NovelToon NovelToon
BEAUTY

BEAUTY

Status: tamat
Genre:Selingkuh / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:75.9k
Nilai: 5
Nama Author: Irma

Selalu dianggap jelek dan dihina oleh suami dan keluarganya, bahkan hingga diceraikan. Membuat Nadi Djiwa membalaskan dendamnya dengan merubah penampilannya, ia ingin membuat mantan suaminya menyesal karena telah menceraikannya, dan ia pun ingin merebut kembali perusahaan yang ia rintis dari nol.

Akankah Nadi berhasil membalaskan dendamnya? Cerita selengkapnya hanya ada di novel Beauty - NovelToon.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 29

Setelah Alyssa pulih, mereka sibuk dengan persiapan pernikahan. Awalnya Nadi ingin menggelar pesta yang sangat sederhana yang hanya di hadiri oleh keluarga inti. Namun Alyssa menginginkan sebuah pesta bertemakan negeri dongeng lengkap dengan gaun indah yang mengembang layaknya princess. Nadi tak ingin membuat Alyssa kecewa, karena bocah itu terlihat sangat bersemangat menyambut kehadirannya sebagai anggota baru di keluarganya. Sehingga sebisa mungkin ia mewujudkan apa yang menjadi keinginan Alyssa di pesta pernikahannya.

Selain itu, Aaron merupakan pembisnis yang cukup terkenal, yang memiliki banyak relasi, tentu Aaron juga ingin menjamu para koleganya dengan baik di hari bahagiannya.

Selesai fitting baju pengantin, Nadi mengajak Alyssa ke rumah Cindy. Ia berniat mengajak Cindy mengisi stand di acara pernikahannya. Nadi berharap Cindy bisa menggunakan kesempatan ini untuk memperluas jaringan agar sop buntut buatannya lebih di kenal lagi dan bisa mendapatkan pendapatan lebih untuk pengobatan Surya, biaya sekolah Alin, serta menghidupi bayi mereka.

Sebelum meluncur ke kediaman Cindy, Nadi dan Alyssa berburu mainan di toko mainan. Sebelumnya Nadi sudah menceritakan tentang Alin dan adiknya, sehingga Alyssa nampak bersemangat memilihkan mainan untuk keduanya.

Kebetulan Aaron sedang sibuk sehingga, mereka hanya berdua, namun Nadi sebelumnya sudah izin kepada Aaron untuk mengajak Cindy mengisi stand di pernikahan mereka.

Selesai memborong banyak mainan, keduanya bergegas menuju kediaman Cindy. Sepanjang perjalanan menuju kediaman Cindy, Alyssa nampak sibuk memeriksa ulang mainan yang ia beli. "Mah, kira-kira Dek Lisa suka enggak ya, sama mainan yang aku beli?"

Nadi tersenyum sembari melirik Alyssa. "Tentu suka dong, kan kak Alyssa pilih mainannya yang bagus dan bermanfaat untuk Dek Lisa," ia mengelus kepala Alyssa dengan tangan kirinya sementara tangan kanannya tetap memegang kemudi.

Melihat Alyssa nampak bersemangat bertemu dengan Lisa, Nadi penasaran apa Alyssa memang sebegitu inginnya memiliki adek?

"Sayang, apa kamu ingin punya adek?" tanya Nadi ragu-ragu, ia sendiri takut dengan jawaban Alyssa jika bocah itu menginginkan adek bayi, tapi ia tidak bisa memberikannya.

"Aku suka dengan adek bayi, mereka begitu menggemaskan," jawab Alyssa. "Tapi kata Papa, adek bayi adalah hak Allah. Allah memberikan jika aku sudah siap menjadi kakak, jika menurut Allah aku tidak siap maka Allah tidak akan memberikan. Jadi aku menurut saja apa yang terbaik bagi Allah. Aku sudah sangat bersyukur sebentar lagi memiliki Mama yang sayang denganku."

Seketika mata Nadi berkaca-kaca, ia mengelus lengan Alyssa dengan lembut. "Mama juga bersyukur memiliki anak sebaik dan sepintar Alyssa."

Tak lama kemudian Nadi menepikan kendaraannya di depan kediaman Cindy, Nadi sempat tekejut melihat sekitar, sebab rumah tersebut nampak berbeda dari beberapa waktu lalu ia datang.

Warung makan yang semula hanya terbuat dari kayu yang tak di cat, kini dindingnya berubah menjadi dinding bata, dan dari luar terlihat lebih luas. "Kita masuk yuk!" ajak Nadi, untuk memastikannya.

Dari dalam kediamannya Alin nampak mengintip mobil yang terparkir di depan rumahnya, senyumnya mengembang ketika mengetahui Nadi yang datang. "Mama... tante Nadi datang," teriaknya riang, ia berlari menghampiri Nadi dan Alyssa di depan.

Nadi langsung memperkenalkan Alyssa dan Alin sembari memberikan mainan untuknya.

"Hai, Nad," sapa Cindy, ia berjalan menghampiri Nadi dan mengajaknya masuk.

Nadi melihat sekeliling, banyak perubahan di dalam kediaman Cindy. Tumpukan kardus yang menumpuk di sudut ruangan kini sudah di gantikan dengan lemari pelastik dua susun, tikar yang mereka gunakan sebagai alas tidur, kini sudah di gantikan dengan kasur lantai yang terlihat lebih hangat. Ada pula meja kecil tempat Alin menyimpan buku-buku pelajarannya dan kipas angin yang beputar di dekat Lisa yang tertidur pulas.

"Ini semua berkatmu, Nadi," ucap Cindy penuh syukur, ia menceritakan bahwa penjualan sop buntutnya laku keras, sehingga Cindy pelan-pelan bisa merenovasi warung dan membeli perabotan rumah.

Nadi sudah mendengar keberhasilan Cindy dari mandor yang bekerja padanya, untuk itulah dia berani mengajak Cindy untuk mengisi stand di pernikahannya nanti. Sembari mendengarkan cerita Cindy, Nadi memperhatikan Alin dan Alyssa langsung akrab, mereka berdua membongkar seluruh mainan yang Nadi bawa. "Adek Lisa masih bobo, jangan berisik ya sayang!" Nadi memperingati Alyssa untuk berhati-hati, jangan sampai membangunkan Lisa.

"Kalau boleh tau, itu anak siapa?" tanya Cindy penasaran.

"Putriku," jawab Nadi sembari tersenyum. " Dia anak Aaron, dari hasil pernikahnnya yang sebelumnya."

"Pak Aaron yang...." Cindy memotong kalimat Nadi. "Global Group?"

Nadi tersenyum menganggukan kepalanya.

"Oh ya? Aku pikir beliau beristri, ternyata duda." Cindy terlihat begitu terkejut.

"Bulan depan, kami akan menikah. Kalau kau tidak keberatan, kami ingin kamu mengisi stand food di pernikahan kami," pinta Nadi dengan hati-hati, ia takut Cindy merasa malu, sebab di pernikahannya dia pasti akan bertemu dengan rekan kerjanya terdahulu karena Nadi tentu mengundang semua staffnya.

Cindy tergelak. "Kau bercanda Nadi? Tentu saja aku saja aku mau. Ini kesempatan emas untuk aku promosi."

Nadi ikut tertawa lega, ia sangat menyukai semangat Cindy untuk bangkit kembali. "Sekarang aku bukan hanya menjual sop buntut, tapi juga empal dan soto betawi. Kau mau coba?" Cindy mengajak Nadi ke warung.

Nadi kembali di buat terkejut saat ia masuk warung, sebab ia melihat Cindy sudah memiliki dua orang karyawan yang membantunya. "Aku punya bayi, dan harus antar jemput Alin ke sekolah jadi aku butuh orang untuk membatuku."

"Itu bagus, Cindy. Jika kau memberikan pekerjaan ke orang, aku yakin Allah akan menambah rizkymu."

"Aamiin, terima kasih Nadi. Ini semua berkatmu," tak hentinya Cindy mengucapkan rasa terima kasihnya pada Nadi. Ia menyiapkan makanan yang special untuk Nadi dan Alyssa, agar mereka semakin yakin untuk mengajaknya mengisi makanan di acara bahagiah mereka.

Alyssa nampak menyukai semua menu yang ia cicipi. "Rasanya seperti sop buntut buatan mama," ucapnya.

Nadi tak percaya ternyata Alyysa mengingat sop buntut buatannya ketika di puncak, padahal itu sudah berbulan-bulan berlalu. Selesai makan, Alyssa kembali bermain dengan Alin sementara Nadi masih mengobrol dengan Cindy sembari menyusui Lisa. "Nad, berkat booster ASI yang kamu kirim beberapa waktu lalu. ASIku kini melimpah, terima kasih ya."

Nadi turut senang melihatnya. "Ya sebagus-bagusnya susu formula, ASI tetap yang terbaik," ia menadangi Lisa yang tengah menyusu dalam dekapan Cindy. "Aku berharap ada keajaiban, agar aku bisa merasakan apa yang kau rasakan, menjadi wanita seutuhnya."

Cindy mengerutkan keningnya, ia baru teringat jika dirinya belum menyampaikan kepada Nadi, bahwa Lisa bukanlah anak kandung Surya. "Nadi, ada hal penting yang ingin aku sampaikan padamu.."

Belum sempat Cindy menyelesaikkan kalimatnya, handphone Nadi berdering. Satu panggilan masuk dari Aaron. "Sebentar ya, Cin!" Nadi mengangkat telepon.

"Assalamualaikum sayang." Hening cukup lama, hingga akhirnya Nadi berkata. "Aku dan Alyssa akan pulang sekarang juga, kita bertemu di rumah ya."

1
Yunerty Blessa
Nadi bertemu dengan Aaron.. sungguh pilihan yang tepat..
Yunerty Blessa
akhirnya semua bahagia.... sungguh sebuah karya yang mantap walaupun singkat... makasih banyak kak thor 😘❤️
Yunerty Blessa
tahniah buat kehamilan Nadi dan Sofia
Yunerty Blessa
Nadi belum percaya kalo dia hamil..
Yunerty Blessa
semoga Nadi cepat hamil....biar dia buktikan bukan Nadi yang mandul melainkan Surya....
Yunerty Blessa
bahagia selalu Aaron dan Nadi
Yunerty Blessa
benar apa yang dikatakan oleh Cindy
Yunerty Blessa
syukur Surya bagi tumpangan kalo tidak tidur di bawah kolong jembatan
Yunerty Blessa
aduh gagal lagi... apakah kejutan buat Nadi setelah menikah dengan Aaron
Yunerty Blessa
syukur lah hati Nadi terbuka kembali untuk menerima Aaron dan Alyssa
Yunerty Blessa
Alyssa sakit kerana merindukan mu Nadi
Yunerty Blessa
kasian sekali nasib mu Cindy... apakah Surya dan Cindy sudah berpisah
Yunerty Blessa
kau kan bisa berbicara berdua tentang diri mu.... jangan terus putuskan..
Yunerty Blessa
balasan buat keluarga kalian....
Yunerty Blessa
sabarlah Aaron....bagi Nadi waktu
Yunerty Blessa
terima lah hakikat nya..
Yunerty Blessa
tapi Nadi tidak semua lelaki seperti Surya
Yunerty Blessa
percaya saja Aaron....Nadi bisa menyelesaikan masalahnya dengan Surya
Yunerty Blessa
kena kau Surya.... rasakan 🤣😏
Yunerty Blessa
seperti nya Aaron mulai bucin
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!