NovelToon NovelToon
Cinta Sebening Embun

Cinta Sebening Embun

Status: tamat
Genre:Romantis / Perjodohan / Tamat
Popularitas:18.7M
Nilai: 4.9
Nama Author: Shan Syeera

Perjodohan adalah sebuah hal yang sangat
di benci oleh Abraham, seorang pengusaha
muda penerus kerajaan bisnis keluarga nya.

Dia adalah sosok yang sangat di puja dan di
damba oleh setiap wanita, dia merupakan
calon menantu yang sangat ideal dan di
impikan oleh setiap pengusaha dan para
bangsawan yang memiliki anak gadis, jadi
baginya hanya dengan menjentikkan jari
saja, wanita manapun akan dengan senang
hati memasrahkan dirinya untuk merangkak
di bawah kakinya.

Tapi..justru kakeknya, sang pemilik dan
penguasa serta pemegang kendali penuh
dari semua kekayaan keluarganya malah
memilihkan jodoh untuknya.

Dan sialnya lagi..wanita pilihan kakeknya
bukanlah wanita dengan kriteria dan tife
yang selama ini selalu menjadi standard nya.

Abraham sangat membenci keputusan sang
kakek. Namun demi warisan dan kendali penuh
atas segala kekuasaan yang telah di janjikan
padanya. Dengan terpaksa Aham menerima
semua keputusan kakeknya tersebut..

Dan bagi wanita yang juga terpaksa menerima
perjodohan ini..bagaimana kah dia akan bisa
menjalani hidupnya bersama seorang pria yang
sama sekali tidak menginginkan kehadirannya.?

Takdir seakan menjungkir balikan kehidupan
seorang gadis biasa terpaksa yang harus
masuk ke dalam kehidupan sebuah keluarga
yang di penuhi dengan keangkuhan dan
kesombongan akan dunia yang hanya
tergenggam sementara saja..


**Tetaplah untuk selalu di jalanNya..**

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shan Syeera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

29. Bantu Aku Keramas

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

♥️♥️♥️♥️♥️

Malam ini Naya benar-benar kebingungan.

Setelah makan malam Aham pergi ke ruang

kerjanya. Ada beberapa hal yang harus dia

kerjakan, tentunya urusan pekerjaan.

"Naiklah duluan, nanti aku menyusul.!"

Itulah pesannya sebelum akhirnya dia beranjak

dari meja makan.

Naya menatap ke sekitar kamar besar yang

selama ini menjadi kamar utama di dalam

Mansion megah ini. Tuhan..apa benar sekarang

dia akan menempati kamar ini ? apakah Aham

sudah benar-benar mengakui dirinya ?

Naya duduk di atas sofa mewah di ruang santai

dalam kamar besar itu. Dia meraih ponselnya

karena dari tadi terus saja bergetar. Terdapat

banyak pesan masuk dari beberapa orang yang

terhubung dengan dirinya. Tentunya dari Amar

yang menanyakan kondisinya, kemudian Yara

yang ikutan cemas setelah di beritahu oleh Amar.

Selain itu dari Robin serta Monica.

Naya menghela napas nya berat. Hari esok masih

menantinya dengan semangat yang tentunya tidak

boleh luntur. Apapun yang terjadi, dirinya harus

tetap kuat dan tegar. Tubuhnya saat ini memang

belum lah pulih sepenuhnya, tapi semangat nya

mengalahkan segala kelemahan fisiknya.

Naya langsung berdiri dari duduknya saat melihat

kemunculan Aham ke dalam kamar. Badannya

tiba-tiba saja terasa panas dingin.

"Siapkan air hangat..!"

Naya mengangguk kemudian berjalan menuju ke

kamar mandi. Aham melangkah mengikutinya.

Setelah selesai Naya beranjak, tubuhnya terdiam

di tempat saat melihat Aham sudah berada di

dalam kamar mandi, berdiri di belakangnya.Untuk sesaat keduanya saling pandang dalam diam.

"Aku permisi."

Naya melangkah sambil menundukkan kepala.

"Mau kemana kamu ?"

Naya berhenti tepat di samping Aham.

"Keluar Tuan..kemana lagi ?"

"Bantu aku melepas pakaian ku.!"

Hahh ?? ini orang ya..bener-bener deh ! dia kan

bisa sendiri ? dia punya tangan dan kaki yang

masih sangat berfungsi dengan baik bukan ?

Kenapa harus aku yang melakukannya !

"Bukankah anda bisa melakukan nya sendiri Tuan ?"

"Kau sudah melakukan satu kesalahan ! "

Naya mengerutkan alisnya. Kesalahan apa ?

"Maaf..saya salah apa ?"

"Cepat kesini, lepaskan pakaianku.!"

Akhirnya Naya memang tidak bisa lagi

membantah.Dia maju kehadapan Aham, masih terdiam kaku dan hanya menatap Aham sebentar,

kemudian memalingkan wajahnya mencoba membuang rasa canggung.

"Apa sebenarnya yang kamu tunggu.?"

Tatapan kesal Aham membuat Naya perlahan

mulai menggerakkan tangan membuka kancing kemeja Aham. Pria itu tersenyum tipis nyaris tak terlihat. Dia menatap tenang, menikmati wajah

malu istrinya itu.

"Kau tahu apa kesalahanmu ?"

Naya menggeleng. Bibirnya di rapatkan. Dia tidak

sadar karena hal itu mata Aham kini semakin

terpusat ke bibir mungil nan menggoda nya.

"Kau tidak boleh lagi memanggilku dengan

sebutan Tuan !"

Naya terdiam. Dia melepaskan kemeja Aham.

Tubuh gagah dan sempurna itu kini ada di depan matanya. Darah Naya berdesir, hawa panas mulai menyelimuti tubuh nya saat ini. Ini benar-benar berbahaya. Dia takut hilang kendali kalau harus lama-lama dalam posisi seperti ini.

"Maaf..tapi aku harus memanggilmu apa ?"

"Terserah.! tapi harus enak di dengar.."

Naya bernapas lega saat Aham melangkah

menuju ke dalam bathub.Naya masih terdiam

di tempat nya. Dia memejamkan matanya saat

Aham membuka celananya tanpa rasa malu

atau rasa bersalah sedikit pun.

"Tuan..apa kau tidak punya malu sedikit saja ?"

"Kau itu istriku, kenapa aku harus malu.?"

"Apa ?? kau ini benar-benar keterlaluan !"

Ketus Naya sambil kemudian melangkah akan

keluar dari kamar mandi. Kau memang tidak

malu, tapi aku yang tidak tahan melihatmu

seperti itu, dasar menyebalkan !

"Hei..mau kemana kamu ? siapa yang

menyuruhmu keluar dari tempat ini ?"

Langkah Naya kembali terhenti. Apa sih maunya

ini orang ? memang nya aku harus diam di sini

dan melihat nya mandi ? impossible !

"Bantu aku keramas !"

"Apa ??"

"Itu adalah hukuman mu !"

Ya Tuhan..cobaan apalagi ini ?! Kenapa ada orang

seperti ini ? Dan dia adalah seorang Abraham,

yang terkenal sangat dingin dan angkuh itu !

"Tapi aku harus keluar sekarang.."

"Atau aku akan memaksamu untuk menemani

ku berendam.!"

Lagi-lagi Naya tidak punya pilihan. Dengan ragu akhirnya dia berjalan menghampiri Aham yang

saat ini sudah merendam sebagian tubuhnya

sampai sebatas dada. Mata Naya mengerjap

beberapa kali mencoba untuk mengindahkan

pemandangan vulgar yang sebenarnya begitu

menggoda di depan matanya. Laki-laki ini sudah

membuat mata sucinya selalu ternoda setiap

kali mereka bersama.

Naya bersimpuh di belakang tubuh Aham yang

duduk tegak dengan kedua tangan di rentangkan

di kedua sisi pinggiran bathub.

"Bukankah kau bisa melakukan nya sendiri

Tuan.."

Naya masih tidak terima semua ini. Aham

melirik, seringai kecil kembali terukir di bibir

seksinya.

"Hukumanmu harus di tambah.!"

Naya menutup mulutnya. Duhh..ini mulut kenapa harus keseleo terus sih? Terus panggilan apa

yang harus dia lontarkan kalau begini? Perlahan

dia mulai meraih kepala Aham, memakaikan

shampo dan menggosoknya pelan.

Benar ! ini sungguh aneh, kenapa rambut ini bisa

sehalus rambut bayi ? Naya seolah kecanduan

dia semakin intens menggosok rambut Aham.

"Apa kau sangat menyukai rambutku ?"

"Ahh ? tidak ! "

Naya menggeleng setengah merasa bersalah

karena lidah dan hatinya tidak sejalan.

"Bukan hanya rambutku, kulitku juga sehalus

sutra ! Kau akan menyukai semua yang ada pada tubuhku ! "

Apa ?? Tubuh Naya menegang sendiri.

Cengkraman tangan nya di kepala Aham sedikit

lebih kuat, membuat alis laki-laki itu terangkat.

"Apa yang kau lakukan ?"

"Ti-tidak Tuan.."

"Tuan lagi ??"

"Lalu aku harus memanggilmu apa? bapak

atau kakak ?"

"Kamu..!"

Aham menoleh dan menatap geram wajah Naya

yang terlihat mundur, tersenyum miring.

"Cari sebutan yang lebih bagus !"

Uuhh..dasar manusia aneh ! kenapa jadi aku yang

harus berpikir. Naya mulai membersikan rambut

Aham dari sisa busa shampo dengan

menggunakan selang shower.

"Apa aku boleh memanggilmu suamiku..?"

Suara Naya nyaris tak terdengar. Wajahnya juga

menampilkan semburat merah saat ini. Duhh..

dia benar-benar menyesali ucapannya barusan.

Bibir Aham terangkat sedikit.

"Coba kau ucapkan sekarang , aku ingin

mendengar apakah itu cukup bagus atau tidak !"

Naya menggigit bibirnya. Bagaimana ini ? rasanya

dia malu untuk mengucapkan nya lagi.

"Hei..kau ini suka sekali rupanya kalau aku

memberimu hukuman !"

"Tidak ! baiklah.."

"Cepat katakan !"

"Baiklah su-suamiku..!"

Mata Aham tampak bereaksi. Senyum tipis

kembali terukir di wajahnya.

"Cukup bagus.! sudah sana.! siapkan pakaianku.!"

Alhamdulillah..Naya menarik napas lega. Dia

segera beranjak dari tempat itu. Bajunya sedikit

basah terkena percikan air dari shower. Dengan

cepat dia melangkah keluar dari kamar mandi.

Naya kembali duduk di sofa sembari menunggu

Aham keluar dari kamar mandi. Dia mencoba

mengecek kembali ponselnya karena ada email

masuk dari Robin mengenai pekerjaan.

Dia segera menyimpan ponselnya saat melihat

Aham keluar dari kamar mandi. Seperti biasa

laki-laki itu selalu saja bertelanjang dada,

padahal Naya sudah menyiapkan satu stel

pakaian untuknya.

Aham melirik kearah keberadaan Naya.

"Cepat tidur, nunggu apalagi kamu ?"

Naya berdiri. Tidur ? dimana ? Aham naik ke

atas tempat tidur. Duduk bersandar seraya

membuka ponselnya. Banyak hal penting yang

harus dia cek saat ini. Sudut matanya melihat

kearah Naya yang saat ini berjalan masuk ke

dalam ruang ganti pakaian .

Tidak lama Naya sudah kembali. Mata Aham

tampak terpaku melihat Naya keluar dengan

memakai setelan baju tidurnya. Dia juga sudah

melepas kerudungnya. Rambutnya di gelung

asal hingga leher jenjangnya yang putih mulus

terlihat begitu menggoda.

Aham menelan salivanya berat. Hawa panas

perlahan mulai menjalari seluruh aliran darahnya.

Tubuh bagian bawahnya bereaksi seketika.

Owhh shit !

Kenapa bisa begini ? tubuh nya langsung saja

merespon hebat hanya dengan melihat wanita

ini memakai baju tidur saja !

Naya terlihat bingung dan canggung. Dia harus

bagaimana sekarang ?

" Naik ! kenapa masih di situ ?"

Suara Aham yang sedikit berat membuat Naya

semakin merasakan ketegangan. Tapi kenapa?

Bukankah dia sudah pernah tidur bersama dengan

laki-laki ini ? ini rasanya benar-benar berbeda.

"A-aku sebaiknya tidur di sana saja.."

Naya melirik kearah sofa. Mata Aham langsung

menghunuskan tatapan setajam pedang.

"Kalau begitu, kau harus di hukum sekarang !"

Naya cepat-cepat naik keatas tempat tidur.

Dia membenarkan letak bantal nya. Kemudian

mulai merebahkan tubuhnya.

Aham masih menatapnya tiada henti. Naya

mulai merasa tidak nyaman dengan tatapan

Aham yang tidak pernah berpaling darinya.

Dia memiringkan badannya kearah samping.

"Berani berpaling kamu ?"

Naya menarik napas dan membuangnya kasar.

Sabar Naya..mulai sekarang dia harus

membiasakan diri dengan segala sesuatu sesuai keinginan Tuan Muda yang maha benar ini.

Naya kembali tidur dengan posisi badan lurus.

"Mendekat padaku !"

Naya melirik, keduanya saling pandang kuat.

"Masih berusaha membantah ?"

Baiklah Tuanku..! Naya beringsut, mendekatkan

dirinya pada Aham. Laki-laki itu tersenyum tipis.

Naya kini sudah berada di dekatnya.

Dada nya tiba-tiba saja kembali berdebar hebat.

Aroma membuai yang menguar dari tubuh Aham

membuat dia harus berusaha untuk menguasai

dirinya. Aham meletakkan ponselnya diatas nakas.

Dia kembali berpaling pada Naya yang masih

terdiam dengan posisi tubuh terlentang kaku.

"Mulai sekarang kau harus tidur dengan posisi

seperti ini."

Dengan gerakan cepat Aham menarik pinggang

Naya, keduanya kini saling berhadapan. Tubuh

mereka saling menempel ketat. Naya menekan

dada bidang agar tubuh bagian atasnya aman.

Mata mereka semakin lama semakin terpaut ,

sorot mata yang begitu rumit dan sulit untuk

di jabarkan. Yang terdengar sekarang hanya deru

napas mereka yang semakin lama semakin berat.

"Apa aku boleh bertanya sesuatu.?"

Naya memberanikan diri bertanya. Ganjalan yang

ada di dalam hatinya harus terjawab saat ini juga.

"Baiklah..tapi akan ada harga dari jawaban yang

aku berikan padamu.!"

"Apa segala sesuatunya harus selalu ada harga

bagimu ?"

"Tentu saja ! tidak ada yang gratis di dunia ini.!"

Naya terdiam, berpikir keras. Baiklah tidak apa

asal rasa penasarannya tertuntaskan.

"Baiklah.! tapi aku minta..jangan yang aneh-aneh.

Aku tidak akan memberikannya.!"

"Kau pikir dirimu sangat berharga ya ?"

Naya memutar bola matanya kesal.

"Bagiku, diriku sangat berharga ! "

Aham tersenyum miring.Dia makin mempererat

pelukan nya di pinggang ramping Naya. Tubuh

wanita ini memiliki bentuk yang sangat pas dalam

genggaman tangan nya. Sangat enak untuk di

peluk. Aham terkekeh sendiri dalam hatinya.

"Apa yang mau kamu tanyakan ?"

Naya mencoba mengatur ritme napasnya.

"Apa yang terjadi sebenarnya ? kenapa sekarang

kau memintaku untuk pindah ke kamar ini."

Aham masih terdiam. Naya mendongak, menatap

Aham yang kini terpejam. Apa dia mendengar ku?

Naya kesal sendiri melihat Aham masih terdiam.

"Tolong beri aku penjelasan."

"Aku memberitahu semua pelayan bahwa kau

adalah istriku.!"

Naya tersentak. Dia menatap tidak percaya pada

Aham yang terlihat acuh saja.

"Be-benarkah..? tapi kenapa ?"

Aham membuka mata, dia tampak mengernyitkan

alisnya. Wanita ini bertanya Kenapa ?

"Bukankah itu yang kau inginkan ?"

Mata mereka kembali bertemu. Wajah Naya

memerah. Aham mengangkat dagu lonjong

Naya hingga kini wajah mereka begitu dekat.

"Sudah aku bilang, kau memang istriku.! tapi

aku belum bisa menerima mu seutuhnya."

"A-aku mengerti."

Lirih Naya berusaha menepis tangan Aham.

"Sekarang berikan aku ciuman !"

Naya membulatkan matanya. Ciuman lagi ?

"Aku sudah memberikan jawaban atas semua

pertanyaan yang bersarang di kepalamu itu.

Sekarang berikan aku imbalan..!"

Naya memejamkan mata. Mau tidak mau dia

mendekat. Tatapan mata Aham yang sedikit

berbeda membuat jantung Naya berpacu kencang.

Dengan cepat dia mendaratkan ciuman di bibir

Aham. Namun sedetik kemudian Aham melakukan

serangan balik. Dia menyergap bibir mungil Naya.

Tubuh Naya bergetar saat Aham mencium

lembut dan hangat bibirnya. Dia benar-benar

tidak kuasa untuk menolak ciuman ini. Aham

semakin memperdalam ciumannya dengan

gerakan sedikit liar, karena sensasi nikmat dari

bibir lembut Naya seketika membuat darahnya

mendidih. Naya mulai membalas ciuman Aham

membuat gairah dalam diri Aham semakin naik

dan membara.

Sial ! Juniornya langsung bangun meronta.

Tubuh Aham semakin memanas. Ciuman

mereka semakin lama semakin intens. Naya

mulai bisa mengimbangi permainan lidah Aham.

Mereka semakin terhanyut dalam gairah, tidak

ingin saling melepaskan satu sama lain. Sampai

akhirnya ciuman panas mereka harus terhenti

saat napas Naya mulai tersengal tidak sanggup

lagi meladeni keliaran bibir Aham yang terus

saja menyerangnya tiada ampun.

Mereka mencoba mengatur napas dan mengambil

pasokan udara sebanyak mungkin. Mata Aham

tampak berkabut. Hasrat dalam dirinya seakan

tidak terkendali. Ini gila ! kenapa wanita ini bisa

membuat tubuhnya begitu bernapsu dan

bergairah. Dia ingin memiliki wanita ini seutuhnya.

"Permisi.! aku harus ke kamar mandi. "

Naya cepat-cepat beranjak turun dari tempat

tidur. Dia harus segera menghindar dari laki-

laki ini. Kalau tidak dia tidak bisa menjamin

apa yang akan terjadi. Harus Naya akui, dirinya

memang wanita normal yang memiliki hasrat

dan napsu yang sama dengan orang lain.

Dia juga merasa setiap kali dekat dengan Aham,

tubuhnya begitu bereaksi. Dia tidak bisa terus

menerus mengontrol dirinya. Benar kata mereka

Aham memilki daya tarik seksual yang sangat

berbahaya.

Naya berdiri menyandarkan tubuhnya ke dinding

kamar mandi dengan memegangi dadanya. Lutut

nya terasa lemas saat ini. Dia terus mencoba

mengatur pernapasan nya dan menetralkan

debaran di dadanya.

Sementara Aham pun saat ini beranjak pergi

keluar dari kamar. Dia harus mendinginkan suhu

tubuhnya di kamar mandi sebelah. Ini pertama

kalinya dia tidak bisa menguasai hasratnya.

Banyak wanita yang sudah dia kencani. Tapi

belum ada seorangpun yang membuat dia harus

menderita seperti ini. Tubuh bagian bawahnya

tidak pernah mengamuk seperti ini sebelumnya.

Sial ! Aham benar-benar tidak mengerti kenapa

wanita itu mampu membuat tubuh nya bereaksi

seperti ini. Apa yang di miliki gadis itu yang tidak

di milik oleh gadis lain.!

\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*

Bersambung...

Readers ku zeyenk..

Like & koment nya jangan lupa yaa..

Jangan pelit !! biar author tambah semangat.!!

Makasih banyak yang selalu setia..😘🤗🙏

1
ayu cantik
bagus
Nunung Suwandari
Hai aku kembali untuk membaca ini 😍
Marhaban ya Nur17
klo ama melani terjadi keren neh Noah 😄😄😄😄 soalnya ama feli jg dapet
Marhaban ya Nur17
tinggal ngomong gtu doank banyak drama
Marhaban ya Nur17
naya diem bae y klo di tarik Noah wkwkkw
Marhaban ya Nur17
g habis pikir cerita wkwkkwk satu masalah belum kelar ada lg yg datang wkkwkwk aneh
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw belum dapet fill nya
Marhaban ya Nur17
ngapa aham g bilang ke semua orang gtu msh nutup"
Marhaban ya Nur17
muter" itu aja deh kayanya wkkwkwkw alurnya lama, pembahasannya itu" aja gw mau udh n tp udh setengah jalan
Marhaban ya Nur17
bar" se yara wkekke
Marhaban ya Nur17
makanya jan sombong
Marhaban ya Nur17
elah lambat banget thor kek kura" alurnya
Marhaban ya Nur17
Lola amat se alurnya
Marhaban ya Nur17
kapan bucinnya aham 🤔🤔🤔
Rohayani
udh 2x baca tetep aja suka...
ditunggu karya yg lainnya othor ku sayang...love sekebonnn😍
rindu juga ceritanya sherinda sma mayra thor..nnt mampir lg aaah💪💪💪
Marhaban ya Nur17
knp se semua orang enteng banget tangannya
Marhaban ya Nur17
nah klo kaya gini kan ok àham
Marhaban ya Nur17
ternyata feli ama naya saudara an y
Marhaban ya Nur17
dri part pertama ampe sekarang gw benci ama pemain cowoknya wkwkkwkkw
Marhaban ya Nur17
pusing gw jg klo banyak harta wkwkwk
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!