NovelToon NovelToon
My Beautiful Doctor

My Beautiful Doctor

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:3.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: fakhrunisa aulia

Roshan adalah seorang dokter anestesiologi berdarah Nepal, seorang pria dingin yang sulit membuka hati karena ia hanya mencintai satu orang wanita yang selalu ia lamunkan, yang ia kenal dengan baik namun tak berani ia temui. Dalam pikirnya tak ada satupun wanita yang sesempurna dia.
Dia adalah Aila seorang dokter bedah syaraf berprestasi berdarah sunda, wanita cantik berkulit sawo matang, tinggi semampai, berkerudung, dengan mata tajam dan hidung sampingnya, kecerdasannya, kebaikan hatinya membuat kecantikannya kian mengagumkan.
Roshan melihatnya sangat sempurna, segala cara ia lakukan agar ia bisa menjadi dokter di Indonesia.
Namun disanalah ia melihat kenyataan yang sebenarnya, bahwa wanita yang sempurna itu memiliki kisah pilu yang menyedihkan.
Hal ini membuatnya menyesal karena telah membenci dan menuduh hal yang tidak tidak.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon fakhrunisa aulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Awal yang Baru

Awal yang Baru

Wangi embun pagi terasa segar terhirup dan tetesan dinginnya terasa menusuk meresap menyejukan.

Aila bangun dari lelap tidurnya dengan perasaan yang berbeda, selepas kejadian malam itu aila mencoba menepi dari rutinitasnya dan mencoba menikmati hari barunya bersama anak yang kini menjadi bagian terpenting dari hidupnya.

Satu minggu sudah berlalu, persidangan kasus andra terus berjalan dan begitu juga dengan proses perceraiannya dengan andra telah resmi selesai dengan cepat.

Satu hal yang menyenangkan hati, sidang atas hak asuh aro selesai, dengan kata lain aila telah sah menjadi ibu angkat bagi aro.

Menjalani hidup yang berbeda memang sangat berat, kini dengan statusnya yang baru, pernah menikah kemudian bercerai, dan tiba tiba menjadi seorang ibu dari anak hasil hubungan suaminya dengan wanita lain, ini bukanlah perkara mudah. Banyak tanggapan miring, banyak tentangan, banyak bisikan gosip menjadi camilan baru bagi aila.

"Ya Allah hamba memohon ampunanmu, bukan hamba ingin melakukan hal yang Engkau benci, hamba mohon ridhoi jalan yang hamba ambil" do'a aila di pagi ini terdengar lirih.

Satu minggu ini rasanya cukup bagi aila untuk menyendiri, setelah bercerai ia tidak menjalankan masa menunggunya karena aula tidak pernah sekalipun berhubungan dengan andra.

Aila keluar dari kamarnya dan turun menuju meja makan.

Rumahnya terdengar ramai, karena tawa seorang anak bayi yang baru belajar dan bersapaan dengan kehidupan, juga bertambah satu lagi anggota baru dirumah ini, laras gadis berparas manis, penyayang, ramah, lugu, dan rajin sepertinya cocok dengan aro, walaupun ia terbilang cukup muda tapi dia sangatlah baik dan cekatan.

"Assalamualaikum semuanya, Assalamualaikum sayang" sapa aila, aro langsung tersenyum begitu manis melihat ibunya datang menghampirinya.

"Waalaikumsalam nona" jawab laras lembut sambil tersenyum.

"Wah nona cantik banget hari ini, ini hari pertama nona kerja lagi ya?" tanya laras dengan manjanya yang khas.

"Memang biasanya aku gak cantik ya las? Hahahaha" tawa aila yang renyah kembali mengisi setiap ruang kelam dirumah itu.

Setelah resmi bercerai dengan andra, aila berusaha untuk kembali bangkit, mengubur masa lalunya dalam dalam. Mengubur ingatannya yang pahit lebih dalam.

"Anak baik ibu pergi kerja ya, aro sama aunty laras dulu, aro baik baik ya" aila mengusap lembut pipi aro dan mengecup keningnya.

Setiap kali mengusap pipinya yang masih menyisakan sedikit warna biru, hati aila kembali teriris, teringat kejadian demi kejadian yang menimpa anak angkatnya ini.

"Bi, las aila berangkat ya, tolong jaga aro ya las kalau kamu ada perlu apa apa jangan sungkan sama saya ya" aila tersenyum dan beranjak pergi dengan mobilnya.

Laras dan aro melambaikan tangannya dari depan teras rumah.

Laras yang begitu kagum dengan kekayaan dan kemurahan hati aila merasa penasaran dengan kisah hidup nona mudanya tepat sebelum ia datang. Laras datang tepatlah pada saat keadaan rumah begitu rapuh, hening, dan menyedihkan. Tapi laras mengubur dalam dalam rasa penasarannya, ia tidak mau mencari tahu terlalu jauh, "ahhh aku memang penasaran tapi biarlah nantipun lambat laun aku tahu dari bibi" gumamnya dalam ykacamata. Dan laras kembali dengan cinta barunya, aro yang sangaaaaat menggemaskan.

Tak lama, bi mirna menghampiri laras, "las cepet siap siap ke meja makan, bawa den aro sarapan kamu juga ya" ajak bi mirna.

Laras segera bergegas menuju meja makan. Laras dengan begitu telaten menyuapi aro yang selalu lahap. Tapi saat membersihkan wajahnya dari noda makanan, tanpa sengaja laras mengusap pipi aro yang masih sedikit biru, aro sedikit menangis.

"Ahh ya ampun den aro maafin lalas ya den, malas gak sengaja" laras kaget bukan main, namun seakan mengerti aro mengangkat kepalanya dan berhenti menangis, bi mirna tersenyum melihat tingkah aro.

"Hati hati las pipinya masih sakit".

"Emang den aro kenapa sih bi?" itu kerjaan mantan suaminya nona muda las, yah gitulah laki laki yang bisanya hanya menguras harta dan menyiksa nona muda".

Laras tambah kaget,"yang benar bi? Ah syukurlah sekarang nona muda sudah cerai dengan orang itu".

"Bibi bersyukur sekali akhirnya mereka pisah, sukurin deh laki laki itu sekarang dipenjara karena menggelapkan uang perusahaan nona aila pokonya uangnya triliunan".

Laras bergidik mendengarnya, "ya alloh semoga saja nona muda cepet dapat penggantinya ya, aamiin".

"Aamiin", bi mirna melanjutkan cerita tentang keluarga almarhum tuan user dengan maksud agar laras mengenal nona aila dengan baik dan bisa bekerja dengan baik.

"Las asalkan kamu baik, jujur, rajin, dan taat ibadah, tidak macam macam nona muda pasti sayang banget sama kamu, dia pasti peduli banget sama kamu, buktinya saya ini betah puluhan tahun kerja disini ogah pergi pokoknya, nona baik banget dermawan". Laras mangut mangut menuruti nasehat bi mirna.

"Aku ngeri sih bi denger cerita masalah nya nona aila, kok bisa ya orang sebaik nona diperlakukan begitu. Ah tapi sudahlah semuanya sudah selesai, nona muda juga sudah kembali senyum, gak kayak seminggu lalu waktu laras datang, murung terus tiap pagi matanya bengkak terus" Laras membayangkan saat awal ia datang ke rumah itu.

****

Di Rumah Sakit

Sepertinya seisi rumah sakit belum mengetahui kabar berita perceraian aila dengan andra, hanya segelintir orang yang aila percaya yang mengetahui masalah ini, sudah pasti ryan dan daniallah yang tahu lebih dulu.

Aila berjalan menuju ruangannya seperti biasa. Kedatangannya disambut oleh danial yang lebih sering santai dibandingkan dengan sibuknya.

"Selama pagi aila" sapanya manis.

"Pagi mas". Mereka berdua langsung masuk kedalam ruang kerja aila. tanpa dipersilahkan danial langsung duduk di sofa seberang meja kerja aila.

"Kamu apa kabar aila? Sudah membaik?" Danial mencoba membuka obrolan.

"Alhamdulillah mas aku sudah sangat membaik".

"Baiklah aku percaya senyummu kelihatannya sangat baik" canda danial membuat aila sedikit tersipu.

"Aila aku turut prihatin dengan semua yang menimpamu, aku benar benar tidak menduga semua ini, aku kira rumah tanggamu baik ternyata salah".

"Maafkan aku aila sebagai sahabat baik kakakmu aku tidak bisa menjagamu" lanjut danial dengan nada bersalah.

"Sudahlah mas semua sudah berlalu, lagipula aku juga sama sepertimu aku tidak pernah menyangka hal ini akan terjadi padaku, intinya kita sama sama kecolongan hehehe" aila cengengesan berusaha menghibur dirinya sendiri.

"Aila... Aila.. Kau ini.." danial tersenyum bangga melihat ketabahan dan kelapangan hati Aila.

"Lagipula ini mengajarkanku banyak hal, jadi aku tidak pernah menganggapnya sebagai kerugian, malah aku bersyukur", danial benar benar semakin kagum dengan kepribadian aila, wanita yang sudah ia anggap adik dan seringkali ia goda.

"Percayalah masih banyak laki laki yang baik dan pantas untukmu, mau aku kenalkan?" kejahilan danial muncul kembali.

"Tidak mas terimakasih, aku cukup dengan hidupku yang sekarang biarkan aku berjalan membenahi semuanya dulu sendiri, entah kapan mungkin aku bisa membuka hatiku lagi".

Danial hanya terdiam, ia tidak ingin berargumen lebih panjang lagi.

Ailapun mohon diri keluar dari ruangannya untuk mulai melihat pasien yang sudah satu minggu ini dia titipkan pada dokter penggantinya. Diluar terlihat ryan sudah menunggunya.

"Pagi dokter" blsapanya, aila membalasnya dengan senyuman dan kembali melangkahkan kakinya melewati koridor yang mulai ramai.

"Dokter... Sudah baikkan kah?" tanya ryan datu lagi orang yang tahu banyak tentang masalah aila.

"Alhamdulillah".

"Mbak kamu yang kuat ya, insyaallah Allah sudah siapkan hal yang lebih baik buat mbak didepan".

"Aamiin yan insyaallah, oh ya terimakasih udah bersedia aku repotin seminggu ini ya" ucap aila dengan nada lembutnya.

"Tenang saja mbak" jawab ryan.

Sepanjang koridor aila disapa oleh para perawat, residen, dan magang. Namun mereka tidak tahu dengan peristiwa yang aila alami.

"Selamat pagi athalla" sapa aila mengagetkan athalla yang tengah bersandar di meja karena lelah dan mengantuk setelah shift malam.

"Ah...dokter maaf, selamat pagi dokter aila" athalla seketika berdiri dengan kagetnya. Aila hanya tersenyum melihat tingkah athalla.

"Istirahatlah sebentar di kamar, setelah itu kamu sarapan" perintah dokter aila yang baik hati.

Athalla langsung menolaknya karena merasa sungkan, "sudah tidak perlu takut ini perintah, lagipula mana mungkin ada pasien yang sembuh dengan dokter yang mengantuk seperti ini".

Athalla cengengesan merasa sedikit malu tapi juga senang karena mendapat waktu istirahat. Ia segera bergegas pergi untuk tidur, "terimakasih dokter saya permisi".

"Aku benar benar rindu dengan suasana rumah sakit" batin aila sambil memejamkan mata dan menghirup udara pagi dengan seksama.

"Kangen rumah sakit ya dok?" tanya ryan.

"Heem".

"Mau ke coffee shop dok?".

"Boleh, kita kesana sebentar, hari ini tidak ada operasi darurat kan?" tanya aila memastikan jadwalnya.

"Tidak dokter, hari ini kita hanya kunjungan biasa saja".

Keduanya pun pergi keluar menuju coffee shop di parkiran depan.

Hari ini aila sedang ingin menikmati segelas Latte sementara ryan memesan segelas macchiato. "Tumben latte?" tanya ryan.

"Rasanya pas aja sama suasananya" canda aila sambil tersenyum.

"Mbak bagaimana keadaan dirumah?" tanya ryan.

"Setidaknya suasananya jadi lebih baik yan, walaupun sekarang aku harus berstatus janda muda hahahaha" tawa aila berusaha membuyarkan kesedihannya.

Ryan merasa iba melihat senior yang sekaligus kakaknya ini, dia melihat kesedihan dibalik tawa aila.

"Sudahlah mbak, tidak ada yang buruk dari perceraian selagi itu jalan yang paling baik ya Tuhanpun tidak akan membenci pilihanmu mbak" ryan berusaha menghibur aila.

"Ada rencana untuk mencari ayah baru untuk aro?" tanya ryan jahil.

"Ah aku belum berminat, lagipula sendiripun aku masih bisa aku trauma yan kamu tahu sudah dua kali aku jatuh aku tidak ingin jatuh lagi untuk yang ketiga kali".

"Husssss jangan bicara begitu, sekalipun mbak mandiri segala hal bisa mbak lakukan tapi kan mbak juga butuh pendamping hidup. Tenang saja gak usah terburu buru tapi harus".

Ryan mencoba sedikit menasehati kakaknya.

"Yasudah mbak, ayo kita kembali ini sudah siang" ajak ryan sambil beranjak dari duduknya.

Ailapun ikut beranjak dari tempat duduknya, dan segera menuju kedalam rumah sakit.

Saat mereka tengah berjalan tiba tiba aila mendapatkan telepon dari dokter danial.

"Assalamualaikum dokter" jawabnya.

"Waalaikumsalam, aila segera ke ruang radiologi kami butuh bantuanmu" sambung telepon langsung terputus.

Aila dan ryan bergegas menuju ruang radiologi.

Sesampainya disana danial dan seorang magang sudah lebih dulu berada diruangan. "Ada apa?" tanya aila.

"Kamu perhatikan ini" dokter danial memperlihatkan sebuah gambar hasil MRI disebuah komputer.

"Dalam dua jam kita akan melakukan operasi, jadi tolong kamu amati dan siapkan oke?".

"Ah baiklah" jawab aila singkat karena tengah mulai serius memperhatikan hasil pindai yang ada di hadapannya sebelum bersiap untuk operasi.

"Yan siapa magang yang akan jadi asistenku?".

"Sudah ada bersama dokter danial dok".

"Ah baiklah, aku bersiap dulu" aila pergi meninggalkan ruang radiologi setelah selesai melihat hasil pindai calon pasiennya.

Beginilah rutinitas aila kini, menjadi seorang ibu muda tunggal, kembali menjadi dokter bedah dan menjadi pewaris tunggal dari seluruh asset yang ayahnya tinggalkan.

Walaupun semua masih tetap seperti sama namun perasaannya berbeda, sekarang aila mulai dapat bernafas lega, tidur dengan nyaman, dan hidup normal. Sudah tidak ada lagi kalimat kasar, tidak ada lagi kata kata kasar, tamparanpun sudah tak akan pernah ada lagi, pernikahan semunya kini sirna. Tinggal sisa masa depan yang masih sangat bersih.

1
Jubaedah Jubaedah
udah lama banget ya ...nie cerita g ada endingnya...di tunggu² g kunjung lanjut ...ayo donk thor lanjut ceritanya ...masih penasaran tingkat dewa nich
Pipit Uwie
ini gk bakalan di lanjut gitu Thor?
aila nahda
pokonyaaaaa pasti endingnya keren
Nurmiati Aja
good ceritax manis
Nurmiati Aja
ok....tunggu kelanjutannya....penasaran
Nurmiati Aja
ayo kanjt nulisx....penasaran ni
Debby Kimunday
lanjut thoor
Debby Kimunday
lanjut thooe
Sinta Urari
ko ga ada kelanjutan nya ceritanya
Ali Zhahron
ka’author kapan lagi apdet ya udahla nih nunggunya udah 3 tahunasa Spain sekarang belum apdeeeeet☹️😫😪😓
Sabil Abdi
aduch....ini gue gimana kelanjutannya thorrr...jangan di gantung begini donk...g enak tau...ayo donk...di lanjut....up...lagi donk...,
M Regina Sri Djuariyah
ayo terus
M Regina Sri Djuariyah
lanjutkan ceritanya Thor
M Regina Sri Djuariyah
up up up thor
M Regina Sri Djuariyah
ayo terus kan ceritanya
M Regina Sri Djuariyah
up
M Regina Sri Djuariyah
lekas Thor sambung ya
M Regina Sri Djuariyah
Thor bgmn kelanjutan ceritanya
M Regina Sri Djuariyah
up
M Regina Sri Djuariyah
ayo lanjut thor ceritanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!