Sejak menjalankan misi dari SKAK, kehidupan Fabian Bara Akalanka mulai membaik. Bahkan, dia bisa membalas dendam kepada mantan kekasihnya—Adara Sandria.
Namun, belum sempat Fabian menuntaskan semua misi, system tersebut mendadak rusak. Lantas, dia dihadapkan pada rahasia besar yang ada di balik SKAK.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Gresya Salsabila, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Wanita Misterius
Seperti biasa, ketika senja sudah padam orang-orang dari SKAK datang menemui Fabian. Mereka mengantarkan hadiah yang sudah diklaim, yaitu mansion yang berada di pinggir kota. Orang-orang dari SKAK datang membawa surat kepemilikan atas tempat tersebut.
"Ini adalah hadiah yang berhak Anda terima. Alamat lengkapnya ada di sini, silakan Anda periksa sendiri dan temukan kejutan lain yang ada di sana."
"Baik, Pak. Terima kasih banyak," jawab Fabian dengan senyum yang mengembang.
Kebahagiaannya tak bisa lagi dilukiskan dengan kata-kata, sejak dulu tidak pernah terbayang akan memiliki mansion. Ah, sungguh, SKAK adalah keberuntungan yang tiada duanya.
Setelah orang-orang dari SKAK pergi, Fabian bergegas mengambil kunci mobil dan melaju menuju mansion barunya. Sepanjang perjalanan, tak henti-hentinya Fabian bersenandung, melampiaskan rasa bahagia yang sudah mencapai batas maksimal.
Meski melaju dengan kecepatan tinggi, tetapi jaraknya dengan vila memang cukup jauh, jadi membutuhkan waktu yang lama bagi Fabian untuk tiba di sana. Hampir dua jam lamanya.
Setelah tiba di tempat tujuan, dengan cepat Fabian menghentikan mobil di depan mansion ala-ala Eropa tersebut. Berhiaskan gemerlap lampu yang menghiasi setiap sudut dinding, warna dominan putihnya tampak lebih mewah dan elegan. Ditambah lagi halaman yang luas dengan beberapa pohon hias, sungguh merupakan tempat terindah yang pernah Fabian lihat. Tak ragu lagi, Fabian bergegas turun dari mobil dan keindahan mansion pun makin terpampang nyata.
"Wow, luar biasa! Duh, nggak ngira banget aku bisa punya tempat tinggal semewah ini." Mata Fabian tak berkedip, memandangi keindahan mansion dari balik pintu gerbang besi yang menjulang tinggi.
Tak lama setelah Fabian berdiri sambil menatap kagum, datanglah empat orang berpakaian serba hitam keluar dari mansion dan menyapa Fabian dengan sebutan 'Tuan'.
"Kalian siapa?" Fabian mengernyitkan kening, bingung karena wajah-wajah itu sangat asing baginya. Hanya penampilan yang sedikit familiar, yakni mirip orang-orang dari SKAK.
"Kami adalah orang suruhan SKAK. Kami siap melayani Anda di sini!" Mereka berempat menunduk hormat, siap menerima perintah dari tuan barunya.
Fabian masih tak bisa berkata-kata, mulutnya menganga lebar karena terkejut dengan apa yang terjadi. Selagi Fabian masih larut dalam kekagetannya, ia mengambil ponsel dan melihat satu notifikasi yang baru saja masuk.
'Anda berhak mendapatkan hadiah, lima puluh orang pelayan gratis.'
"Hah!" teriak Fabian, matanya melotot tajam menatap satu demi satu kata yang tertera di ponselnya.
Lima puluh orang bukan jumlah yang sedikit. Entah seluas apa mansion itu, sampai-sampai membutuhkan pelayan sampai puluhan. Padahal, satu saja Fabian tak pernah membayangkan.
"Silakan masuk, Tuan! Koki terbaik kami sudah menyiapkan hidangan untuk Anda," ucap salah seorang dari pelayan itu. Dia membuka pintu gerbang dengan lebar dan memberikan jalan untuk Fabian.
"Mmm, iya, terima kasih." Masih dengan sikap gugupnya Fabian melemparkan senyuman, kemudian melangkah menyusuri halaman bangunan itu. Sementara empat pelayan tadi, setia mengikutinya di belakang.
Sepanjang langkahnya, Fabian tak henti-hentinya berdecak kagum. Ia juga sesekali mencubit lengannya sendiri, memastikan bahwa semua itu bukan sekadar penggalan mimpi.
"Selamat datang, Tuan Fabian!" sapa empat orang pelayan perempuan ketika Fabian tiba di pintu utama. Mereka kompak menunduk hormat saat Fabian melangkah masuk.
"Terima kasih, semuanya terima kasih." Senyuman Fabian makin mengembang. Untuk pertama kalinya dia menjadi seorang tuan, dan rasanya sangat luar biasa.
Fabian pun terus berjalan sambil tetap mengagumi setiap jengkal bangunan yang sekarang menjadi milik sahnya.
"Hidangan sudah kami sajikan, Tuan. Mari saya antar ke meja makan!"
Fabian menggeleng, "Tidak. Aku makan nanti saja. Sekarang ... aku masih ingin berkeliling dan melihat-lihat mansion ini."
Pelayan itu tersenyum, "Mansion ini sangat luas, Tuan. Anda akan kelelahan jika tidak makan atau minum terlebih dahulu."
Karena tak punya pilihan lain, akhirnya Fabian mengiakan ucapan pelayan tersebut. Ia ikut ke meja makan dan menyantap hidangan mewah, sekelas restoran bintang lima. Fabian sangat puas menikmati itu.
Setelah selesai makan, dua pelayan laki-laki mengantarnya berkeliling. Pertama-tama, mereka mengajak Fabian melihat kolam renang dan taman yang ada di belakang mansion.
Dengan terpaan lampu yang benderang, air di kolam itu terlihat biru dan jernih. Fabian sampai tergoda untuk berenang di sana, sayang hari itu sudah malam. Akhirnya, Fabian hanya berjalan di pinggir sambil menatap jeli ke sekeliling. Kolam renang dengan bentuk memanjang, dihiasi bebatuan indah di setiap tepinya. Sebelum mengenal SKAK, kolam renang seperti itu hanya bisa dilihat di dalam dunia maya.
"Suasana luarnya saja seindah ini, apa lagi kamar tidurnya. Ahh, aku udah nggak sabar untuk ke sana dan tidur di ranjang yang pasti sekelas hotel," batin Fabian.
Dia terlalu fokus menikmati keindahan sekitar, sampai tak sadar dengan tatapan sepasang mata yang ada di lantai atas. Ya, seorang wanita cantik dan anggun sedang berdiri di dekat terali, di balkon lantai dua.
"Semakin ke sini seharusnya kamu semakin tahu, apa yang sebenarnya ada di belakang SKAK," ucap wanita itu dengan senyum dan tatapan yang sulit diartikan.
Bersambung...