Jevandra Raksa Bumi, Seorang laki-laki tampan yang tidak banyak di ketahui orang jika di balik wajah tampannya terdapat sosok iblis yang sangat kejam.
Hidup dalam dendam masa lalu yang membuatnya begitu membenci keluarga besar Bagaskara hingga membuatnya terpaksa menikahi seorang gadis bernama Diara Bagaskara sebagai tumbal atas balas dendam masa lalu.
Akankah Diara berhasil membuat Jevandra melembut dan luluh akan kelembutannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tessa Amelia Wahyudi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Peringatan
Jevandra pulang untuk makan, siang. Sekalian dia ingin melihat apa yang dilakukan wanita itu di rumah.
Tapi, ketika dia sampai di meja makan, dia tidak mendapati wanita itu di sana. "Diaman nyonya kalian?" tanya Jevandra cepat pada para pelayan.
"Nyonya tidak keluar kamar sejak pagi tadi. Bahkan-"
"Bawa makanannya ke kamar!" titahnya pada mereka.
Jevandra jalan ke kamar, dan melihat apa yang di lakukan wanita itu disana. Dia tebak, mungkin sedang menonton drama di iPad milik ya.
Nyatanya tidak begitu, dia melihat wanita itu yang duduk termenung di sofa, dengan tatapan kosong.
Ketika dia datang, Jevandra melihatnya. "Kenapa tidak turun untuk makan?" tanya Jevandra pada wanita itu.
Diara tetap diam. Dia malas menanggapi Jevandra. Karena lebih baik diam dari pada menjawab dan berakhir dengan pertengkaran.
"Apa aku harus mengulang kata-kata ku lagi?" tanya Jevandra lagi pada Diara, namun reaksinya masih sama.
Pintu kamar di ketuk dari luar. "Masuk!" titah Jevandra hingga membuat kata pelayan masuk dengan troli yang berisikan semua menu makan siang untuk mereka.
"Letakan disana!" titahnya pada mereka semua yang langsung menyusun makanan itu.
mereka bersiap untuk makan, Jevandra sudah membuka jas kerja miliknya dan duduk bersama Diara disana.
"Ayo makan!" ucapnya pada Diara yang masih diam tanpa sepatah katapun.
"Aku bilang ayo makan, Diara!" suaranya mulai terdengar kesal.
Nadanya jauh lebih rendah, menandakan jika saat ini dia mulai terpancing emosi.
"Apa aku harus berbuat kasar lagi agar kau mau makan?" masih berusaha menahan amarnya untuk tidak menyakiti wanita ini.
Dia harus bisa bicara dengan Diara. Berharap wanita ini mau untuk di ajak bicara, karena setelah sampai di rumah sejak kemarin mereka belum ada bicara.
Baiklah, Jevandra berusaha menahan amarahnya, dia mengambilkan makanan di meja, dan menaruhnya ke piring. Berusaha tetap sabar, agar tidak menyakiti wanita itu lagi.
"Ayo buka mulutmu." katanya berusaha membujuk Diara, untuk makan dan menyuapinya.
Namun, saat dia menyendok kan makanan ke mulutnya Diara, wanita itu menolak dan membuang muka.
Kesabaran Jevandra ada batasnya. Dia benar-benar mengujinya kali ini. "Kau belum makan sejak semalam. Jadi ayo makan!" titah Jevandra yang terus berusaha membujuk Diara, karena semalam saat hendak makan malam wanita itu sudah tidur ketika dia pulang dari kantor. Jadi Jevandra tidak membangunkannya.
Dia pikir Diara sudah makan, tapi ternyata lagi ini dia belum juga makan, bahkan hingga siang hari ini juga dia menolak.
"Makan, Diara." suaranya mulai tertahan, dadanya mulai bergemuruh. Dia kembali mencoba menyuapi Diara, namun kali ini ada sendoknya terjatuh di lantai hingga membuat kesabarannya habis.
Prang!
Diara terkejut saat piring berisi makanan itu melayang hingga berserakan di lantai.
"Bibi Rye!!!" seru Jevandra memanggil kepala pelayan rumah mereka.
Mendengar suara Jevandra yang menggelegar membuat bibi Rye serta yang lainnya datang.
"Ya, tuan muda?" jawab bibi Rye ketika sampai di kamar.
Dia melihat lantai yang berserakan, bisa di lihat jika telah terjadi peperangan disini.
"Siapa yang memasaknya?" tanya Jevandra.
"Kepala koki, seperti biasanya tuan." jawab bibi Rye.
"Pecat mereka semua karena nyonya tidak mah makan! makanya tidak sesuai dengan nyonya!" katanya pada bibi Rye.
Diara menatap suaminya dengan tatapan kosong. Tidak ada ekspresi apapun di wajahnya cantiknya. Bahkan lipstik merah menyala yang menghias bibirnya juga tidak ada artinya.
"Bawa semua ini keluar!" katanya pada mereka, yang langsung membersihkan meja.
Jevandra berusaha menetralkan detak jantungnya yang berdebar kencang sejak tadi.
"Jika sampai nanti nyonya kalian tidak makan juga, maka kalian semua yang akan menerima akibatnya." ucap Jevandra penuh dengan ancaman membuat Diara menatap datar ke arahnya.
"Kenapa? Kau yang meminta ku berbuat seperti ini Diara." kata Jevandra membuat wanita itu menatap diam ke arahnya, dengan mata yang mulai berkaca-kaca.
"Sudah aku bilang, ayo bercerai saja. Tuan muda tidak perlu repot-repot mengurusiku lagi." katanya Diara membuat semua orang terkejut.
Gelas yang ada di tangan Jevandra pecah, dalam genggamannya. Dia benar-benar tidak sabar lagi. Diara benar-benar mengujinya.
"Bercerai?" kata Jevandra dengan nada yang begitu rendah.
"Ya, ayo bercerai!" ucap Diara lagi.
Prang!
Semua orang terkejut saat Jevandra mengamuk dan melemparkan begitu saja troli yang berisikan makanan tadi. Bahkan mereka belum siap membereskannya.
"Kanapa kau ingin bercerai hah? Apa kurangnya aku sebagai suamimu? Di luar sana begitu banyak wanita yang ingin berada di posisi mu saat ini Diara! Aku bisa memberikan segalanya untukmu! Tapi kenapa kau ingin bercerai dariku?!"
"Karena aku tidak ingin menikah dengan monster sepertimu!"
deg!
Jevandra tertawa, dia benar-benar mentertawakan hidupnya saat ini. Diara mengatakan dirinya Monster?
"Tuan, jangan seperti ini." bibi Rye melangkah mendekati Diara, dan berusaha melindungi nyonya muda dari amukan Jevandra.
"Minggir bibi. Jangan membuatku melupakan batasan ku!"
"Tidak, tuan. Saya mohon jangan sakiti nyonya."
"Aku bilang minggir!" sentak Jevandra pada bibi Rye yang masih berusaha melindungi Diara disana.
Tidak sabar dengan semua itu, Jevandra kehilangan kesabarannya dan mendorong bibi Rye hingga terjatuh ke lantai.
"Bibi Rye..." teriak Diara melihat itu.
"Apa yang anda lakukan hah? kenapa menyakiti mereka? Disini aku yang bersalah, hukum saja aku. Pukul aku atau cekik aku seperti kemarin agar aku mati. Itu jauh lebih baik untukku! Aku lebih baik mati dari pada hidup dengan monster sepertimu!" teriak Diara membuat emosi Jevandra meledak.
"Keluar semua! keluar!!!!" teriak Jevandra membuat semua orang langsung keluar, terkecuali bibi Rye.
"Aku bilang keluar!!!" seru Jevandra lagi yang membuat bibi Rye langsung di tarik oleh Rocky yang baru saja datang.
"Kau yang memaksaku untuk melakukan semua ini Diara!" gerak Jevandra menghampirinya dan membuat Diara ketakutan.
***
keren ini mah calon mommy banyak pikiran gampang di bikin hamil
biasanya cepat Up nya..
laki jg pny ksbrn.... jd jgn uji ksbrn ny... jk gk mau hal keras trjd
dgn wajah yg tak sama kau dgr...
kalo mdel yak gn trs ya mt kau🤣