Setelah diet ketat yang dilakukan oleh Crystal akhirnya gadis itu mempunyai badan ideal bak Lisa Blackpink idolanya.
Crystal ingin meninggalkan masa lalu atas pembully an yang dialaminya di sekolah lamanya.
Nona muda itu pindah sekolah di Sky High School yang ternyata di sekolah itu, Crystal bisa mewujudkan cita-citanya yaitu mempunyai dua pacar sekaligus.
Bagaimana cerita Crystal dengan dua pacarnya itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DHEVIS JUWITA, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MATB BAB 29 - Mulai Was-Was
Seperti biasa berangkat sekolah, Crystal akan dijemput oleh Dexter memakai motornya. Kalau biasanya gadis itu akan merasa canggung berpegangan di perut Dexter, namun sekarang dengan santainya Crystal melingkarkan kedua tangannya di perut pemuda itu.
Dan pinggang Crystal juga sudah terbiasa dengan duduk menungging.
"Nanti pulang sekolah tidak ada jadwal latihan cheerleaders, 'kan? Bagaimana kalau kita nonton?" usul Dexter saat dalam perjalanan.
"Aku pulang sekolah harus ikut belajar tambahan bersama Raven, bagaimana kalau besok habis latihan?" balas Crystal.
Sebenarnya Dexter benar-benar tidak suka, Crystal dekat dengan Raven tapi karena mereka baru jadian, dia tidak mau banyak protes.
"Baiklah, kali ini jangan berbohong lagi," ucap Dexter.
Crystal pikir kalau mereka akan berpisah di parkiran seperti biasanya tapi ternyata Dexter mengantar gadis itu sampai masuk ke dalam kelasnya.
"Kita bertemu lagi di kantin," ucap Dexter ketika akan pergi.
"Baiklah," sahut Crystal seraya melambaikan tangannya.
Ketika gadis itu duduk di bangkunya, di atas meja ada beberapa cokelat.
"Cokelat siapa ini?" gumam Crystal. Karena tidak tahu milik siapa, gadis itu membagikan pada teman-teman sekelasnya.
Ada yang kecewa dengan sikap Crystal karena sejujurnya cokelat itu berasal dari Carol sebagai tanda permintaan maaf.
Dia masih belum berani bicara pada Crystal jadi Carol memberikan cokelat-cokelat itu. Tapi, Crystal justru memberikannya pada orang lain tanpa mencari tahu dari siapa.
Mungkin ini balasan karena dia memutuskan pertemanan begitu saja tanpa mencari tahu lebih jelas apa yang terjadi sebenarnya.
Crystal sendiri tampak santai, dia sudah sibuk sendiri dengan urusan dua pacarnya yang satu sekolahan.
"Pokoknya setelah makan siang di kantin dengan kapten, pulang sekolah nanti aku harus menghabiskan waktu dengan ketua," gumam Crystal sambil mencoret-coret bukunya.
Dia menulis nama dua pacarnya dan mencoba memilih.
"'Cap cip cup, kembang kuncup, pilih mana yang mau di cup!" Crystal terus mengulang secara bergantian.
Sampai bel kelas berbunyi dan pelajaran dimulai.
Untuk sementara Crystal harus fokus pada pelajaran karena dia harus membuktikan pada keluarganya kalau dia bisa mendapatkan nilai bagus walaupun mempunyai dua pacar.
Ketika jam istirahat tiba, Crystal buru-buru pergi ke kantin untuk mencari Dexter.
Dexter tengah bersama tim basketnya dan meminta Crystal untuk duduk bersama mereka.
"Mulai sekarang tugas kalian bertambah karena harus mengawasi Crystal, jika ada yang macam-macam dengan pacarku, kalian harus memberi tindakan dan lapor padaku!"'perintah Dexter.
"Baik, Kapten!" jawab mereka kompak.
Crystal terkesiap mendengarnya. "Dex, bukankah kita sepakat untuk backstreet?"
"Aku hanya memberitahu anggota tim basket supaya tidak ada yang mengganggumu lagi," balas Dexter.
Wah, ini gawat kalau sampai terdengar ke telinga Raven. Ini di luar prediksi Crystal.
Mata Crystal dengan liar bergerak kesana kemari untuk mencari keberadaan Raven, beruntung hari itu ketua tidak ada di kantin.
"Apa ketua belum makan?" gumam Crystal dalam hatinya.
Jadi, ketika pulang sekolah, Crystal membeli beberapa cemilan dan minuman dulu sebelum ke perpustakaan.
Crystal menunggu Raven datang dengan setia.
"Maafkan aku karena terlambat," Raven yang baru datang setengah berlari sampai nafasnya terengah.
"Minumlah dulu, sepertinya kau sibuk," ucap Crystal seraya memberikan minuman botol yang dibelinya.
Raven menerima minuman itu dan langsung duduk. "Kami memang sedang sibuk karena akan ada pekan olahraga di sekolah!"
Pada saat hari itu tiba, Crystal akan menjadi pemandu sorak tim basket dan mendukung Dexter bertanding.
"Ketua, aku mungkin nanti akan sibuk dengan anggota cheerleaders yang lain, kau tidak akan cemburu, 'kan?" tanya Crystal memastikan.
penasaran banget sama ending ceritanya..
tapi apa boleh buat..
semoga suatu saat kak dhevis masih mau ngelanjutin cerita2 yg hiatus walopun tanpa kompensasi apapun..
stay healthy and keep fighting.. 😘😍🥰🤩