NovelToon NovelToon
TAWANAN CINTA SANG MAFIA

TAWANAN CINTA SANG MAFIA

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Nikahmuda
Popularitas:176k
Nilai: 5
Nama Author: Lela W.Y

Alena gadis tangguh penuh tekad, dia adalah seorang Mahasiswi semester 5 disebuah universitas di Jakarta, suatu hari nasib buruk menimpa dirinya saat ayahnya yang gila judi itu terlilit begitu banyak hutang akibat hobi gilanya itu.

Alena dijadikan taruhan kepada seorang Mafia kejam dan menjadi tumbal keserakahan ayahnya sendiri.

Alena terpaksa harus menjadi tawanan sang Mafia karna ayahnya ternyata kalah dalam permainan judi bersama sang Mafia.

Dalam semalam hidupnya berubah, dia terpaksa harus menikah dengan laki laki asing yang terkenal berdarah dingin bernama Raka Bumiatmaja, namanya harum dikalangan para penjahat kelas kakap, tak ada yang berani mencari masalah dengannya.

Dia Mafia yang menangani penyelundupan senjata api untuk negara negara besar. Kekayaannya mungkin hampir separuh negri, dengan kuasa dan uang yang dia miliki apapun bisa di dapatnya hanya dengan menjentikkan jarinya.

Akan kah Alena bahagia dengan kehidupan barunya sebagai istri seorang Mafia kejam?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lela W.Y, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 29

Alena tak bisa melawan karna satu tangannya yang masih dibalut perban sementara tangan yang lainnya sedang terpasang sebuah selang infusan.

Kedua tangannya hanya mampu meremas seprei kuat kuat saat merasakan Darren menciumnya lebih intim.

"Hmmft" Hampir saja Alena kehabisan nafas kalau saja Darren tidak melepas ciumannya.

Dia menatap Alena lurus, kemudian secara perlahan Darren mengusap bibir ranum itu dengan ibu jarinya.

Alena mematung, wajahnya sudah mirip mumi hidup, dia tak bisa bergerak saking takutnya.

"Jangan asal bicara lagi kalau kau tidak ingin ku habisi diatas ranjang, Alena." Desis Darren dengan wajah serius.

Dia kelihatan tidak main main dengan ucapannya.

Alena terkesiap, setelah sadar dia langsung menarik wajahnya menjauh dari Darren.

Darren tertawa puas melihat ketakutan di wajah gadis itu.

Dia kemudian berdiri dan berjalan ke arah lemari khusus tempat penyimpanan jam tangan dan dasi.

Darren mengambil salah satu jam di dalam lemari yang terbuat dari kaca itu.

"Aku akan pergi ke klub, selama aku tidak ada, jangan pernah mencoba melukai dirimu sendiri, aku akan menyuruh Lastri untuk mengawasi mu di dalam kamar ini." Kata Darren sambil berjalan ke arah pintu.

Alena hanya diam, tidak berusaha memberikan protes seperti sebelumnya, ciuman Darren barusan ternyata cukup ampuh mengunci mulut kecilnya.

Dia masih kelihatan tegang di atas tempat tidur berukuran king size itu.

Darren keluar kamar setelah memastikan Alena tidak akan berani macam macam lagi. Diam diam Alena menghela nafas lega saat melihat punggung pria itu perlahan menghilang dibalik pintu kamar yang mulai tertutup.

Lim yang sudah menunggu di depan pintu keluar membungkukkan badannya saat melihat Darren tengah berjalan ke arahnya.

"Semuanya sudah siap?" Tanya Darren.

Lim mengangguk, cepat cepat dia berjalan ke arah mobil dan membukakan pintu belakang untuk Tuannya.

"Sudah Tuan Muda, semuanya sudah siap."

Darren kemudian masuk dan duduk di belakang kursi kemudi.

Mobil Darren itu pun terlihat meninggalkan gerbang utama.

Di dalam kendaraan.

"Bagaimana dengan Alex, apakah dia sudah sampai di klub?" Darren menyebut salah satu nama konsumennya yang paling sering melakukan transaksi jual beli senjata api dengannya.

Kebetulan hari ini dia akan melakukan kerja sama dengannya. Alex berencana memesan senjata api dalam jumlah besar kepada Darren.

"Sudah Tuan, saya sudah menyuruh pegawai untuk mengirimkan seorang wanita untuk menemaninya selama kita belum sampai."

Darren tersenyum tipis sambil menyenderkan kepalanya di kursi.

"Dia akan berharap aku datang lebih lama kalau gitu."

Lim melirik Darren lewat kaca spion tengah kemudian dia mengangguk pelan tanda setuju.

Mereka sudah mengenal betul sifat Alex, Mafia dari negara X ini cukup punya selera **** yang sangat liar.

Dia senang dikelilingi banyak wanita, setiap dia ke klub Devil, Alex selalu meminta untuk di temani wanita wanita cantik yang bekerja disana.

Selang beberapa waktu mobil Darren pun sampai di depan pelataran klub miliknya.

Seorang penjaga yang sedang berjaga di depan pintu dengan sigap langsung menghampiri mobil Darren dan membantu membukakan pintu untuknya.

"Selamat pagi Tuan Muda." Penjaga itu membungkukkan tubuhnya menyapa sang pemilik klub.

"Hmm."

Darren berjalan ke dalam klub dengan langkah langkah panjang.

Meski masih dini hari, tapi suasana disana sudah sangat ramai, apalagi dilantai atas, di ruangan khusus yang disediakan untuk bermain judi. Para bandit bandit sepertinya menginap dari semalam dan belum selesai dengan pertarungan mereka diatas meja panjang itu.

Darren memantau suasana disana sebelum menuju ruangan tempat dimana Alex sudah menunggu.

"Dimana dia?"

"Di ruangan nomor 303." Lim mengikuti langkah Darren dari belakang, mereka berjalan diantara jejeran ruangan karaoke yang lumayan panjang.

Setelah menemukan angka ruangan yang tadi Lim sebutkan, Darren menghentikan langkahnya di depan pintu bercat warna hitam itu.

Lim menunggu instruksi dari Darren. Tidak berani membuka pintu di depannya selain karna perintah dari Darren, juga karna dia tahu Alex sedang melakukan aktifitas yang sangat panas di dalam sana.

Konsumen Darren yang satu ini terkenal karna sifat nakalnya.

"Periksa, apakah dia sudah selesai dengan wanita itu." Darren mengibaskan tangannya.

Lim mengangguk, dia mengulurkan tangannya dan membuka handle pintu.

Pintu pun terbuka, Lim terlihat masuk dan selang beberapa lama dia sudah kembali ke hadapan Darren.

Lim melebarkan pintunya agar Darren bisa masuk, tandanya Alex sudah dalam kondisi aman untuk ditemui.

"Tuan Alex sudah selesai, silahkan Tuan masuk ke dalam." Kata Lim.

Darren melangkah ke dalam salah satu ruangan karaoke yang cukup luas itu. Lampu ruangan dimatikan, hanya ada lampu disko yang menyala remang ditengah tengah plafon atas, cahaya kelap kelip seketika terpantul mengitari seluruh tembok ruangan akibat dari lampu yang bergerak berputar itu.

"Darren, long time no see!" Sambut Alex dengan senyum khasnya.

Darren menatap Alex yang tengah merapihkan kancing kemejanya, sementara wanita disampingnya juga sepertinya tengah sibuk memakai kembali gaun seksinya. Penampilannya terlihat berantakan, dia menunduk dan mengambil heelsnya dengan tangan.

"Baby, tips mu sudah di transfer oleh asistenku, kau sangat berpengalaman baby!"

Cup. Alex mengecup punggung tangan wanita itu dengan mengedipkan satu matanya. Wanita itu tampak malu, dia bergegas keluar ruangan setelah memeriksa ponselnya, Alex menepati janjinya. Uang di rekeningnya ternyata memang sudah bertambah.

Melihat itu Darren dan Lim hanya diam, sudah hal lumrah bagi mereka, ini bukan kali pertama dia melaukan kerjasama dengan Alex.

Meski terkenal nakal, tapi Alex adalah pelanggannya yang paling bisa dipercaya. Dia tidak pernah mengingkari ucapannya.

Darren duduk di sebelah bangku Alex dengan menyilangkan kakinya.

"Bagaimana kabarmu Darren? ku dengar kau menikah dengan seorang gadis hahah apa itu sungguhan?" Tanya Alex tak percaya. Dia mendengar kabar tak masuk akal itu dari media.

Lim menuangkan bir ke dalam gelas kosong yang ada di atas meja.

Alex mengangkat gelasnya, lalu mengajak Darren untuk bersulang.

Darren tersenyum tipis, menyambut gelas yang sedari tadi sudah Alex angkat di depan wajahnya.

Cheers!

"Benar, kabar angin cepat sekali beredar ternyata." jawab Darren sambil meneguk birnya.

"Jadi ternyata semua itu benar? wow! kenapa Darren? bukankah kau tidak percaya pada pernikahan?"

Darren tertawa penuh arti.

"Aku memang tidak percaya pada pernikahan, pernikahan is bullshit!"

"Jadi?" Kening Alex berkerut mendengar jawaban Darren.

"Aku hanya menjadikannya tameng, dia tidak lebih dari mainan bernyawaku." Jawab Darren enteng.

Lim melirik sekilas ke arah Tuannya. Mencoba menelisik apakah ucapannya sungguh sungguh, karna kenyataan yang terjadi di lapangan sangat berbeda jauh. Lim melihat Darren malah memberi perhatian khusus pada Alena.

"Hahaha kau sangat kejam Darren, menikahinya hanya untuk menjadikannya tameng, sungguh sulit dipercaya!" Alex berdecak. Ternyata memang benar dugaannya, pasti ada alasan yang mendasari teman Mafianya ini menikah.

"Jahat? kita semua adalah manusia jahat. sudahlah, jangan bahas urusan pribadi disini, kita lanjutkan obrolan tentang bisnis saja." Desah Darren.

"Ya ya baiklah, maafkan aku Darren, aku hanya merasa syok mendengar berita pernikahanmu yang sangat tiba tiba." jawabnya lugas dan memang dia bertanya tanpa ada maksud apapun.

Mereka pun kemudian melanjutkan obrolan bisnis hingga tak terasa waktu sudah menjelang sore.

bersambung

1
Nia Nara
Alena hamil
Nia Nara
Dari awal mending joshua jujur aja. Daripada kayak skrg
Nia Nara
Gimana gak mau takut. Lah bersama u hidup isinya ancaman dan kekerasan doang
Atik Susilowati Umam
lanjut Thor...
Gusliantini
lanjut thor cerita nya saat bgus semngat💪💪💪💪
Susi Dyansyah
lanjut dong cerita nya menarik
nila hendra
pengen baca tp kyknya lama banget ya upnya
Susi Dyansyah
udah selesai blm ni ...
Susi Dyansyah
menarik ...apakah masih berlanjut
Rini Maryani
lanjut daren penasaran
Sri Susanti
mantap
Robi Blora
lanjut thorr
xio ba
ayo dong thorrr lanjut, ak udah ga sabar nihh
Rita Purnamasari
lanjut seru cerita ya
xio ba
lanjut dong thorrrrrr
xio ba
Darren malu2 kuceng
Raudhatul Jannah
wew
Su Yadi
lnjut kak,q ingin melihat bhagia,dan Alena mngandung bnih cntanya Darren,tlg kak up lgi ya plisss
Su Yadi
kapan hamil Thor,biar mkir lengket & gregett
Yuni sahara Sujarwono
lanjut thorr. plissss gantung
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!