"Aku akan membunuhnya.."
"Vito dia bukan pria sembarangan," ucap Emma.
"Aku tidak peduli, dia membuat wanita cantik ku tersiksa."
Vito pria tampan dan kaya yang tertarik dengan istri orang lain, awalnya dirinya tidak tau jika wanita yang ia sukai sudah menikah. Tetapi setelah tau Vito semakin tertarik untuk mengambil wanita itu dari suami sah nya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Cerita_Bahagia12, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mendapatkan nya
Malam pertama Vito dengan Emma berjalan dengan lancar, Emma memberikan apa ya selama ini ia jaga, ya walaupun ia tidak menjaga nya dari mantan suaminya. Hanya saja mantan suami yang tidak mau menyentuhnya, tetapi hal itu menjadi sebuah keberuntungan bagi Emma, karena itu yang dapat memberikan hanya spesial untuk Vito seseorang yang sudah sangat percaya kepadanya.
Vito sendiri sangat bahagia mendapatkan apa yang inginkan sejak lama, setelah melakukannya ia terus tersenyum membayangkan masa-masa indah beberapa menit lalu. Ia berjanji akan menyimpan penuh momen indah itu di dalam memorinya, ia akan terus mengingatnya sampai kapanpun itu.
Pagi harinya Emma terbangun lebih dulu dari sang suami, dirinya terbangun dengan tubuh yang sakit semua. Rasanya begitu malas bentuknya bergerak dari atas tempat tidur, apalagi sekarang ia mendapatkan pelukan hangat dari suami, hari itu membuat Emma semakin malas untuk berkarya dari atas tempat tidur.
"Kamu sudah bangun sayang? Bagaimana tidur kamu sangat nyenyak kan?" Vito muka matanya sambil mengusap wajah Emma.
"Iya aku sudah bangun sayang, aku tidur begitu nyenyak setelah kamu menggempur ku habis-habisan."
"Kenapa tubuh kamu terasa sakit semua ya? Kamu terlihat berbohong kamu tidak tidur dengannya nyenyakkan?" Vito mengerutkan dahinya.
"Hehehe kamu tahu saja aku berbohong, iya sayang tubuhku terasa sangat sakit semua. Mungkin efek tadi malam, kamu sangat kuat sekali aku sempat tidak bisa menahannya."
"Hmmm kuat? Aku hanya bertahan 30 menit sayang itu sangat cepat, ayahku sudah sampai 2 jam lamanya," kata Vito.
"Mati dong aku," ucap Emma.
"Hahaha tidak, buktinya mamaku masih hidup," kata Vito sambil tertawa.
Vito bergerak dari atas tempat tidur, ia ingin menyiapkan hangat untuk mereka berdua berendam, memang paling pas berendam dengan air hangat saat tubuh sedang sakit semua.
"Sudah sayang, kamu mau aku gendong atau bisa berjalan sendiri?"
"Hmmm masih tanya," ucap Emma sambil mengerutkan dahinya.
Segera Vito menggendong tubuh Emma, ia memasukkan tubuh Emma ke dalam bathup yang sudah terisi air dengan air hangat.
"Hmmm enaknya," ucap Emma.
"Sayang balon kamu mengapung," ucap Vito.
Emma tersipu malu, ia tidak pernah mendapatkan perkataan seperti ini dari seorang pria. Ya walaupun dada nya terbilang kecil, karena bentuknya yang padat membuat Emma cukup percaya diri.
Vito melepaskan semua pakaiannya dan ikut masuk ke dalam bathup, berbeda dengan Emma yang langsung merasakan nyaman, ia merasakan rasa geli pada sang sosis. Hal ini wajar karena dirinya sunat, sebelum beradaptasi pasti ada rasa seperti itu.
"Kamu kenapa sayang? Kok menggeliat geliat begitu," tanya Emma.
"Iya sayang rasanya belum nyaman."
"Kenapa?" Emma sedikit kebingungan.
"Tidak papa sayang. Hanya pria yang tau, wanita tidak boleh tau," ucap Vito sambil mengedipkan mata nya.
Mereka berdua berendam sambil bercerita banyak hal. Vito juga ingin melanjutkan pertempuran kedua di dalam kamar mandi, ia yakin Emma juga mau melakukan hal itu dengan nya lagi.
"Sayang kamu masih bisa aku sentuh kan," tanya Vito.
Emma langsung menatap Vito, milik nya Masih terasa nyeri tetapi Vito sudah memintanya lagi, tidak mungkin juga ia menolak keinginan Vito. Rasanya sangat mustahil ia tidak mengizinkan Vito menyentuh nya, ya walaupun rasa nya enak tetap saja ia masih merasakan sakit di bagian intimnya.
"Iya sayang aku mau," ucap Emma.