"Aku mencintainya mom."
"Apa?"Mommy Amira tampak terkejut mendengar pengakuan anaknya."Jangan becanda kamu Vano,mau ditaro dimana muka Mommy dan Daddy ini kalau semua orang tau kamu menjalin hubungan dengan anak seorang pembantu."
Vano seorang duda yang istrinya meninggal dalam kecelakaan dan telah dikaruniai seorang anak.Setelah istrinya meninggal tidak pernah sekalipun Vano mengenalkan wanita manapun kepada kedua orang tuanya.Bahkan sudah ada beberapa wanita yang dikenalkan oleh kedua orang tuanya dari seorang model,penyanyi,pengusaha dan semuanya ditolak oleh Vano.
Tapi siapa sangka ternyata Vano menaruh hati kepada seorang gadis cantik dan juga sederhana anak pembantu yang bekerja dirumahnya.
"Bagaimana kisah mereka,akankah cinta berbeda kasta itu direstui oleh kedua orang tua Vano.Ikuti terus ceritanya!"
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mommy_Ge, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29.Pernyataan Cinta
Dua hari setelah kepergian Vano,tidak ada satupun pesan yang Raya terima.Raya sendiri tidak berusaha menghubungi Vano karena ia tak ingin mengganggu pekerjaan Vano.
Walau rindu pada sang kekasih namun Raya mencoba tidak memikirkan.Berhubungan dengan orang dewasa memang terasa berbeda jika berhubungan dengan anak seumur nya.Meski belum pernah merasakan.Namun Raya dapat melihat dari teman-teman nya.Seperti Bara dan Cynthia,bahkan saat jam pelajaran pun Bara terkadang mengirim pesan pada Cynthia.
Haruskah ia meminta Vano seperti itu,rasa nya tidak mungkin.Raya memilih mencoba mengerti dan mengimbangi sang kekasih.
Saat ini sedang jam pelajaran olahraga,semua siswa kelas Raya sedang berada di lapangan.
Selesai melakukan pemanasan,siswa laki-laki dan perempuan diminta memisahkan diri.Siswa laki-laki berada disisi kanan lapangan sedang perempuan berada disisi kiri lapangan.
Hari ini akan diadakan pertandingan bola voli,Raya dan Cynthia satu tim.Ketika siswi perempuan bermain,siswa laki-laki yang menonton begitu sebalik nya.
Peluh bercucuran membasahi kening Raya.Cuaca pagi ini tidak terlalu panas,namun Raya dan Cynthia yang memang tidak terlalu suka berolahraga tampak sangat kelelahan.
Mat dan Bara kompak menghampiri Raya dan Cynthia.Kedua nya begitu perhatian dengan memberikan botol air mineral kepada sang kekasih.
"Ngapain kalian disitu?"Tanya Bapak guru olahraga.
"Ini nganterin minum Pak,kasian bidadari saya kehausan."Mat menjawab dengan santai nya.Hingga seluruh teman-teman menyoraki nya."Huuuuuuuu."
"Kembali ke tempat kalian."Titah Bapak guru.
"Baik Pak."jawab Bara dan Mat kompak,kedua nya lalu kembali ke tempat semula.
"Cie...bidadari."Cynthia tampak menggoda Raya.Tidak menjawab Raya malah mencebikkan bibir nya lalu tersenyum.
Kini giliran siswa laki-laki yang bermain voli.Mat tampak menunjukkan kemampuan terbaiknya dalam bermain.Apalagi tujuan nya jika bukan untuk memikat hati Raya.
Sampai saat ini Mat masih sangat berharap Raya menjadi kekasih nya.Namun sikap Raya yang selalu menjaga jarak dengan nya membuat Mat berfikir harus mencari waktu yang tepat untuk menyampaikan keseriusan nya.
Bahkan semua teman-teman nya sudah mengetahui jika Mat sedang mendekati Raya.Maka tidak heran jika tidak ada satu pun siswa laki-laki yang berani mendekati Raya,karena mereka semua tidak ingin berurusan dengan Mat.
"Mat...yei..."Teriakan Raya membuat Mat semakin bersemangat hingga akhir pertandingan regu nya dapat memimpin skor.
Setelah selesai jam olahraga,Bapak guru menyampaikan jika ibu guru yang mengajar di jam pelajaran berikutnya tidak hadir.Maka beliau mempersilakan anak-anak untuk meneruskan olahraga hingga jam istirahat nanti.
Hal yang paling ditunggu para siswa tentu nya,ketika guru ada yang tidak hadir.
Sebagian siswa ada yang bermain voli ada juga yang bermain basket.Raya dan Cynthia memilih duduk disisi lapangan menyaksikan Mat dan Bara bermain Basket.
Mat dan Bara juga sangat piawai bermain basket.Mereka merupakan salah satu dari tim inti disekolah nya.Yang beberapa kali mengharumkan nama sekolah melalui pertandingan persahabatan antar sekolah.
Pesona Mat memang tidak perlu diragukan lagi.Namun sedikit pun Raya tak pernah merasa tersanjung dengan semua perlakuan Mat pada nya.
Selesai bermain kedua nya menghampiri Raya dan Cynthia.
"Cape yang."tanya Cynthia.
"Hmmm...."Karena terlalu lelah maka Bara hanya menjawab singkat saja.
"Aku nggak ditanya Ray."tanya Mat.
"Hah..."Raya tampak bingung dengan ucapan Mat.
"Ya tanya ke cape atau apa gitu kaya Cynthia."jawab Mat kesal,ia sudah seperti seseorang yang sedang kecewa terhadap pasangan nya.
"Mereka kan pacaran."jawab Raya.
"Ya emang kalo nggak pacaran nggak boleh ya perhatian?"
"Nggak."
"Yaudah kalo gitu ayok kita pacaran."ucap Mat dengan santai nya.
Raya tentu saja kaget mendengar ucapan Mat.Bagaimana bisa ia mengucapkan itu dengan santai nya bahkan dihadapan teman mereka.
"Lo yang romantis dikit napa sih."ucap Bara sembari tertawa.
"Tau nih."tambah Cynthia."ajakin dinner atau apa kek."Cynthia semakin memprovokasi.
"Yaudah kita makan siang aja yuk dikantin,nanti gue tembak lagi doi disana."sontak saja ucapan Mat membuat Bara dan Cynthia tertawa.Sedang Raya tampak terheran-heran apa seperti ini cara anak-anak kota menyatakan cinta.Raya malah berpikir bahwa Mat sedang main-main.
Sesampainya dikantin mereka semua memesan makanan yang diinginkan.Kali ini Raya menolak saat Mat menawari nya untuk memesankan makanan.Raya memilih melakukan nya sendiri.
Saat ini Mat sudah tidak ingin menunda lagi,apapun jawaban Raya nanti nya yang terpenting untuk Mat adalah ia sudah mengungkapkan apa yang ia rasakan.
Raya tentu saja dapat merasakan semua perhatian Mat.Laki-laki badboy itu tidak mudah memberikan perhatian ke setiap wanita.Sikap nya yang semau nya sendiri,tidak jarang seperti tidak menghargai teman-teman nya.Namun dengan Raya berbeda Mat sangat sopan dan tidak ingin berbuat semau nya.
"Hmmm...Ray,udah ini aku mau ngomong ya."ucap Mat
Bara selalu saja merasa lucu mendengar Mat berkata sopan seperti itu.Ingin sekali ia menoyor kepala sang sahabat karena terlalu gemas.
"Berdua aja,nggak usah ajakin mereka."ucap Mat lagi.
"Ih lagian juga siapa yang mau ikutan."ucap Cynthia sewot."Iya nggak yang."Cynthia meminta dukungan Bara.
"Iya kita juga mau pacaran."jawab Bara membela kekasih nya.
Mat benar-benar membawa Raya seorang diri.Keduanya berjalan ke taman sekolah.Tempat nya ramai namun menurut Mat cukup nyaman.
"Duduk sini Ray."Mat membawa Raya duduk di kursi panjang yang terletak di taman.
Raya menurut,ia sudah bisa menebak apa yang akan Mat katakan.Kesempatan ini juga akan Raya gunakan untuk mengatakan tentang apa yang ia rasakan.Raya tidak ingin Mat terus berharap pada nya.
"Ray,ini tuh pertama kali nya aku nembak cewek,maaf kalo nggak romantis atau nggak berkesan,tapi beneran Ray aku tulus suka sama kamu."Mat terlihat begitu sulit untuk berbicara panjang lebar seperti ini.Sungguh ini bukan dia.
Raya tersenyum."Hmm..gimana ya."Raya pun seperti kesulitan untuk menjawab.Kata-kata yang sudah ia rangkai hilang lenyap seketika.
"Aku udah punya pacar Mat."pada akhirnya hanya itu yang mampu Raya ucapkan.Begitu jujur namun itu lebih baik menurut nya.
Mat sampe melongo menatap Raya,apa ia tidak salah dengar.Raya sudah punya pacar.Siapa?,apakah lebih dari nya.Begitu banyak yang Mat pikirkan.
Ini adalah pernyataan cinta pertama untuk Mat,namun ia malah mendapatkan penolakan.Mattew Allendra yang semua kemauan nya selalu terpenuhi sejak kecil dia tidak akan menyerah begitu saja.Ia akan mencaritahu siapa pacar dari wanita yang dicintainya.
Jangan lupa like dan komen ya🥰🥰