NovelToon NovelToon
After Dark

After Dark

Status: sedang berlangsung
Genre:Kehidupan di Sekolah/Kampus / Trauma masa lalu / Keluarga & Kasih Sayang / Selingkuh
Popularitas:13.1k
Nilai: 5
Nama Author: By Bee Bee

Malam itu telah terjadi kecelakaan hebat yang menyebabkan Kakak ku meninggal.

Dengan pupil mata yang mulai membesar, aku menghampiri kakakku yang tergeletak di jalan.

Aku melihatnya, melihat darah keluar menyembur dari mulut kakak.

Aku berteriak dengan sangat keras,

"KAKKKK, Tolong.... Tolong.... SIAPAPUN TOLONG KAKAK KU"

Sembari memukul kepalaku dengan tangan yang berlumur darah Mobil Ambulance tiba sangat cepat.

Dengan kaki gemetar aku masuk kedalam mobil. Tetapi, saat berada didalam mobil menuju rumah sakit kakakku menghembuskan nafas terakhirnya.

Aku berharap hari itu aku tidak ada ditempat. Aku berharap ini semua tidak pernah terjadi!!

AKU MEMBENCI DIRIKU SENDIRI!

Aku pun bertunangan dengan anak laki-laki dari seorang bapak yang telah menabrak kakak ku.

Tetapi anak laki-laki itu membenciku.

Aku tak tahu kehidupan ku kedepannya seperti apa!

Apakah semuanya akan baik-baik saja atau aku akan menderita seumur hidupku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon By Bee Bee, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29 - Pagi Mingguku Yang Sibuk

Pagi ini aku bangun sedikit lebih lama, dikarenakan hari ini hari minggu. Aku juga libur kerja setiap hari minggu. Kami memiliki satu hari libur disetiap minggunya. Karena aku masih sekolah pemilik market memberi aku libur dihari minggu agar aku bisa beristirahat penuh.

pukul 09.00 pagi handphoneku berdering. Berdering berulang kali, aku masih saja asik tidur. Rasanya malas sekali untuk beranjak mengambil handphone yang kuletakkan diatas meja.

Ringgg ringgg ringg....

"Haaaaa, siapa yang menelpon sepagi ini" kesalku

Aku beranjak dari tempat tidur, kemudian mengambil handphone di atas meja. Di saat aku hendak mengangkat telepon, tiba-tiba dia berhenti menghubungiku.

Aku melihat satu nomor telepon masuk yang tidak dikenal.

"siapa ini? Mengapa ia menghubungiku terus menerus" ucapku dalam hati.

Aku tak menghubungi kembali nomor tersebut. Aku kembali rebahan di atas kasurku. Di saat aku ingin tertidur kembali, handphoneku kembali berdering.

Aku merasa sangat kesal, menutupi telingaku dengan bantal dan kembali tidur. Tetapi, deringan itu menggangguku. Aku memutuskan untuk mengangkat telepon tersebut.

"halo, Dengan siapa ini?" Tanyaku.

Aku terkejut mendengar suara dari telepon tersebut. Ternyata yang meneleponku adalah mama dari Kak Jason. Aku langsung meminta maaf karena mengangkat telepon terlalu lama.

"Maaf tante, Aku tidak tahu kalau tante yang menghubungiku" tuturku.

Tante berkata kalau mereka telah sampai di kota. lalu bertanya sekarang aku ada di mana. Aku baru ingat kalau seminggu yang lalu mama mengirimiku pesan bahwasanya Keluarga kakak ingin bertemu denganku.

aku berkata kalau saat ini aku sedang berada di kosan. Mama Kak Jason ingin pergi menjemputku tetapi aku menolaknya. Aku berkata kalau aku yang akan pergi menemui tante.

"Tante kirimi saja alamatnya, sebentar lagi aku akan ke sana" tutup aku.

Setelah menerima pesan dari mama Kak Jason aku bergegas untuk bersiap-siap pergi.

Aku pikir pagi minggu ini Aku akan tidur seharian tetapi ternyata tidak, malah jadi semakin sibuk begini. Ditambah lagi aku harus pergi untuk menemui kakak yang bermuka masam itu,

"apa dia juga akan datang" Tanyaku sembari menyikat gigi.

Dia tidak menyukaiku tetapi aku rasa dia akan berpura-pura baik di depan orang tuanya kepadaku.

Setelah selesai mandi aku memilih beberapa pakaian di dalam lemariku.

"baju apa yang bagus untuk aku kenakan" ucapku sembari membolak-balikkan baju di dalam lemari.

Seperti biasa baju di dalam lemariku tidak ada warna Selain warna gelap. Akhirnya aku memilih untuk mengenakan baju berwarna coklat. Setelah mengenakan kemeja berwarna coklat aku melihat diriku di depan cermin.

"apa kemeja ini terlihat jelek" ucapku.

Aku kembali melihat berapa pasang baju di dalam lemariku.

"apa sebaiknya aku kenakan saja gaun yang diberikan oleh kak Mimi waktu itu"

Akhirnya aku mencoba gaun yang diberikan oleh kak Mimi. Meskipun sedikit terasa aneh tetapi aku memutuskan untuk memakainya saja.

setelah itu, Aku menggunakan sedikit make up dengan kosmetik yang diberikan oleh Letty waktu itu. Aku tidak terlalu mengerti menggunakannya tetapi aku mencoba menaruh sedikit demi sedikit di mukaku.

"perasaan waktu itu Letty menyuruhku untuk menggunakan yang ini terlebih dahulu sebelum aku menggunakan yang ini. Apa aku harus menggunakan yang ini terlebih dahulu?" Aku berbicara sendiri di depan meja rias seperti orang gila.

Mengapa susah sekali untuk menggunakan make up. Aku tidak peduli lagi memakai yang mana terlebih dahulu, aku hanya mengenakan semuanya di wajahku.

Tahap terakhir aku meletakkan lip balm di Bibirku.

"Oke, rasanya seperti ini saja sudah cukup" ucapku sembari merapihi sedikit bedak di wajahku.

Setelah semuanya selesai aku keluar menemui Buk Tina. Buk Tina terlihat seperti sedang berbicara dengan seorang anak laki-laki.

Aku mendekat ternyata anak laki-laki itu adalah Nano.

"Nano, ngapain di sini?" Tanyaku pada Nano

"Lu nggak lihat gue lagi makan" Ketus Nano sembari mengunyah makanannya.

"Kamu ngapain makan disini?" tanya aku balik.

"Kenapa emangnya nggak Boleh gue makan di sini" sinis Nano.

Sampai segitunya Nano menyukai makanan buatan Buk Tina, mungkin kalau rumah Buk Tina dekat dengan rumahnya ia akan memborong semua jualan Buk Tina.

"Lulu kamu mau ke mana serapih ini" tanya Buk Tina

"Aku ada urusan sebentar buk di luar, Mungkin aku akan pulang lebih malam" jawabku sembari mengenakan sepatu.

Nano melihatku saat aku mengenakan sepatu. Kemudian ia tertawa sangat keras.

"hahaha, lu bego apa gimana sih Lulu?" ledek Nano.

Aku menatap Nano kemudian memperhatikan pakaianku.

"kenapa Ada yang salah" Tanyaku pada Nano.

Nano tak berhenti tertawa, aku merasa semakin kesal melihatnya.

"lu coba lihat aja hari ini lu make dress Terus kenapa malah jadi makai sepatu. Lu nggak ngerti fashion apa gimana?" ledek Nano.

Betul juga yang dikatakan Nano Seharusnya aku tidak menggunakan sepatu. Aku berlari kembali ke kamarku dan mengambil sepasang flat shoes.

"Nano Kalau yang ini cocok nggak?" Tanyaku pada Nano sembari menunjukkan flat shoes.

"lebih oke dari yang tadi" ucap Nano.

Setelah itu aku bertanya kembali kepada Nano apakah ada lagi yang aneh dengan pakaianku. Nano melihatku dan menyuruhku berputar arah.

"Mmm, dress yang lu kenakan udah oke. Terus rambut oke, make up sedikit jelek tapi sudah Lumayanlah" ucap Nano

"kalau gitu aku udah bisa pergi kan?" Tanyaku

Nano menganggukkan kepalanya dan kembali makan. Aku mengucapkan terima kasih kepada Nano kemudian berpamitan kepada Buk Tina untuk pergi.

Sebelumnya aku sudah memesan grab. Aku memperlihatkan alamat yang akan dituju. Perjalanan menuju hotel tempat di mana keluarga Kak Jason berada cukup jauh.

Di tengah perjalanan Mama ke Jason meneleponku kembali, bertanya apakah aku sudah di jalan. Aku berkata sekitar 20 menitan lagi aku akan sampai di sana.

Aku menyuruh Pak sopir untuk membawa mobil sedikit lebih cepat karena aku merasa tidak enak dengan Mama Kak Jason yang menungguku terlalu lama.

Selama di perjalanan aku merasa sedikit gugup karena sudah terlalu lama aku tidak melihat keluarga Kak Jason.

Apakah mama Kak Jason masih tetap akan baik kepadaku. Yang sudah pastinya Jason itu sendiri yang tidak akan suka melihatku. Waktu itu saja dia mengingkari janjinya untuk bertemu kembali dicafe.

Kali ini aku akan membuatnya membayar semuanya karena telah ingkar janji kepadaku dulu. Akhirnya aku sampai di hotel.

Aku keluar dari mobil dan masuk ke dalam hotel. Katanya tadi mereka menungguku di coffee shop hotel. Aku bertanya kepada resepsionis di mana letak coffee shopnya.

Resepsionis memberitahuku dan mengantarkanku ke Coffee Shop. Aku melihat Mama Kak Jason yang sedang duduk di kursi, Aku tak melihat Kak Jason.

"Untung saja dia tidak datang" ucapku

Setelah pelayan resepsionis mengantarku Aku mengucapkan terima kasihnya. Aku berdiam diri beberapa detik di depan pintu coffee shop. Aku sedikit gugup, aku memutuskan untuk pergi ke toilet sebentar. Di saat aku membalikkan badan tanpa sengaja aku menabrak orang yang ada di belakangku.

"aduhhhh, maaf maaf maaf banget" tuturku

"udah gila, enggak punya mata pula lagi" ketusnya

Aku merasa kesal dengan ucapannya, aku mundur ke belakang sedikit dan melihat orang tersebut ternyata orang yang ku tabrak itu adalah Kak Jason.

...****************...

1
senjana Aurora
kak kapan update lgi.
masih setia nunggu lanjutan nya 🤭
senjana Aurora: semngat kak😍😍
total 2 replies
☬Ellya☬
loh kok....
kecewa sih kalo bara udah nikah /Speechless/
By Bee Bee
Jangan lupa baca karya saya lainnya ya teman-teman /Smile/
judulnya :
~ Destiny With You /Proud/
~You are My Soulmate? /Slight/
senjana Aurora: 😘😘 semangat kak
total 4 replies
Queenaa M
kayak yg deep banget novel ini
By Bee Bee
Ayo, baca karya saya /Tongue/ Menyelami bersama kisa gadis kecil bermata bulat Luluanna Marley /Determined/
Pretty_Mia
Sudah baca ulang berkali-kali, ingin tahu kelanjutannya secepatnya!
Asri Irwansyah
Oh wow!
Abadon007
Jangan berhenti sampai mencapai akhir cerita yang epik ini! 🚀
Beerus
Thor, update dong! penasaran banget nih 😍
Arabelle Arinne
Bahasanya mudah dipahami dan dialognya bikin aku merasa ikut dalam ceritanya.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!