NovelToon NovelToon
Suami Yang Tak Di Inginkan

Suami Yang Tak Di Inginkan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Perjodohan / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Blueby Skyfly

Queen adalah seorang Mahasiswa cantik dan salah satu anak dari donatur terbesar di kampusnya, tapi sayangnya nasib Queen tidak seberuntung wajah dan popularitasnya. Di kampus ia di puji karena kecantikkannya. Tapi nilai-nilai Queen sering anjlok, karena gadis itu tidak pernah belajar dengan serius, hidupnya hanya di habiskan untuk clubbing dan nongkrong bersama teman-teman nya. Kini ia terancam di Drop Out dari kampus kalau nilai skripsinya masih buruk.
Meskipun Queen anak dari donatur terbesar... Ibu Farah selaku orangtuanya tidak pernah memanjakannya. Bahkan ia meminta pihak kampus untuk berlaku adil pada anaknya sendiri. Ibu Farah berusaha membuat nilai-nilai skripsi Queen bagus, dengan cara ia memanggil guru privat kerumahnya. Setelah adanya guru privat, hidup Queen semakin tersiksa. Karena tanpa ia sadari sang mama justru menjodohkan pria itu dengannya. Bagaimana hidup Queen setelah menikah dengan guru privatnya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Blueby Skyfly, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 35 : Introgasi

Kevin masih memegang bantal yang dilempar Queen. Namun perlahan tawanya mulai mereda saat melihat wajah adiknya yang benar-benar tidak baik.

"Queen, lo kenapa? Ko malah mau nangis?" tanya Kevin penasaran.

"Gue nggak nangis."

"Bohong."

Queen langsung mengusap matanya dengan kesal.

Kevin menghela napas panjang. "Oke, sekarang lo cerita."

Queen terdiam beberapa saat. Awalnya ia ragu, namun entah kenapa, hari ini ia benar-benar butuh seseorang untuk mendengarkannya.

"Gue kemarin ketemu Nathan."

Kevin tersentak kaget. "Hah... jadi lo ketemuan sama cowok mokondo itu?"

Queen menggigit bibir bawahnya. "Iya, itu akrena gue mau beresin semuanya."

"Beresin gimana?"

"Gue mau mutusin dia."

Ruangan langsung hening.

Kevin yang tadinya santai perlahan mengernyit. "Tunggu." Kevin mulai merasa ada yang tidak beres. "Queen, jangan bilang sama gue..." Kevin membelalak. "Lo belum mutusin dia?!"

Seketika Queen mengangguk." Iya."

"Astaga!" Kevin langsung berdiri dari sofa. "Pantesan aja Revan marah!"

"Iya Ka, gue tau... gue salah." Queen langsung meringis.

Kevin mondar-mandir sambil mengacak rambutnya sendiri. "Ya ampun Queen." Pria itu menunjuk adiknya. "Lo udah nikah. Lo tinggal serumah sama suami lo. Terus lo masih punya pacar yang belum lo putusin?"

Queen langsung menutup wajahnya menggunakan bantal. "Iya gue salah, Ka"

"Itu sih salah banget!"

Kevin langsung menghela napas panjang. Jujur saja sekarang ia mulai mengerti kenapa Revan marah. Karena setahu dirinya, Revan bukan tipe laki-laki yang mudah marah. Justru terlalu sabar, terlalu mengerti, dan selalu banyak mengalah.

Makanya selama ini semua orang di keluarga mereka menyukai Revan. Pria itu nyaris tidak pernah mempermasalahkan apa pun.

Kevin kembali duduk. "Kalian berantem gara-gara ini?"

Queen mengangguk pelan. "Iya, karena gue bohong. Gue bilang pergi sama Anggi. Tapi gue malah ketemu sama Nathan."

"Hm."

Queen semakin merasa bersalah.

Kevin menatapnya lama. "Terus?"

Queen menghela napas pelan. "Gue sebenarnya mau mutusin Nathan."

"Terus kenapa nggak jadi?"

Queen terdiam, beberapa detik. Lalu berkata pelan. "Gue nggak sempat ngomong."

Kevin langsung menyipitkan mata.n"Kenapa?"

Queen menceritakan semuanya. Tentang pertemuannya dengan Nathan. Tentang motor mogok, bengkel, uang yang dipinjam Nathan.

Sampai akhirnya pulang larut malam, semakin lama Kevin mendengar. Ekspresinya semakin aneh.

Queen mulai gugup. "Ka?"

Kevin memijat pelipisnya. "Queen."

"Hm?"

"Kok mantan lo nyebelin banget sih?"

"Ka Kevin!"

"Bener kan?"

Queen langsung terdiam. Karena kalau dipikir-pikir lagi, iya memang agak nyebelin.

Kevin menggeleng pelan. "Lupain Nathan dulu."

"Hah?"

"Gue sekarang ngerti kenapa Revan marah." Kevin melanjutkan. "Karena ini bukan soal lo ketemu Nathan."

Queen mengangkat kepala. "Terus?"

"Kalau cuma ketemu doang, Revan nggak mungkin sedingin ini."

Deg.

Queen langsung terdiam.

Kevin menatapnya serius. "Masalahnya adalah lo nggak jujur. Dan lebih parahnya lagi..." Kevin menunjuk adiknya. "Lo sendiri baru sadar kalau hubungan lo sama Nathan bahkan belum selesai."

Queen langsung membeku, karena itu benar. Selama ini ia sibuk menghindar. Namun tidak pernah benar-benar menutup semuanya.

Kevin menghela napas. "Queen."

"Hm?"

"Kalau gue jadi Revan..."

Queen langsung menatap kakaknya.

"Gue juga bakal kecewa."

Deg.

Kalimat itu terasa menohok. Karena selama ini Kevin selalu membelanya. Namun kali ini... Bahkan kakaknya tidak berada di pihaknya.

Kevin menyandarkan tubuhnya ke sofa. "Dan jujur aja. Gue salut sama Revan."

Queen berkedip. "Kenapa?"

"Karena kalau gue di posisi dia..." Kevin menunjuk dirinya sendiri. "Gue udah ngamuk dari semalam, karena gue di bohongin sama istri gue sendiri."

Queen langsung menunduk.

Dadanya terasa semakin sesak.

Kevin yang biasanya selalu membela apa pun yang ia lakukan kini justru memihak Revan. Dan yang lebih menyebalkan lagi... Queen tahu kakaknya benar.

Ruangan mendadak hening.

Kevin menghela napas panjang lalu mengambil bantal yang tadi dilemparkan Queen. "Gini deh." Suaranya lebih tenang sekarang. "Gue mau tanya sesuatu."

"Apa?"

"Kalau lo di posisi Revan. Terus suami lo bilang pergi sama temennya. Ternyata dia pergi ketemu mantannya. Terus mantannya itu belum diputusin."

"Ka..."

"Belum selesai." Kevin mengangkat tangan. "Habis itu suami lo nggak bisa dihubungin. Pulang jam sepuluh lewat. Dan lo baru tahu semuanya dari orang lain."

Queen langsung menutup wajahnya.

"Lo bakal gimana?"

"Seneng?"

Queen menggeleng pelan. Kali ini Queen tidak bisa menjawab.

Kevin tersenyum tipis. "Nah."

Ruangan kembali sunyi. Beberapa detik kemudian Queen berkata pelan. "Tapi gue nggak selingkuh, Ka."

"Tapi lo masih pacaran sama Nathan."

"Iya karena gue belum mutusin dia."

"Iya gue juga tahu."

"Tapi kenapa kesannya kayak gue jahat banget?"

Kevin terdiam sejenak. Karena baru kali ini ia melihat adiknya benar-benar menyesal. "Karena masalahnya bukan soal selingkuh atau nggak. Tapi soal kepercayaan."

Deg.

Kevin melanjutkan pelan. "Revan percaya sama lo. Makanya dia nggak pernah ngelarang lo pergi."

Queen hanya terdiam mendengarkan Kevin. Semua yang di bicarakan Kevin adalah benar. Queen terus merasa bersalah dan dia berencana meminta maaf setelah Revan pulang.

***

Di kampus...

Jam kuliah terakhir akhirnya selesai. Mahasiswa satu per satu mulai keluar dari ruangan. Suasana yang tadinya ramai perlahan menjadi lebih tenang.

Anggi baru saja memasukkan laptop ke dalam tas saat mendengar seseorang memanggil namanya.

"Anggi."

Langkahnya langsung berhenti. Anggi menoleh dan langsung menemukan Revan yang masih berdiri di dekat meja dosen.

"Eh..." Anggi langsung menegakkan badan. "Pak Revan."

Revan menutup map yang ada di tangannya. "Bisa bicara sebentar?"

Deg.

Anggi langsung merasa gugup. "I-iya Pak."

Beberapa menit kemudian...

Mereka berada di ruang dosen yang saat itu sudah cukup sepi. Anggi duduk tegak seperti murid yang sedang dipanggil kepala sekolah. Sedangkan Revan duduk di hadapannya. Pria itu terlihat tenang seperti biasa. Justru itu yang membuat Anggi semakin tidak nyaman.

"Pak... nilai saya nggak akan di turunin kan?" tanyanya hati-hati.

Revan mengangkat alis. "Hm?"

"Kerena kemarin saya udah jujur soal Queen."

Kali ini sudut bibir Revan bergerak tipis. "Tidak."

Anggi langsung menghela napas lega. "Syukurlah."

Revan menyandarkan tubuhnya ke kursi. "Saya hanya ingin bertanya sesuatu."

"Tentang Queen?"

"Bukan."

Anggi berkedip.n"Lalu?"

Revan menatapnya beberapa detik. "Tentang Nathan."

Seketika ekspresi Anggi berubah. "Hah?"

"Tolong ceritakan apa yang kamu tahu."

Anggi menggaruk pipinya. "Yang mana dulu Pak?"

"Semuanya."

"Semuanya?"

"Ya."

Anggi terdiam sejenak sambil mengingat-ingat. "Hm... Nathan itu senior kami dulu."

Revan mengangguk.

"Lulus sekitar satu tahun yang lalu," lanjut Anggi.

"Pekerjaannya apa?" tanya Revan.

Anggi menghela napas. "Nah itu yang agak susah dijawab."

Mata Revan sedikit menyipit. "Maksudnya?"

"Kadang kerja, kadang nggak," jawab Anggi santai. "Terakhir yang saya tahu dia pernah kerja di perusahaan marketing."

"Lalu?"

"Dia keluar."

"Kenapa?"

Anggi mengangkat bahu. "Katanya nggak cocok."

Revan terdiam sejenak, lalu mendengarkan Anggi cerita panjang lebar tentang Nathan. Revan sudah bisa menarik kesimpulan kalau apa yang di bicarakan Ibu Farah benar tentang Nathan yang Mokondo.

Revan menghela napas sesaat sebelum bertanya lagi. "Sudah berapa lama mereka pacaran."

Anggi terdiam saat, berusaha mengingat dan dia mengatakan. "Kayanya baru sebulan deh."

Revan hanya mengangguk dan sedikit terlihat senyum di bibirnya. Ternyata Queen dan Nathan baru satu bulan pacaran jadi Revan masih ada kesempatan untuk menyingkirkan Nathan.

Anggi menatap Revan penuh tanya. "Pak Revan."

Revan tersadar. "Iya, terimakasih Anggi atas infonya."

1
Amoera
gilaa, gong banget thoor si mokondo mau tunangan smaa Sherena anak pejabat🤣
It's me Sky: 🤣🤣 iya ya ka
total 1 replies
Amoera
Queen jangan khianatin pak Revan. kasian dia. lagian mau aja sama sih mokondo🤣
Arditya
cie... akhirnya nikah juga🤭
It's me Sky: hhheeee🤣
total 1 replies
Arditya
sejauh ini keren banget thoor👍
Siska Amelia
good
It's me Sky: terimakasih kaka🙏
total 1 replies
Alia Chans
Satu like = satu bentuk apresiasi. Semangat thor ✍️👈😉






Saling support sabi kali ya😉
It's me Sky: wihh makasih kakak/Smile/
total 1 replies
Reichan Muhammad
ya ampun torrr keren bgttt kmu punya 4 novel yg on going semua
It's me Sky: iya kakak, selama lagi ada ide jalan terus🤭
total 1 replies
Arditya
jadi inget inggit dan mas Arya, tapi ini kemasannya beda top lah thoor👍
It's me Sky: wkwkwkwkwk🤭
total 1 replies
Arditya
wajah di baca ini cerita menarik banget, remajanya dapet kisahnya fresh. suka sma Revan dan Queen. sukses thoor/Smile/
It's me Sky: makasih bnyk/Hey/
total 1 replies
Arditya
seru banget thoor😍
It's me Sky: wihhh makasihhh/Tongue/
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!