"Jika memang darahku bisa melepaskanmu dari belenggu kutukan menuju keabadian, maka aku rela".
Pertarungan dua klan vampir yang berawal dari satu keluarga kini berubah menjadi musuh bebuyutan. Keduanya berusaha memperebutkan kedudukan menjadi penguasa vampir no. 1.
Di saat yang sama keadaan dilema tengah menimpanya, pilih cinta atau klannya? Siapakah yang menjadi penguasa akhir?
Simak kisah mereka💋
DILARANG KERAS PLAGIAT🔥
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 - Akhir Dunia Vampir (End)
Peperangan sesungguhnya pun dimulai guna menghabisi ketiga orang laknat di mata Aldric. Dirinya tak tanggung-tanggung karena didera rasa emosi yang berkecamuk atas meninggalnya Rose, maka ia langsung menghabisi nyawa Bernard lebih dahulu dengan memenggal kepala serta tubuhnya hingga patah menjadi potongan kecil tak jelas bentuknya.
Lalu ia lempar potongan tubuh Bernard ke sekumpulan Vampire Finch untuk menjadi santapan burung penghisap darah sekaligus pemakan daging segar tersebut. Soraya pun ia cekik dengan tangannya sendiri hingga meregang nyawa.
Setelah itu jasad Soraya ia lempar ke timah panas yang membuatnya leleh menjadi larutan. Sedangkan Vincent Luther, sengaja ia patahkan bagian tubuhnya menjadi dua belas bagian seperti jumlah selirnya dikarenakan Rose akan dijadikan selir ke-13 namun tidak terlaksana.
Sehingga ending kisah cinta Vincent Luther yang terkenal playboy itu berakhir memiliki selir hanya sampai dua belas orang saja. Lalu potongan tubuh Vincent ia bakar hidup-hidup di atas api suci yang tak akan padam kecuali dengan air liur milik Aldric.
Semua Aldric lakukan dengan tangannya sendiri. Pasukan Luther dan Dandelion yang tersisa, hanya bisa terpelongo gemetar melihat aksi Aldric mencabik-cabik Tuannya membuat mereka sungguh ketakutan dan langsung menyerah dengan bertekuk lutut di tanah.
Bahkan mereka menyembah Aldric memohon ampun. Dominic sendiri telah tewas di tangan Frank walaupun asisten pribadi Aldric ini pun mengalami luka cukup banyak namun saat Dominic lengah langsung ia libas tanpa ampun.
"Aaaa..."
"Aaaa..."
Jerit kesakitan Vincent menggema kala Aldric membabi buta menyerangnya tanpa ampun. Ia melakukan aksi kejamnya sebagai penguasa vampir nomor satu yang tengah emosi beraduk sebab belahan jiwanya telah pergi akibat ulah orang-orang laknat ini.
"Aldric akan kubalas dendam ini padamu nanti jika aku berhasil reinkarnasi!" teriak Vincent sebelum nyawanya berakhir di tangan Aldric secara membabi buta.
"Dengan ini dunia vampir aku lenyapkan. Bernard, Soraya Luther, Vincent Luther dan seluruh klan Luther serta Dandelion tidak akan pernah reinkarnasi kembali dalam bentuk apapun. Para pengikut yang masih hidup akan tinggal di penjara bawah tanah Smith Castle tanpa makan dan minum hingga hidup kalian berakhir di sana tanpa reinkarnasi," teriak Aldric menggelegar seantero jagad Vampir.
Kekuatan darah keabadian milik Rose sungguh maha dahsyat hingga merubah kehidupan seluruh klan vampir yang ada. Bahkan melenyapkan dunia gelap tersebut dalam sekejap mata saja sejak turun titah dari Aldric. Walaupun kekuatan tersebut tidak bisa ia gunakan untuk menghidupkan kembali Rose.
Akhir perjalanan klan Luther dan Dandelion telah usai dan seluruhnya telah dihancurkan oleh Aldric. Dunia vampir sengaja dibumihanguskan sebab di dunia itu dirinya hanya dirundung kesedihan mendalam ditinggalkan oleh Rose, wanita yang ia cintai.
Aldric pada akhirnya meninggalkan dunia vampir yang penuh kekejaman setelah ia memenangkan peperangan lalu. Dunia vampir ia tutup dengan kemenangan bahagia berbalut rindu pada mendiang istrinya, Rose.
Dengan kekuatan darah keabadian dari Rose, seluruh klan Smith dijadikan oleh Aldric menjadi manusia abadi yang tak akan pernah mati. Bahkan wajah mereka akan tetap sama seperti usia mereka saat terlepas dari dunia vampir dan masuk ke dunia manusia.
Smith Castle dan seluruh isi alam dunia vampir hanya tinggal kenangan. Kini dunianya adalah menjadi manusia walaupun manusia asli lainnya tidak tahu bahwa dirinya beserta klannya adalah manusia abadi.
Aldric menjadi sosok manusia abadi yang bersifat kekal dan tetap memiliki kekuatan sihir. Tentu saja kehidupan sehari-harinya tetap menjadi CEO dari Smith Corp. didampingi Frank dan Alden di sisinya.
Aaron Kenneth Smith dan Arabella Beatrix Smith, kedua anak Aldric dan Rose adalah manusia murni. Aldric tak bisa mengubah takdir kedua anaknya menjadi manusia abadi seperti dirinya. Itu salah satu takdir yang harus ia jalani dengan ikhlas.
Sebab kedua anaknya hanya manusia murni yang memiliki takdir berbatas nyawa. Sehingga bisa mati kapanpun jika memang telah mencapai takdir akhir hayatnya. Maka ia hanya bisa ikhlas dan berusaha menghabiskan waktu serta membuat momen bahagia bersama kedua buah hati dan orang sekitar yang menyayangi mereka.
Setiap sore sepulang dari kantor, dirinya selalu datang ke makam Rose. Membawakan bunga kesukaan mendiang istrinya itu yaitu mawar merah. Ia akan berbicara panjang lebar mengenai kehidupannya menjadi seorang single parent pada makam istrinya itu.
Hanya Rose tempat ia berkeluh kesah mengenai kehidupan manusia. Tentang tumbuh kembang si kembar baik kelucuan mereka maupun kenakalannya. Bahkan ia harus menahan hasrat membuncah ketika antenanya rindu dengan lembah cinta mendiang istrinya itu.
Hidupnya sebagai seorang CEO dikalangan manusia, tentu banyak wanita yang mendekatinya. Akan tetapi berhasil dihempas oleh Aldric begitu saja. Sebab ia tidak tertarik sama sekali dengan para wanita itu. Bukan berarti ia pria tidak normal. Akan tetapi ia sudah berjanji tidak akan membiarkan wanita lain menggantikan posisi Rose di hidupnya.
Hanya ada satu wanita dan satu cinta dalam hidupnya yaitu Rose. Aldric bahagia dengan kedua buah hatinya bersama Rose walaupun hidup tanpa wanita yang ia cintai di sisinya.
"Rose, aku rindu kamu sayang. Aku tidak baik-baik saja tanpa kamu, sayang. Semoga malam ini kamu hadir di mimpiku memakai lingerie yang aku suka," batin Aldric seraya menatap senja di balkon kamarnya.