gadis itu, Nana Erna dan Maya.

“Au Randi takut bang.” Randi yang tampak memeluk Ervan. “Apaan sih lo, jijik gue.” Jawab Ervan.

“Gaeeesss sorry y ague bikin kalian khawatir. Gue nggak kenapa-kenapa kok..” Jawab Nana.

“Trus jidat lo kenapa?” Tanya Maya.

“Oh,, ini kepentok doang. Bentar lagi udah sembuh kok. Sekarang kita ke kamar gue yuk, ngantuk.” Mereka bertiga melangkah menuju tangga. Namun langkah mereka terhenti karena suara satu-atunya pria dewasa disana.

“Nana kamu mau kemana? Abang kan sudah bilang ingin bicara dengan kamu.” Adi dengan nada datarnya, dia sebenarnya sedikit marah karena ulah tuan putri kecilnya itu, meskipun dia lebih kepada khawatir.

“Apa lagi sih bang, Nana capek ini ngantuk juga. Nggak tau apa besuk kita sekolah. Ini sudah tengah malam bang.” Keluh Nana.

“Sekolah libur 3 hari.” Jawab Erna.

“Beneran lo? Wahhh asik. Kita perlu buat agenda liburan 3 hari kedepan nih bos.”

“Betul itu, malam ini akan kita rancang.”

“Wuhuuu,, liburan.”

“Assiikkk,, yuhuu liburan sebentar lagi.” Maya nyanyi.

“Itu lagu lebaran sebentar lagi woyy,,”

“Hallah beda dikit aja.” Mereka bersahut-sahutan tentang agenda liburan mereka.

“Keruang keluarga sekarang.” Nana mengikuti Adi dengan wajah malas.

“Bukan Cuma Nana, kalian juga.” Kata Adi tanpa menoleh.

Mereka yang berproses membubarkan diri terkejut. “Apa?? Kok kita juga sih bang, kan Nana yang nimbrung tawuran, menculikkan diri lagi.” Protes Erna yang memang tak terlibat sedikitpun.

“Wahhh nggak setia kawan emang lo.” Sungut Nana.

“Gara-gara lo ini mah emang bos.” Timpal Randi.

“Oke, liburan batal.” Ancam Nana dan segera berlalu dari sana.

“Eh bos kok gitu sih, sorry deh bos besuk kita berangkat dong.” Teriak Randi yang lari mengekor pada Nana.

**

Ruang keluarga rumah Nana sudah seperti pengadilan bagi mereka, bahkan sekarang lebih ramai karna teman Ervan sudah ikut bergabung, karena saat kepulangan mereka berada di mobil yang berbeda.

Tak ada yang berani membuka suara, semua tampak tegang karena mata Nyalang Adi menghakimi mereka. “Ervan, jelaskan apa yang memicu tawuran ini. Abang tau kau mengetahuinya.” Adi membuka pembicaraan.

“Sebenernya sih udah lama kita musuhan bang, Cuma udah cukup lama juga kita tenang. Tapi kemaren ada salah satu siswa dari sekolah kita berantem sama sekolah mereka saat balapan. Aku juga nggak tau kenapa mereka sampai bertindak sejauh ini. Mereka tiba-tiba nyerang sekolah, ya kita terpaksa menghadapinya.” Jelas Ervan, yang lain hanya manggut-manggut.

“Dimana biasa kalian balapan? Siapa yang berantem? Apa kalian sering balapan liar?” Tanya Adi yang lebih seperti menghakimi. Mereka hanya diam dan saling bertukar pandang.

“Kenapa diam? Sekarang kalian akan selalu di awasi jadi kalian lebih hati-hati. Karena pelaku penyerangan belum di temukan. Karena diduga ada pihak lain yang mendalangi peristiwa ini.” Jelas Adi.

“Baiklah.” Jawab mereka serempak.

“Sekarang untuk ratu biang onar kita.” Kata adi sambil memandang wajah tuan putri kecilnya. Dan diikuti semua orang yang ada disana semua menoleh kearah Nana.

“Apa? Apa kalian liat-liat? Naksir?” Nana sewot.

“Diam kamu, kamu sekarang tidak punya hak marah dengan siapapun.” Adi mengomeli Nana, yang di dukung senyum kemenangan dari kawan-kawannya.

Nana diam.”Sekarang kalian bubar tinggalkan Nana disini.” Perintah Adi.

Semua tetap diam di tempatnya. “Abang nggak boleh marahin si bos. Kan kasihan si bos, dia capek terluka pula masa malah mau dimarahin sama abang.” Omel Randi sambil berdiri berkacak pinggang.

“Iya nih bang Adi nggak kasian apa sama Nana?” Erna IKut berdiri.

“Peka dikit deh bang, Abang nggak sadar noh kening Nana luka.” Maya ikut pasang badan.

Sedangkan Ervan CS heran lihat tingkah laku Nana Cs yang berlebihan. Sedangkan Nana sendiri merasa menang ia melipat kaki dan tangannya. Senyum kemenangan merekah dibibirnya.

“Kenapa malah jadi kalian yang memarahi abang?” Adi dengan nada marahnya. Yang membuat mereka menundukkan kepala.

“Sekarang kalian semua pergi tidur, atau akan kubawa kalian ke kantor polisi.” Ancam adi.

Mereka semua berdiri. “Kecuali kamu Veynana Anggraeni wardana.” Kata Adi.

Namun dengan sekuat tenaga, Nana berlari menuju kamarnya. Gagal sudah Adi mengutarakan wejangan-wejangan yang akan membuat Nana menjadi gadis normal pada umumnya.

“Ervan, ini bukan akhir. Ini awal pertempuran kita. Kamu paham kan?” Kata adi sebelum meninggalkan rumah Ervan.

“Iya bang, Ervan tau. Ervan juga butuh bantuan abang untuk selalu menjaga Vey.” Jawab Ervan.

**

Di tempat lain, Rangga sedang menenggak minuman kesukaannya. Senyumnya selalu kembali merekah jika mengingat gadis mungil yang di lepaskannya tadi. Entah ada apa dengan gadis itu.

“Gue heran, kenapa lo lepasin gitu aja tu cewek. Trus gah biasanya juga lo biarin pergi gitu aja yang sudah buat istana lo berantakan.” Kata Roy.

“Lo ternyata belum memahami gue ya bang.” Jawab Rangga.

“Apa maksud lo?” Tanya Roy.

“Lo percaya kalo gue benar-benar ngelepas dia? Nggak lah. Ini namanya melepas untuk mendapatkan lebih bang. Gue gak Cuma mau tubuhnya saja. Tapi hati dan seluruh hidupnya. Gue akan buat dia hidup hanya untuk gue.” Kata Rangga dengan penuh percaya diri.

“Trus orang-orang yang nyerang kita?” Tanya Roy lagi.

“Curut-curut itu Cuma anak sekolahan aja bang. Kita maafin aja. Kecuali polisi itu, kita harus hati-hati sama dia. Dia udah sering buat usaha kita kena masalah.” Jawab Rangga.

“Oke, baiklah. Emang apa rencana lo.” Tanya Roy lagi.

“Belum ada. Tapi gue udah nyuruh orang buat cari informasi tentang mereka. Kita akan tau sampai ke akar-akarnya.” Seringai licik mengembang di bibir Rangga.

**

Pagi ini, bukan,, ini sudah siang tapi belum ada pergerakan bahwa rakyat jelata yang numpang tidur di rumah Nana. Mereka dengan nyamannya tidur tanpa menyadari hari sudah siang.

Dikamar Nana, Erna mulai mencoba membuka matanya. Dan dilihatnya jam menunjukkan pukul 10:00. “Woyyyy bangun, udah siang sekolah woy sekolah.” Erna panic sepanik-paniknya. Begitu juga Maya dan Nana dengan nyawa yang masih setengah sadar berlari ingin siap-siap sekolah.

Namun tiba-tiba mereka tersadar dan diam di tempat. “Erna, bukannya lo bilang kemaren kita libur 3 hari ya?” Tanya maya dengan suara serak khas bangun tidur.

“BRENGGSEKKK,, Erna lo hampir buat kita jantungan tau nggak. Apa otak lo masih ketinggalan di mimpi? Dasar ****.” Nana mengomel sambil berjalan kembali ke ranjangnya.

“Hehe, ya maaf. Gue lupa. Tapi kan lo janji mau ajak kita liburan Na.” Kata Erna.

“Males.” Jawab singkat Nana.

“Trus kita mau ngapain ini dong.” Tanya Erna lagi.

“Balik tidur.” Jawab Maya yang ikut kesal dengan ulah Erna.

Dengan langkah malas Erna mengikuti kawan-kawannya untuk kembali tidur, namun di urungkannya karena mendengar pintu yang di ketuk begitu keras.

DOR DOR DOR. “Bos bangun bos, katanya kita mau liburan. Bos bangun udah siang ini ayo kita berangkat.” Siapa lagi kalau bukan Randi.”Bos anak prawan nggak boleh bangun siang kata mak gue,, boss.. Erna Maya woyyy,,, bangun.”

“Apan sih brisiiikkk,, pergi sana sendiri.” Jawab Nana sambil mengfambil bantal untuk menutup telinganya.

Karena Risih erna membuka pintu. “Wo sudah rapi amat mau kemanakah bapak-bapak ini?” Tanya Erna.

Randi tak menggubris Erna, dia malah nyelonong masuk dan membangunkan Nana dengan anarkis. “Bos bangun, lo kan udah janji ngajakin kita liburan bos.”

“Diiiaaammmm,, brisik banget sih lo. Udah numpang tidur rusuh lagi pagi-pagi.” Nana bangun.

“Mampus lo, Nana lagi di rusuhin. Di cekek baru tau rasa.” Kata Martin yang ikut masuk kamar Nana.

“Kalian kenapa ikut-ikutan orang nggak jelas ini sih?” Nana melihat martin dan Davi sudah rapi juga.

“Dia lebih heboh di kamar kita bos. dan dia maksa kita buat bangun bos masa. Dan kita udah nunggu kalian bangun dari dua jam yang lalu bos bayangkan. Bagaimana tersiksanya kita." Davi mengadu pada Nana.

"Emang butuh di ruqyah ni bocah." omel Erna dan di balas cengir kuda oleh Randi.

"Keluar." Jawab singkat Nana.

"Yahh bos, kok bos tega bohongin kita." Randi memasang muka termelasnya.

"Bener-bener ya, trus kalo lo nggak keluar gimana kita mau siap-siap?" Jawab Nana dengan muka galaknya.

"Beneran kita jadi kan bos? lo nggak lagi nge prank kan bos?" tanya Randi dengan menggebugebu.

"Kita jadi bergi nggakk?" Nana mulai kehabisan kesabaran.

"Jadi-jadi bos." Randi mendorong Martin dan Davi agar keluar kamar Nana. Menunggu para ladys untuk bersiap-siap.

1
Ali Lessy
up thor penasaran bab selanjutnya
Elizabeth Zulfa
harusnya dieminnya lbh lama doooonnkk.... biar ervannya lbih perjuangin Nana lagi...
Elizabeth Zulfa
waaaaaahhh.... bkal saingan Ervan ya ...
si pak pol temen masa kecil nya Nana lagi . psti dah knal akrab
Elizabeth Zulfa
wktu itu pas ribut besar aja Ervan dah ngelempar Nana pakai kursi rias Loch mski g kena... skrang main tangan didepan umum lagi .... pengecut😡😡
Elizabeth Zulfa
klo sama Nana aja tegas tp ma org lain mlah letoy g ada tegas2nya
Elizabeth Zulfa
diiiihhh...PD bngt nich si nenek lampir 😏😏
Elizabeth Zulfa
jadi penasaran pngen tau wajah jelek si ulet bulu 🤣🤣🤣
Elizabeth Zulfa
Ervan tuh possesive tp g peka
Elizabeth Zulfa
klo kalem gitu kn enk lihatnya... gak kasar2an
Elizabeth Zulfa
sbnernya mreka ini bnran sodara jauh / dah nikah sih ??? kok g mudeng aq..
Jennifer Lay
emang bisa 🤔
Rulyana Syahril Bantilan
mantaap
Saja Ah
lanjut seru
Debora
Gak dilanjut lg ya thor??

suka kisahnya veinana.. 😩
Haura
Thor... ngetiknya sambil ngantuk ya? namanya ketuker-tuker dari bab sebelumnya...
Haura
agak gesrek sih ceritanya... mafia anak SMA kurang suka...

tapi lumayan konyol lah... lanjut ah..
Haura
udah sama babang polisi aja.... benci gue ma Ervan main gampar bininya....giliran cewek uler dipeluk-peluk.... 🤮🤮🤮
Haura
andai si Ervan ada di dunia nyata aku aja yang ulek dia pake cabe rawit kering.... biar tambah nyahox.... 😡😡😡
Haura
apaan si Ervan mau menang sendiri... kayak Gerald di novel Married with Ketos dong. Cool setia meskipun dikejar-kejar banyak cewek. Bahkan sahabat dari kecilnya pun jatuh cinta ma dia. Tapi tetep setia ma istri nakalnya Alsava..😘
Yulianti
Lanjut thor critmu menarik👍👍 ayo smngat💪thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!