Apa jadinya jika dua sifat yang saling bertolak belakang disatukan dalam ikatan bernama pernikahan.
Gawa dengan sikap kasar serta tempramental yang angkuh serta sifat kasar yang mendasar sering membuat dirinya di panggil dengan sebutan Singa. Sementara Kristal dengan segala sikap penurut serta lemah lembut nya.
Hingga berawal dari satu teror yang seolah menjadi kan nya sebagai pintu teror yang lainnya. Bukan hanya cinta, namun persahabatan juga akan di uji dalam cerita ini.
Bersama dengan para sahabat nya, akan kah Gawa dapat menyelesaikan kejadian-kejadian aneh itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon riyaarmalissa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Mulai Menjalankan Misi
"Kata siapa kayak gitu?."
Kini atensi ke-dua wanita paruh baya itu teralihkan menatap ke sumber suara. Terlihat disana jika Gawa tengah berdiri di depan pintu utama sambil menggenggam se buket bunga.
Perlahan Gawa mendekati mereka yang tampak terkejut dengan kedatangannya yang secara tiba-tiba itu. Melihat Gawa yang mendekatinya, Giselda tersenyum yakin jika dirinyalah yang akan di sapa untuk pertama kalinya.
"Ini ada bunga dari putra Bunda yang tersayang."
Gawa memberikan Buket itu kepada Gayatri dengan senyum tulus seakan dia benar-benar menyayangi Gayatri, Memegang tangan Gayatri lalu mengecupnya.
Matanya beralih menatap Giselda yang juga saat itu menatapnya. Ketika Giselda maju untuk memeluk Gawa, reflek dirinya mundur dan berdiri di samping Gayatri yang kini manatap Gawa heran.
Giselda mengerutkan keningnya. Kaget melihat reaksi sang putra yang tampak menjaga jarak dengannya.
"Kamu nggak mau meluk Bunda sayang."
Gawa berdecih sinis.
"Saya putra Anda?."
"Iya, kamu akan tetap jadi putra Bunda sayang."
Jawab Giselda bersungguh-sungguh.
"in your dreams."
Balas Gawa sengit. Dirinya sudah terlanjur kecewa oleh Giselda, dan mungkin untuk memaafkan nya butuh waktu yang cukup lama untuk menerima kenyataan. Ingatkan dia jika Galen Ganiar yang merupakan musuhnya adalah anak dari wanita yang berada di hadapannya saat ini.
"Sekarang silahkan kan Anda keluar dari rumah saya."
Dengan tidak Hormatnya, Gawa mengusir Giselda bahkan mendorong sampai keluar dari pekarangan.
Setelah melihat Giselda benar-benar pergi, Gawa masuk menemui Gayatri. Hari ini, dirinya akan berdamai dengan kenyataan. Hari ini, dirinya akan mulai memahami posisi Gayatri sebagai orang tua nya.
"Maaf."
Hanya kata itu yang dapat keluar dari mulutnya.
Berdiri di hadapan Gayatri dengan wajah yang tampak putus asa. Dirinya benar-benar kalut saat ini, dirinya tak tahu harus bagaimana. Kristal, ya, dirinya butuh Kristal saat ini. Setidaknya dengan adanya Kristal di sampingnya, maka keadaan canggung tidak separah ini. Namun Kristal tidak terlihat di Mana-mana.
"Bun-."
"Pati."
Mereka kembali terdiam. Gawa tidak menyukai suasana seperti ini, sungguh awkward rasanya. Rencana yang ia susun rapi sedari tadi gagal karena kedatangan Giselda yang tidak diketahui nya. Bunga yang seharusnya ia berikan untuk Kristal dengan terpaksa ia berikan kepada Gayatri.
"Maafin Pati ya, Pati tau kalo selama ini Pati selalu gak sopan sama kamu. Waktu itu Pati belum bisa nerima semuanya, Pati takut kecewa lagi kalo percaya sama orang Pati kehilangan arah, dan gak ada yang nge- bimbing Pati."
Mendengar suara Pati pertama kalinya berbicara padanya, perasaan haru mengerant relung hati terdalam Gayatri. meskipun tidak ada kata 'Bunda' disana, namun Gayatri merasa bersyukur karna sedikit Puteranya mau berbicara padanya.
"Boleh Bunda peluk Pati?."
Gayatri sangat berharap besar jika Puteranya mau mengabulkan keinginannya. Tidak ada yang lebih bahagia lagi selain dekat dengan Anak yang selama ini menjauhinya.
Gawa tersenyum lalu maju untuk memeluk Gayatri.
"Pati udah lama banget nggak di peluk sama Bunda nya Pati."
"Assalamu'alaikum."
Salam Kristal saat berada di depan pintu. Namun dirinya terkejut mendapati Suami dan mertuanya tengah berpelukan. Kristal berjalan mendekati mereka, saat dirinya tepat berada di samping Gawa, Gayatri menariknya kedalam pelukan mereka.
"Bunda senang kita bisa berdamai."
Dalam hati Gayatri berdoa agar hubungan keluarganya selalu harmonis tanpa ada cela untuk perusak masuk.
Ya, mungkin untuk saat ini hubungan mereka baik, tidak tahu seperti apa kedepan nya.
Sebab disinilah para perusu mulai menyusun rencana mereka.
"Kita butuh orang dalem buat deketin 'dia' biar lebih muda."
Jika kalian bertanya siapa yang berbicara, maka jawabannya adalah Kejora Handoko. Masi ingatkan, salah satu murid Batarapati yang sangat membenci Gawa meskipun mereka tidak pernah dekat ataupun Gawa yang tidak pernah membuat masalah padanya. Namun berbeda dengan Fikiran nya yang menganggap Gawa adalah sumber penghalang dari rencana nya kelak.
Lelaki di hadapannya menaikan sebelah alis, lalu tersenyum setelah mengerti apa maksud dari sang lawan bicara.
"Gue tau siapa yang bisa bantu kita nanti."
"Mungkin kita sepemikiran, kakak juga sudah tahu siapa yang akan menjadi Cepu."
Wanita itu lantas tersenyum miring. Sebentar lagi, dendam yang beberapa tahun ini ia simpan akan terbalas. Dua sampai tiga nyawa akan lenyap setelah rencananya berhasil.
Kejora menggeleng takjub.
"kakak gak nyesel, dia bekas sahabat kakak?."
"Kakak nggak merasa nyesel sedikit pun, ingat! dia kematian adik kakak disebabkan oleh pengecut itu."
"Ok, nanti malem mereka yang nggak penting kita eksekusi. Gue pengen tau gimana besok reaksi mereka."
Setelah itu mereka tertawa sinis dan tidak memperdulikan pengunjung cafe yang menatap mereka heran.
Sedangkan mereka hanya cuek tanpa merasa terganggu. lalu, Kejora bangkit untuk pergi ke toilet.
Ting
Pintu cafe berbunyi menandakan ada yang masuk. Terlihat disana Jesica dan seorang laki-laki memasuki cafe sambil bercanda ria dan tak lupa tangan mereka yang saling bertautan.
"Kamun pesan dulu, saya mau ke toilet sebentar ya."
Jesica mengangguk tanpa menjawab pria yang kini berjalan menuju toilet.
Tiba-tiba matanya menangkap dua orang yang tampak familiar namun dirinya tidak mengingat dimana mereka berjumpa.
"Pesan apa kak?."
Tanya pelayanan kafe yang tampak masih sangat mudah, Atau mungkin umur mereka tidak jauh beda.
Jesica tersenyum dan membuka buku menu.
"Mereka yang di ujung sana sering ke sini ya?." Tunjuk Jesica dengan ekor matanya.
Pelayanan mudah itu menatap sekeliling hati- hati takut jika ada yang mendengarkan.
"Kakak kenal sama mereka?."
Jesica hanya mengedikkan bahu tanda kurang mengerti maksud dari pelayan itu.
"Emang kenapa?."
"Mereka itu orang aneh kak, yang suka bawain benda tajam. Pernah sekali mereka bawa kayak bungkusan kecil kayak semacam sabu, tapi aku gak tau pasti juga."
Ada yang aneh fikir Jesica. Ditambah dengan wanita yang duduk membelakangi nya seperti sudah tidak asing lagi. Dan jangan lupakan jika seragam yang dipakai cowok dari rekan wanita itu merupakan kenamaan SMA Gadjah Mada, tetapi ntah mengapa rasanya cowok itu pernah ke Batarapati.
"Biasanya mereka bertiga kak, perempuan yang satu lagi pergi ke toilet dan kalo gak salah dia dari Batarapati."
Sambung pelayan itu berhati-hati.
"Ciri-cirinya gimana?."
Dirinya yakin jika ada Cepu di Batarapati.
"Warna matanya terlalu kontraks untuk orang Indo, terus dia juga sering pake bando warna merah."
Jesica mencoba untuk mengingat siswa Batarapati yang warna matanya kontraks. Namun nihil, dirinya tidak ingat.
"Mereka sering main kartu tarot dengan nyawa orang sebagai taruhannya."
Mendengar penuturan terakhir dari pelayan itu, Jesica semakin curiga jika mereka ada sangkut pautnya dengan kejadian di mana Galen sempat dinyatakan koma setelah dengan sengaja infus nya dilepas. Dan menurut penelitiannya bersama sang kekasih, yang melepas infus itu adalah orang yang sama dengan ciri-ciri yang disebutkan oleh pelayan ini.
"Kamu kenal Gal-."
"Udah pesen?."
Lelaki yang di ketahui kekasih Jesica datang dan mengalihkan obrolan mereka.
"Udah, kakak mau pesen apa?."
"Samain aja kayak punya kamu."
Setelah itu mereka terlihat obrolan kecil. Tetapi Jesica akan kembali lagi ke kafe ini untuk meminta informasi lebih kepada sang pelayan. Dan jangan lupakan jika dirinya juga akan mengintai mereka lagi.
*
*
*
*
Hayyy temen temen akuh😂
aku balek dengan membawa kebahagiaan
yang semalem bilang up nya jangan lama lama ini udah aku usahain ya.
oh iya aku mau ngasih tau kalo cerita aku DanAra udah mulai aku publish. Jadi kalian jangan lupa mampir yaa. ceritanya gak kala9 seru kok sama MYH, pokoknya harus mampir ke sana. Garis keras HARUSS yaaa.
Teburi like N koment jangan lupa.
see you
kaum sultan masa isinya cm segitu
wkwkwk
akhirnya LENGGAWA is back...
hebat km thor...👍👍👍
bikin penasaran
lanjut thor
othor zeeyeeenggg.... tunjukkanlah drmuuu...
readers mu ygtak tau diri ini sngt merindukan ending ceritamuuu...😁😁😁