mahasiswi yang tidak haus dengan kehormatan dan bersikap dingin terhadap laki laki
dosen sekaligus tuan muda tampan berhawatak dingin dan mematikan
cerita ini hanya fantadi penulis saja ya... bukannya kisah nyata...
mohon beri dukungannya ya entah apa yang akan terjadi dengan wanita yang bersifat dingin dwngan tuan muda apakah akan merasakan cinta atau akan merasakan kebencian semata atau bahkan mereka adalah saudara kandung
entahlah sya juga blum mengetahuinya ikuti saja terus ceritanya 😘😘😘
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon V A SYA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
29
setelah sampai di ruangan mamanya.
"jika memang kalian ingin langsung menikah saat mama sembuh maka tunanganlah malam ini di depan mama sayang sebagai janji kalian terhadap mama"
dira dan diego pun hanya mengangguk
"ya sudah kalian pergilah membeli perlengkapan tunangan kalian."
dira dan diegopun hanya mengangguk dan kemudian berjalan keluar.
saat di mobil dira dan diego hanya diam. tak ada yang ingi. berbicara memecahkan keheningan dalam mobil
saat perjalanan diego melamun memikirkan bagaimana kedepannya karena dia juga merespon mamanya tanpa memikirkannya. barulah dia sadar dengan perkataannya tadi.
"kak yego awas!" ucap dira memukul lengan diego.
diego yang baru sadar dari lamunannya pun langsung menginjak rem mobilnya untungnya saja jalanan saat itu sangat lengang.
diego hampir saja menabrak seorang nenek tua yang sedang menyeberangi jalan.
setelah mobil benar benar berhenti dira langsung keluar dari mobil dan membantu nenek tersebut menyeberangi jalan dan kemudian kembali ke mobil diego.
diego melihatnya penuh dengan rasa kagum terhadap dira.
"kak jika memang kak yego sedang tidak sehat biar dira saja yang mengemudikan mbilnya" ucap dira menatap diego penuh dengan selidik.
"tidak, aku tidak apa apa" ucap diego kemudian melajukan kembali mobilnya.
setelah sampai di sebuah toko perhiasan diwgo langsung melihat cincin tunangan dan mempersilahkan dira untuk memilih cincin yang dia dukai beberapa kali diego menunjuk cincin berlian yang terlihat mewah dan mahal pastinya tetapi dira selalu tidak menyetujui. zementara dira mengedarkan pandangannya menelusuri setiap cincin di tujunyalah sebuah cincin yang sederhana yang tidak menampakkan desain mewahnya.
diego yang melihat pilihan dira sejenak mengernyitkan dahinya. dia tidak sama seperti dira yang suka ke mewahan. dia layaknya seseorang yang selalu menampilkan kesan kesederhanaan tetapi selalu tampak anggun dan elegan. batin diego.
diego menatap dira dengan heran sedangkan dira hanya menganggukkan kepalanya meyakinkan fiego dengan pilihannya.
"mengapa tidak yang itu saja itu tampak dangat mewah" tunjun diego pada sebuah cincin yang berhiaskan berlian dan juga sebuah mutiara.
"tidak perluh mewah kak sederhana juga sudah cukup mending uangnya kita berikan kepada yang lebih membutuhkan kak"
diwgo yang mendengarpun lagi lagi takjub dengan sifat dermawan dira. diegopun langsung meminta salah satu pegawai untuk membungkusnya. setelah selesai dira fan diegopun langsung jekuar dan tidak sengaja bertemu dengan rena.
"hy. sayang. lama tidak ketemu" ucap rena yang langsung bergelayut manja di lengan diego
"maaf rena sepertinya mulai sekarang kamu harus jaga sikap mu kita sudah tidak ada hubungan lagi. fan satu lagi sebentar lagi saya akan menikah dengan wanita yang sangat saya cintai." diego yang langsung merangkul erat pinggang dira.
sedangkan dira yang di rangkulpun memberikan senyuman cantiknya yang anggun dan elegan.
rena menatap dira dengan penuh tatapan benci.
sedangkan dira dan diego hanya melihatnya dengan penuh senyuman dan kemudian berjalan berlalu meninggalkan rena di sana.
"tunggu saja dira kalian tidak akan pernah bersatu" batin rena yang masih menatap dengan kebencian.
dira merasa sudah tidak ada lagi rena yang memperhatikannya kemudian berucaom kepada diego agar melepaskan rangkulannya. "kak yego saya rasa kakak sudah bisa melepaskan saya"
diego memibta maaf kepada dira dan langsung melepaskan rangkulannya terhadap dira.
"sudah masuk waktu dhuhur kak bisa kita shalat dulu kemudian" ucap dira melihat jamnya.
kemudian mereka berduapun melaju menujid ke sebuah mesjid terdekat untuk melaksanakan ibadah shalat.
setelah selesai shalat. dira menunggu diego di dekat mobil diego. sambil beristigfar tapi tidak dia sadari ada seseorang yang hampir saja menodongkan benda tumpuk nan tajam ke perut dira untung saja diego langsung datang dan memukul orang tersebut.
perkelahian diantaranyapin terjafi tapi naasnya lengan diego terkena benda tajam dan meneteskan darah segar sementara orang yang ingin menodong dira berhasil melarikan diri.
"kak yego kita harus ke rumah sakit sekarang" ucap dira membantu diego berdiri dan berjalan menuju ke kursi penumpang kemudian dira duduk di balik kemudi mobil mengemudikan mobil diego menuju rumah sakit dira sangat khawatir melihat kondisi yego.
setelah sampai rumah sakit diego langsung di bawa ke ruang pemeriksaan sementara dira menubggu diego di luar. setelah diego selesai di periksa dan di tutup lukanya diego keluar menemui dira.
sedangkan dira masih memasang wajah khawaturnya
"kak yego terima kasih menolong dira tapi maaf karena harus seperti ini" ucap dira
"apa kamu tidak apa apa dira apa ada yang luka?" diego
"tidak ada kak justru kakak lah yang daya khawatirkan dengan luka kakak ini."
dieho tersenyum melihat dira. "tidak papa dira luka seperti ini sudah biasa bagi saya. sekarang sudah jangan cemas seperti itu. sekarang ayo kita ke rumah sakit ke tempat mama.
mereka berduapun berjalan keluar menuju ke rumah sakit tempat dini di rawat.
di jalan diego menelpon seseorang
"halo. ke rumah dakit twmpat mama sekarang dan bawakan semua berkas yang perlu saya tanda tangani."
setelah selesai mengucapkan itu diego langsung mematikan teleponnya
"apakah seorang bos seperti itu" ucap dira yang masih tetap fokus mengemudi.
"memang bos seperti mu bagaimana?" tabya diego kembali
"hahaha saya bukan bos tuan saya hanya seorang designer"
"sudah jangan berbohong lagi mengenai itu dira saya dufah tahu semuanya."
"hmm baiklah. tapu setidaknya janganlah bersikap fingin begitu kepada bawahanmu kak"
"ha. saya hanya bersikap tegas"
"hmm terserah kamu saja kak"
diego hanya menatap dira dengan senyuman devilnya.
"sudah ayo turun"
kemudian mereka berduapun berjalan berdampingan menuju ke ruangan mama dini.
cerita nya bagus, tapi banyak sekali kata yang hilang, huruf yang salah,
mohon sebelum di phost, di telitii terlebih dahulu,
kita hanya membaca, memberi semangat, dan meluruskan,
semangat terus Thor,
----------------------------------
SEMOGA SuperWin😂