NovelToon NovelToon
Hasrat Tetangga Kamar

Hasrat Tetangga Kamar

Status: tamat
Genre:Teen School/College / Tamat
Popularitas:627.7k
Nilai: 5
Nama Author: AdindaRa

Tiga tahun tidak berjumpa dan saling menyapa, membuat Nachya sangat canggung bertemu dengan Abangnya sendiri, Boy. Pesona Boy yang sangat tampan membuat jantung Nachya bertalu-talu setiap berdekatan dengan Abangnya.

Ternyata Boy juga sudah mencintai Nachya sejak masih kecil. Bahkan ia memutuskan bersekolah di luar negeri agar bisa melupakan Nachya. Sayangnya saat kembali dan bertemu kembali dengan Nachya, rasa cintanya justru semakin dalam.

Keduanya sama-sama tersiksa dengan perasaan cinta mereka, padahal keduanya bukanlah saudara kandung.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AdindaRa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Cemburu

“Nach, sebenernya ada yang pingin aku omongin sama kamu!” tukas Boy yang sudah dalam mode serius.

“Ngomong apaan?” balas Nachya sambil menikmati makanannya.

“Mulai besok kamu bisa kan ke sekolah bawa mobil sendiri?” tanya Boy berhati-hati.

Sebenarnya Boy masih terus ingin mengantar dan menjemput Nachya. Namun, karena kesibukannya di firma dan sebentar lagi ia sudah mulai masuk kuliah, Boy jadi sedikit kesulitan menjemput Nachya.

Terlebih Boy sangat tidak rela jika Nachya nantinya terus menerus diantar oleh abang tirinya. Ia takut Nachya akan benar-benar jatuh cinta dengan abang tirinya jika mereka terus bersama. Dan tentunya ini akan membuat Boy harus benar-benar memendam lebih dalam lagi rasa cintanya terhadap Nachya.

Sedangkan wajah Nachya langsung cemberut saat mendengar Boy memintanya untuk berangkat sekolah sendiri. Meski awalnya Nachya memang menginginkan hal itu, namun saat ini ia mulai terbiasa pergi dan pulang sekolah bersama Boy.

“Emang kenapa Boy? Kamu terbebani ya sama aku?” balas Nachya yang balik bertanya dengan Boy.

“Aku gak mungkin terbebani dong sama kamu, Nach!” Boy menghela nafasnya panjang.

“Oke, aku masih bisa antar kamu ke sekolah. Tapi aku gak bisa jemput kamu tepat waktu. Pekerjaan di firma padat banget, Nach. Dan aku gak mau kalo kamu kelamaan nunggu!” jelas Boy.

“Yakin, alasannya Cuma itu?” tanya Nachya lagi membuat Boy mengerutkan dahinya.

“Yaa, bentar lagi kan aku juga sudah mulai masuk kuliah...”

Belum selesai Boy melengkapi kalimatnya, Nachya langsung memotong ucapan Boy kali ini.

“Terus kamu lebih milih pergi sama ondel-ondel dari pada aku?” tanya Nachya dengan nada kesal.

Boy kini menggaruk kepalanya yang tidak gatal saat mendengar protes dari Nachya.

“Duh, kok malah jadi ngomongin Bunga sih!” gerutu Boy. “Gak nyambung!”

“Dengerin aku Nach! Aku gak mungkin pergi sama Bunga!” jelas Boy sambil menatap tajam ke arah Nachya.

“Ya udah, kalo gitu kamu tetap antar aku ke sekolah bisa kan?” balas Nachya.

“Pulangnya aku bisa naik busway, atau naik ojek juga bisa kok!”

Kali ini Nachya benar-benar keberatan jika dia harus membawa mobil sendiri ke sekolah. Keinginan Nachya cuma satu, Boy tetap mengantarnya pergi ke sekolah.

“Tapi Nachya, nanti ujung-ujungnya kamu pulangnya diantar lagi sama Pak Adit!” timpal Boy.

“Looh, gak masalah dong. Jadi malah aman kan aku?” balas Nachya yang sudah menghabiskan makan malamnya.

“Gak bisa, Nachya!”

“Kenapa gak bisa sih? Udah gak ada masalah kan?” timpal Nachya.

“Aku berangkat kamu antar, pulangnya kamu gak usah jemput. Kalo memang Pak Adit bersedia untuk anterin ke rumah, bagus dong. Uang transport aku jadi utuh! Dan kamu gak perlu risau aku kenapa-napa. Karena sudah dipastikan aku aman sampai di rumah.”

“Tapi aku cemburu!” timpal Boy lirih dan hampir tidak terdengar oleh Nachya.

“Hah?!” Nachya mencoba menajamkan pendengarannya. “Apa Boy?! Aku gak denger!” balas Nachya yang benar-benar tidak mendengar apa yang diucapkan oleh Boy.

“Tapi itu justru sangat merepotkan orang lain Nachya!” jelas Boy.

Raut wajah Nachya pun kembali cemberut mendengar ucapan Boy barusan.

‘Loh, aku pikir tadi Boy bilang cemburu? Ternyata aku cuma salah denger ya?’ gumam Nachya dalam hati.

“Yaudah, aku pulangnya naik busway gak papa deh. Atau naik ojek online. Yang penting kamu tetap anterin aku ke sekolah!” pinta Nachya dengan manja.

“Oke, aku akan tetap usahain buat antar dan jemput kamu. Tapi kalau memang aku gak bisa jemput, aku akan kasih uang transport untuk naik taksi. Gimana?” balas Boy yang langsung diangguki kepala oleh Nachya.

“Nah, gitu dong! Jadi kan aku gak perlu beli bensin buat mobil aku!” ucap Nachya dengan riang.

Deg!

Ucapan Nachya barusan benar-benar membuat Boy tertegun.

‘Ya Ampuuun Nachya! Aku pikir kamu itu pingin terus sama aku. Manja-manja sama aku, sampai ngotot minta tetap di antar jemput.’

‘Jadi alasannya cuma biar uang saku kamu utuh ya?’ batin Boy.

“Yaudah yuk, kita nonton!” ajak Nachya yang langsung menarik tangan Boy.

Boy yang tangannya digenggam erat oleh Nachya pun hanya diam pasrah mengikuti langkah Nachya. Bibirnya tersenyum mendapati tingkah Nachya yang menurutnya sangat konyol.

Boy sendiri tidak habis fikir dengan dirinya sendiri yang bisa jatuh cinta dengan wanita se polos Nachya. Gadis kecil yang sedari dulu mengulik hatinya, dan kini tumbuh menjadi anak SMA yang hanya memikirkan bagaimana uang sakunya tetap utuh.

“Kalo aku nanti gak jemput kamu, kamu janji ya sama aku. Jangan mau diantar pulang sama Bang Adit!” tukas Boy yang mulai berani merangkul pundak Nachya.

Nachya sedikit terkejut mendapati perlakuan Boy barusan. Jantungnya langsung berdebar-debar saat jaraknya dengan Boy yang begitu dekat. Namun, tangan Nachya pun justru ia lingkarkan di pinggang Boy sambil menganggukkan kepalanya.

“Iya, bawel. Aku gak akan ngrepotin Pak Adit lagi.”

“Good girl! Nanti aku akan kasih uang jajan lebih buat kamu kalo terus nurut sama aku!” timpal Boy lagi menoel hidung Nachya.

“What?! Serius Boy?!” tanya Nachya dengan mata berbinar.

“Serius dong, masa iya sih aku bo-ong!”

“Memang gajinya di firma papa gede ya?”

“Kalo kamu mau tahu, nanti setelah lulus bantuin aku di firma papa saja. Gimana?” balas Boy yang enggan membocorkan berapa tip yang baru saja ia dapatkan.

“Aku gak suka kerja di firma. Aku kan udah punya cita-cita mau jadi arsitek, Boy!” balas Nachya mempertegas cita-citanya.

“Jadi arsitek kok matematikanya masih nol!”

“Eits, yang penting kan nanti aku bisa bikin gedung bertingkat paling tinggi!”

“Jadi kuli bangunan dong itu mah, bukan arsitek!” ledek Boy membuat tangan Nachya langsung mencubit pinggang Boy.

“Diiih, jahat banget kamu mah yaa!” gerutu Nachya.

Keduanya kini sudah tampak mulai akrab, tidak seperti sebelumnya. Boy pun tampak semakin posesif dengan Nachya.

Sedangkan Nachya pun menjadi sangat manja dengan Boy. Bahkan sepanjang pemutaran film di bioskop, Nachya terus saja melingkarkan tangan kanannya di lengan Boy.

‘Boy, aku nyaman banget deket sama kamu kayak gini! Suatu saat nanti, aku pasti umumkan pada dunia jika aku sangat mencintai abangku sendiri,’ gumam Nachya dalam hati sambil diam-diam mencuri pandang ke arah Boy.

“Suka gak sama filmnya?” tanya Boy dengan berbisik.

“Suka banget!” jawab Nachya dengan senyumnya yang mengembang. ‘Apalagi sama kamu!’ lanjut Nachya dalam hati.

“Kalo sama aku suka gak?” tanya Boy lagi dengan berbisik.

Nachya pun langsung menarik lengan Boy agar semakin dekat dengannya dan mendekatkan bibirnya di dekat telinga Boy.

Kali ini gantian Boy yang begitu berdebar-debar menantikan jawaban dari Nachya. Bahkan deru nafasnya pun terdengar begitu jelas menyapu tengkuk leher Nachya.

“Suka banget...” Nachya menjeda kalimatnya membuat dada Boy seketika terasa begitu sesak. “Ngerjain kamu!” lanjut Nachya lagi.

...☘️☘️☘️...

1
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
boy nachya
Rahmawati
Luar biasa
Rahmawati
😆🤣🤣rasain tuh
Qaisaa Nazarudin
Gak juga,Ada tuh ceweknya masih klas 2 SMA sudah nikah,apalagi kalo soal perjodohan,Dan juga cowoknya masih SMA..Langeng2 aja tuh..
Qaisaa Nazarudin
Waahh Satria lebih hebat menurut ku,Aku suka baca kisah,Murid sama guru,CEO sama anak SMA,Suka aja aku baca ceweknya yg umuran SMA dawasa,Dan cowoknya yg lebih dewasa gitu..
Qaisaa Nazarudin
Woooww adek pengganti Nach itu Twins..👍👍👍👏👏👏
Qaisaa Nazarudin
Visualnya Boy dan Nach dewasa banget,gak cocok dgn umur..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan doa uty udah di kabulkan,👏👏👍👍😄😄
Qaisaa Nazarudin
👏👏👏👏👏👏 KARMA IS REAL,LEBIH PERCAYA ORANG LUAR DARI KELUARGA SENDIRI,RASAIN TUH...💃💃💃💃💃
Qaisaa Nazarudin
Setia juga ada tempatnya,Dan sabar juga ada batasnya, Sekarang kamu sudah melampaui batas kewarasan kamu,Jadi terima aja apa yg akan terjadi oada mu nantinya..
Qaisaa Nazarudin
Yeeezzz akhirnya..💪💪💪 karena itulah yg terbaik..👍👍
Qaisaa Nazarudin
Heh orang tua..Makanya jangan Gila kamu udah tua juga,Nach itu cucu kamu,bukan anak kamu yg bisa kamu atur2 seenak udeg mu,,😡😡😡
Qaisaa Nazarudin
Bagus Nach karena kamu udah memilih jujur je ortu kamu..Biar tau Rasa akung kamu, Gila tuh kakek..😡😡
Qaisaa Nazarudin
Boy yg menolongnya,Bukan Dean,,Dean aja yg sok ngaku2..🙄🙄Akungnya juga bodoh..
Qaisaa Nazarudin
SKAKMATT buat papa Belva dan mama Ecca..Itu aku setuju Nach..👏👏👏👍👍👍😜😜🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Yeeezzz bagus Nach,,Secara tak langsung kamu sudah menolak Adit,Aku gak mau Boy kecewa kalo tau kamu sama Adit..
Qaisaa Nazarudin
Waahh pak adit Gercep,Gimana nasib Boy..Boy sih lelet..🤦🤦
Qaisaa Nazarudin
Caper ya boy..Mending ungkapin aja,ntar keduluan cowok lain,kamu yg akan berputih mata..😄
Qaisaa Nazarudin
Ban nya,bukan roda nya..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ketahuan kalian gak sedarah, Harusnya kamu seneng dong Boy..😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!