[Murni Karyaku]
Xiao Lu seorang bos mafia dari abad ke-21 yang terlempar ke tubuh seorang nona muda pada masa Dinasti Shang yang tidak tertulis dalam sejarah. Ia menempati tubuh nona muda dari kediaman Jenderal Ahn yang memiliki nama yang sama. Nona Xiao Lu terkenal dengan sifatnya yang pendiam dan pemalu juga tidak mempunyai bakat apapun yang membuat berbagai rumor beredar dimasyarakat, salah satunya adalah, jika keluarga Jenderal malu mempunyai anak seperti Xiao Lu yang tidak bisa apa-apa dan akhirnya memilih mengurungnya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vipot94, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Pavillion Blackrose
"Kita sudah sampai, Pangeran." Ucap Tao pada Pangeran Jing dari luar kereta.
Pangeran Jing yang mendengar itu lantas membuka pintu kereta dan turun. Setelahnya, ia membantu gege-nya untuk turun.
Saat mereka sudah turun, Pangeran Jing mengernyitkan dahi melihat bangunan di depannya. Ia meneguk ludah gugup.
'I-itu bukan kediaman jenderal besar. Ta-tapi..' Batin Pangeran Jing.
Pangeran Jing lantas menatap Tao yang sedang tersenyum kecil ke arah mereka. Lalu, menatap Pangeran Chen yang menatap polos sekitarnya.
"I-ini bukan kediaman jenderal." Tukas Pangeran Jing.
"Si-siapa kau sebenarnya?!" Tanyanya tajam dan menarik Pangeran Chen agar berdiri dibelakangnya.
Tao hanya tersenyum mengerti akan ketakutan Pangeran Jing. Ia sedikit berdehem pelan.
"Ini Pavillion Blackrose, Pangeran." Beritahu Tao yang dibuahi pelototan oleh Pangeran Jing dan tatapan polos dari Pangeran Chen.
"Kenapa kau membawa kami kesini?!" Pekik Pangeran Jing sambil menatap tajam Tao membuat Tao berdiri bingung karena tak tahu harus bagaimana menjelaskannya jika sebenarnya nonanya, Xiao Lu, tunangan Pangeran Chen, calon iparnya, adalah orang yang menyuruhnya. Dan lagi, tentang identitas Xiao Lu yang sebenarnya.
"Aku yang menyuruhnya, adik ipar." Ucapan itu sukses membuat ketiganya menoleh.
Disana tepatnya disebatang pohon dekat gerbang pavillion, berdiri seorang gadis dengan hanfu hitam yang melekat pada tubuhnya.
"Lu'er?" Ucap Pangeran Jing penuh tanya.
Gadis yang tak lain adalah Xiao Lu itu lantas melompat turun dari pohon dan mendarat dengan sempurna membuat Pangeran Jing dan Pangeran Chen menatap kagum.
Xiao Lu pun berjalan mendekati mereka bertiga dengan langkah ringan. Pangeran Chen sangat antusias melihat Xiao Lu ada disini. Terlihat dari binar mata dan juga senyum lebar yang terpatri.
"Salam, Nona." Ucap Tao sambil membungkuk kecil saat Xiao Lu tiba dihadapan mereka bertiga.
Xiao Lu memberengut tak suka. Ia berkacak pinggang sambil melotot ke arah Tao membuat Tao meneguk ludah gugup. Ia tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.
"Kakak Tao. Bukankah aku sudah bilang jangan memanggilku Nona?! Panggil aku Xiao Lu atau Lu'er! Berapa kali aku harus mengingatkan kakak Tao?! Kenapa juga yang lainnya selalu memanggilku begitu? Kalian sekarang keluargaku! Mana bisa kalian memanggilku seakan kalian adalah pelayanku?! Kenapa sangat susah sekali kalian untuk memanggil namaku?!" Omel Xiao Lu panjang dengan suara cukup keras membuat mereka rasanya ingin menutup telinga. Bahkan, anggota Blackrose yang bersembunyi dikegelapan dan didalam pavillion sudah menutup telinganya dan matanya berkeliaran menatap ke arah mana pun asal tidak menatap Xiao Lu.
Percayalah, mereka paling tidak suka jika Xiao Lu sudah mulai mengomel. Mereka lebih suka Xiao Lu yang tegas dengan tatapan penuh imiditasi. Kenapa mereka tidak suka? Itu Karena, Xiao Lu sangat menggemaskan dengan tangan yang berkacak pinggang serta mata yang melotot lucu. Itu justru membuat Xiao Lu nampak menggemaskan.
Pangeran Jing mengernyit sambil mengusap telinganya begitupun Pangeran Chen yang masih berdiri dibelakang Pangeran Jing.
"Ah baik-baik maafkan kakak Tao, Lu'er!" Seru Tao sambil menunjukan senyumnya dengan gugup.
"Nah gitu dong." Dumel Xiao Lu. Ia pun mulai kembali menjadi Xiao Lu yang biasa mereka lihat.
"Nah, adik ipar, Chen-chen.. ayo ikut aku ke dalam." Ucap Xiao Lu sambil menggandeng Pangeran Chen.
"Tidak usah protes. Aku akan menjelaskannya nanti didalam." Ucap Xiao Lu sambil melotot saat melihat Pangeran Jing hendak protes membuat Pangeran Jing mengernyit dan cemberut.
Mereka pun berjalan dengan Xiao Lu yang memimpin jalan dengan menggandeng tangan Pangeran Chen dengan antusias diikuti Pangeran Jing yang masih linglung lalu Tao yang masih mengusap telinganya yang kini memerah.
***
pangeran chen kau membuatku maalluuuu....🤭